
Setelah selesai minum teh herbal, Leticcia yang merasa perutnya sudah lebih baik. menarik selimutnya, lalu menutup matanya dengan perlahan dan berjalan ke dunia mimpi.
*************
Di California saat ini sudah pukul empat sore, Alfonso yang sudah selesai melepaskan emosinya di kamar pribadi miliknya. karna , termakan hasutan Blake, akhirnya berjalan keluar dari kamar dengan tangan yang masih dililit forban luka.
Ceklek...,
Pintu, kamarnya dibuka .dan Alfonso berjalan keluar dari kamar menuju toilet. dengan tatapan mata yang kejam dan wajah yang dingin, Alfonso terus berjalan menuju toilet.
Setelah beberapa menit di berlama ditoilet, Alfonso berjalan keluar dengan sebuah wadah berisi urin menuju ruangan sekapan Blake dan Carla.
Pintu di tendang Oleh Alfonso.
Plakkk....,
Bunyi tendangan Alfonso,. berhasil membuat Blake yang lagi tertidur di lantai, kaget dan duduk. Carla seperti biasa tidak peduli, dan masa bo..doh.
Alfonso, yang wajah dan hatinya saat ini penuh amarah dan kebencian. dengan Cepat tangannya meraih sabuk besi berduri. dan tangan kanannya meraih kerah baju Blake untuk berdiri.
lalu..,
Kembali melempar tubuh Blake ke lantai lagi.
Brukkhhh..,
''brengks*k lu putra Rudolf.ingat lu akan mendapatkan pembalasannya nanti setelah ini.'' teriak Blake dengan berjongkok dan mengumpulkan tenaganya Blake berusaha bangun dari lantai.
Tapi...
Belum sempat terbangun dari lantai. Alfonso sudah melepaskan pukulan sabuk besi ke tubuh Blake'
plakk...plakk...plak...
bunyi pukulan sabuk saling bersahutan.
"Ayo, lawan Blake Cristope! brengse*k lu. ingat umurmu cuma sampai hari ini saja. tapi, aku tidak akan melepaskan kau sebelum aku puas menyiksamu."Oceh Alfonso dan tangannya terus melepaskan pukulan dengan rantai berduri ke tubuh Blake.
plakkkk...,plakkk...,plakkk...,
bunyi pukulan rantai saling sahut bersahutan terus menerus.
Tapi, Blake tidak menyerah begitu saja. dengan keadaan yang sudah sekarat Blake menatap tajam ke arah Alfonso.
lalu..,
''ciuhh...,
Blake berdecih,
Carla yang melihat, Blake dipukul seperti itu hanya menutup mata dan telinganya, dan menggigit bibir bawahnya.sambil melihat ke pojok ruangan.
Alfonso yang geram karna Blake berdecih,dengan cepat berjalan ke arah meja yang terletak di pojok kanan ruangan dan membawa wadah yang berisi urin ke hadapan Blake.
lalu..,
Alfonso memanggil Gareth yang menonton dari depan pintu,untuk masuk ke ruangan,
''Gareth masuk.''panggil Alfonso.
Dengan bergegas Gareth masuk ke dalam ruangan.
ceklek..,
Gareth mendorong pintu ruang dengan secepat kilat Gareth meleset masuk ke dalam ruangan sekap.dengan menggesek gesekkan ke dua telapak tangannya Gareth menatap ke arah Blake,
'''Al, sebentar aku olahraga tangan sebentar.sudah lama tidak olahraga tangan.'' ucap Gareth.
''lakukan semampu yang kau bisa Reth.tapi ingat jangan sampai dia tewas. karna aku masih ingin menyiksa dia hingga malaikat maut saja malas menjemput dia.'' jawab Alfonso.sambil memperbaiki ikatan forban luka ditangannya.
Gareth yang sudah mendapat ijin segera berjalan mendekati ke arah Blake .
Dan..,
plakk.., plakkk.., plak.., tendangan bertubi tubi melesat ke tubuh Blake. Blake yang hanya berusaha menghindari pukulan dengan memiringkan tubuhnya ke kiri dan kanan.
tapi..,
tetap saja, mengenai tubuhnya dan dua kali pukulan tepat di wajah Blake yang menyebabkan hidung Blake berdarah.
Darah berceceran di mana mana, karna Blake menyeka dengan tangannya hingga menetes kesembarang lantai.
Lalu..,
Blake ,berusaha mengumpulkan tenaganya. dan dengan perlahan berdiri untuk melawan Gareth.
Tapi..,
baru satu langkah berjalan.
Brukkh..,
Blake jatuh tersungkur lagi, Alfonso dan Gareth yang melihat Blake jatuh dan tersungkur saling menatap.
Dan..,
Hahahaha..,
Mereka tertawa bersama.
