
Semua, saling menatap mereka tidak menduga kalau Kevin dan Nabila sudah sejauh itu, Lebih mengejutkan lagi dengan Kevin mengatakan kalau dirinya telah menghamili Nabila.
Leticia, menatap tajam Alfonso.
''Anak, ini.''batin Alfonso.sembari menggelengkan kepala pada Leticia.
''Kenapa, harus kabur? tau, enggak kita disini sibuk cari kalian.''omel Leticia.
''Nabila, hamil berapa bulan?berarti dia---?"Stefani, menghentikan pembicaraannya. lalu menatap Glen kemudian melihat lagi menatap ke arah Kevin.
Kevin, tersenyum sembari meremas cangkir yang ditangannya,Kevin tertunduk sembari menggelengkan kepalanya.
Felisia, dan Mason sebagai yang tertua diruangan itu. hanya sebagai penyimak, karena bagi mereka ini masalah keluarga Alfonso.mereka, tidak berhak ikut campur kecuali diminta ikut memberi pendapat.
''Iya, Nabila hamil duluan kamu Fani.''jelas Kevin, sembari tersenyum.matanya terus menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Alfonso, yang mengenal baik Kevin, masih diam dan memberi waktu untuk semua mengeluarkan pendapat mereka.
''Kapan?"tanya Glen.
''Maaf waktu itu saya khilaf. waktu persiapan hari tunangan kamu di hotel Alfonso."papar Kevin. karena, dia tahu mereka akan terus mencerca dia, dengan banyak pertanyaan
''O.., I see.''jawab Stefani cepat
Karena, Fani berpikir mungkin kejadian itu terjadi waktu Kevin susul Nabila dikolam renang.Namun, mereka salah karena waktu Kevin susul Nabila. Tetapi, waktu itu Nabila sudah selesai renang dan meninggalkan Kevin sendirian di kolam renang.
"Oh.., aku pikir Fani sependapat dengan saya."sambung Andre yang akhirnya ingat kejadian sore itu.
''Hahaha.,'' Reno, yang tiba tiba tertawa membuat semuanya kaget dan menatap Reno
''Kamu, kenapa Reno?"tanya Walker. kesal.
''Ohh.., maaf. ini lagi baca chat dari teman.'' Reno memberi alasan.
Kevin, mengeraskan rahangnya. rasanya, ingin sekali dia melepaskan satu pukulan diwajah Reno, Namun dia ingat janjinya pada Nabila.
Alfonso, mengedipkan mata pada Kevin.karena, Alfonso tau Kevin tidak seperti apa yang dikatakan dia saat ini.
''Terus, kapan kalian menikah?''tanya Leticia lagi.
'Besok, pukul 10:00 waktu Paris.'' jawab Kevin. tanganya kembali menuang wine dicangkirnya,lalu diteguknya. entah sudah berapa puluh cangkir wine yang diminum oleh Kevin.
Reno, yang merasa lega dan bebas dari tanggung jawab, sesekali melirik Kevin dengan Sinis.
''Kenapa, di Paris, saya tidak bisa hadir.''lirih Leticia.dengan mata berkaca kaca.
''Maaf, karena dulu awal dekat dengan dia. Nabila, pernah cerita kalau dia suka sekali dengan kota Paris.''jelas Kevin.
''Ai, aku bolehkan ikut ke Paris?''rengek Stefani pada Glen.
''Ya, kita harus hadir karena ini pernikahan Nabila dan Kevin.''jawab Glen,
''Saya, dan Leticia tidak hadir. tetapi, saya dan Leticia akan mendoakan yang terbaik untuk kalian berdoa. sebagai gantinya saya yang menanggung semua biaya pernikahan kamu.''ucap Alfonso, sembari mengelus kepala Leticia.
__ADS_1
Alfonso, dan Leticia tidak hadir. karena kwatir dengan kondisi Leticia yang sudah sangat dekat waktu lahirannya.
''Mereka, nanti akan datang jenguk kamu sayang.''bujuk Alfonso pada Leticia yang terus menangis karena dirinya tidak hadir dipernikahan Nabila.
Dari dulu, Leticia, bermimpi dia akan selalu hadir disetiap pernikahan para sahabatanya.karena, Leticia ingin mengambil semua moment bersama teman temannya.
''Berarti, aku kehilangan moment Nabila nikah?"tanya Leticia. sesunggukan
''Saya, akan minta anak buah video call selama proses pernikahan.''bujuk Alfonso.
Leticia, memang akhir akhir ini lebih sensitif.Alfonso, tahu maksud Leticia yang sedih, karen dirinya tidak hadir di pernikahan Nabila.
''Baiklah.''lirih Leticia.
''Vin, kalau aku lahiran tolong bawa Nabila ke Spanyol jenguk aku.''pinta Leticia bercucuran air mata.
''Aku, akan bawa Nabila datang, kamu, jangan kwatir.''jawab Kevin.meyakinkan.
"Maaf, aku telah membuat kalian semua kwatir.tetapi, waktu itu saya dan Nabila tidak ada pilihan."sesal Kevin.
"Jadi, bagaimana hari ini semua langsung ikut saya atau besok pagi baru kalian susul ke Paris?"tanya Kevin lagi.
Alfonso, menatap semua teman temanya.Kevin, mengedipkan mata pada Alfonso.
