SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Tunggu aku Vin.


__ADS_3

Kegelisahan Nabila terlihat jelas diraut wajah Nabila. Amire, yang sesekali melihat wajah Nabila lewat pantulan kaca spion hanya tersenyum.


''Dasar, Tuan Kevin.''batin Amire.


Yang, tidak tega melihat raut wajah Nabila.


Kevin, sudah tiba di menara Eifel. semua persiapan sudah selesai banyak mawar diletakkan dari ujung jalan masuk Eifel hingga dibawah menara Eifel.tidak, lupa balon berbentuk hati berwarna putih merah dan pink sudah diikat dan sedang melayang diudara, tinggal menunggu wanita pujaan datang dan menerbangkan ke atas langit.


Kevin, sudah dirias sedemikian rupa layaknya seorang yang tertembak dan sekarat.bahkan Eifel juga sudah diblokir untuk umum. garis polisi, sengaja dilingkarkan dikelilling menara Eifel,semua seperti keadaan habis kacau.Namun, sentuhan romantisnya selalu ada.


Beberapa, orang bertindak sebagai perawat dan ada 7 orang polisi juga hadir dimenara Eifel sengaja Kevin bekerja sama dengan pihak kepolisian. karena, Club Alfonso juga berpengaruh besar di kepolisian.


Amire, terus memasang earphone ditelinganya menunggu perintah selanjutnya dari Kevin.


''Kamu, pura pura enggak tau saja.''perintah Kevin pada Amire.


Amire, hanya diam dan tidak menjawab.


''Turunkan, wanitaku didepan pintu masuk, dan kamu terus pantau karena didalam sudah ada beberapa anak buah yang berpura pura sebagai orang yang menolong saya.''ucap Kevin lagi.


*****


Sedangkan di spanyol,semua sibuk mencari keberadaan Nabila dan Kevin.bahkan Alfonso sendiri datang menemui Reno dikantor untuk menanyai keberadaan Nabila.


''Reno, disini saya bukan menuduh tetapi saya dengar dari anak buah saya kalau kamu sering terlihat jalan bareng Nabila, apa kamu pacaran?"tanya Alfonso. yang berada didalam ruangan Reno.


''Maaf, Tuan. saya tidak pernah pacaran dengan Nabila. benar, saya pernah jalan bareng Nabila itu karena Nabila yang minta untuk ditemani ke mall.saya, tidak tahu perasaan Nabila suka saya atau tidak, tetapi sejauh ini kami benar benar tidaK pacaran.''kalimat tak berdosa itu keluar dari mulut Reno.

__ADS_1


Alfonso, terus menatap tajam Reno, Alfonso juga tahu kalau Reno berbohong.


''Benar? tidak ada hubungan sama sekali.''tanya Alfonso lagi.


''Benar, Tuan.saya tidak mau karena saya tahu Kevin juga menyukai Nabila jadi saya memilih mundur.''lagi lagi kalimat itu lolos dari mulut Reno begitu saja.


Jawaban, kedua Reno sedikit meyakin Alfonso.


''Jadi, benar kamu tidak tahu Nabila pergi ke mana karena Nabila dan Kevin sama sama tidak ada di Spanyol. saya, sudah perintahkan anak buah saya untuk menyisir kota Spanyol tetap tidak menemukan mereka.''sambung Alfonso lagi.


Alfonso, menghela nafas panjang dia bingung, karena, pulang pasti Leticia akan mencerca Alfonso dengan banyak pertanyaan.


''Syukurlah,kalau dia tidak ada di Spanyol biar aman hidup saya. tidak, ada yang mengganggu pikiran saya lagi.''batin Reno setelah mendengar ucapan Alfonso.


Reno, seperti mendapat hadiah Lotre. ketika, tahu kalau Nabila dan Kevin tidak ada di Spnayol. hatinya begitu senang,kalau saja di Apartemen miliknya mungkin Reno sudah melompat girang dan beralkohol sembari karaokean.


''Soal, itu saya tidak tahu Tuan. karna saya juga sudah lama tidak komunikasi dengan Nabila.'' jawab Reno.yang, berusaha tidak membuat Alfonso curiga terhadap dirinya.


Lalu, berdiri dari Sofa dan kembali pulang ke Mansion. karena, Leticia begitu gelisah dengan keberadaan Nabila yang tidak tahu entah ke mana.


Ini, kali pertama Alfonso gagal menemukan orang yang dicari oleh anggota dan dirinya.


*****


dI Apartemen, Stefani sudah bolak balik kamar mandi berapa puluh kali untuk mengeluarkan isi perutnya dan tidak ingin makan atau minum apapun. Stefani, hanya ingin berada disamping Glen setiap saat.


Glen, menelpon dokter Grace atas saran dari Leticia. tidak,menunggu waktu lama dokter Grace datang di Apartemen Glen, untuk melakukan pemeriksaan pada Stefani.

__ADS_1


Setelah, selesai periksa. dokter Grace, menyarankan Stefani harus segera diinfus agar tidak terjadi dehidrasi pada Setefani.


"Baik, dok.lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya." ucap Glen.


"Baik,pak saya akan pasang infus,nanti saya akan minta perawat saya 3 kali sehari untuk pantau kondisi ibu Stefani dan cairan infus.''jelas dokter Grace.


sembari memasang infus ditangan Stefani,yang sedang berbaring lemah diatas ranjang. selesai, pasang infus dokter Grace segera pamit pulang karena banyak pasien yang mengantri dirumah sakit.


''Sayang, temani aku disini.''panggil Stefani pada Glen dari dalam kamar.


''Iya bentar saya masih minta pelayan bikinkan kamu bubur.''sahut Glen dari depan pintu.


''hmmm..,'' Stefani hanya berdehem.


Kehamilan Stefani, membuat dirinya tidak bisa mengunjung Leticia yang perutnya semakin besar menunggu waktu untuk lahiran saja.seperti kemarin Leticia, tiba tiba mengalami imun turun secara tba tiba, mungkin karena kebanyakan memikirkan Nabila.yang, membuat penyakit Leticia kambuh.semakin membuat Alfonso merasa takut kehilangan Leticia.


Tetapi, Stefani tidak bisa berbuat apa apa karena dirinya begitu lemas.mereka, hanya bisa melepas kangen dengan sambungan video call.


Glen, membawa semangkok bubur panas dan satu mangkok Abon sapi manis disusun diatas napan Glen membawanya dengan hati hati berjalan masuk kedalam kamar untuk menyuapi Stefani.


''sayang, makan dulu.''ucap Glen.membangunkan Stefani yang tertidur pulas.


Stefani, duduk dan menyenderkan kepalanya diatas ranjang.


''Aaaa..,'' ucap Glen sembari menyuapkan bubur ke dalam mulut Stefani.hingga semangkok bubur habis.


*****

__ADS_1


Setelah, hampir sejam diperjalanan, akhirnya Nabila tiba di Eifel.dengan, cepat Nabila membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam menara Eifel. Nabila yang begitu tergesa gesa sama sekali tidak melihat mawar yang disimpan disetiap jalan masuk Eifel, pikirannya semakin kacau saat melihat ada lingkaran polish line dan ada ambulance juga polisi dan petugas kesehatan.


''Tunggu aku, Vin.''batin Nabila sembari terus berjalan masuk mendekati Eifel.


__ADS_2