SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
cantik


__ADS_3

Alfonso yang hanya menahan emosinya, hanya menatap tajam Ethan.tapi itu tidak, membuat Ethan berhenti menyindir.


Karna keasyikan bercanda, mereka tidak menyadari kalo sudah tiba di Mansion.


Bremmm...,


Mobil tiba didepan Mansion.pintu gerbang di buka Bale.


"Pagi, Tuan." sapa Bale sambil membungkuk kan badannya.


Alfonso hanya diam tanpa menjawab karna masin kesal dengan sindiran Ethan.


"Pagi juga Le." sapa Gareth dan Andre.


Pintu mobil di buka Bale Alfonso, Andre, dan Gareth turun dari mobil.


"Terima kasih Bale, kamu apakabar? hampir sebulan ng ketemu kamu makin ganteng aja."goda Andre.


"Ahh, Tuan bisa aja."jawab Bale.


Alfonso langsung masuk ke Mansiom menuju kamarnya.sebelum kakinya melangkah masuk ke kamar. Alfonso berbalik melihat ke arah Gareth dan Andre.


"Segera bersiap-siap , jangan sampe telat ke acaranya." ucap Alfonso.


Mendengar perintah Alfonso, Gareth dan Andrepun langsung ke kamar masing-masing mereka juga mandi dan mempersiapkan diri ke acara.


Ethan, yang menunggu diruang tamu. meminta pelayan menyajikan kopi dan roti. mengingat tadi dari apartemen Ethan sama sekali belum sarapan.


Drthhhhh...,


Ponsel Ethan berdering.


diambil, ponsel miliknya mengusap layar panggilan dari Glen.


"Glen?"batin Ethan.


"Hallo, Tuan." ucap Ethan.


"Ethan, kamu dimana?"tanya Glen.


"Aku masih di Apartemen. ada apa?" tanya Ethan.


"Kamu segera ke kantor, pantau situasi Launhcing di sana."perintah Glen.


"Baik, Tuan."jawab Ethan.


klik...,


Panggilan diakhiri Glen.


Disimpan lagi Ponselnya ke kantong celana. Ethan melanjutkan sarapannya yang tadi tertunda.


Alfonso sudah selesai mandi, berjalan ke kamar dan mengambil baju dilemari.hari ini Alfonos memakai kameja, dipadu jas hitam dan dasi.dan sepatu fantovelnya.


Setelah memastikan dirinya, rapi. Alfonso berjalan keluar dari kamarnya.


Tak...,


Tak...,


Tak...,


Langkah kaki Alfonso berjalan menuruni anak tangga menuju ruang tamu.hanya melihat Ethan sendirian yang sedang menikmati secangkir kopi.


"Andre, dan Gareth belum selesai?"tanya Alfonso.


"Belum, mungkin mereka masih luluran atau menipedi."jawab Ethan bercanda.dan terus menikmati kopinya.


"Hmmmm..,"jawab Alfonso.


Setelah, beberapa menit menunggu. Gareth dn Andre berjalan menuruni anak tangga menuju ruang tamu.


"Nah, itu dua gadis perawan baru selesai make up."ucap Ethan sambil tertawa meledek.


Alfonso, yang serius dengan ucapan Ethan. berbalik, mencari dimana ada gadis di Mansionnya.setelah memahami maksud Ethan. Alfonso hanya menggeleng.


"Ayo, berangkat.ini sudah menunjukkan pukul 8 pagi."Ucap Alfonso. sambil melihat jam yang melingkar ditangan kirinya.


Merekapun, beranjak dari sofa. berjalan keluar menuju pintu depan.


Etha, segera membuka pintu mobil. Alfonso ,masuk duduk dibagian belakang sopir, gareth dikursi sebelah Alfonso.sedangkan Andre didepan samping Ethan.


klik..., seatbelt terpasang.


Ethan menginjak pedal gas, mobilpun melaju dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Katrindof.

__ADS_1


********


Dikantor, semua sibuk Nia yang pusing dengan berkas-berkas yang masih ada yang belum lengkap. dan harus mendengar Walker ngamok karna Alfonso tidak ada kabar sama sekali.


"Dari jauh-jauh hari, sudah aku ingatkan. kalo, akan ada launching di kantor. tapi tetap saja diabaikan."ucap Walker.kesal


Tamu undangan, semua sudah berdatangan, begitupun Leticia dan stafnya semua sudah hadir.


"Cia, spertinya Ceo nya ng datang deh"bisik Nabila.


"Biarin aja, emang apa peduliku?" jawab Leticia.


"Bukannyan dulu kamu tertarik sama dia?" bisik Nabila lagi.


"Itu dulu, tapi tidak dengan sekarang! pria angkuh seperti itu ng ada wanita yang bertahan hidup dengannya." ucap Leticia kesal.


Stefani yang sejak tadi menyimak hanya tersenyum .melihat ke arah Glen.


