
Leticia, terus makan tanpa berkata kata. begitupun, dengan Alfonso bukannya nikmatnya makanan yang dirasakan Leticia, melainkan rasa rindu yang selama ini iya masakan sang ibu akhirnya terwujud.
Leticia, makan dengan begitu lahap. Ia, terus terus makan tanpa menghiraukan Felisia dan Mason yang duduk disamping dirinya dan Alfonso.
''Inikah, rasanya masakan seorang ibu,selain nikmat, rasanya berbeda ada cinta didalamnya. walaupun terlambat aku sudah merasakan masakan mommy. aku bisa menulis ini di diaryku.'' batin Leticia. Dan terus makan kuah dari Fabada Asturiana sampai tidak ada tersisa dimangkok milik Leticia.
Alfonso, juga begitu menikmati makanan Felisia, emang sejak dulu Alfonso di didik oleh Rudolf kalau makan berarti harus diam.selain menikmati masakan Felisia yang memang benar benar enak. Alfonso tiba tiba merindukan sosok Katrin, yang membuat dirinya menghentikan gigitan pastel yang ada ditangannya.
''Bunda, apakabar disana bun. Al, kangen masakan bunda selalu terasa dilidah Al.tak, pernah keasinan, tak pernah hambar.tolong siapkanlah makan itu lagi untukku saat ini bunda.karna aku tak dapat menemukam selera makan yang sama seperti ketika aku aku mencicipi masakanmu yang tak ada duanya.'' batin Alfonso dalam hati.
''Oh Tuhan, kuatkan saya. supaya saya tidak mudah emosi.ingatkan saya kalau orang orang disekitar saya ini adalah keluarga saya bukan musuh saya, aku mohon Tuhan bantu aku dalam hal ini!" batin Alfonso. yang menahan air matanya dipelupuk matanya.
Felisia dan Mason, terus tersenyum melihat anak dan menantunya menikmati masakan Felisia.
''Bagaimana, nak Alfonso. masakan mommy cocok enggak dilidah kamu?" tanya Felisia yang penasaran.karna sejak tadi mereka diam tanpa suara.
Dengan senyum yang dipaksa Alfonso melihat ke arah Felisia.
''Enak, bangat mommy.sepertinya aku akan kangen masakan mommy kalau tidak dimasakin lagi.'' jawab Alfonso.sambil tersenyum yang mengandung makna.
''Kalau, kamu dan Cia tidak keberatan mommy akan memasaknya tiap hari.nanti akan diambil oleh pengawalmu atau diantar daddy." jawab Felisi sambil melirik ke arah Manson. yang hanya tersenyum melihat kedua anaknya.
"Iya, enggak apa apa. daddy enggak ada kegiatan paling juga hanya ada kegiatan paguyuban Lansia saja. itu pun, tidak setiap hari ada."jelas Mason.sambil tersenyum.
Leticia, menganggukkan kepala. saat mereka sedang asyik makan tiba tiba ada suara yang berisik berjalan mendekati ke arah ruang makan.
"hmmm...,itu para pengacau sudah pada datang.'' ucap Alfonso. yang mendengar suara sahabat sahabatnya dan kedua sahabat Leticia.
Felisia dan Mason. yang, belum mengerti maksud dari Alfonso bingung dan menatap ke arah Leticia yang lagi menikmati cream catalananya.
''Glen dan temannya mom.'' sahut Leticia yang mengerti akan tatapan sang mommy.
'' Emangnya, mereka kenapa Nak Alfonso.'' tanya Felisia yang penasaran.
''Sepertinya mommy harus masak yang lebih banyak lagi.karna yang lagi berisik didepan itu perutnya ukuran perut gajah.'' sambung Alfonso. yang sudah paham akan perut sahabatnya. yang membuat semua tertawa.
__ADS_1
'' Cia...,'' teriak Stefani dan Nabila. dengan berlari menuju ruang makan. langsung memeluk sahabat mereka yang sebentar lagi akan menjadi ibu muda ini.
''Jam, berapa ini sudah makan lagi bumil?'' goda Stefani. tangannya meraih Pastel yang diletakkan diatas meja. tanpa ijin atau permisi Stefani langsung menggigitnya.
''Hmm.., kebiasaan.'' seru Leticia.sambil memukul pelan tangan Stefani.
''Hehehehe.., mommy daddy, Al.'' sapa Stefani sambil terus menggigit pastel yang ditangannya.
''Kebiasaan lama dia, emang enggak pernah dirubah.'' sahut Nabila. dan ikut mengambil pastel dimeja.
'' kamu, juga masih enggak berubah.'' seru Stefani dan Leticia. serentak.
Alfonso, Mason dan Felisia. melihat keakrabatan ketiga sahabat lama itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
''Sudah.., jangan rame rame. mommy akan masak lagi.'' sambung Felisia. kemudian menarik kursi dan berdiri. berjalan ke arah kulkas untuk mengambil bahan bahannya.
''Aku, mau bantu mom.'' teriak Stefani yang masih berjalan ke arah kamar Glen untuk meletakkan tasnya begitupun Nabila yang menitip tasnya untuk Stefani.
