
''Sayang, Kevin sudah mendarat belum?"tanya Leticia.yang baru keluar dari kamar mandi.
''Sudah, tadi Andre sudah berangkat ke Airport.''jawab Alfonso masih fokus menatap layar laptopnya.
''Semua, akan berkumpul dimansion kan?''sambung Leticia.sembari mengeringkan rambutnya.
''Iya, saya juga minta Reno dan Walker ikut hadir, karena, bagaimanapun ada kaitannya dengan Reno. biar, kamu tidak salahin Kevin terus.''tukas Alfonso.
Leticia, mencebik.
Saat,sedang ngobrol berdua dikamar.
Glen dan Stefani tiba di Mansion, perut Stefani juga sudah mulai menonjol. karena kehamilannya sudah masuk 3 bulan.
''Hallo.., pemilik mansion ini ke mana bi?"tanya Stefani.pada pelayan yang sedang bersih bersih ruang tengah.
''Nona Leticia di kamarnya, ada Tuan muda juga.''jelas pelayan itu sembari menunduk.
''Karla?"tanya Stefani lagi.
''Nona Karla dan tuan Steward sedang jalan jalan ditaman.''jelas pelayan itu.
''Nona, silahkan duduk dulu, nanti saya panggilkan Nona Leticia.''usul pelayan.
''Enggak, usah bi. nanti saja, saya mau minta buah saja.''jawab Stefani. kemudian berlalu terus menuju ruang makan. stefani membuka kulkas dan mengambil Apel dan anggur, kemudian ditaruh dimangkok dan duduk dikursi meja makan bersama Glen.Stefani mulai mengigit Apel sembari menunggu pemilik Mansion keluar dari kamar.
******
Pesawat, sudah landing tepat pukul 8:00 pagi waktu Spanyol.
Andre, sudah menunggu di lobby.Kevin, segera berdiri dari kursi dan mengambil dua paperbox titipan Nabila, untuk kedua sahabatnya didalam cabin pesawat.
Lalu, Kevin juga mulai mengantri dan turun dari pesawat.Kevin, berjalan begitu cepat menuju lobby, karna dia dikejar oleh waktu pukul 14:00 dia harus kembali ke Paris untuk fitting baju bersama Nabila.
Andre, yang menunggu dilobby melambaikan tangan ke arah Kevin.
Kevin, menghampiri Andre.''Ayo, berangkat. mobil parkir dimana?"tanya Kevin.
''Itu, depan lobby.ayo, kamu buru buru sekali.''sahut Andre.sembari menunjuk mobilnya.
Mereka, berjalan menuju mobil yang parkir didepan lobby.
''Vin, lu bawa anak orang kabur ke mana saja?"tanya Andre. kemudian, membuka kunci pintu mobil.
Ting..,
Ting..,
Pintu mobil terbuka
Kevin, hanya tersenyum lalu, membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil. Kevin, duduk didepan bersebelahan dengan Andre yang mengemudi.
''Lu, nekat Vin. malam, itu kita lagi rame rame malah otak lu lagi mikir untuk kabur bersama Nabila.''tanya Andre lagi.
Karena, Kevin yang hanya tersenyum dan tidak menjawab, semakin membuat Andre penasaran.
''Semua, kumpul dimana?''Kevin mengalihkan pembicaraan.
''Di Mansion.''jawab Andre.
''Baiklah, sekalian kasih oleh oleh dari Nabila untuk Stefani dan Leticia.''jawab Kevin santai.
Sittthh..,
__ADS_1
Tiba tiba, Andre rem mendadak karena dengar ucapan Kevin.
''Jadi, gosip kamu dan Nabila kabur itu benar?"tanya Andre.
''Fokus, kalau lagi kemudi,''protes Kevin,
''Tapi, barusan yang lu bilang itu benar?"desak Andre.
''Iya, benar besok aku akan menikah di Paris, makanya aku kesini untuk memberitahu semuanya.''jelas Kevin.wajahnya masih datar saja, tangannya terus mengetik dilayar ponselnya.
''Nekat lu Vin!''puji Andre. kemudian, dengan kecepatan tinggi Andre melajukan mobilnya menuju Mansion. dimana, semua sudah berkumpul dimansion.
''Harus, karena saya tidak ingin menyia yiakan gadis sebaik dia.''tegas Kevin.
''Iya, memang Nabila baik aku akui itu.''urai Andre.
''Hmm.., kemana dia chatnya hanya cekliz satu.''gumam Kevin.
''Siapa, Vin?''tanya Andre penasaran yang dengar Kevin bergumam.
''Nabila, di chatt enggak di balas mungkin tidur. kasihan tadi bangunnya masih subuh.'' jawab Kevin.santai.
''lembur mulu sich.''goda Andre.
Kevin, hanya menggelengkan kepalanya, karena Kevin tahu kalau terus ladeni Andre, cerita makin panjang.
*****
Leticia dan Stefani juga tidak sabar mendengar kabar dari sahabatnya.biar tidak ada berita yang miring lagi tentang Nabila.
Bahkan, mommy Felisia dan daddy Mason juga sudah datang juga. willy, sedang asyik bercanda dengan Steward.
Walker, dan Reno juga sudah tiba di Mansion. karena, diminta oleh Alfonso untuk hadir juga.
Mobil Andre tiba di Mansion.dengan cepat Bale membukakan pintu mobil.
Kevin, segera keluar dari mobil dengan membawa dua paperbox titipan Nabila untuk Leticia dan Stefani.
''Tuan,''sapa Bale pada Kevin.
