SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Ayo stop.


__ADS_3

Al, turun dari ranjang. berjalan ke arah kamar mandi. tangannya meraih handle pintu kamar mandi. pintunya dibuka dan Al masuk kedalam kamar mandi.


Sengaja Al menyalakan shower. dan menuntaskan hasratnya. setelah hampir sepuluh menit Al melengguh.


Achh...,


Akhirnya lega.


Semburan cairan vanila putih, yang berceceran dilantai disiram Al hingga bersih.kwatir dilihat Cia.


Setelah yakin lantainya bersih, Al berjalan keluar dari kamar mandi dan menuju ke kamar.


Al, membaringkan tubuhnya disamping tubuh Cia yang setengah polos.


Al tersenyum sekilas, saat matanya melihat ke arah dua gundukan yang penuh dengan bekas warna merah, yang diberikannya saat bercinta tadi.


Al, menundukan kepala sesaat, dan menyesap sebentar karna takut Cia terbangun.


Tapi..,


Dadanya yang disesap, justru tidur tidak sadarkan diri. hingga mengeluarkan dengkuran kecil.


"Dasar gadis bodoh. kalo tidur seperti orang mati." gumam Al.


Dan...,


Al, pun menyelimuti tubuh mereka berdua.dan masuk kedalam dunia mimpinya.


******


Alarm berbunyi, kedua insan ini masih pulas. Cia yang tidurnya sembarangan. selimut yang tadinya menutup tubuh mereka.kini sudah terjatuh dibawah kaki mereka. kaki kiri Cia sudah diatas pinggang Al, dan kaki kanannya ke arah pinggir ranjang kanan.


Al, tersadar karna bunyi Alarm dari ponsel Cia yang sangat mengganggu.


Perlahan membuka matanya, Al tersenyum melihat cara tidur Cia yang aneh, menurut Al. dengan pelan menurunkan kaki Cia dari pinggangnya.


"Wajahnya saja yang cantik. tapi, lihat gaya tidurnya seperti kucing.dasar teman nya kucing." gumam Al. sambil menggelengkan kepalanya.


Al, membenarkan kaki Cia yang berantakan, lalu, menyempatkan tangannya menyentuh sekilas dua gunung Cia.


Dan tangannya mengambil ponsel Cia yang sedari tadi membangunkan tuannya, tapi psama sekali tidak dihiraukan pemilik ponsel.Alarmnya di matikan Al.


Mata Al, membulat saat melihat jam alarm yang berbunyi menunjukkan pukul delapan pagi.


"olahraga." Al membaca tulisan Alarm diponsel Cia. dan mengerutkan dahinya.


Al berpikir keras, lalu Al ingat kalo Cia disarankan dokter selalu berolahraga disaat pagi hari.


"Cia, ayo bangun. sudah pukul delapan pagi.kamu, ng olahraga?" Al membangunkan Cia. sambil menggoyang pelan tubuh Cia.


Cia, melengguh.


Ahhhh...,


"Kenapa." ucap Cia. masih setengah sadar. dan kembali tidur lagi.


Cia, memang sangat susah dibangunkan. hanya Nabila yang sanggup membangunkan Cia dengan cepat.


Al, mulai memikirkan cara bagaimana membangunkan Cia.


Al, mulai menunduk ke arah dada Cia. lalu, membenamkan kepalanya didada Cia, Al mulai menyesap dua buah favoritnya.


Cia, yang merasa ada sengatan aneh yang menjalar di dadanya. segera membuka mata dengan sadar penuh. matanya membulat saat menunduk Al lagi berubah menjadi bayi yang kelaparan dipagi hari.

__ADS_1


Cia, memukul pelan punggung Al.


"Al, lepasin."Ucap Cia dengan suara mendesah.


Al, mengangkat alisnya dan melihat ke arah Cia. sambil tersenyum.


"Makanya, kalo dibanguni itu bangun. bukan malah makin pulas."Ucap Al sambil terus menjadi bayi.


"Tapi, ng gini caranya yank." jawab Cia dengan desahan.


Al, mengabaikan pukulan Cia. dan terus menjadi bayi yang lapar.


"Sayang. ayo stop." jawab Cia. dengan memasang wajah cemberut.


Tapi, tidak bisa dipungkiri kalo Cia juga menikmati sarapan yang dikasih Al.


Karna, terus diomelin Cia. Al pun menghentikan aksinya.


Al mengangkat kepalanya dari dada Cia, dan duduk dipinggir ranjang.sambil menarik kasar rambutnya. Al, menggerutu karna adik yang dibawah semakin mengeras.


Tapi, Al tidak mau egois. baginya kesehatan Cia yang utama.


"Ayo, sayang olahraga.biasanya kamu ngapain?renang, jogging atau senam pagi?" Tanya Al.


"Aku mau renang." Jawab Cia. sambil berjalan turun dari ranjang.


Tapi...,


Langkah Cia terhenti. karna Cia baru menyadari kalo dia tidak membawa baju renangnya.


"Sayang, aku ng ada baju renang."ucap Cia


sambil berjongkok mengambil bra dan piyama yang semalam dilempar Al di lantai.


Al, yang melihat Cia berjongkok dengan bagian atas yang polos, bergegas turun dari ranjang dan memeluk Cia dari arah belakang.