"Jangan tersenyum begitu, kamu semakin menggemaskan."bisik Glen pada stefani.


"Apa-apaan sich kamu ini, ngegombal ng lihat situasi."bisik Stefani sambil mencubit paha Glen.


"Terus kenapa tersenyum sendiri seperti itu? jangan cubit dipaha. karna yang lapar paha bagian atasnya."bisik Glen lagi sambil menaik turunkan alisnya.


Pipi stefani merona, saat mendengar bisik-bisikan gombal Glen, membuat Glen semakin gemes. kalau, saja tidak banyak tamu. mungkin bibir Stefani sudah jadi sasaran Glen.


Nabila yang bingung dengan Leticia, yang matanya seperti mencari seseorang.


"Cia, kamu kenapa?"tanya Nabila.


"Ng, aku ng kenapa-kenapa. emangnya ada yang aneh dengan aku?"jawab Leticia.


"Iya, kamu seperti mencari seseorang." jawab Nabila.


"Aku hanya mencari Pak Walker. kenapa acaranya belum mulai."ucap Leticia lagi.


"Bukannya, acara dimulai jam 9. sekarang masih jam 8:20. apa pak walker masih menunggu Ceo Nya."goda Nabila.


Wajah cantik Leticia merona, Nabila yang melihat Leticia manahan tahannya.


*******


Karna ,mobil yang dikemudi melaju dengan kecepatan tinggi. perjalanan hanya memakan waktu 30 menit.


Alfonso, dan kedua temannya tiba di Kantor. mobilnya berhenti didepan lobby, Ethan,memberi kode ke salah satu anak buah. yang menyamar sebagai security didepan lobby untuk membukakan pintu.


Sebelum keluar dari mobil, Alfonso masih melihat disekitar Perusahaan.Melihat banyak Security berbaju serba hitam, itu anak buah Alfonso yang menyamar sebagai security.


"kamu, berhak mendapat bonus."ucap Alfonso pada Ethan. Karna kinerja Ethan. memang patut diacungi jempol.


Ethan hanya tersenyum.


"Terima kasih Tuan. ini sudah tugas aku."jawab Ethan.


Alfonso keluar dari mobil. dan diikuti kedua temannya.berjalan masuk menuju arah lift khusus presdir.masuk ke dalam lift tujuan ruangan Walker.


Ting...,


Lift terbuka, Alfonso, Andre dan Gareth berjalan menuju ruangan Walker.


Nia yang melihat menyapa ketiga mafia ini.


"Pagi , pak."ucap Nia.dan, berjalan ke ruangan Walker.membukakan pintu.saat nia hendak membuka pintu. Alfonso, mengangkat tangannya, kalau mereka saja yang akan membuka pintunya.


Nia, yang mengerti maksud dari Alfonso. berjalan mundur, dan memberi jalan agar Alfonso dan ke dua temannya bisa lewat ke ruangan Walker.


Tok...,tok...,tok...,


Pintu ruangan diketuk.


"Silahkan masuk."ucap Walker.


Karna sudah mendapat ijin, Alfonsopun membuka pintu


Ceklek...,


Pintu terbuka.berjalan masuk ke dalam ruangan.


Walker yang sedang sibuk dengan laptopnya, tidak mengetahui kalo yang datang ke ruangan itu Alfonso.


"Pagi pak."sapa Andre.


"Pagi." jawab singkat Walker.


Alfonso yang sudah duduk di sofa hanya diam dan melihat ke arah Walker.

__ADS_1


"Acaranya, jam 9 pagi kan." ucap Alfonso sambil melihat ke arah jam tangannya.


Walker yang mendengar suara barito khas Alfonso, mengangkat kepalanya, melihat ke arah suara tadi.


"Al, kapan kamu tibadi Spanyol? di hubungin ng bisa" ucap Walker. dan berjalan ke arah sofa.duduk disebelah Alfonso.


"Jam 6 pagi aku tiba disini. kenapa, ng suka aku datang?" tanya Alfonso.menatap dingin Walker.


"Justru, sejak tadi aku gelisah. kwatir kalo kamu tidak datang.karna bagaimanapun ini Perusahaanmu, milik kamu. jadi, kamu harus hadir di acara penting seperti ini."ucap Walker, sambil melihat ke arah mata Alfonso.


"Ayo, karna kamu sudah datang sekarang kita ke Ballroom tempat acara di adakan."Ajak Walker.


Mereka berjalan menuju ke Ballroom dimana acara itu dilaksanankan.dengan menggunakan lift ke empat pria tampan itu mencuri banyak perhatian orang yang bertemu mereka.


Ting...,


pintu Lift terbuka.


Alfonso, berjalan keluar dari lift, disusul Gareth, Andre, Walker. dari belakang.


Semua mata tertuju ke arah Alfonso. bagaimana tidak, pria yang biasanya yang terlihat dingin, kaku dan jarang tampil didepan umum. tiba-tiba datang dengan penampilan yang memukau.