''Udah Gareth pegang kepalanya dia butuh air special.''ucap Alfonso sambil membawa wadah yang berisi urin tadi ke arah Blake.
Carla yang melihat itu langsung merasa mual dan tiba tiba.
uekkk..,uek..,
Carla muntah karna tidak tahan dengan bau pesing urin dari Alfonso.
'' Aku bersumpah,kalian akan mendapatkan balasan setimpal dengan perbuatan kalian. ingat itu putra Rudolf.''teriak Blake yang berusaha melepaskan diri dari pegangan Gareth.
Alfonso makin geram karna ucapan Blake.
''Pegang dia dengan benar Gareth.'' perintah Alfonso yang sudah mulai naik pitam.
Steward, yang melihat Gareth susah mengatasi Blake. akhirnya, berlari masuk ke dalam ruangan membantu membuka mulut Blake.
Alfonso yang melihat mulut Blake terbuka dengan sempurna, dengan cepat menuangkan urin ke dalam mulut Blake.
Lalu ...,
Alfonso memencet hidung Blake agar Blake bisa menelan urin yang dikasih Alfonso.
__ADS_1
Grokk.., grokkk.., grokk..,
Bunyi urin, didalam tenggorokan Blake.karna Blake berusaha untuk memuntahkan urin, dengan gerak cepat Gareth mendengakkan kepala Blake dan berhasil. urinnya tertelan habis oleh Blake.
''Sudah lepaskan, biar dia mengambil napas dulu.merasakan bagaimana nikmatnya urin didalam perutnya,'' ucap Alfonso.
Karna,sudah mendapat perintah dari Alfonso. akhirnya, Gareth dan Steward melepaskan Blake dengan melemparnya ke lantai.
Brukkhhh..,
Kemudian..,
Alfonso melihat ke arah Gareth.
''Reth, periksa stok ginjal dan kornea mata masih ada berapa kantong di ruangan pendingin,[organ tubuh akan tetap awet kalau disimpan di ruangan pendingin hingga bertahun bertahun lamanya,] kalau masih banyak segera hubungi dokter Lee untuk melakukan transaksi. tapi, kalau dokter Lee belum membutuh kan segera hubungi Glen untuk menghubungi tuan lopes di Rusia.'' perintah Alfonso.
Gareth, segera berjalan keluar dari ruangan sekap dan menuju ruangan pendingin tempat menyimpan organ organ tubuh.setelah memastikan berapa kantong yang tersisa, Gareth segera menghubungi dokter Lee untuk melakukan transaksi organ.
Dan,dokter setuju untuk melakukan transaksi kornea mata, sedangkan ginjal transksi dengan tuan Lopes dari Rusia. setelah semua beres Gareth segera berjalan lagi ke arah ruang sekap Blake.
'' Al, kornea mata masih ada 20 kornea mata yang artinya 10 pasang kornea mata dan ginjal masih 15 ginjal.dan kornea mata berhasil dibeli dokter Lee.'' ucap Gareth.
''Lalu.'' jawab Alfonso sambil memasang peluru di pistolnya.
cekrek.. bunyi suara pistol membuat Carla dan Blake bergidik ngeri.
''Soal ginjal ,tadi Glen mengatakan kalau tuan lopes yang membeli semuanya bahkan transaksinya sudah beres dilakukan oleh tuan Lopes tinggal pengiriman saja.'' ucap Gareth lagi.
''great joob.''jawab Al. sambil berjalan ke arah Blake dengan membawa pistol ditangannya.
dengan menaruh pistol didagu Blake.
''Tidak ingin meninggalkan pesan.atau berbicara sesuatu sebelum saya mengirim kau ke neraka, berkumpul dengan temanmu sergio.hhmm.''tanya Alfonso pada Blake,
Blake menatap tajam ke arah Alfonsso, dan sengaja memancing amarah Alfonso.
''Saya puas menjatuhkan jabatan ayahmu dari CiA, dan puas saat melihat ayahmu tertunduk malu di persidangan pelepasan jabatan dengan tidak hormat,melihat reaksi ayah mu tertunduk malu dan digandeng ibu mu keluar dan melihat dari jauh bagaimana kecil mu dulu menangisi ayahmu yang tewas tergeletak dilantai. saat Sergio menyuruh Kiel berpura pura menjadi pelayan ayahmu dan memberi racun lewat minuman dan berhasil Rudolf tewas.dan bagaimana reaksimu menangisi ayahmu yang tewas dan kamu tidak bisa berbuat apa apa. apa lagi melihat ibumu diperkosa hingga tewas dan dilempar ke kandang singa.hahahah sangat sadis bukan.'' teriak Blake ke Alfonso.
