SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
i miss this gentle touch too.


__ADS_3

Leticia, membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. disusul, Alfonso yang ikut berbaring disamping Leticia.


'' Ahhh.., lelah sekali setelah melewati waktu yang menguras emosi. rasanya aku belum percaya, daddy sudah bebas dan kembali berkumpul dengan mommy. thank you sayang.'' ucap Leticia dan merapatkan tubuhnya ke dalam dada Alfonso.


'' hemm..,'' jawab Alfonso sambil menaikkan alisnya.


''Tapi, kamu jangan lupa hari ini pertama kali Tuhan mengijinkan aku bisa melihat Keempat anakku, yang organ tubuh mereka sudah mulai membentuk. dan, emosi yang tadi terkuras di markas begitu terbayar bahkan ini Anugrah yang sangat terindah dari Tuhan. mengingat, aku yang sudah banyak melakukan dosa. tapi, Tuhan masih mempercayai saya dengan menitipkan empat permata sekaligus untuk saya.'' jawab Alfonso dengan tersenyum bahagia, tangannya terus mengelus rambut Leticia.sambil membayangkan betapa ajaibnya bayi bayi itu bisa tidur diperut leticia, dengan gaya mereka yang masing masing.


''Kita, akan menjadi orang tua yang baik buat mereka. dan, aku akan berusaha sehat untuk melihat mereka tumbuh dengan baik.'' jawab Leticia.dan mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir Alfonso.


Dengan, lembut Leticia mulai menye..,sap bibir Alfonso. sambil, memejamkan matanya. Alfonso menyambutnya dengan bahagia dia tidak menyangka kalau istrinya yang akan memulai lebih dulu.


Padahal, Alfonso. berpikir mereka akan beristirahat karna besok akan menghadiri acara pertunangan stefani dan Glen, tapi Leticia malah menginginkan kehangatan yang mendalam.


Tangan Leticia mulai mengelus lembut da..,da berbu..,lu Alfonso dan perlahan Alfonso menarik tubuh leticia kedalam dadanya. dan membalas se..,sapan dengan begitu dalam dan mereka mulai beradu li..dah disana hingga mengelurkan suara indah yang terdengar dikamar.


Tidak disitu saja, Leticia perlahan naik ke atas tubuh Alfonso, dan mulai menye...,sap dari bi..bir dan mulai turun ke leher hingga memberi gigitan lembut diteli..,nga Alfonso membuat Alfonso mende..sah.


Alfonso, yang tidak menyangka istrinya yang biasanya hanya menunggu, tiba tiba memilih dia yang memimpin membuat Alfonso tersenyum nakal.


'' kamu?'' ucap Alfonso ditengah tengah de..,sahannya.


Leticia, hanya mengangguk dan terus menge..lus lembut dada Alfonso yang dihiasi dengan bu..,lu bu..,lu indah.


Dengan, sapuan lembut Leticia mulai turun ke bawah. namun, denga cepat Alfonso, menahan tangan Leticia dan menggeleng.


Membuat Leticia mengerutkan dahi. dan, secepat kilat. Alfonso, memutar badannya bergantian leticia yang dibawah. karna, dia tidak ingin Leticia melakukan itu. bukan, karna dia tidak suka. namun, waktu mau menikah Alfonso sudah berjanji kalau bibir Leticia tidak untuk miliknya.mengingat, dimasalalunya Alfonso banyak bermain dengan wanita malam.



Leticia, hanya pasrah saat tubuhnya sudah berada dibawah dan saat ini Alfonso yang mendominasi permainan.


Alfonso, mulai membenamkan wajahnya di curug leher Leticia, dan menye..sapnya dengan lembut dan tidak meninggalkan bekas merah disana. dengan perlahan tangannya mulai meraih dua gundukan indah dida..,da Leticia. Alfonso, memberi pijitan lembut hingga membuat Leticia menger..ang, dan mengge..,liat.


__ADS_1


Alfonso, mulai menya..,punya dengan lembut leher dan turun ke da..,da Leticia. Alfonso menye..sap ujung kecil yang saat ini sudah berubah ukuran sedikit lebih besar, dengan lembut dan kali ini ia meninggalkan bekas merah di bunda..,ran gunung itu.


'Achh..,''de..,sahan Leticia begitu indah terdengar di telinga Alfonso.


Tangan Alfonso, mulai turun ke bawah dan dengan bantuan Leticia yang mengangkat pinggangnya. Alfonso, berhasil melepas busana bagian bawahnya dengan sempurna hingga menyebabkan tubuh polos putih mulus nan indah kini terpampang nyata di mata Alfonso, yang suda tiga bulan ia berpuasa tidak menyen..,tuhnya. membuat desiran darah kerinduan memacu kencang didalam dada Alfonso untuk segera menyen..,tuh.


Mata Alfonso, kalap. namun, dengan lembut Alfonso membenamkan kepalanya dengan sempurna dibawah sana. bibirnya mulai menye..,sapnya dan tangan terus memberi pijatan di dia benda kenyalan kesukaannya.