Bahkan Glen dan Kevin aja sempat tidak percaya kalo yang berjalan keluar dari Lift menuju Ballroom itu adalah Alfonso.


Tamu undanganpun terpesona dengan hadirnya Alfonso, bahkan banyak dari mereka saling berbisik menanyakan siapa pria tampan berwajah dingin itu. dan ada diantara mereka menggeleng kalau tidak pernah melihat pria itu.


Ada yang berpendapat mungkin dia salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan ini.


Nabila, yang melihat Leticia sedang asyik bermain ponselnya. menyikut Leticia agar melihat ke arah depan.


"Cia, bukannya pria itu yang sejak tadi kamu cari?" ucap Nabila.menunjuk ke arah Alfonso dengan menggerakkan alisnya.


Leticia yang melihat ke arah depan, sempat tidak percaya, pria angkuh dan dingin itu bisa mempesona seperti ini.mulutnya sedikit terbuka matanya membulat.


"Dasar angkuh, lihat saja tatapannya seperti singa lapar, huftt."batin Leticia.


Alfonso, membius semua mata yang memandang dirinya. tapi sikapnya yang dingin dan tatapan tajamnya membuat semua orang segan untuk menyapanya.


Glen, tersenyum. dengan sikap Leticia yanng berubah,sedikit menunduk ke Stefani dan berbisik,


"Lihat Cia, sepertinyan dia bahagia melihat Alfonso datang."bisik Glen ke telinga Stefani.


"Sayang, kamu ko sekarang suka ngegosip ya?" balas Stefani. karna sedikit tidak nyaman dengan deruan nafas Glen ke arah telinganya.


Glen terkekeh, karna melihat reaksi Stefani yang berbeda.


Acara, dimulai. Walker membuka acara. selanjutnya mempersilahkan Alfonso memberi kata sambutan sekaligus memperkenalkan dirinya.dan para SPG yang menawarkan parfum di depan Ballroom sudah banyak yang berminat dan membeli.


Selama Alfonso memberi kata sambutan, mata Leticia tidak pernah berhenti memandang Alfonso.


" Aku minta maaf, mungkin, banyak bahkan semua yang hadir disini.sama sekali belum pernah melihat aku, itu dikarnakan, aku jarang berada di Spanyol. aku lebih suka traveling. dan pak Walker orang yang aku percayakan mengurus perusahaan ini. karna bisa mengerjakan semua dengan baik dan lancar. untuk itu aku berterima kasih. kepada Pak Walker." ucap Alfonso.


Setelah selesai memberi kata sambutan. Mata Alfonso tertuju dikursi paling depan, memandang wanita cantik tanpa berkedip sedikitpun.


Semua, menepuk tangan. setelah mendengar kata sambutan dari Alfonso. banyak yang saling berbisik kalo Alfonso, memang layak disebut Ceo. bagaimana tidak memiliki wajah yang tegas, tampan dan berwibawa akan membuat semua bawahannya segan.begitulah bisik-bisikan para tamu undangan.


Acara, selanjutannya pemotongan pita .yang menandakan parfum ini siap edar.setelah, selesai pemotongan pita.


Alfonso, berjalan ke arah Leticia. yang duduk kursi bagian depan bersama para pemegang saham dan ke empat teman Alfonso.


Nabila, yang melihat Alfonso berjalan ke arah Leticia, berdiri dan memberi tempat, bagi Alfonso duduk bersebelahan dengan Leticia. layaknya sepasang kekasih yang hadir di undangan.


Leticia, yang tidak percaya dengan aksi Alfonso. sempat gugup, tapi tidak dengan wajahnya yang merona dan bibirnya yng sedikit tersenyum disudut bibirnya.


" Apa aku bisa duduk disini?" tanya Alfonso.


Leticia yang gugup hanya mengangguk, dan tersenyum.


Alfonso, mendudukkan tubuhnya. dan kembali fokus melihat ke arah panggung. karna ada beberapa artis yang diundang menghibur di acara ini.


Leticia yang mencoba tersenyum ke arah Alfonso yang sejak tadi diam dan fokus ke depan.


"Pria ini, manusia apa batu, diajak senyum ng balas padahal dianya yang datang duduk disini. huft bikin ng nyaman saja. dasar es batu."batin Leticia kesal.


Alfonso berbalik ke arah Leticia, mempersilahkan berdiri untuk mengambil makanan.


"Mari, ayo."ucap Alfonso ramah.


Leticia seperti terbius dengan suara Alfonso berdiri dan berjalan bersam ke arah hidangan makanan, pramusaji datang memberikan alat makan.Glen dan yang lainnya hanya tersenyum melihat sikap Alfonso.


"Cantik."satu kata pujian buat Leticia dari mulut Alfonso terdengar sangat jelas oleh Leticia dan ke empat temannya.



__ADS_1


Visual Leticia dan Alfonso saat acara launching.


__ADS_2