Alfonso yang mendengar itu serasa ditampar, Al menutup matanya sesaat lalu membukanya lagi.
'' Karna itu saat ini aku membalasnya.'' teriak Alfonso dengan berlari ke depan Blake melepaskan tonjokan berulang ulang dikepala Blake.
Lalu..,
Melihat ke ararh Carla.
''Ward tarik putri bajingan itu ke sini juga.hari ini mereka berdua akan saya kirimkan mereka ke neraka.'' ucap Alfonso.
Rahangnya mengeras terdengar jelas bunyi gertakan gigi Alfonso ,lalu mengepalkan tangannya.
Steward yang mendapat perintah segera menarik rambut karla ke arah blake.
''lepaskan semua pakaiannya.''perintah Alfonso lagi.
Dengan..,
Secepat kilat Steward melepas semua pakaian di tubuh Carla.
''Mau kamu apakan aku para iblis.''teriak karla.
''tutup mulutmu wanita pel.,a...,cur.'' jawab Alfonso.
''Lihat kegilaan saya Blake cristoper, ini pembalasan kesakitan ke dua orangtua ku.lihat ini.''teriak Alfonso yang tidak bisa mengontrol emosinya lagi kalau sudah berkaitan dengan orang tuanya,
dorr...
satu tembakan tepat di paha Carla.
Carla menjerit..
''Bang..,s*t kau pria iblis.'' teriak Carla di tengah tengah kesakitannya,
"bangs*t teriak bangs* t ." jawab Alfonso
Dan.. ,
Alfonso,melihat ke arah Gareth dan memberi kode dengan menggerakkan kepalanya.
Gareth, yang mengerti maksud kode dari Alfonso.segera berjalan mendekati Carla lalu memaksa karla untuk melayani dirinya.
Awalnya,ditolak Carla. tapi karna rambutnya di tarik paksa oleh Gareth ke belakang, akhirnya Carla mau menghisap milik Gareth dengan pukulan dari stewad di bo...ko..ngnya.
Dengan maju mundur Carla terus menghisap milik Gareth layaknya lolipop. tanpa Karla sadari. Carla terbawa suasana suara desahan terdengar diruangan itu.
Acchhh..,ouchhh...fu..ck...,me please teriakan era..,ngan keluar begitu saja dari mulut Carla.
Alfonso yang mendengar desahan Carla langsung tertawa geli.
''hahahaha. menji..,ji..k..kan dasar turunan mes,..um .'' ucap Alfonso sambil berdecih..
ciuhh..,
Steward yang mengdengar ucapan Alfonso sengaja menggoda AL.
''Al, ayo sini gantian enak lho gratis.'' panggil Steward sambil terus memompa Carla sesekali memberi pukulan di bo...,,k..,,ong Carla.
'' come on.., '' erangan G areth karna semburan vanila nya sudah di puncak untuk bersiap melepaskan di mulut Carla.
Dengan menarik rambut Carla, Gareth semakin mendorong miliknya masuk ke dalam rongga mulut Carla.
''Ouchh..,, i'm coming baby.'' erang Gareth sambil membiarkan Carla menelan semua semburan vanila putih miliknya.
Dibelakang Steward terus memberikan goyangan cepat.
bunyi penyatuan dua benda kenyal terdengar sangat jelas membuat Blake menelan salivanya.
Gareth ke toilet membersihkan dirinya sesaat setelah membersihkan tubuhnya Gareth kembali ke ruangan.
''Al, kamu ng pengen ngerasain servisan si ja..,lang ini.'' tanya Gareth sambil membantu Alfonso mempersiapkan alat alat untk pengambilan organ nantinya.
''Ogah, saya sudah cukup dibekali istri saya, dan saya tidak mau mengotori tubuh saya dengan wanita sampah seperti dia.'' ucap Alfonso sambil melirik ke arah. Gareth.
''yah i see., mafia bucin.'' ucap Gareth sambil tertawa.
'' bucin sama istri itu harus.'' jawab Al.
Steward masih bertempur panas dengan goyangan cepat,
celap celep celap.., begitu bunyi goyangan Steward.
achh,,, come on baby teriak Carla..dengan terus mendes..,,ah,meng..era..ng.
__ADS_1
disambung gelak tawa Gareth dan Alfonso.
''gila lu Ward, tenagamu kuat bangat,'' goda AL.
Tapi tidak dihirau kan Steward.
plakk..,
bunyi pukulam Steward di bo...ko..ng Carla.
Akhirnya hampir 30 menit bertempur Steward mengera..rang
'' oh,.. baby i'm coming.'' teriak Steward sambil meng..erang dan cepat menca..but miliknya dari milik Carla dan memasukkan ke mulut Carla.
