
Leticia, hanya menganggukkan kepalanya. lagi lagi Alfonso tersenyum.
sebenarnya, dalam hatinya hancur, ingin rasanya dia berteriak atau kalau leticia bukan istrinya . maka Alfonso akan menghabisi dia di saat ini juga, tapi, Alfonso berusaha tenang, agar leticia tidak takut dengan dirinya.
''Saat itu dua orang pria, mungkin kamu sangat kenal orang itu, dia sergio dan daddymu. mereka melakukan kelainan sek..,sualitas untuk ibuku layaknya seekor binatang.''Alfonso pejamkan matanya, berusaha tenang untuk tidak menatap Leticia yang adalah putri dari Mason.
Leticia tercekam, mulutnya terbuka matanya membulat. leticia menggelengkan kepalanya.saat mendengar kalau daddynya salah satu pelaku itu.
Alfonso, yang melihat Leticia ketakutan, segera memeluk erat tubuh Leticia dan mengecup keningnya.
'' Jangan takut, dengar dulu sampai selesai hmmm..,'' lirih Alfonso. pria ini benar benar telah berubah. dulu kalau membahas kedua orangtuanya siapa saja yang berada didepannya menjadi sasaran amarahnya, namun, saat ini sekalipun ditubuh Leticia, mengalir darah Mason. Alfonso sangat tenang didepan Leticia.
''Lalu,. daddymu dengan teganya menembak ibuku didepan aku, mayat ibu dipotong dan dilemparkan dikandang singa. waktu itu, aku hnya bisa menangis dan berteriak meminta tolong tapi orang orang yang berada dimarkas itu malah menertawakan saya dan mereka memaksa saya untuk membantu melemparkan potongan tubuh ibuku ke dalam kandang singa itu.''
''Darisitu, aku berniat kabur, dan bertekad untuk membalaskan semua dendamku pada siapa aja yang menyiksa kedua orangtuaku.'' suara Alfonso serak. matanya memerah emosinya semakin naik ke atas kepalanya, tapi lagi lagi ia harus menahan. Leticia, yang mendengar tubuh mertuanya dipotong potong dan diberikan ke singa. Spontan Leticia mual dan mengeluarkan isi perutnya, dan segera berlari ke kamar mandi.
Alfonso, yang merasa bersalah telah membuat istrinya mengeluarkan semua isi perutnya, dengan menahan bahunya yang sakit, Alfonso, segera menggendong Leticia dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang.
Alfonso membaringkan tubuh Leticia diranjang, dan berjalan ke arah meja untuk mengambil air. setelah mengambil air yang sudah terisi dicangkir segera Alfonso kembali berjalan ke arah ranjang dan memberikan air untuk leticia.
Setelah, leticia meneguk air dan tenang,. Alfonso, meletakkan cangkir diatas meja dan duduk diranjang samping leticia yang duduk dengan menyenderkan kepalanya diheadboard ranjang.
''bagaimana, apa perlu saya buatkan teh herbal ? jangan keluarin lagi.kasihan anak anak sayang.'' tanya Alfonso, dengan sabar. sikapnya masih sama seperti dulu, tidak berubah sama sekali. Leticia, mengangguk dan tubuhnya masih gemetaran.Alfonso, kembali memeluk tubuh leticia denga erat.
__ADS_1
''Saya, bisa melanjutkan membuka identitas saya?''Tanya Alfonso, karna, tidak ingin istrinya ketakutan.
'' Kalau, kamu belum siap nanti kita lanjutkan lagi. sekarang ayo kita tidur.'' sambung Alfonso sambil memeluk erat tubuh Leticia.tapi, karna rasa penasaran yang mendominasi dirinya. dan Leticia, seakan mendapatkan titik terang kenapa dulu ayahnya pergi meninggalkan dirinya sejak usia dua minggu hingga leticia remaja dan itupun datang sekedar lihat dan kembali pergi, dengan alasan mencari sang mommy yang pergi tanpa kabar.
''ternyata, ini alasannya, daddy jarang dirumah karna dia seorang mafia.'' batin Leticia. dan menitikkan air matanya.
Dengan, cepat Alfonso menyeka air mata leticia dengan tangannya.
''kenapa menangis, aku bilang jangan menagis'' ucap Alfonso. sambil menatap dalam bola mata leticia.
Lalu..,
Alfonso, memeluk erat leticia kedalam dekapan dadanya.
