SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
menuju sah


__ADS_3

Cia, yang turun dari ranjang dan mulai berjalan ke arah kamar mandi.tangan Cia meraih handle pintu saat kakinya mulai melangkah ke kamar mandi.Al memanggil Cia.


"yank, mandi nya jangan ke lamaan Nabila uda mau ke sini, ng usah berendam ya." ucap Al. dan melanjutkan memakai celananya.


"Iya, aku juga ngerti.."jawab Cia ketus.


Cia mulai menyalakan showernya, dan butir butiran air shower mulai jatuh membasahi seluruh badan mulusnya. saat sementara menyabuni tubuhnya, Cia teringat kalo dirinya lupa menanyai Al soal sembelit tadi. Cia kwatir saat upacara pernikahan, Al sembelit lagi.


Al, yang sudah memakai celana dan kamejanya. sudah duduk ditepi ranjang.akhirnya Cia pun selesai mandi dan mengenakaan handuk kimono berjalan keluar menuju ke arah Kamar.


Al, yang menatap ke arah Cia yang terus melangkah mendekati lemari.hanya tersenyum.Al tidak membayangkan Kalo hari ini dirinya akan menikahi gadis yang dulu selalu iya panggil dengan sebutan kucing gila.


Cia, yang sudah mengambil dal*mannya. lalu, mencari sesuatu yang dibutuhkan. tapi, Cia kehabisan dan lupa membawanya ke hotel. dengan wajah memelas Cia melihat ke arah Al.


"Boleh, ng aku minta tolong? soalnya ini urgent bangat."ucap Cia memasang muka melas.


Al, yang mendengar ucapan Cia. bingung urgent apa yang dimaksud Cia.


"Apa, maksudmu."tanya Al. yang tidak mengerti dengan maksud Cia.


Cia tersipu malu dan berjalan ke arah nakas. mengambil ponselnya dan menelpon Vani. Al yang kesal karna merasa Cia tidak menanggapi pertanyaannya mengambil ponsel dari tangan Cia.


"Aku, ng suka kalo aku bertanya terus yang ditanya malah asyik bermain ponsel." ucap Al kesal.


Cia, yang kaget dengan tingkah Al hanya menghela napas panjang.


"Sini, ponsel ku! aku mau menelpon Vani, minta tolong belikan aku pembalut." jawab Cia kesal.


Al yang mendengar itu hanya tersenyum geli. dan mengembalikan ponsel Cia.


"Makanya, kalo ditanya jawab. jangan suka mengabaikan orang. kamu datang bulan? terus, gimana dengan nanti malam."dan berjalan ke arah kulkas mengambil air untuk minum.


Cia, menerima ponselnya sambil tersenyum, dan mengangkat bahunya.


"Bukannya nungggu sampai aku benar benar cinta kamu?"jawab Cia sambil mengirimkan pesan ke Vani.


Tidak menunggu lama, pintu kamar hotel diketuk. Al, yang mendengar itu segera meletakkan kembali cangkirnya diatas meja. dan berjalan ke depan untuk membuka pintu.


Karna di kamar Al, ada sensor camera dipintu yang bisa melihat siapa yang datang.


"Uda tunggu disitu aja, biar aku yang buka pintu ada Vani dan Glen yang datang."ucap Al.

__ADS_1


Cia, hanya menurut karna dirinya juga ng isa ke depan hanya dengan memakai handuk kimono seperti saat ini.


Pintu kamar dibuka Al. Glen dan Vani tersenyum melihat Al yng sudah memakai Celana dan kameja sudah sangat tampan.


"Uda , Vani kamu masuk sana. Cia sudah menunggu mu."Ucap Al. melihat ke arah Vani. dan mengabaikan tatapan usil dari Glen.


Vani, segera berjalan masuk kedalam kamar. menemui Cia yang sudah menunggunya. Bungkusan Softex diberikan pada Cia. dan segera Cia berjalan ke kamar mandi untuk memakai pembalut dan d*lam*nnya.


"Sepertinya, kamu harus menunda malam pertamamu. atau tmalam pertamanya sudah terlaksana lebih dulu."goda Glen sambil menaik turunkan Alisnya.


Al, yang mendengar godaan temannya, hanya tersenyum.


"Uda kita tunggu saja didepan coffe itu aja, karna Cia harus make up." Ucap Al dan mengabaikan godaan dari Glen.


Glen, menurut karna memang tidak baik dirinya masuk kedalam kamar Al. mengingat didalam kamar ada Cia.


