SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
aku tidak menjanjikan bulan dan bintang.


__ADS_3

Karla tersenyum, dengan ragu tangannya meraih tangan Leticia.


''Sudah, berapa bulan?'' tanya Karla sambil tersenyum.


''Sudah masuk enam bulan. aku, dengar kalau kamu juga tengah hamil apa itu benar?''jawab Leticia. tangannya, menggenggam tangan adek sambungnya.


Karla, melirik ke arah sang suami yang sedang bercerita dengan Alfonso, Gareth, Glen, Andre, dan Kevin sambil tersenyum. kemudian, kembali menatap Leticia.


'' Iya, benar usia kandunganku dua bulan.'' jawab Karla ragu ragu. kwatir didengar Felisia.


'' Sudah jangan kwatir, mommy pasti mengerti. hmmm.''' sambung Leticia sambil tersenyum.Karna, Leticia tau kalau Karla pasti takut didengar Felisia.


'' Mommy?" tanya Karla. tangannya menunjuk ke arah Felisia.lalu, menatap Leticia dengan penuh pertanyaan.


Leticia, mengangguk sambil tersenyum.


'' iya mommy.'' jawab Leticia menekan.


Felisia, yang sejak tadi melihat kedua putrinya bercerita. datang dan ikut bergabung. sedangkan para pria sudah membentuk kelompok sendiri mereka membahas saran yang dikasih Leticia untuk berhenti menjual organ manusia.


'' Iya, nak. kamu dan Leticia. sama sama anaknya mommy.jadi, Karla kamu dan Leticia. kakaK beradik.'' ucap Felisia. sambil menatap kedua putrinya bergantian.


Karla terperanjak, ia hampir tidak percaya, kalau Leticia kakak sambungnya. karna, selama ini yang dia tau Leticia hanya istri dari boss besar mereka.


Dengan, ragu karla merentangkan kedua tangannya. lalu, memeluk sang kakak dengan perasaan penuh cinta. tidak ada, rasa marah atau dendam. karna perbuatan Alfonso pada dirinya. melainkan ia bersyukur dia memiliki seorang kakak yang begitu baik dan cantik.


Leticia, yang sudah mengetahui dari Alfonso dengan tidak ragu memeluk Karla.


''Sekarang, kamu sudah tau semuanya. untuk itu sekali lagi aku minta maaf untuk kejadian dimasalalu. sekarang terserah kamu, bisa maafkan kakak dan kakak iparmu atau tidak, itu tergantung dari hatimu.'' ucap Leticia.tangannya menepuk pelan punggung Karla. karla menggeleng.


lalu..,


Karla, melepas pelukannya, sambil menatap dalam sang kakak.


''Kak? aku, tidak pernah memiliki rasa dendam untuk kakak ipar. aku, tau kakak ipar melakukan semua itu karna sebuah alasan.kita, tidak perlu terus melihat kebelakang, melainkan mari kita bersatu.dan kita melangkah kedepan dengan membuang semua dendam yang terjadi di masalalu.saat ini, kita akan menjadi orang tua. tidak baik kalau masih memiliki rasa dendam satu sama lainnya.'' sambung karla sambil menatap sang kakak.


''Terima kasih, La.kakak, juga berpikir seperti itu.'' jawab Leticia . tangannya meraih tangan Karla. mereka berdua saling menatap.


''Ehemm.., mommy diabaikan?'' seru Felisia. yang sejak tadi hanya menyimak kedua putrinya bicara.


'' Mommy.'' ucap karla dan Leticia serentak. lalu keduanya memeluk Felisia dengan penuh cinta.

__ADS_1


''Anak anak ku. maafin mommy yang belum sempurna ini. yang pernah mengabaikan kalian berdua, terutama kamu Leticia.'' ucap Felisia menitikkan air matanya.


'' Tidak, mommy sudah sangat sempurna untuk kami, kejadian masalalu itu karna keadaanlah yang memaksa.'' jawab Leticia dan diangguki Karla.


''Terima kasih putri putriku atas pengertian kalian.'' sambung Felisia.dan kembali mengeratkan pelukannya untuk kedua putri tercintanya.


''Seandainya Tuhan ciptakan waktu berjalan dua arah biar aku bisa mengulang masalalu buat menghapus semua penyesalan ku.'' sambung Felisia lagi.


'' lupakan penyesalan mommy, sekarang saatnya mommy menikmati kebahagian .'' sambung Leticia dan akhirnya diangguki karla dan Felisia.


Setelah, saling melepas rindu dan bermaaf maafan. Felisia, Leticia dan Karla. akhirnya kembali duduk disofa dan bercerita tentang masa masa yang mereka lewatkan saat masih sama sama sendiri.


***


Pelayan, datang mengantar minuman, camilan dan beberapa macam buah yang sudah dipotong.


'' Sayang, ini ada buah apel.'' panggil Alfonso yang melihat ada potongan buah apel yang dibawa oleh pelayan, dan diletakkan atas meja. dengan, segera Alfonso membawakan untuk Leticia.