''Ya, sini sekalian belajar untuk kelak bisa masak untuk suami kalian.'' jawab Felisia yang mulai menyiapkan bahan bahanya diatas meja.Nabila, mulai mencuci sayur sayur. Felisia mulai menyiapkan bumbu bumbunya.
'' Mommy, aku mandi dulu. cape bangat sekalian mau istirahat. Nad kamu dan Fani masak sama mommy ya. aku istirahat dulu .'' ucap Leticia .kursinya ditahan Alfonso digeser kebelakang. tangannya memegangi pinggangnya, Leticia berdiri dengan bantuan Alfonso.
'' Iya, nak. istirahat saja mommy uda ada teman ngobrol disini.'' jawab Felisia.
''Mommy,. Al antar Cia istirahat dulu.'' sambung Alfonso.
''Iya, nak. kamu juga istirahat nak kasihan tiap malam begadang jagain Cia. kamu juga pasti cape.'' jawab Felisia. yang tidak lupa memberi perhatiannya untuk menantu tercintanya.
''Siap, kakak ipar tenang saja. ada kami disini.'' teriak Nabila dan disahut Stefani yang sedang lari menuruni anak tangga untuk ke arah dapur.
Felisia dengan dibantu dua perusuh menurut julukan yang diberi Leticia untuk kedua sahabatnya itu.
Para pelayan, hanya berdiri menunggu apa yang akan mereka kerjakan.
'' Kalian tinggal istirahat saja. enggak apa saya ditemani dua gadis rajin ini.'' ucap Felisia pada para pelayan. karna, Felisia tau mereka juga pasti cape. kerja, dari subuh sampe siang belum istirahat.
__ADS_1
Alfonso, dan Leticia menaiki anak tangga menuju ke kamar.
''Sayang, setelah ini kamu istirahat dikamar saja. aku dan teman teman masih bahas masalah pernikahan Glen di gedung belakang.'' ucap Alfonso, sambil menggandeng tangan Leticia untuk berjalan ke arah kamar mandi.
Pintunya dibuka Alfonso, kemudian Leticia berjalan masuk ke kamar mandi. dengan bantuan Alfonso Leticia melepas baju yang dikenakannya, karna ukuran perutnya yang sudah sangat besar membuat dirinya susah untuk menunduk.
Alfonso, dan Leticia seperti biasa selalu mandi bersama. setelah, beberapa menit mereka pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk. berjalan ke arah lemari.
Alfonso, mengambilkan baju untuk Leticia dan dirinya. setelah Alfonso mengenakan bajunya. dengan telate, Alfonso membantu Leticia mengenakkan baju Leticia. tidak lupa Alfonso memberi kecupan diperut sang istri lalu mengajak ngobrol anak anaknya sebentar.
kemudian, Leticia berjalan ke arah sofa dan duduk untuk menyalahkan tivi menonton drama korea kesukaannya.
''Sayang, minum obat dulu. saya, akan menghubungi dokter Grace ke sini sebentar pukul 7 malam , untuk melakukan Usg dan pemeriksaan lagi.'' jelas Alfonso, lalu, memberikan obat yang ditangannya untuk sang istri.
'' hmm.., enggak apa apa. aku juga ingin tau perkembangan anak anak kita seperti apa sekarang.'' jawab Leticia.lalu, mulai minum obatnya.
Alfonso, meletakkn cangkir dan botol obatnya, kemudian duduk disamping Leticia. satu kecupan mendaarat dikening Leticia, kemudian menyenderkan tubuhnya disofa.
''Sayang, ayo aku antar tidur, setelah ini aku bisa kumpul sama anak anak dan daddy diluar enggak enak sama dadduy aku tinggal ke kamar seperti ini.'' bujuk Alfonso. karna Leticia enggan berdiri dari sofa.
''hmmm.''' ucap Alfonso lagi sambil menatap wajah sang istri.
''Aku, mau tidur tapi dipeluk kamu.'' jawab Leticia mencebik.
'' Iya iya kita tidur bareng tpi setelah itu aku keluar ya sayang.'' jawab Alfonso lagi tangannya mengelus elus perut sang istri. Leticia, mengngguk manja.
''Ayo, sayang, sekarang uda enggak isa digendong.'' goda Alfonso,tangannya meraih tangan leticia lalu digandengnya ke arah ranjang. Leticia yang mendengar godaan Alfonso hanya mencebik.
Alfonso, membantu Leticia, berbaring diranjang. lalu Alfonso duduk dan mengambil buku cerita, Alfonso, mulai membacakan cerita princes aurora untuk anak anaknya. tangannya yang satu dengan lembut memijit kaki Leticia.
Tidak menunggu beberapa lama Leticia sudah terlelap. Alfonso, meletakkan bukunya diatas nakas, lalu memberi kecupan dikening dan perut sang istri.
Lalu, tangannya menarik selimut menutup untuk menutup tubuh Leticia. setelah yakin sang istri sudah nyaman dengan tidurnya. Alfonso, dengan perlahan berjalan keluar tangannya meraih handle pintu. lalu membukannya dengan hati hati agar tidak membangunkan Leticia.
****
__ADS_1
ini visual ke bab yang akan menuju tamatπππ