
''Pak Alfonso, sudah sadar?"tanya Dokter. saat kakinya menginjak masuk ke dalam ruangan Alfonso.
''Iya, Dok. tolong diperiksa menantu saya. sadar sejak pukul satu tadi.'' jawab Mason. lalu melangkah mundur ke belakang memberi ruang untuk dokter memeriksa keadaan Alfonso.
Dokter, segera menempelkan tetoskop ke dada Alfonso, lalu memeriksa mata dan mulut Alfonso.
''Tuan, apa yang tuan rasakan saat ini?" tanya dokter lagi. sembari dengan sopan.''permisi, saya akan melepas alat bantu perrnapasan.'' sambung Louis lagi.lalu tangannya, perlahan melepas alat bantu pernapasan dari mulut Alfonso.
Karna, tubuh Alfonso sudah tidak membutuhkan alat bantu pernapasan lagi.
Alfonso, yang merasa sudah lebih nyaman karna alat bantu pernapasan telah dilepas tersenyum ke arah Leticia.
''Dada saya yang masih terasa sakit.'' jawab Alfonso. sembari mengulurkan tangan ke arah Leticia. untuk digenggamnya. sejak sadar dari koma Alfonso, tidak ingin Leticia jauh dari dirinya.
Biarpun, dokter melakukan pemeriksaan tetap Alfonso meminta Leticia, selalu berada disampingnya.
__ADS_1
''Iya, karna bekas operasi kemarin. lukanya memang sedikit dalam, dan pak Alfonso beruntung karna pelurunya hampir sedikit menembus jantung. Tuhan, masih memberi pak Alfonso, kesempatan.'' jelas Dokter lagi. kemudian Louis, melihat cairan infus yang tinggal sedikit. lalu, segera menggantikan cairan infus sekaligus melakukan injeksi vitamin ke dalam botol infus.
Leticia, yang mendengar ucapan dokter yang mengatakan''peluru hampir menembus jantung Alfonso''.memejamkan matanya, karna Ia tidak sanggup mendengar kata itu.
Alfonso, mengeratkan genggaman tangan mereka. untuk menenangkan sang istri kalau tidak perlu kwatir. sembari menggeleng kepalanya ke arah sang istri.
Felisia, yang sedang mencampur susu untuk Willy, hanya bisa membatin dalam hati.''Tuhan, jangan! Alfonso anak yang baik. dia pernah salah jalan karna dia pernah mengalami kisah yang buruk.'' tangannya memegang botol susu dan diminumkan ke willy.
Mason, mengusap kasar wajahnya. karna, dia tidak ingin hal buruk terjadi di menantu kesayangannya.
Ketiga, sahabat Alfonso tak bergeming dengan tangan yang berada didagu mereka masing masing.
Gareth, Kevin, Andre juga Glen. mereka sadar. jika, tanpa bantuan Alfonso, mereka tidak akan pernah merasa hidup selayak seperti saat ini.
Dimana, mereka memiliki kisah masa kecil yang berbeda beda dan sangat tragis.
__ADS_1
Berasal, dari keluarga Broken home bukan hal yang mudah bagi Glen. dimana sang ayah lebih memilih hidup bersama wanita simpanannya. dan Glen yang hidup bersama sang Ibu, sebagai penderita kanker. dan, saat itu ibunya meninggal Glen yang tidak memiliki apa apa bingung harus dengan cara apa menebus biaya rumah sakit sehingga Ia bisa membawa sang ibu, untuk dimakamkan dengan layak.
Andre, yang terlahir dari seorang wanita penghibur, yang tidak tau siapa ayah biologis sesungguhnya. Andre, hidup semaunya sebebasnya karna sang ibu tidak peduli akan kehidupan sang anak.
Kevin, yang berasal dari keluarga miskin. kemudian orang tuanya menjualnya ke preman untuk dijadikan Kevin sebagai pengamen jalanan. dan terus disiksa oleh ketua preman.
Sama Halnya dengan Gareth,. yang berasal dari keluarga kaya, dan saat itu Gareth sedang kuliah mengambil jurusan kedokteran. tapi, Gareth, harus merelakan cita citanya putus ditengah jalan. dikarnakan, sang Ayah yang jatuh bangkrut dan terlilit banyak hutang dibank.
Karna, itu sang ayah, nekat membunuh sang Ibu dan akhirnya menembak dirinya sendiri. Gareth yang waktu itu, sedang berada dirumah temannya. datang, hanya bisa menangis karna kedua orang tuanya. telah tewas mengenaskan dan sedang diurus pihak kepolisian.
Dan, rumah satu satunya peninggalan harta orangtuanya harus disita oleh lising karna hutang orangtuanya yang menumpuk.
Dan, Gareth yang kehilangan tempat tinggal dan arah hidup hanya bisa menangis diemperan toko, menunggu ada malaikat penolong datang.
Dan, saat itu Alfonso datang berubah wujud sebagai malaikat penolong, untuk hidup mereka.
__ADS_1
Dengan, cara penyelamatan yang berbeda beda Alfonso membawa mereka ke Mansion. melatih mereka menghadapi musuh, mengajar mereka membidik musuh tepat sasaran tanpa meleset, diruang bawah tanah.
Setiap, pagi sore mengajak mereka berolahraga untuk membentuk postur tubuh mereka menjadi kekar dan menakutkan. mengajar mereka bela diri hingga mereka lihai dalam bertarung melawan musuh.