''Hei, Bale apakabar?"tanya Kevin,
Kevin, memang seperti itu selalu bercanda dengan penjaga dan pelayan di mansion, makanya kalau Kevin hilang kabar mereka juga merindukan Kevin.
''Baik, tuan.''jawab Bale.
''Aku, masuk dulu. ada sidang paripurna didalam ya.''canda Kevin. sembari menautkan kedua alisnya.
''Iya, karna ulah tuan hampir sebulan semua sibuk cari Tuan.''goda Bale.
''Cari, saya memangnya saya bocah?"tukas Kevin. kemudian berlalu, masuk ke dalam Mansion dengan membawa dua paperbox ditangannya.
''Bale, tolong parkir mobilnya.''ucap Andre sembari melempar kunci mobil ke arah Bale.
''Siap, Tuan.'' jawab Bale, lalu memarkirkan mobilnya dengan benar.
*****
Semua, sudah berkumpul di ruang keluarga. Kevin, dengan Andre berjalan masuk menuju ruang keluarga.
''Nah, ini orangnya datang.''teriak Gareth yang melihat Kevin datang dengan membawa dua paperbox ditangannya.
''Wihh.., Vin. bawa apa itu.''seru Glen.
__ADS_1
Kevin, hanya tersenyum sinis, matanya langsung mencari sosok Reno yang sedang mendengar Alfonso dan walker bahas soal perusahaan.
''Lihat, kelakuannya seperti orang tidak berdosa.''batin Kevin sembari melirik Reno.
''Ohh..,ini ada wafer titipan dari Na----'' Kevin, belum selesai bicara sudah dipotong oleh Stefani dan Leticia.
''Nabila, yang titip?"potong Stefani dan Leticia bersamaan.
''Iya, ada dua box enggak usah rebutan. Nabila, sudah pisahkan dan sudah beri nama juga dibagian tutupnya.'' jelas Kevin. sembari meletakkan box diatas meja dan langsung disambar oleh Leticia dan Stefani.
''ini, punyaku ada namaku,"ucap Leticia sembari mengambil box yang berisi wafer.
''Hmm.., wangi sekali kangen banget sama wafer buatan Nabila.''ungkap Stefani.
''Kakak ipar, lain kali bangun pabrik wafer juga, kasihan istrimu makan wafer enggak nawar juga ke orang yang duduk disini. katanya lakinya banyak uang, kekayaannya di Eropa hampir milik suaminya tapi makan wafer pelit amat.''omel Karla.
Leticia, tertawa.
""Ini, ambil biar anakmu lahir enggak ngiler."canda Leticia. kemudian menyodorkan box yang berisi wafer coklat. untuk Karla dan mommynya.
"Kevin, Nabila dimana?" tanya Leticia, dan menghentikan makan wafernya.
"Di Apartemen."jawab Kevin, kemudian meraih satu cangkir wine yang terletak dimeja dan meneguknya.
"Kenapa, enggak ikut, kalian ke mana?."cebik Leticia. matanya berkaca kaca.
"Aku, enggak mau Nabila kecapean.nanti, sore kita semua akan ke Paris."jelas Kevin lagi, sengaja Kevin pertegas kata paris agar didengar oleh Reno.
"What, Paris? jadi, selama ini kamu di Paris?" Sela Stefani.
Semua, yang mendengar menatap Kevin dengan banyak pertanyaan, tetapi tidak dengan Reno yang hanya mencebik dan sesekali melirik Kevin dengan tatapan puas.
"Iya, kami di Paris.dan kemarin sudah bertunangan."jelas Kevin lagi.matanya melirik ke arah Reno.Kevin, mengepalkan tangannya ingin sekali dia melepas satu pukulan di wajah Reno, bukan karena marah Reno tidak bertanggung jawab. melainkan, marah karena Reno pernah mencekik Nabila, itu yang membuat Kevin kesal sampai saat ini.
"Jadi?" tanya Leticia.
"Iya, saya dan Nabila memutuskan pergi Ke paris diam diam,karena kami tidak ingin merepotkan kalian semua."kevin memberi alasan.
Karena dia tidak ingin semua orang mengetahui kalau Nabila hamil, anaknya Reno. Kevin, sudah berjanji dia akan menutupi aib Nabila sampai dia tiada nanti.
Kavin juga berjanji, kalau Semua bahkan dunia hanya tau anak yang saat ini sedang dikandung oleh Nabila, adalah anaknya.benih cintanya dengan Nabila.
"Kenapa, begitu?"sergah Stefani lagi.
"Karna, Nabila sedang hamil anak aku."jawaban itu lolos begitu saja dari mulut Kevin.
semua, yang berada di ruangan itu terperangah, kecuali Reno yang hanya tersenyum sinis dan melirik ke arah Kevin. dan, pertanyaan Leticia, Stefani dan Felisia terjawab sudah mengenai Nabila waktu itu menangis di Mansion.
"Ja__di, waktu itu Nabila menangis karena hamil?"Fani terbata bata.
"Iya," jawab Kevin santai.
"Dia, pikir saya tidak akan bertanggung jawab.tetapi, saya tidak bodoh dan bukan penjahat kelamin. saya, tidak mungkin membuang anak saya." sindir Kevin dengan melirik Reno sesaat. kemudian, kembali meneguk wine dicangkirnya.
Gareth, dan Andre saling menatap.
"anak, ini ternyata diam diam sudah jebol gawang orang."bisik Gareth ditelinga Andre.
"Hustt..,"tegur Andre. yang masih berusaha meyakinkan dirinya.
Karena, yang dia tahu selama ini Nabila selalu menolak dirinya.dengan alasan karena Kevin seorang mafia.
"Mana, mungkin?" batin Andre.
__ADS_1