"Baik lah." jawab Glen. dan mereka pun berjalan ke arah Coffe didepan kamar Alfonso.


Para anak buah Al segera berjalan ke depan pintu Kamar Al berjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bos mereka.


Nabila pun datang, dan masuk kedalam kamar hotel Cia, mereka semua kagum dengan arsitek didalam kamar hotel Cia. "luar biasa," kata yang keluar dari mulut Vani dan Bila.


"Van, di mana Cia,"tanya Bila.


Mendengar kalo Cia datang bulan Nabila tersenyum.


" bagus dong biar nanti setelah datang bulan kita dikasih ponaan."Jawab Nabila.


Cia,yang sudah berada dibelakang mereka. dan sempat mendengar obrolan kedua temannya merasa bingung dengan maksud dari obrolan mereka.


"Apa, maksudnya?"tanya Cia dan mendudukan tubuhnya di kursi depan meja rias.


Nabila mulai merias Cia, dan mereka bercerita kejadian semalam.


"Cia, apa semalam kamu dan Al sudah__?"tanya Vani yang tidak meneruskan pertanyaannya. sambil menyiapkan gaun yang akan di pakai Cia.


"Semalam kenapa?"tanya Cia polos.


"Maksud Vani semalam kamu dan Al sudah malam pertama apa belum." sambung Nabila.sambil memoles wajah Cia dengan make up.


"Ng, Aku memang seranjang dengan dia. tapi, dia sama sekali tidak menyentuh aku."jawab Cia polos.

__ADS_1


Nabila dan Vani kaget mereka berdua seolah kompak membulatkan mata bersamaan dan saling menatap.lalu, mereka melihat ke arah Cia.


"Yang benar saja?" jawab serentak kedua temannya itu.


"Kamu, ingat ng waktu kita ke Club, dan saat Glen ngajak kita ngobrol di depan pintu. aku lihat didalam ruangan mereka lagi bermain dengan wanita malam.masa, seoraang Alfonso yang kalo lihat wajahnya seperti orang suka cekup sana sini, membiarkan kamu tidur dengan tenang?" Ucap Vani panjang lebar. yang membuat Cia tertawa geli.


"buktinya sekarang.aku tidak kenapa kenapa.makanya, jangan hanya menilai orang dari sampulnya saja, belum tentu dalamnya jelek seperti yang kita lihat."Jawab Cia dengan bijak.


Kedua temannya kaget mendengar jawaban Cia yang sekarang makin bijak sejak semalam sekamar dengan Alfonso.


Sambil terus merias wajah Cia.


************


Di cafe, Alfonso dan Glen, Gareth,Kevin, Andre, dan walker yang asyik ngopi sambil membahas masalah diMarkas.


"Al, gimana mengenai Mason?"tanya Glen.yang semalam mendapat info dari Ethan kalo Mason tidak pernah keluar.


" Cia, juga tidak mempermasalahkan daddynya hadir atau ng, ya, sudah biarkan saja."jawab Al santai.


"Tapi, Cia belum tahu kan kalo kamu seorang mafia?" tanya Andre.


"Belum, dan mungkin Vani juga belum tahu klo Glen juga mafia." Al balik bertanya pada Glen.


"Sebaiknya mereka jangan tau."jawab Glen.karna Glen takut kalo Vani akan menjauh darinya.


Gareth yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala.


"Ya, sudah jangan merusak hari bersejarahmu." ucap Walker sambil menepuk pelan pundak Al.


Hari ini, semua media turut hadir di hari pernikahan mereka, bahkan ditayangkan live oleh salah satu stasiun tivi nasional kota Madrid.


Sengaja, Al lakukan itu untuk memancing Mason keluar dari persembunyian nya.karna, tidak ada orang tua yang akan diam kalo anak gadisnya menikah dengan musuhnya.


Al yang yang mendapat Chatt dari Cia, kalo dirinya sudah selesai merias tersenyum. teman temannya yang melihat tingkah Al hanya menggelengkan kepala mereka.


"Ayo, aku masih ke kamar mengambil jasku dulu aku juga belum pake dasi."ucap Al dan meninggalkan teman temannya, ke kamar hotelnya.


...****************...


Cia, yang sudah sangat cantik duduk manis disofa depan tivi menunggu jam upacara pernikahan, karna di hotel milik Alfonso ada kapel mewah juga. jadi, Alfonso memutuskan mereka menikah di kapel hotel itu.

__ADS_1



visual leticia memakai gaun pengantin.


__ADS_2