SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
jangan anggap aku pasien.


__ADS_3

Setelah Alfonso menunjukkan beberapa taman kenangan bersama orangtunya pada Leticia, Alfonso mengajak Leticia kembali ke kamar. mengingat sekarang sudah siang. waktu nya Leticia makan dan minum obat.


"Sayang, ayo kita pulang. sudah panaskan, lagian saran dokter kamu ng boleh kena sinar matahari dari jam sepuluh pagi hingga siang jam tiga sore benarkan? Nanti esok pagi kita jogging sambil aku tunjukin Mansion lagi ke kamu." ucap Alfonso.sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Leticia, berjalan ke arah minicooper yang di pake untuk keliling mansion.


"iya, aku butuh tidur sebentar." jawab Leticia dengan suara manja.


Alfonso, dan Leticia kembali ke Mansion. minicoopernya diparkir di didepan halaman depan Mansion, kemudian Bale menerima kunci dari Alfonso untuk mengembalikan ke ruang parkir bawah tanah.


Dan...,


Alfonso merangkul Leticia, berjalan masuk ke ruang tamu. Leticia mendudukkan tubuhnya di sofa, dan Alfonso berjalan ke arah ruang makan mengambil air minum untuk Leticia. tidak lupa Alfonso meminta tolong ke pelayan untuk memotong buah.


"Bi tolong potongkan Apel. dan, bikin kan jus Alpukat untuk Nona. nanti kalau sudah selesai, tolong antarkan ke ruang tamu, aku dan Nona muda duduk disana." ucap Alfonso sambil menuangkan air mineral ke dalam cangkir lalu meletak kan dinapan membawa ke depan untuk Leticia.


"Baik, tuan saya mengerti." jawab Pelayan sambil membungkuk kan badannya.


Alfonso sekarang banyak belajar dari buku dan bertanya ke dokter Louis, soal buah sayur dan makanan apa saja yang boleh dan tidak untuk pasien lupus.


karna Alpukat, Apel, strowber, bluberi.semangka, brokoli, dan beberapa buah dan sayur lainnya lagi untuk pasien lupus sekarang selalu tersedia dikulkas.


Lalu...,


Alfonso berjalan ke ruang tamu dengan membawa Napan yang sudah diletakkan cangkir berisi air mineral.


"Ini, minum dulu airnya." ucap Alfonso. sambil meletakkan napan nya.


"kenapa tidak minta, aku aja yang ambilkan?" tanya Leticia. sambil meletakkan ponselnya. karna, habis melihat foto foto dirinya di taman tadi. kemudian, mengambil cangkir yang berisi air dan meminumnya.


"Kamu, sudah cape berjalan tadi. jadi, tidak masalahkan aku yang ambil?" jawab Alfonso. lalu tangannya meraih cangkir yang berisi air dan meminum juga.


"Terus, kalau beralasan dengan aku cape. sampe kapan aku bisa melayani kamu. jangan menganggap sakitku sebagai alasan aku untuk tidak melayani kamu. tapi ijinkan aku, melayani kamu selagi aku masih bisa berjalan." Jawab Leticia sambil berdiri dari sofa melangkah pergi.


Tapi....,


Tangan Leticia, ditarik lagi oleh Alfonso.


Ya, Leticia sedih.karna Leticia beranggapan Kalau Alfonso selalu menganggap dirinya pasien.

__ADS_1


"Oke, aku minta maaf, karna salah memperlakukan kamu.tapi, tunggu aku lagi minta pelayan bikin kan jus dan potongkan buahmu." sambung Alfonso.


Leticia yang mendengar perkataan Alfonso, mengerutkan dahinya.


"perasaan aku ng pernah cerita soal buah yang boleh dimakan oleh pasien lupus.terus dari mana dia tahu.atau dia mencarinya digoogle?" batin Leticia.


Alfonso yang melihat , Leticia seperti memikirkan sesuatu. langsung tersenyum.


"Jangan beranggapan kalau aku melayani kamu lagi."ucap Alfonso lagi.


Tapi Leticia masih enggan menjawab, masih dalam mode diamnya


"Jangan kwatir, aku tahu buah yang mana saja yang boleh kamu makan.bahkan sayur dan daging apa saja, yang boleh kamu komsumsi." ucap Alfonso sambil menaikkan alis kanannya.


Leticia yang mendengar ucapan Alfonso merasa terharu, karna suaminya segitu memperhatikan tentang dirinya. sedangkan yang dia harapkan justru sama sekali tidak mengkwatirkan dirinya.


Lalu..,


Leticia kembali duduk disofa. badan kecilnya ditarik Alfonso, Leticia berbaring disofa dan kepalanya diletakkan diatas paha Alfonso. sambil mengelus kepala Leticia, Alfonso meminta maaf.


"Sekali lagi maafkan aku. mulai hari ini kalau kamu mau, kerjakan apa yang disini terserah kamu, selagi itu tidak membuat kamu kecapean. aku dukung." ucap Alfonso. yang merasa bersalah tidak mengijinkan Leticia melakukan apa yang Leticia bisa.


Karna....


Posisi ini sangat menguntungkan Alfonso.


Alfonso segera menundukkn kepalanya membenamkan bibirnya ke bibir Leticia saat hendak menyesap bibir Leticia. tiba tiba pelayan datang dari dapur mengantarkan jus dan buah.


"Maaf, permisi tuan dan Nona." ucap Pelayan sambil meletakkan jus dan buah.




Hmmmm..,


Alfonso hanya berdehem.

__ADS_1


"Terima kasih." ucap Leticia sambil tersenyum. dan bangun dari sofa. Leticia menahan tawanya. karna wajah Alfonso begitu lucu kalau


lagi menahan hasratnya.


"sama sama Non." jawab pelayan sambil berjalan kembali ke dapur.


Alfonso, yang kesal hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Makanya, jangan sembarangan tempat."ledek Leticia.sambil melirik ke arah Alfonso.


Alfonso, yang merasa diledek Leticia hanya menghela napas kesal.


Lalu..,


Alfonso mengambil potongan Apel dan menyuap Leticia,


"Ni, makan Apel, dan minum jus alpukat bagus untuk imun." ucap Alfonso sambil memberikan 1 potong buah apel ke dalam mulut Leticia.


Leticia membuka mulut dan menerima suapan Apel dari Alfonso, begitu juga sebaliknya.setelah memakan Apel. tangan Alfonso meraih Jus alpukat lalu memberikan ke Leticia.


Saat Leticia sementara meminum jusnya Alfonso dengan cepat menyesap bibir Leticia sehingga minuman jus yang diminum Leticia, masuk kedalam rongga mulut Alfonso.


Dengan cepat Leticia terdiam, dan menatap Alfonso.dengan tatapan manja.


Alfonso, memahami mimik wajah Leticia, dengan sigap Alfonso menggendong Leticia masuk kedalam kamar mereka.


Leticia mengeratkan tangannya dileher Alfonso. sambil menatap malu Alfonso.


Alfonso, segera mendorong pintu dengan lututnya karna tangannya dipake untuk menggendong Leticia.


Setelah masuk ke kamar, segara Alfonso membaringkan tubuh Leticia diranjang.


Dan segera melepaskan pakaiannya, saat ini tubuh Alfonso, sudah polos tanpa sehelai benangpun.


Alfonso, beralih ke Leticia yang sudah berbaring diranjang, segera Alfonso naik ke aats ranjang kepalanya mulai membenamkan dicuruk leher Leticia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


author kasih clue nich.



__ADS_2