'' Iya, terima kasih.'' jawab Leticia. dan menerima potongan apel yang tersusun rapi di plate kecil dari tangan Alfonso.


'' Ini, ambil buahnya.'' tawar Leticia pada Karla juga.


'' iya, terima kasih kak.'' jawab Karla mereka pun makan buah bersama.


''Mommy, tau. kalau selain aku yang nanti memberikan cucu untuk mommy. ada lagi yang datang tidak sendirian juga.'' ucap Leticia sembari mengunyah buah apelnya.dan mengedipkan matanya ke arah Karla.


Felisia, mengerutkan dahi.


'' Maksudnya, bagaimana nak.'' tanya Felisia penasaran.


'' Maksudnya, selain aku, Karla juga sedang hamil mom.'' jawab Leticia lagi. Karla, hanya tersenyum pada Felisia.


''Karla, that's true? you pregant?" tanya Felisia. matanya berkaca kaca.


Karla, mengangguk.


'' yes, mom. maaf, karna belum mengatakan ini pada mommy.'' jawab Karla dan memeluk sang mommy.


'' Hei.., kalian berdua. akan memberi hadiah yang sangat berharga untuk mommy? ini bukan mimpi kan anak anakku.'' tanya Felisia sambil mengelus perut rata karla.


Karla, dan Leticia menggeleng.

__ADS_1


'' No, mommy. is not dreaming.mommy is going to be a grandma."jawab Leticia. Karla, hnya bisa mengangguk.karna, dia pikir mommynya akan marah dengan kehamilannya, tapi justru mommynya menyambut kabar baik ini dengan sangat bahagia.


'' Siapa, ayah dari anakmu?" tanya Felisia penasaran.tangannya, mengelus perut sang putri yang masih rata.


'' hmmm.., dia yang tadi memperkenalkan diri di mommy.'' jawab Karla. dengan ragu.


Leticia, hanya menggelengkan kepala, melihat sang mommy yang begitu bahagia.


''Nak, Steward? jadi, kalian.'' sambung Felisia. sambil menatap dalam bola mata sang putri.


'' ya, mommy.'' jawab Karla mengangguk.


Dengan menggandeng tangan kedua putrinya Felisia berjalan ke arah ruang keluarga. merekapun bergabung dengan para pria.


Leticia memilih duduk bersama Alfonso. sedangkan Karla masih terus duduk didekat Felisia.


Alfonso, yang mendapat bisikan dari Leticia, mengenai pernikahan Karla. akhirnya mulai berbicara.


''Steward, bagaimana dengan rencana pernikahan kamu dan Karla?" tanya Alfonso, yang berhasil membuat semua menatap ke arah Steward dan Karla.


Steward, yang salah tingkah hanya tersenyum melihat ke arah Karla.


''Sayang? help me explain to your parents.[sayang, bantu aku jelaskan ke orangtuamu].'' pinta Steward pada karla.


'karla, yang mendengar permintaan sang suami hanya tersenyum dan mengangguk.


'' yes, i know honey.'' jawab Karla.


'' mom, dad. Karla dan steward minta restu. kami ke sini untuk meminta ijin untuk mengesahkan pernikahan kami di gereja. karna, sebentar lagi kami akan memiliki bayi.'' ucap Karla. dan diangguki Steward.


'' Nak, Steward, apakah itu benar? putri kami juga tengah hamil?" tanya Mason. karna belum mengetahui kehamilan Karla.


'' Ya, benar daddy. kami datang untuk meminta ijin. karna karla sudah hamil dua bulan.'' jelas Steward. matanya menatap Karla dan terus senyum.


Gareth, dan yang lainnya. hanya diam dan mendengar karna mereka sudah mengetahui terlebih dahulu dari steward.


'' iya, tidak masalah kami orangtua selalu mendukung apapun keputusan anak anak. karna, kami tau keputusan kalian pasti yang terbaik. ingat pernikahan bukan suatu permainan.'' jawab Mason dan melihat ke Felisia.


'' iya, benar apa yang dikatakan daddy itu benar. pernikahan satu ikatan yang sakral. oleh karna itu pastikan keputusan kalian itu sudah benar dan tepat.'' sambung Felisia tangannya terus menggenggam tangan Karla.


'' Mom, dad. Steward tidak menjanjikan bulan dan bintang. tapi, Steward berjanji. akan menjaga karla sepenuh jiwa raga Steward.akan mencintai karla lebih dan lebih lagi disetiap hari. akan, merawat anak anak kami dengan sebaik baiknya. steward berjanji akan menjadi suami dan ayah yang sempurna.'' janji Steward.

__ADS_1


Matanya, menatap dalam bola mata sang istri. mata Karla berkaca kaca saat mendengar janji Sreward untuk kedua orangtuanya didepan para sahabat, Leticia dan Alfonso.


__ADS_2