''kemarilah, berbaring disini.'' pinta Alfonso dengan membaringkan kepala leticia dilengannya yang tidak terluka.
''Dan, dua hari setelah kematian ibuku. akupun, mereka siksa dengan tidak memberi aku makan.akhirnya, aku nekat untuk kabur dari markas Sergio. dia adalah ketua Mafia atasan dari daddymu. waktu itu Tuhan. benar benar lagi berkehendak baik dengan saya.entah, kenapa semua anak buahnya lengah, penjagaan dimarkas tidak seketat biasanya. dengan perlahan aku mengedap dan berjalan keluar dari markas tanpa sepengetahuan mereka. dan berlari masuk kedalam hutan.''
''kamu, tau sayang, dihutan banyak binatang buas yang kapan saja siap menerkam tubuh kecil saya.tapi, Tuhan selalu berada dipihakku.selama enam belas tahun lamanya saya hidup dihutan dengan makan seadanya, sedapatnya yang saya temukan dihutan. dan dihutanpun, aku selalu melatih fisikku agar bisa kuat, untuk melawan musuh yang ada didepan saya.''
''Setelah usiaku sudh 23 tahun, aku mulai merasa sudah cukup kuat untuk membalaskan dendam orangtuaku pada mereka yang sudah membunuh ayah dan ibuku. dengan tekat aku memutuskan keluar dari hutan dan kembali ke Mansion ini. tapi, saat tiba di Mansion, aku ditolak dan ngg dibolehkan masuk oleh Bale karna dia sudah melupakan Alfonso kecil.namun, saat itu ada walker dan bibi yati yang mengenal saya. dengan rasa haru bibi Yati memeluk saya dan menangis histeris. karna, bibi yati pengasuh saya sejak saya masih bayi.''
Leticia, yang mendengar balas dendam bergidik ngeri.matanya menatap tajam bola mata Alfonso, dengan rasa curiga yang mendalam. menyadari kalau Leticia takut dengan dirinya. Alfonter senyum tangan merapikan rambut leticia yang menutupi wajahnya kesamping telinga leticia.
__ADS_1
'' jangan, takut saya tidak akan pernah menyakiti dirimu, semua berubah saat kamu hadir dihatiku.'' ucap Alfonso dengan tenang.
''Tapi---'' leticia terdiam karna Alfonso sudah menutup bibir leticia dengan bibirnya
''husss.., jangan pernah takut denganaku. hmmm.''pinta Alfonso, yang berhasil membuat ketakutan leticia menghilang.
''Dan, akhirnya, saya membentuk kelompok ma------'' Alfonso menhentikan pembicaraannya.
''Setelah, kamu dengar apa yang akan kamu lakukan saya.'' tanya Alfonso pada leticia.
leticia tersenyum, tangannya meraih pipi Alfonso mengelusnya dengan lembut.
''hidup tak selalu adil bagi semuya orang, ada orang yang jalannya penuh lubang dan tidak mulus, ada juga orang yang berlari sekuat tenaga, lalu menemui jurang diujung sana, karna itu lanjutkan saya akan bersikap dewasa, jika saya menghukum mu maka akan saya akan terlihat sangat egois sekali.'' jawab leticia dengan tersenyum.
Alfonso, yang mendengar ucapan leticia sedikit mendapat angin seger baginya.
''Akhirnya aku membentuk kelompok mafia, dan aku melakukan ppenjualan organ tubuh secara ilegal dan penyelundupan senjata.''
lagi lagi Leticia tercekam.
'dengar dulu sayang, saya mengambil organ dari orang yang mengganggu kehidupan dan pekerjaan saya. dan saya berhasil menangkap sergio dan berhasil membunuh dia, setelah itu temannya yang bernama blake dan saya menahan putri sergio yang sekarang bekerja dikelompok saya. dan target saya beikutnya adalah daddymu.''
Leticia, yang mendengar itu berusaha melepaskan diri dari pelukan Alfonso, namun lagi lagi Alfonso berhasil menenangkan Leticia.dari rasa takutnya.
__ADS_1
''Saat bertemu kamu di kantor dan saya berusaha mencari tahu siapa kamu, niat awal saya menikahi kamu hanya untuk menjadikan kamu tameng agar saya bisa dengan mudah menangkap daddymu. tapi justru saya yang terjebak dalam rencana saya sendiri.'' sambung Alfonso. yang membuat Leticia tersipu malu.