SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Aku egois.


__ADS_3

Dalam perjalan ke rumah sakit, Cia terlihat sangat cemas kwatir dengan bagaimana perkembangan sakitnya.


Berapa lama lagi umurnya, dan bagaimana reaksi Al, saat mendengar langsung penjelasan dari dokter. semua pertanyan penuh diotak Cia.


Sejenak...,


Cia, menatap Al dengan tatapan sendu.


"Apa kamu sanggup menerima kenyataan kalo hidup aku tidak bertahan lama. aku ingin lihat seberapa besar cinta kamu. karna semakin parah sakit, aku akan semakin terlihat jelek, dengan kulit akan berubah hitam, badan ku bisa jadi sangat gemuk atau bisa juga sangat kurus. karna kalo semakin parah aku akan terus melakukan cuci darah. aku mohon kalo tidak sanggup mundur sekarang sebelum kamu mencintai aku lebih dalam lagi.aku sedikit terlihat egois karna ingin menjadi wanita sempurna, tapi maaf aku harus menjebak kamu dalam kehidupan rumitku."batin Cia.


Cia melihat ke arah langit langit mobil menarik napas panjang.


Hmmmm...,


Al, yang serius mengemudi, kaget dengan suara Cia berdehem.


"Kenapa, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Al dan masih terus fokus ke arah depan.


Cia, menaik kan ujung bibirnya. menatap tajam ke arah Al.


"Apa aku terlihat egois?" pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Cia.


Al yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.


"Tidak, memangnya kenapa." jawab Al. dan terus fokus mengemudi.


Cia , menatap keluar arah jendela. dengan tangan kanannya menopang dagunya.


"Dengan menjebak kamu dalam hidup aku." jawab Cia dengan mata berkaca kaca.


Mendengar jawaban Cia, Al menggelengkan kepalanya.


"justru aku yang menjebak kamu, masuk kedalam kehidupan aku." jawab Al. dengan tersenyum sinis.


Mobil Al sudah masuk ke halaman rumah sakit.disana sudah ada Ethan yang lebih dahulu bertemu dengan dokter Cathlyn.


flashback.


"Sebelum tidur, sehabis Al menuntaskan hasratnya. Al berjalan ke Balkon mengirimkan pesan ke Ethan untuk hari ini berangkat lebih awal ke rumah sakit .


bertemu dengan dokter Cathlyn, untuk tidak mengatakan ke Leticia kalau Alfonso pernah ke rumah sakit dan bertemu dengan dirinya menanyakan sakit Leticia.awalnya dokter menolak, tapi setelah mendengar alasan dari Ethan dokterpun setuju.


***


Karna, Al. memilih parkiran Vip. Al dan Cia turun dilobby rumah sakit kuncinya mobil Al menyerahkan ke security. untuk memarkirkan mobilnya diparkiran khusus Vip.


Ada beberapa anak buahnya terus mengawasi mereka dari kejauhan.


Al dan cia, berjalan masuk kerumah sakit melewati lorong rumah sakit menuju ruang praktek dokter Cathlyn.tangan Cia terus menggandeng lengan Al.


semua mata yang melihat mereka, merasa kagum dengan kemesraan mereka suguhkan menjadi tontonan gratis dipagi hari.


Al, yang dulu sama sekali tidak pernah tersenyum. jarang tampil dipublik seperti ini. sekarang setelah menikah dengan Leticia. Al berubah drastis.


Al, mulai menunjukkan sisi romantisnya, Al selalu menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab.


Cia, saja sangat merasakan besarnya perubahan Al. Cia merasa sangat bahagia.


Cia, juga sudah mulai menerima Al. karna melihat Al sudah banyak berubah tidak lagi seperti pria berhati es.


Setelah tiba diruang tunggu. Al dan Cia duduk dikursi. ruang tunggu. hati Cia gundah gulana, tapi, Al begitu tenang. sesekali Al tersenyum ke Cia, sesekali Al mendaratkan ciumannya dipunggung tangan Cia.