"Ya, udah. esok aja kita renang. hari ini olahraga di ranjang saja. sambil menungu jam sepuluh kita ke dokter." ucap Al sambil menempelkan hidungnya ditelinga Cia. deruan nafasnya membuat jantung Cia berdenyut lebih kencang.


"Aaaaa..., Aku cape yank." jawab Cia dengan memasang wajah cemberutnya.


Al, yang mendengar Suara manja Cia semakin tidak menahan hasratnya.


Dengan cepat, Al mengangkat tubuh Cia kembali ke ranjang. lalu, dalam sekejap Al sudah berada diatas tubuh Cia. dengan tidak memberi ruang gerak Ke Cia, Al langsung menyambar bibir Cia seperti orang kelaparan.


Dengan adanya...,


Pancaran sinar kanagara yang mengandung vitamin D. menembus tirai kamar jendela hotel. menambah gairah Al.


Ya, menurut dokter dan beberapa Ahli. kalo melakukan hubungan suami istri dipagi hari akan menambah semangat dan awet muda.


Nafas mereka menderu, suara desahan saling bersahutan. hingga jam menunjukkan pukul 9: 30 pagi waktu Spanyol. tapi, Al, belum bisa menembus gawang pertahanan Cia.


Karna, sesuai janji Al pada Cia. dia akan menyentuh mahkota Cia, kalau Cia sudah sepenuhnya menerima dirinya.


Dan..,


Al, juga selama pulang dari california. belum ke dokter Louis lagi. biasanya setiap bulan Al selalu memeriksakan kesehatannya. mengingat dirinya yang seorang mafia dan sering jajan diluar.


Al, berencana. setelah pulang mengantar Cia dari kontrol di dokter Cathlyn.


Al juga, akan menemui dokter Louis untuk memeriksakan dirinya.


Setelah berkeringat, mereka saling melepas tautan bibir mereka. dan beristirahat sebentar di ranjang, lalu, turun dari ranjang. dengan digendong Al. pasangan suami istri ini menuju ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Karna sesuai jadwal, hari ini mereka akan bertemu dokter Cathlyn pukul sepuluh pagi.


jam sudah hampir pukul sepuluh. Al dan Cia memutuskan mandi di shower bersama


Setelah, selesai mandi. Al dengan menggunakan lilitan handuk putih dipinggang dan Cia menggunakan handuk kimono. mereka berjalan ke arah kamar.


Cia, berjalan ke arah lemari. mengambil pakaian Al dan dirinya.


Hari ini Al mengenakan style casual dengan mantel senada dan dipadu sepatu ketz. sedangkan Cia. dengan mengenakan dress berwarna gold dan menggunakan mantel berwarna senada dan rambutnya dibiar terurai.


Lalu...,


Cia memberi sedikit polesan make up natural di wajahnya. dan, menggoreskan lipstik berwarna nude dibibirnya. tampilan Cia hari ini sempurna di mata Al.


Setelah..,


Selesai bersiap, Cia yang menggandeng lengan Al, berjalan keluar dari kamar. didepan pintu sudah banyak anak buah berbaju serba hitam membungkukkan badannya ke arah mereka.membuat Cia sedikit risih.


Al, tersenyum dengan sedikit melirik ke arah anak buahnya memberi kode kalau jangan terlalu mendekat ke arah mereka.


Anak buahnya yang sudah memahami kode dari Al, segera menjaga jarak. setelah memastikan tuan dan nyonya mereka, masuk ke dalam lift. baru mereka kembali ke pintu hotel. sedangkan Anak buah yang lain sudah menunggu didalam mobil siap memgawal tuannya ke rumah sakit yang akan mereka datangi.


Mobil mewah berwarna hitam , yang didalamnya dilengkapi fasilitas kamar mini berjalan. sudah siap didepan lobby hotel.


Salah satu anak buah Alfonso, datang mendekati Al dan memberikan kunci mobil ke Al. Cia, yang melihat semua itu, sangat penasaran siapa sosok suami nya ini.


Tapi..,


kembali lagi Cia berpikir.


"wajar, seorang presdir muda yang memiliki harta dimana mana. memiliki banyak bodyguard." batin Cia.


Al, membuka pintu mobil dan mempersilahkan Cia masuk.


Setelah memastikan Cia masuk. barulah, Al berjalan ke arah pintu mengemudi dan membuka pintu, masuk dan duduk.


klik...,


seatbelt terpasang dengan sempurna.


"Kita berangkat, kalo cape kamu tidur aja dibelakang hmmm." ucap Al sebelum berangkat.


"Ng, aku disini aja." jawab Cia.


Lalu, Al menginjak pedal gas mobil. melaju menuju rumah sakit tempat praktek dokter Cathlyn.


Diperjalanan, Al. terus melirik ke arah Cia.


"Sayang, fokus ke depan." ucap Cia.


Al, yang mendapat teguran dari Cia hanya tersenyum.


"Aku, ng nyangka sayang. karna ide ku menjawab menikahi kamu di konfrensi pres.benar benar nyata."jawab Al.


yang mengenang kembali saat dirinya menjawab tanpa berpikir kalau dia akan menikahi Cia.


Cia, yang mendengar itu hanya tersenyum.




Style mereka saat berangkat kontrol di dokter.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2