
Didalam perjalanan pulang, ke Mansion Alfonso terus memeluk tubuh sang istri.
sesekali mengecup kening Leticia tanpa memperdulikan dengan sopirnya yang lagi mengemudi mobil.
Seakan, Alfonso membayar waktu dua hari meninggalkan leticia sendiri.
dan setelah hampir dua puluh menit, perjalanan pulang dari rumah sakit ke mansionnya. akhirnya Alfonso dan Leticia tiba di mansion.
Seperti biasa tampak tidak ada yang mencurigakan, para pelayan datang menyambut, kepulangan Leticia dan Alfonso dari rumah sakit.
Tidak, ketinggalan bibi Yati. yang dengan langkah tergopoh gopoh ikut menjemput kepulangan Leticia, dengan hati hati Alfonso menggendong leticia dan mendudukkan leticia diatas kursi roda lalu Alfonso, mendorong masuk ke dalam mansion dengan sangat berhati hati.
'' Tuan , nona.'' sapa semua pelayan yang menyambut kepulangan Leticia dengan membungkukkan badan mereka.
Leticia mengangguk dan tersenyum, tapi tidak dengan Alfonso yang hanya diam.
Tapi..,
Sebelum masuk ke dalam kamar, Alfonso menghentikan langkahnya lalu berdiri membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah para pelayan.
''Setelah ini, semua berkumpul di ruang pertemuan belakang, kalian mengerti.'' ucap Alfonso dengan tatapan dinginnya, menatap ke arah para pelayan.
"Baik, tuan kami mengerti." jawab semua pelayan.
Tapi..,
Sebelum, Alfonso mendorong kursi roda masuk ke dalam kamar tiba tiba, ada suara nyanyian datang dari taman belakang
'' Happy Birthday, to you.'' nyanyian happy birthday semakin mendekat ke arah kamar mereka, Alfonso yang sudah lama melupakan hari ulang tahunnya sejak di tinggal kedua orang tuanya , merasa bingung dan mencari dari mana asal suara nyanyian itu.
''Sayang, siapa yang ulang tahun? apa kamu berulang tahun."tanya Alfonso pada Leticia dengan sedikit membungkuk kan badanya untuk menyamai tinggi mereka.
Leticia menggeleng
" Sepertinya itu suara Glen dan teman teman kita, tapi siapa yang berulang tahun.'' tanya Alfonso lagi. yang masih berada dalam mode bingung.
Leticia hanya tersenyum, dan menggeleng dengan cepat.
'' Aku juga tidak berulang tahun. dan aku ng tahu.'' jawab Leticia dengan menahan tawanya.
Dan..,
Tiba tiba, Glen dan yang lainnya, datang dengan membawa kue ulang tahun berjalan mendekati ke arah Alfonso, Alfonso diam seribu kata.
'' Ada apa ini?" tanya Alfonso. sambil menatap semua, satu persatu.
Kemudian dengan perlahan Leticia berdiri dari kursi roda, dan mendekati Alfonso Leticia melingkarkan tangannya di leher Alfonso, sambil tersenyum.
'' Happy birthday sayang! jadilah dirimu seperti ini jangan pernah berusaha memaksa untuk merubah karakter dari dirimu, aku lebih mencintai dan menyukai kamu yang menjadi dirimu sendiri. bukan, kamu yang berusaha menjadi orang lain, agar terlihat sempurna dimataku. tetaplah, hanya menjadi suamiku. dan hanya , menjadi ayah dari anak anak dari hasil buah cinta kita. aku mencintai mu dari apa yang kamu tau dan lihat. aku menerima dirimu dari apa yang belum aku ketahui tentang dirimu seutuhnya. aku mencintaimu daddy dari buah cinta kita nanti, Alfonso De Armando.'' ucap Leticia,
__ADS_1
kemudian..,
Mendaratkan satu ciuman, mendalam di bibir Alfonso.Alfonso yang tidak mau menyia yiakan kesempatan dengan cepat Alfonso merapatkan tubuh Leticia dan menyesap bibir leticia dengan sangat lembut dan dalam.setelah berciuman Alfonso menatap dalam bola mata Leticia dan memeluknya ke dalam dadanya.
"Dari mana kamu tau semua ini?aku sudah melupakan hari ulang tahunku sejak tiga puluh tahun lalu.terima kasih sudah mengingatnya walaupun aku sama sekali belum pernah mengatakan kapan aku berulang tahun, padamu." jawab Alfonso. dengan meneteskan air matanya.
Leticia, menatapnya dengan penuh mesra" karna aku ingin aku orang pertama yang mengingatkan mu dan mengucapkannya." jawab Leticia sambil memeluk suaminya.
" Ayo, sayang potong kue nya.. maaf kan aku tidak bisa memberikan kado. karna semuanya berantakan dengan sakit ku yang mendadak." sambung Leticia lagi.dengan memasang wajah sedihnya.
