SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Masih Sakit.


__ADS_3

Tangan Felisia, meraih bahu Alfonso yang sedang menatap Leticia penuh kekwatiran,untuk menenangkan menantunya.


Alfonso, yang mendengar itu merasa sedikit lebih tenang.namun, rasa kwatirnya masih menyelimuti hati nya.bagaimana tidak kwatir karna yang Alfonso dengar ada mitos mengatakan kalau ibu hamil terlalu kecapean bisa menyebabkan kelahiran tidak cukup bulan[ lahir prematur].


''Mom, tapi ada mitos yang mengatakan kalau lebih baik melahirkan diusia kandungan tujuh bulan, daripada, di usia kandungan delapan bulan. katanya, usia kandung tujuh bulan bayi sudah bisa untuk dilahirkan. namun, kalau usia kandungan delapan bulan itu bayi kembali muda.'' tanya Alfonso penuh cemas.


''Tidak ada, bayi kembali muda. justru semakin matang . ya sudah untuk menghindari agar kamu tidak stres. telpon dokter Grace aja ke sini untuk memastikan kalau mommy tidak salah menyampaikan. supaya, biar tau pasti kenapa Leticia mengalami kontraksi palsu. dan, nanti dokter akan kasih penguat kandungan agar tidak terjadi persalinanan prematur.'' jelas Felisia. lalu, menepuk pelan bahu Alfonso sambari tersenyum.


Alfonso, mengangguk mengerti. lalu menatap ke arah Leticia yang sedang melihat sahabat sahabatnya sedang sibuk bakar bakar. bahkan ikut tertawa melihat tingkah konyol Karla yang terus saja makan.


''Masih sakit? hmmm!" tanya Alfonso tangannya mengelus perut besar sang istri.


Leticia, menggeleng.'' sudah lebih baik.sakitnya sudah hilang hanya sekarang anakmu nendang nendang terus ini. coba letakkan tanganmu disini, tendangannya kencang bangat.'' jawab Leticia.tangannya meraih tangan Alfonso lalu meletakkan di bagin perut yang bayinya nendang keras.


''Hehehe, iya sayang.mereka aktif sekali.'' jawab Alfonso. tangannya mengelus pelan perut leticia,. lalu mengecupnya dengan begitu lembut dan lama.


''Sehat sehat ya sayang, jangan dulu keluar tunggu kalau sudah cukup umur ya nak.dan daddy juga akan berusaha cepat pulih. supaya kalian lahir daddy udah bisa merawat kalian sayang sayangku.'' pinta Alfonso. dia mengajak anak anaknya ngobrol dengan harapan anak anaknya mau mengerti dengan kondisi yang saat ini dia alami.


Leticia, tersenyum tangannya menggenggam erat tangan Alfonso.


''Jangan, kwatir tadi kan mommy sudah jelaskan.'' sahut Leticia. sembari mengelus tangan sang suami.


Alfonso menganggukkan kepalanya.''iya, sayang.'' jawab Alfonso dan berusaha tersenyum.


Felisia, menyentuh perut sang putri memastikan kalau Leticia sudah benar benar merasa lebih baik.


''Bagaimana, Nak? masih sakit?" tanya Felisia. tangannya menyentuh perut Leticia.


''Sudah lebih baik, mereka manja minta teh hangat bikinan Nenek." jawab Leticia dengan nada candaan.


'' Nenek akan bikinkan tiap hari kalau kalian suka.asal, jangan bikin ibu kalian kesakitan kasihan ibumu ya sayang sayangnya nenek.'' jawab Felisia. tangannya menyentuh pipi Leticia dengan lembut sembari menatap wajah Leticia.

__ADS_1


Mason, yang sejak tadi hanya menyimak akhirnya bersuara.


''Jangankan Teh, masakan nenek kalian semuanya enak enak lihat tubuh kakek sudah bulat seperti ini, karna masakan nenek kalian.'' sambung Mason. matanya menatap sang istri dengan tatapan menggoda.


''Ihhh.., daddy! malu ahh.., sama menantu dan putri mu yang dengar.'' jawab Felisia.


Lalu, Felisia, berdiri dan membantu kelima anak muda itu untuk bakar bakar.


''Mommy, Cia kenapa, sepertinya kakak ipar cemas sekali.'' tanya Karla penasaran karna sejak tadi karla perhatikan wajah Alfonso begitu cemas.