Dengan lahap Carla membersihkan milik Ward dengan lidahnya tanpa ada disisa sedikitpun.
karna sudah puas Steward berjalan keluar ke arah kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Dan..,
Carla tergeletak lemas di lantai dengan tubuh polosnya membuat Al tersenyum sinis.
Steward, kembali k ruangan karna semua persiapan sudah selesai.
Alfonso, berjalan ke arah Blake yang tergeletak menunggu ajal datang menjemput.dengan menendang bo...ko..ng Blake,
''bangun, semua kesempatan mu sudah selesai.''ucap Alfonso.sambil berjalan ke arah meja mengambil sabuknya lagi.
Alih alih berpikir Blake benar benar lemah dan tidak mampu melawan, dengan tidak di sadari Alfonso, Blake bangun dan melepaskan satu pukulan tepat dipunggung Alfonso.
PLAKK..,
Alfonso tersungkur ke depan
''Shiff..,'' maki Alfonso.
Alfonso bangun dan membenarkan baju. kemudian dengan satu tendangan melayang didada Blake.
Dan..,
plakk..,
Blake terjatuh lagi.dengan cepat Alfonso menarik pelatuknya dan mengarahkan ke arah Blake.
'' Good bye. selamat bergabung dengan si bajingan di neraka sana tenang nanti akan aku kirimkam putrinya menyusul kalian.''
dan..,
Dorrrr.., dorrr....,dorrr..,
Bunyi tembakan tembakan Alfonso tepat di kepala Blake tiga kali berturut.
Blake terjatuh dan tewas di tempat.
Setelah memastikkan Blake tewas Al fonso beralih ke Carla.
'' Hai.., pe..,la...,cur..., bagaimana tadi goyangan dari Steward apa kau menikmatinya. kalau sudah puas mari kita bermain main dulu sebelum menyusul ke ayah dan pamanmu. ada pesan yang mau kau titipkan.'' tanya Alfonso pada Carla dengan mengedipkan matanya.
Carla yang melihat Alfonso membawa pistolnya.
''Mau apa pria iblis.'' tanya Carla dengan penuh ketakutan.
'' Bukannya tadi kau sudah dengar apa yang pamanmu katakan sebelum dia tewas, siapa penyebab kedua orang tua ku meninggal. karna itu aku datang untuk mengantar dirimu ke neraka bertemu si ba..,ji.ngan mu di neraka.'' Jawab Alfonso dengan tatapan dinginnya.
''aku tidak ada waktu untuk berdebat denganmu, karna aku sudah sangat merindukan istriku. jadi apa yang akan kau katakan pada ibu mu mungkin saya bisa sampaikan ya itu kalau saya mau.'' tanya Alfonso pada Carla.
Carla tidak bisa menjawab, hanya tetesan air mata yang mengalir tanpa henti.
''ayo katakan.'' terik Alfonso.
karna karla tidak bisa menjawab akhirnya Alfonso melepaskan satu tembakkan di kaki kiri CARLA.
'' Ayo katakan apa yang ingin kau katakan, aku tidak memiliki banyak waktu untuk bermain denganmu. istri ku sudah merindukamn aku.'' Tanya Alfonso lagi.
tapi..Karla tidak menjawab hanya menjerit kesakitan.
dan...,
dorr..,
satu tembakan tepat di bagian lengan kiri Carla lagi,
'' au..,'' jerit Carla kesakitan.
hikzzz..,,,
'' jika daddy yang salah bukannya daddy sudah kau bunuh kenapa harus aku lagi yang menanggung perbuatan daddy.'' teriak Carla.
Mendengar ucapan carla, langkah kaki Alfonsop terhenti,lalu membalikkan badannya sesaat, menatap Carla dengan tatapan tajam
'' Tapi kamu yang menanggung dendam dari ibuku.' jawab Alfonso. dan meneruskan langkahnya untuk melakukan pengambilan organ Blake.
''Mana pisaunya.'' tanya Alfonso pada gareth.
''ini pisaunya.'' jawab gareth sambil menyerahkan pisau ke Alfonso.
srett..., suara pisau saat pengambilan organ Blake, setelah melakukan pengambilan organ dari Blake.
Alfonso memerintahkan anak buahnya membawa potongan Blake ke kandang harimau.hewan hewan buas itu begitu bahagia melihat santapan lezat mereka datang.
Carla yang sudah ketakutan lupa akan sakit tembakan di lengan dan pahanya.
'' Ward,,organnya simpan di lemari pendingin.sebagai stok.'' ucap Alfonso.
lalu..,
Alfonso berjalan ke arah toilet..untuk membersihkan dirinya...,dari bekas darah Blake.
'''''''''''''''''''''''''''''''''''
maaf lagi sibuk jadi telat up nya
sesuai ultah AL.kejutannya esok pagi y.
.
__ADS_1