Saat mereka duduk pun, jari mereka terus bertautan tidak pernah saling melepas meski hanya sedetik. Ethan yang melihat dari kejauhan ikut bahagia melihat Al banyak berubah.


Al, yang merasakan Ethan berada disekitar sini, melirik ke arah pojokan ruang tunggu. ternyata benar dengan mengenakan topi hitam sweater hitam dan celana panjang, Ethan menberi kode ke Al. kalo sudah beres, dan dia pamit pulang ke markas karn masih banyak urusan disana.


Al hanya diam dan menatap ke arah Ethan. setelah saling memberi kode Ethan pulang. tinggal Cia , Al dan beberapa anak buah yang menjaga mereka dari kejauhan.


Sementara, asyik bercerita. perawat memanggil Cia.


"Nona, Leticia virginia."panggil perawat.


Karna, nama Cia sudah dipanggil. Al dan Cia berjalan masuk ke ruangan dokter Cathlyn.


Saat tangan Al meraih handle pintu, Cia menghentikan langkahnya, dan menarik tangan Al. Cia, menatap Al dengan tatapan mendalam yang banyak mengandung arti.


"Kamu, siap? setelah pulang dari dokter. kamu tidak berubah?" tanya Cia dengan mata berkaca kaca.


"Tidak, sudah aku bilang kalo aku menepati janjiku." jawab Al, dengan penuh keyakinan.


Lalu...,


Al, membuka pintu ruangan dokter.


"pagi dok." sapa Al dan Cia serentak.


"Pagi ibu Leticia. "jawab dokter. dan berpura pura seolah tidak mengenal Al.


"silahkan duduk." ucap sang perawat. dan berjalan keluar dari ruangan dokter.


Dokter Cathlyn, tersenyum sambil memutar ujung bolpennya,

__ADS_1


"Wah, siapa ini yang disebelahnya bu." tanya dokter ke Cia.


Cia tersenyum dan meraih tangan Al.


"Oh, kenalkan dok, ini suami saya.kami baru saja menikah tiga hari yang lalu. " ucap Cia. dan memperkenalkan Al.


Al mengulurkan tangannya ke dokter, mereka saling bersalaman.


"Alfonso.suami Leticia." jawab Al.


"saya dokter Cathlyn. dokter yang menangani Leticia." jawab dokter Cathlyn.


"Terima kasih dok," ucap Al. sambil tersenyum ke arah Cia.


"Sama sama pak." jawab Cathly.


Setelah bersandiwara didepan Cia, seolah mereka baru pertama kali bertemu.dokter beralih ke Cia menanyakan bagaimana sakitnya.


"Bu, sekarang apa saja yang ibu rasakan."tanya cathlyn. sambil memegang ujung bolpennya.


Cia menarik napas sesaat. lalu menatap ke arah Al. dan Al mengangguk.


"dua hari lalu. saya sempat merasakan gatal dipunggung dan wajah saya. dan itu sangat menakutkan wajah dan belakang saya yang gatal dengan warna merah dan berbentuk kupu kupu. " ucap Cia. sambil menautkan jarinya ke jari Al.


Al, yang tahu Cia tidak sanggup menceritakan sakitnya. menepuk pelan punggung tangan Cia.sambil menatap dan tersenyum ke Cia.


"Lho, ko bisa bu? apa ibu tidak rutin minum obat? dan bagaiman dengan pola hidup sehatnya, masih dijalankan atau tidak lagi." tanya dokter. sambil menulis direkam medis Cia.


"Saya, sempat telat dua hari tidak minum obat. itu karna kesalahan saya salah menaruh obat." ucap Cia lagi.


Mendengar Cia mengatakan salah menaruh obat,Al mengerutuki dirinya. karna bodoh hampir saja membunuh istrinya.


"Maafkan saya sayang." batin Al.


"Lain kali tidak boleh bu. karna akan menjadi efek yang besar sekali."ucap dokter.


Dan Cathlyn beralih pandang ke Al.


"Pak, selalu ingatin Ibu, jangan sampe tidak rutin mengkomsumsi obatnya. anggap saja itu camilan ibu setiap hari," ucap Catlyn sambil melempar senyum ke Al.


