SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
penyesalan mason


__ADS_3

''Aku, semakin penasaran! sebenarnya apa ibu yang kabur dari rumah atau ibu yang pergi karena tidak tahan dengan kelakuan daddy.?" pertanyaan leticia bak bom atom yang meledak.


Mason, menutup kedua telinga dengan tangannya, sambil menggelengkan kepalanya.


masih ingat lagi kejadian itu, di mana karena kebodohannya akhirnya istrinya harus dipaksa pergi meninggalkan rumah dan terpaksa menikah dengan Sergio. di usia Leticia yang waktu itu masih berusia 2 minggu. rasanya lebih baik Iya ditembak mati. daripada, dicerca pertanyaan oleh Leticia.


Leticia, melangkah ke depan menghampiri Mason. tangannya menggapai Mason. sambil duduk menyamai tingginya dengan sang ayah. yang tersungkur di lantai.


" Kenapa diam Dad? Ayo jawab pertanyaan cia. Aku tidak marah, Aku hanya ingin tahu pasti. biar tidak terus-terusan menyalahkan mom. karena Antara Aku dan mom, sama-sama korban dari perbuatan Daddy." ucap Leticia sambil terus menangis air matanya mengalir deras tak terbendung.


Mason, tidak sanggup menatap Sang Putri. dengan tertunduk malu, Mason terus menggelengkan kepala dan hanya satu kata yang sanggup keluar dari mulutnya.


" Maaf, Maafkan daddy nak. karena, ketamakan Daddy akan harta harus mengorbankan orang-orang yang daddy sayang. membuat kamu dan mommymu harus terluka dan menderita." ucap Mason. masih tertunduk karena tidak sanggup menatap Sang Putri yang saat ini berada tepat di depannya dengan air mata yang tidak ingin kering.


Alfonso, yang mendengar dari earphone, dan melihat dari CCTV mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangan. rasanya Dia tidak sanggup lagi menahan rasa emosi yang terpendam di hatinya karena melihat sang istri menangis dan harus mengorek Luka lama yang yang sudah lama ia kubur dalam-dalam.


Alfonso, berdiri dari sofa yang ia duduki. dan ingin melangkah ke ruangan di mana Leticia dan Mason bertemu. tapi, lengannya ditahan oleh Andre.Andre menggelengkan kepalanya.


" Al, tahan emosi. Bukannya kamu sudah berjanji ke Leticia Kalau kamu tidak ingin mencampuri urusan antara anak dan ayah? Ini masalah keluarga mereka, sekalipun Leticia istrimu. tapi tetap Dia anak dari Mason. peganglah janjimu, ingat seorang mafia tidak mungkin mengingkari janjinya." ucap Andre. sambil menahan lengan Alfonso.


Akhirnya, Alfonso kembali duduk dengan menahan amarah yang membuncah di dadanya. rahangnya masih terus mengeras, tatapan wajahnya yang dingin menatap ke arah CCTV.


" breng..,sek beraninya dia membuat istriku menangis." umpat Alfonso kesal.


Mason, akhirnya berdiri karena terus dipaksa oleh Leticia. mereka berjalan ke sofa kemudian duduk Leticia menangis menghadap sang ayah, sambil terus menggelengkan kepala. Leticia, masih berharap kalau perbuatan Mason yang dia dengar dari Alfonso itu hanyalah mimpi.


bayangan-bayangan tentang bagaimana ayahnya memperkosa ibunya Alfonso sangat mengerikan dan menakutkan.

__ADS_1


" Daddy, katakan pada Cia. Kenapa, tega melakukan itu kepada seorang wanita. sedangkan, daddy tahu. daddy punya seorang istri, juga seorang putri. Daddy, tidak berpikir kalau suatu saat bisa saja aku atau mommy akan diperlakukan seperti itu juga? apa Daddy Sanggup melihat kami diperlakukan begitu?" pertanyaan Leticia sungguh menyayat hati Mason.


karena, sebagai seorang ayah dan juga sebagai seorang suami. tidak, mungkin menginginkan hal itu terjadi kepada orang yang dia sayang. Mason, menggelengkan kepalanya. menunjukkan kalau dia tidak ingin hal itu terjadi kepada keluarganya. melihat itu, emosi Leticia yang tadi ditahan akhirnya meluap juga.


" jadi, daddy sudah tahu gimana sakitnya Alfonso waktu itu. masih baik Alfonso memiliki hati. dan berubah tidak menyakiti saya dan membalaskan dendam kepada ibu. dia berani, menyampingkan egonya, menghilangkan dendamnya hanya Demi Cintanya Hanya Untuk aku. Lantas, kenapa daddy tega ingin membunuh dia? dengan drama menculik Aku? harta kah atau jabatan yang ayah inginkan? itu akan sia-sia, jika hidup dalam ketidak tenangan." ucap letisha dengan penuh emosi.


" tapi dia. sudah membunuh---"


" Iya dia membunuh Sergio Aku tahu itu. menurutku wajar. karena perbuatan daddy dan Sergio sama sekali tidak layak untuk dimaafkan. asal daddy tahu, waktu itu Alfonso mengatakan kalau dia ingin membebaskan daddy. aku tidak bisa berkata apa-apa hanya diam dan menangis menatap wajah dia pun aku tidak sanggup. karena itu aku meminta untuk bertemu langsung dengan daddy. sebelum Daddy diantar kembali ke rumah." ucap Leticia wajahnya kembali dingin menatap tajam ke arah Mason.