"Tidak, sayang dengan ini kamu sudah membuat aku hidup lagi. setelah lama aku larut didalam duka. aku mencintamu sayangku." jawab Alfonso.
"Aku lebih dari itu." jawab Leticia.
lalu..
Stefani memberikan kue ulang tahun untuk Leticia. dan dengan perlahan leticia membawa kue ulang tahun itu berjalan mendekati Alfonso yang masih berdiri diam didepan pintu kamar mereka.
"Sayang tiup lilinya, tapi sebelumnya make you'r wish." ucap Leticia sambil terus menatap wajah Alfonso.
Alfonso menutup matanya sesaat.
"Tuhan, tolong panjangkan umur istriku lebih lama lagi untuk bersama saya" ucap Alfonso dalam hati.
lalu, Alfonso meniup lilin nya . setelah meniup lilin Alfonso memotong kue ulang tahun dan memberikan untuk Leticia.
" happy birthday Al, jadilah sosok suami yang baik untuk Leticia." ucap Andre. dengan menepuk pellan bahu Alfonso.
"Thanks bro." jawab Alfonso.
"juga dari author. happy birthday won bin, visual Alfonso."
o
Setelah mendapat ucapan dari Semua teman teman mereka.
Alfonso dibawah ke taman belakang oleh teman temannya.
Disana, sudah ada berbagai macam makanan dan minuman Alkohol.
Alfonso dan teman temannya merayakan bersama. tapi, kali ini tidak lama hanya sampai jam sebelas malam. karna Alfonso tidak ingin Leticia cape dan sakit lagi.
Sebelum semua membubarkan diri, Alfonso berdiri dan mengucapkak terima kasih.
"Terima kasih teman teman semua, juga untukmu istriku tercinta. aku mencintai kalian semua.maaf karna leticia baru saja sembuh dan hemoglobinnya juga belum normal kembali. kita merayakan tidak sampai pagi." ucap Alfonso.
Dan, semua teman temannya juga pamit pulang, ke apartemen masing masing.
__ADS_1
Lalu, Alfonso, menggendong Leticia berjalan ke arah kamar dengan menaiki anak tangga satu per satu. menuju ke kamar mereka.
Tangan Leticia, meraih Handle pintu lalu membukanya dan merekapun masuk ke dalam kamar.
Alfonso berjalan ke arah ranjang yang sudah dua malam ditinggal pergi oleh dirinya. dan, Alfonso membaringkan tubuh Leticia diranjang.
"Aku mandi sebentar sayang , kamu berbaring disini saja. aku tidak akan lama dikamar mandi." ucap Alfonso. sambil menarik hidung Leticia.
"sakit." teriak leticia dengan manja.
Alfonso terkekeh..,
Dan terus berjalan ke arah kamar mandi, setelah beberapa menit di kamar mandi Alfonso keluar, dengan mengggunakan handuk yang melilit dipinggang.
dan terus ...
berjalan ke arah Lemari, Alfonso mengambil bajunya, setelah selesai mengenakkan baju, Alfonso berjalan dan mendudukkan diri di sofa. sambil mengecek Laptop sebentar.
"Sayang sebentar ya, aku lupa kabarin Gareth. karna Gareth masih di sana." ucap Alfonso.
"hmmm." Leticia berdehem.
Lalu, Leticia bangun dari ranjang.
Alfonso, yang melihat leticia bangun dari ranjang, segera meletakan Laptopnya, tapi, saat Alfonso mau meletakkan Laptopnya Leticia melarangnya.
"jangan berdiri diam di sofa itu bantu aku membukakan ini." ucap Leticia.
Alfonso yang mendengar itu, hanya mengangkat bahunya, dan lanjut mengecek email di laptop lagi.
Leticia dengan perlahan turun dari ranjang, berjalan melewati Alfonso dan terus ke arah lemari. membuka lemari lalu leticia membawa sebuah kotak kecil berisi surat dan hasil tespek dengan menyembunyikan dibelakangnya. sambil terus berjalan ke arah Alfonso.
Alfonso, yang fokus melihat email dari dokter Lee, tidak menyadari kalau Leticia sudah berada dibelakangnya.
Leticia, berjalan mendekati Alfonso dan menutup mata Alfonso dari belakang dengan tangannya. dan, tangannya yang satu memegang kado.
Sambil tersenyum bahagia, leticia mendekatkan bibirnya ditelinga Alfonso, sambil berbisik menirukan bahasa bayi.
"Happy bilhday daddy."
Dan memberikan kado ke tangan Alfonso dengan masih menutup mata Alfonso.
"Sayang, apa ini?" tanya Alfonso yang penasaran dengan kotak yang ditangannya karna matanya yang masih ditutupi Letica.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
yang penasaran reaksi Al🙏🙏tunggu ya bab berikutnya🙏🙏🙏
__ADS_1