Cia mengerutkan dahi dan tidak suka dengan pandangan yang barusan dilihat dirinya.


" Baik, dok, saya mengerti." Jawab Al.


Lalu..,


Cathlyn menarik kursi dan berjalan ke arah hospital bed.


Al, membantu Cia menarikkan kursi kebelakang agar Cia bisa keluar dan berjalan ke tempat pemeriksaan. dan Al hanya diam dikursi menunggu Cia.


Cia membaringkan tubuhnya diatas Hospital bed.


Dan Dokter Cathlyn mulai melakukan pemeriksaan dengan melakukaan ***tensi darah,


"tekanaan darah ibu, 110/90 Mmhg. ya buk." lalu dokter meraba pergelangan tangan Cia. mencari denyut nadi Cia. menunggu 5 menit. nadi ibu normal 90 kali perdetik." ucap dokter***.


Dan dokter melanjutkan dengan menempelkan testoskop didada Cia. setelah selesai observasi vital. Cia bangun dari bed hospital dan berjalan lagi ke arah Al.


Dokter kembali duduk berhadapan dengan Cia dan Al.menatap mereka bergantian lalu, fokus menulis resep obat. setelah selesai menulis.


Dokter kembali fokus ke Al dan Cia.


"Buk, pak. saling mendukung, dan terus jangan telat minum obat. seperti perkataan saya sebelumnya bu, sakit ini tergantung ke diri ibu sendiri. karna, belum ada obat penyembuhan. kami kasih resep ini hanya untuk menahan sakit bukan menyembuhkan."ucap Dokter dan menatap dalam Cia.


Al, yang mendengar itu mengeratkan genggaman tangannya ke Cia. dan rahangnya mulai mengeras. Al, berharap penyakit ini menjelma menjadi manusia biar mereka saling beradu jotos.atau sekalian Al menembak mati saja.sayangnya, lupus hanya virus berlagak hebat dengan mengrogoti tubuh istrinya.


"bagaiamana buk pak? dengan penjelasan saya?."tanya dokter lagi.


Al, dan Cia mengangguk tanda mengerti. dan setelah mereka berdiam sesaat.


"Dok, apa istri saya bisa hamil?" tanya Al.


Cathlyn tersenyum.


"Sangat bisa, bahkan bisa melahirkan normal. bukan begitu bu Cia, kan sudah saya jelaskan sebelumnya?" jawab Cathlyn.


mendengar Ucapan dokter. Al dan Cia tersenyum. mata Cia berkaca kaca. ingin sekali dia memeluk Al, dan mengatakan siap memiliki anak sebelum terlambat.


"Terima kasih dok." ucap serentak Al dan Cia.


"Baik sama sama."jawab dokter. dan mereka bersalaman. tidak lupa dokter memberikan resep obat.Al, menerima resep obat, dan menggandeng sang istri keluar dari ruang dokter.


Menyerahkan resep obat dan mereka menunggu sesaat, setelah beberapa menit menunggu nama Cia dipanggil. Al, yang berdiri untuk mengambil obat dan menebus obatnya.


Setelah itu, Al menggandeng tangan Cia. berjalan menuju lobby rumah sakit menunggu mobil yamg diambil security.


Security membawa mobil Al dan menyerahkan kunci ke Al. sebelum masuk ke mobil tidak lupa Al memberikan tips ke security tadi.


Al, membukakan pintu mobil untuk Cia, setelah memastikan Cia sudah masuk dan duduk Al kembali menutup pintu mobil. dan berjalan ke bagian pintu bagian mengemudi. Al membuka pintu, masuk dan duduk lalu pintunya ditutup lagi.


Al, meraih Sealbelt Cia dan memasangkan untuk Cia. sesaat Al menautkan bibirnya dikening Cia. menatap tajam Cia. sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jangan takut."ucap Al.


Cia yang merasa perlakukan Al terhadap dirinya seperti putri Aurora. tersenyum bahagia.