Mendengar itu, Mason , meraih tangan Leticia menggenggam nya dengan erat hingga Leticia tidak bisa untuk menghempas nya.


Terlihat jelas penyesalan dimata Mason. bibirnya bergetar ingin menjawab semua pertanyaan Leticia tapi kesempatan itu tidak diberikan oleh Leticia.


"Daddy, tidak berpikir bagaimana perasaan ibu saat ini? menunggu daddy tanpa kabar? Mungkin hati ibu lagi gelisah, tapi kepada siapa Ibu mengeluh?. karena itu jangan bilang daddy adalah seorang suami yang baik dan juga seorang daddy yang baik itu tidak layak disematkan kepada daddy."


" Kamu hamil nak? Dadi akan menjadi seorang kakek? Dadi berjanji dan bersumpah di depan kamu dan calon cucu daddy. akan berubah, menikmati masa tua bersama moms dan menunggu kelahiran cucuku tersayang." kata Mason. sambil mencium ujung kepala putrinya.


" ini seperti mimpi nak, rasanya kemarin daddy dan mom baru saja menghadiri pesta pernikahanmu. waktu begitu cepat berlalu nak, Daddy masih banyak dosa. tapi Tuhan begitu baik, memberikan menantu yang sangat mencintai putri daddy. ini sebentar lagi, Dadi akan menjadi kakek ini luar biasa Anugrah terindah dari Tuhan. Lantas, alasan apalagi yang membuat Dadi tidak akan bertobat? daddy berjanji, akan membakar markas milik Sergio yang saat ini dikuasai daddy. untuk menghilangkan semua jejak dan kenangan terburuk yang pernah daddy lakukan. daddy akan mulai hidup baru, bersama moms." ucap Mason dengan suara bergetar. air matanya tak henti mengalir. sesak di dadanya saat mendengar putrinya telah hamil.


Leticia, menganggukkan kepala, memegang janji dari seorang Mason.


"Dad, Aku percaya itu. nanti, Dadi akan diantar pulang. aku dan Alfonso masih pergi ke dokter untuk melakukan USG. mungkin besok atau lusa aku dan suamiku aku akan mengunjungi daddy dan moms." jawab Leticia dengan tersenyum. hatinya sudah lega, Setelah semua uneg-uneg yang selama ini dia pendamkan dan akhirnya hari ini Leticia menuangkan semua didepan Mason.


Alfonso, menarik nafas lega. saat melihat dan mendengar Mason berjanji untuk berubah dan merangkul Sang Putri.


''hmmm..., benar kata pepatah. cinta bisa lebih berbahaya dari yang kau pikirkan mereka bisa mengorbankan dunia untuk melindungi orang yang dicintai." gumam Alfonso. tangannya melepaskan earphone dari telinganya dan berjalan ke arah ruangan dimana Mason dan Leticia berada.

__ADS_1


Jose yang berjaga di depan pintu menunduk saat melihat Alfonso datang.


" Bos." sapa Jose.


"hmmm...,''jawab Alfonso.


pintunya dibuka kan oleh Jose, dengan tersenyum dan melangkah sopan Alfonso masuk menemui sang istri yang masih terisak Tangis Dalam Pelukan Mason.


Mason, yang melihat Alfonso masuk dengan lembut melepas pelukan leticia dan berdiri berjalan menghampiri Alfonso, dan berlutut didepan Alfonso. tapi, dengan cepat Alfonso meraih kedua bahu Mason dan meminta Mason untuk berdiri.


''Tidak, pak. aku bukan Tuhan. berdiri dan ayo, anak buahku akan mengantar bapak pulang ke Mansion, ibu Felisia sudah menunggu disana." ucap Alfonso dengan dingin. matanya menatap ke arah sang istri yang duduk disofa, sambil menyeka air matanya.


"Tapi, nak. ijin kan aku meminta maaf padamu. maafkan aku, telah banyak berbuat dosa terhadap dirimu, telah membuat kamu menderita diusia yang sangat kecil waktu itu. maafkan aku, dan terima kasih.'' ucap Mason dengan penuh penyesalan, sambil mengkatup kedua tangannya.


Alfonso, tersenyum kecut.


"Aku, sudah melupakan itu, ini karna aku sangat mencintai putri bapak.'' jawab Alfonso sambil menepuk kedua bahu Mason.


"Mungkin, itu cara Tuhan memanggil kedua orangtua ku menghadap Dya disurga. saat ini mereka sudah bahagia disana. jadi, aku ingin melanjutkan hidupku dengan anak anak dan istriku."jawab Alfonso. tangannya memekuk sangat istri dengan lembut sambil menyelinapkan rambut leticia yang berantakan dibalik telinga leticia.


******


minta dukungannya boleh dong. like komen aja.🙏 oleh dong gabung ke group chatt ramaikan disana sambil dengar2 info soal give away🤩



"Cini, dila olesin lipstik. kata moms ku. kita pelempuan halus cantik. kalna banyak plia cali pelempuan yang cantik."ucap nadira putri nabila pada putri Leticia.

__ADS_1


bab..berikut2nya akan semakin gemes lho🤩🤩🤩🤩 dan siapa pria kecil itu anak dari Glen🤩🤩🤩


__ADS_2