''Nak Alfonso, kwatir tadi Leticia mengalami kontraksi palsu,'' jawab Felisia. namun, Felisia belum selesai menjelaskan Karla langsung histeris dan berlari ke arah Leticia.


''Kak..,Cia sudah mau lahiran?" teriak Karla, yang langsung duduk disamping Leticia. tangannya menyentuh perut Leticia.


''SAYANG! jangan lari." ucap Steward. yang langsung menegur sang istri karna berlari tanpa memikirkan kalau lagi hamil muda.


Semua, tertawa sekaligus bingung dengan tingkah Karla yang hamil tapi bertingkah seolah dia tidak hamil.


''Apa hubungannya?" sahut Glen. yang merasa Gareth mengada ada.


''Iya, lihat saja Karla lari sana lari sini seperti pembalap motor nyiung nyyiung.'' jelas Garet sembari memberi contoh tangannya bergerak ke sana bergerak ke mari.menirukan balap motor.


Andre yang gemas melihat kelakukan gareth, dengan perlahan memasukkan potongan paprika merah ke dalam mulut Gareth.


''sssiapppaaa yang melakukan ini!.'' ucap Gareth dengan mulut yang penuh paprika.


''Hahahah.., makanya mulut itu jangan bawel ke emak emak berdaster.'' balas Kevin . sembari tertawa tangannya menunjuk ke arah Gareth.


Karla, yang masa bodoh dengan ocehan sang suami terus saja mengelus perut sang kakak.


''Adek, lihat tanganmu sedang megang apa?" tegur Leticia yang melihat tangan Karla sedang memegang paprika sembari mengelus perut Leticia.

__ADS_1


''Hehehe.., maaf saking senangnya Aku lupa menaruh paprikanya.'' jawab Karla sembari menunjukkan deretan gigi putihnya.lalu, meletakkan paprikanya di meja depan Alfonso dan Cia duduk.


''Kakak, sudah mau lahiran?"tanya Karla lagi tangannya menyentuh perut Leticia.


Glen, Steward, Gareth, Kevin, Andre.mereka terperanjak saat mendengar pertanyaan Karla yang begitu kencang hingga semua yang sedang sibuk meledek Garethpun berhenti tertawa saat mendengar pertanyaan Karla.


''WHAT! Cia mau lahiran?" tanya ke lima pria itu serentak.


''BELUM!" jawab serentak Felisia, Stefani dan Nabila.


''Anak ini, belum selesai dengar penjelasan mommy asal lari saja.'' gumam Felisia.


Semua, yang tadi kaget dibuat lemas lagi setelah ketiga wanita itu menjawab serentak. Alfonso, hanya tersenyum sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


''Belum, hanya kontraksi palsu, mungkin karna saya terlalu cape .'' jelas Leticia. sembari tersenyum pada sang adik. leticia bersyukur memiliki adik yang super aktif super care dengan keluarganya.


Namun, terkadang dia kwatir dengan keaktifan sang adek yang melupakan kandungannya sendiri.


''Ohh.., aku pikir sudah mau lahir. penasaran pengen ketemu ponaan kembarku.''jawab Karla. dan mengelus ngelus perut Leticia.


''Makanya dek. dengar dulu penjelasan mommy baru tanya. untung saja kandunganmu kuat, coba kayak kakak gimana coba?" ucap Leticia. yang memberi nasihat untuk sang Adek.


''Iya, maaf aku terlalu ceroboh. hei, anak anak mommy Karla. mommy masak dulu ya, si dedek yang di perut mommy Karla terus saja minta makan. nanti kalau kalian keluar tiap hari kita makan makan terus oke.'' bisik Karla diperut sang kakak.


Lalu, berdiri dan kembali ke arah Felisia dan Nabila untuk melanjutkan masak masak.


Leticia dan Alfonso hanya tersenyum dengan tingkah Karla yang super aktif


"Sayang, kalau kamu yang lari lari seperti Karla pasti mirip bebek, hanya muter ditempat saja.'' bisik Alfonso ditelinga Leticia. sembari ngebayangin gimana lucunya Leticia berlari dengan perut yang sudah berusia delapan bulan yang ukurannya sangat besar karna ada empat bayi didalam perut sang istri.


Alfonso, terus tertawa hingga mengeluarkan air mata. Leticia, yang kesal mencubit perut Alfonso. sedangkan mereka yang sibuk memasak hanya saling menatap kemudian mengangkat bahu mereka.

__ADS_1


''Tumben Al, tertawa seperti itu.'' ucap Kevin.


__ADS_2