''Kau ini.'' gumam Alfonso.sembari melemparkan tutup botol wine ke arah Kevin.
''Boss, tidak perlu kwatir.semua, sudah diatur oleh Amire. tinggal bayar saja.''ungkap Kevin.pada Alfonso sembari mengedipkan matanya.
''Di bawah menara Eifel.''terang Kevin. menautkan kedua Alisnya.
Kevin, terus menyindir Reno. Namun, bukan Reno namanya kalau tidak masa bodoh dan sama sekali tidak merasa bersalah.
Gareth, yang sedaritadi mennyimak akhirnya bersuara juga.
''Lu, keren Vin! sekali, main langsung Paris.''sahut Gareth
''Jadi, laki harus gentleman dengan berani berbuat harus bertanggung jawab.''sindir Kevin,sembari mengedipkan matanya.
"Wah, teman jomblo berkurang lagi."sahut Andre.sembari memukul paha Gareth.
"Kamu, enggak sendiri masih ada aku dan Reno.kita, masih memperpanjang masa jomblo kita."seloroh Walker.
Semua, tertawa.suasana yang tadi tegang kembali mencair.begitulah,Alfonso dan teman temannya mereka selalu ada cara untuk mencairkan suasana. dan mengatas masalah dengan baik.
"Nak, Kevin. maaf, mommy enggak bisa hadir karena harus temani Leticia.tetapi daddy pasti akan hadir."ungkap Felisia.
"Iya, mommy.Kevin ngerti!"jawab Kevin.sembari tersenyum.
''kalau, tidak ada yang dibahas lagi aku mau kembali ke Paris, karena, nanti pukul 16:00. aku, sama Nabila haris fitting baju.''terang Kevin lagi.
Alfonso, menarik Napas, sembari berdiri dari sofa dan berjalan ke ruangan belakang. disusul, oleh Kevin ,mengikuti Alfonso dari belakang.
''Kamu, jangan menutupi semua dari saya?"tanya Alfonso menatap tajam Kevin.
__ADS_1
Kevin, tertawa sembari mengangguk kepalanya tangannya menepuk pelan bahu Alfonso.
''Maaf, Al.semua, yang saya katakan itu benar.''jawab Kevin sembari menunduk.
Hatinya sakit, saat berada satu ruangan dengan Reno, tetapi apa daya dirinya, yang sudah terikat dengan janji dan sumpah.
Alfonso, yang sudah tahu perasaan Kevin meraih kedua bahu Kevin.matanya, menatap bocah yang dulu diangkatnya ditepi jalan itu.
''Lakukan, jika itu menurut kamu baik.perjuangkan, jika menurut kamu pantas untuk diperjuangkan. tetapi, jangan sampai menyiksa dirimu hanya untuk membahagiakan orang lain.''sambung Alfonso.
Kevin, menggelengkan kepalanya seketika butiran kristal yang Ia tahan sejak diruangan tadi akhirnya mengalir membahasi pipinya.
''Maaf, Al. Nabila hamil karena Re--.'' Kevin, menhentikan pembicaraannya air mata amarahnya terus menetes membasahi pipinya.
''Saya, sudah duga dari awal karena itu tadi saya hanya diam.Reno kan?''tukas Alfonso.
Kevin, hanya menganggukkan kepalanya.mulutnya, tidak sanggup untuk mnyebut nama itu.
''Saya, menangis karena saya marah. bukan, karena dia tidak bertanggung jawab terhadap Nabila. saya, justru bersyukur dia tidak bertanggung jawab atas kesalahannya terhadap Nabila. Namun, saya hanya marah karena dia sempat mencekik Nabila ditaman dan memaksa Nabila untuk menggugurkan kandungannya.''ungkap Kevin geram.
Alfonso, mengepalkan tangannya saat mendengar apa yang barusan dikatakan Kevin.Karena, sebajingan dirinya dia tidak pernah menyakiti wanita apalagi memaksa untuk membunuh janin yang tidak berdosa.
''Brengs*k.''umpat Alfonso.
''Sudah, kamu harus jadi pelindung untuk Nabila, ingat saya selalu berada dibelakangmu. lebih baik menjadi mantan brengsek, daripada harus berpura pura alim tetapi memiliki hati brengsek.''ucap Alfonso pada Kevin.
''Aku, tidak akan pernah menyakiti hati Nabila. aku, akan selalu menjaga dia dan anaknya. aku,juga tidak akan pernah mengijinkan Reno menyentuh anak itu. bahkan, dunia hanya Kevinlah ayahnya, tidak ada Kevin yang lain lagi.''tegas Kevin.
Alfonso, tersenyum.tanganya menepuk bahu Kevin
''Proud, you bro.sebentar pulang bawa jet itu.dan, kamu boleh tinggal di mansion yang di Paris.''ucap Alfonso.
Kevin, tersenyum. dia, tahu Alfonso tidak akan seperti yang lain yang bisa percaya sebelum memastikan semuanya.
Setelah, berbicara berdua dengan Alfonso diruangan belakang. akhirnya, mereka kembali ke ruangan keluarga dimana semua masih menunggu keputusan selanjutnya.
Undangan pernikahan.
Kami yang berbahagia
kevin & Nabila.
resepsi
Hari/Tanggal: 28_11_2021
waktu: 10:00
Tempat: Eifel.Paris.
Terima kasih.
__ADS_1