SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Temani Cia disini.


__ADS_3

Felisia dan Mason segera masuk ke dalam kamar Leticia. Karena, tadi mereka memilih membersihkan tubuh lebih dulu sebelum bertemu Leticia.


Kaki Felisia lemas. Ketika melihat tubuh Letica sekarang menjadi gemuk dan menghitam. Ya, seingat Felisia dan Mason waktu mereka jenguk putrinya Leticia tidak segemuk ini dan kulitnya juga masih putih mulus.


Namun, hari ini Felisia harus melihat putrinya dengan seluruh tubuh yang menghitam efek dari pergantian plasma darah.


''Daddy...ini putri kita kan?" tanya Felisia sedikit membisik.


Bukan tidak menerima dengan kondisi anaknya yang sudah berubah. Namun, Felisia masih belum percaya. Baru saja seminggu tidak bertemu putrinya kini berubah drastis seperti ini. sekejam ini kah virus GBS?


''Mommy, jangan bicara seperti itu. putri kita sudah banyak menderita. Kita jangan menyingung perasaan anak kita lagi.'' protes Mason.


''Maaf, daddy. rasanya mommy ingin sekali marah. Kalau, saja Tuhan itu manusia.'' sahut Felisia.


''Sudah! tidak ada yang melebihi kuasa Nya. ini juga kesalahan dari masa lalu kita.'' sambung Mason.


Mason, menggelengkan kepalanya. kenapa pikiran Felisia sependek ini.


Melihat kedua orang tuanya. masih berdiam dibalik pintu kamar Leticia memanggil dengan tersenyum.

__ADS_1


''Daddy... Mommy... kenapa enggak masuk? Mommy dan Daddy enggak kangen Cia?" tanya Leticia.


Felisia dan Mason bergegas masuk. Felisia langsung memeluk Leticia. ''Mommy kangen sekali.'' lirih Felisia menitikkan air matanya.


''Daddy, juga kangen omelan putri daddy. Maafin daddy dan mommy ya, atas kesalahan daddy dan mommy di masa lalu.'' ucap Mason.


Felisia hanya mengangukkan kepalanya sembari melantunkan doa kesembuhan untuk putrinya dalam hati.


'' Maafin, Cia juga.'' ucap Leticia berlinang air mata.


''Kenapa Cia yang minta maaf ? Cia enggak ada salah, yang salah itu mommy dan daddy. kesalahan mommy dan daddy membuat kamu menderita seperti ini.'' jawab Felisia.


''Sudah cukup jangan menangis lagi.'' tegur Mason.


''Tidak, mommy. ini mommy bisa lihat keadaan Cia saat ini. Tim dokter menyerah kita hanya pasrah pada keajaiban.'' sambung Leticia.


Mendengar penjelasan Leticia. pupus sudah harapan Felisia atas kesembuhan Leticia. kaki dan tangannya Lemas. kalau, saja sakit ini bisa ganti nyawa Felisia siap menggantikan sakit putrinya.


"Biarkan mommy yang sakit. mommy sudah sangat bahagia dengan bertemu kamu dan mendapat banyak cucu dari kamu dan adekmu. Mommy tidak akan menyesal kalau mommy mati hari ini. asal kamu sembuh, anakku." batin Felisia.

__ADS_1


'' Mom... Cia bisa minta?" tanya Leticia.


''Katakan, Nak. Mommy akan turuti.'' jawab Felisia .


''Mommy, daddy, dan Willy tinggal disini. temani Cia disini.'' pinta Leticia.


''Iya, sebelum kamu dan Nak, Alfonso minta mommy dan daddy sudah berpikir begitu.'' jawab Felisia.


''Terima kasih, Mom.'' jawab Leticia tersenyum haru.


Alfonso yang sedari duduk disofa memberi ruang untuk anak dan orang tuanya. hanya bisa menarik napas panjang. jarinya terus mengetuk di dagunya. Alfonso akhir akhir ini memikirkan dosanya sehingga dia gagal menyembuhkan istrinya.


''Mommy... bisa tolong telpon Karla? minta Karla cepat datang, ya.'' pinta Cia lagi.


''Iya, nak nanti mommy telpon lagi.'' ucap Felisia.


''Terima kasih, mom.'' jawab Alfonso.


'' sama sama.'' jawab Felisia.

__ADS_1


Anak anak sudah selesai mandi. mereka segera masuk ke dalam kamar Leticia merengek kepada Felisia yang sedang berceirita dengan Leticia, meminta makan.


Felisia dan Mason membawa keempat cucu nya untuk makan siang. memberikan waktu untuk Alfonso bersama Leticia di kamar.


__ADS_2