"Jangan seperti ini, akan susah buat kamu nantinya.perlakukan aku sewajarnya saja jangan berlebihan aku takut dikemudian hari kamu jadi lemah."jawab Cia. sambil meneteskan air matanya.


Al, menggelengkan kepalanya.


"Aku, bilang jangan menangis.berpura pura kuat didepan aku, bersandiwaralah kalo kamu tidak sakit. aku mohon." ucap Al, sambil meremas tangan Cia.


Setelah beberapa menit Al menenangkan Cia. Al, menginjak pedal gas mobil.mereka pulang ke hotel. Al memutuskan esok pagi, Al dan Cia akan kembli Mansionnya.


Dalam perjalanan pulang Cia, terlihat ceria, sesuai permintaan Al.


"Yank, aku mau anak kita kembar empat bisa ng?" tanya Cia dengan antusias.


Al hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa bisa?" Jawab Al dengan tersenyum.


"Bisa sayang, jawab Cia, dengan manja.


"Ya, uda kita buat saja. selebihnya kita pasrahkan ke Tuhan." jawab Al.


Cia cemberut.


Al yang melihat wajah cemberut Cia sangat gemas. tangannnya menarik hidung Cia.


"Jangan, memaksa aku melakukan disini." ucap Al. karna yang dibawa sudah tidak bisa diajak kerja sama lagi.


Karna asyik bercerita mereka sudah tiba dihotel lagi. mobil, Al parkirkan di lobby karna anak buahnya sudah mengerti tugas mereka selanjutnya.


"Yank, nanti aku masih ada urusan dengan dokter Louis sebentar.kamu mau ikut atau tidur dikamar?" tanya Al. bagi Al, tidak masalah Cia ikut.


Cia, melihat ke arah Al.


"Aku lapar, kamu aja yang bertemu dengan dokter Louis. aku mau tidur saja dikamar." ucap Cia dengan suara manjanya.


Dengan cepat kilat, Cia sudah berada dalam gendongan Al. masuk ke dalam lift khusus miliknya menuju lantai 20.


pintu Lift terbuka. Al, menempelkan accescard di pintu kamar mereka. dan, mereka masuk ke dalama kamar hotel. setelah memastikan Cia masuk ke kamar. Al, menyesap bibir Cia sesaat. dan pergi kembali menemui dokter Louis.


"Sayang, kalau lapar kamu makan lebih dulu.Karna, aku mungkin akan lama."ucap Al.


"Berapa lama?" tanya Cia.


"mungkin sejam. tergantung hasil lab nya sayang."jawab Al. sambil mengacak acak rambut Cia.karna, bagi Al menunda periksa sama saja menunda memilikk anak. sedangkan mereka dikejar waktu dengan sakit Cia.


Al, berjalan keluar dari kamar,


Dan masuk kedalam lift menuju klinik dokter Louis.


Lift terbuka..,


Al keluar dari lift.dan masuk ke ruangam dokter Louis.


"siang dok."sapa Al.


"Siang juga tuan Alfonso."jawab dokter.


"Ayo duduk Tuan." dokter mempersilahkan Al duduk,


"Baik dok, terima kasih." jawab Al.


"Kita langsung ambil darah saja ya tuan?" ucap Dokter.


Al memberikan tangannya untuk diambil darah. setelah sampel darahnya diambil. Al menunggu selama 30 menit. dokter datang dengan membawa kertas hasil Lab.


"Wah, semua hasil bagus tuan." ucap Dokter.


Al yang mendengar semua bagus, sangat bahagia.Al menerima surat lab dan berpamitan dengan dokter.


"Terima kasih dok."ucap Al.


"Sama sama Tuan." jawab dokter Louis.


Al berjalan menuju arah lift khusus.


Ting...,


Pintu lift terbuka.


Al masuk kedalam lift menuju lantai 20.


Ting..,


pintu lift terbuka Al, keluar dari lift dan berjalan ke arah kamar. semua anak buah yang melihat Tuannya segera menunduk memberi hormat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ahhh..apakah dengan Cia sakit Al akan pergi ke california untuk menuntaskan masalah yang di sana?

__ADS_1


__ADS_2