Leticia, mulai menarik seprei dan memgigit bibrnya dengan napas yang mulai tidak beraturan, tanganya menekan kepala Alfonso seolah tidak ingin Alfonso melepas dari bawah sana.


Alfonso, memulai memutar li..,dah didalam sana dan menye..sap dengan lembut. Leticia, yang merasa ada sesuatu yang membawanya terbang ke atas awan dan ingin melepasnya dengan cepat tangan menekan kepala Alfonso, hingga sesuatu tumpah dibawah sana dengan sempurna.


'' Acchh..,'' er,,angan kepua..,asan keluar dari mulut Leticia.


Setelah, memastikan pelepasan leticia sudah sempurna. Alfonso, kembali ke atas dan menya.. tukan bibir mereka dengan Lembut. leticia yang sudah merasa tenaganya terkumpul lagi dengan mesra membalas sesa..,pan sang suami.


kedua tangan Alfonso terus bermain di kedua benda kenyalnya dan perlahan Alfonso menye..sap telinga leticia.


'' Aku akan mulai , kamu sudah siap? ini akan pelan dn lembut. kalau tidak nyaman katakan saja. aku akan berhenti hmm.'' bisikan Alfonso ditelinga Leticia membuat Leticia. mengeluarkan de..,sahan. dan hanya mengangguk.


Saat, penyatuan sudah masuk sempurna Alfonso berdiam sejenak.


Kemudia, Alfonso mulai memberi irama yang lembut agar leticia bisa nyaman. dan, tangannya terus mere..,mas buah kesukaannya.


Leticia, mulai mereng..,ek suara manja Leticia membuat Alfonso, terus menggerakan maju dan mundur tapi selalu hati hati takut keempat bayinya terganggu dengan guncangan yang ia berikan.


Leticia, yang merasa kalau dirinya akan melepaskan lagi. dengan, cepat namun tetap lembut Alfonso men..sap bibir leticia hingga kedalam sana membuat kedua li..,dah saling memutar begitu hangat dan menciptakan de..sahan yang keluar dari mulut mereka.


Tangannya, meraih tangan leticia dan jari jemari mereka saling bertautan dengan erat. hingga Leticia memejamkan matanya.



''Sayang..,'' ucap Leticia dengan Manja.


''bersama sayang.'' jawab Alfonso

__ADS_1


Dengan terus menggerakan tubuhnya maju mundur. dan, akhirnya Leticia


melepaskan sesuatu dibawah sana dengan sempurna. disusul oleh Alfonso, yang melepas dengan sempurna didalam sana.


'' Akhh.., sayang.'' pekik Alfonso, dan terkulai lemas disamping Leticia, sambil menci..,um bibir leticia.


'' Terima kasih sayang.'' ucap Alfonso dan memeluk erat tubuh sang istri kedalam dadanya.


Leticia, yang juga lelah tersenyum dan masuk ke dalam dada Alfonso.


'' you're welcome. i miss this gentle touch too.'' jawab Leticia, dengan suara manja. tanganya memeluk erat sang suami dan mulai memejamkan matanya. setelah lelah dalam bertarung.


Alfonso, yang mendengar suara manja Leticia hanya tersenyum dan mendaratkan satu kecupan diujung kepala sang istri tercinta.dan ikut pejamkan matanya untuk memulihkan tenaga yang habis terkuras.


''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


Di Hotel, Maria Cristie. keempat mafia kocak, dan dua wanita cantik itu. sudah tiba dihotel dan masuk ke kamar masing masing. Stefani dan Nabila milih sekamar saja. sedangkan, Glen dan ketiga sahabatnya masing masing dikamar mereka.


Setelah, menyimpan tas mereka, segera mereka masuk ke dalam Lift ke ruang Ballroom melihat dekorasi untuk pertunangan Glen dan stefani.


Kevin, yang memang menyukai Nabila, terus mengikuti ke mana Nabila pergi hingga membuat Nabila tidak nyaman dan memilih kembali ke kamar. Nabila, yang melihat jamnya sudah pukul lima sore, mulai berganti baju renangnya. dan berjalan ke arah kolam renang dan mulai berenang.


Kevin, yang melihat Nabila tidak bersama mereka diBallroom, segera mendekati Stefani yang duduk berdua dengan Glen.


''Van, kamu enggak lihat Nabila?'' tanya Kevin yang kwatir dengan Nabila yang tiba tiba menghilang.


''Enggak, bukannya tadi kamu yang ikuti ke mana dia pergi?" Fani balik bertanya.


Yang, membuat Kevin kwatir dan hendak masuk ke lift tapi tanganya ditahan oleh Glen.


''Kamu, mau ke mana? bukannya hotel ini ada cctv lengkap, lihat saja di ponselmu ke mana Nabila pergi daripada kamu yang akan bingung sendiri.'' Glen memberi saran.


Kevin, tersenyum karna dia juga baru sadar. segera Kevin mengecek lewat ponselnya setelah mengamati dengan jelas. Kevin tersenyum dan pamit meninggalkan Glen dan yang lainnya diBallrom.


''Aku, mau renang dulu. '' pamit Kevin dan masuk ke dalam lift menuju ke kamar untuk berganti dan mau berenang juga.

__ADS_1


__ADS_2