SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
BINGUNG


__ADS_3

''Saya akan mencoba menerima kenyataan ini.'' lagi lagi titel Mafianya kini sudah tidak berlaku. wajah seram menyerupai singa, sikap dingin menyerupai kutub utara kini tidak lagi berlaku bagi Alfonso.Yang ada hanyalah cucuran air mata yang terus menetes membasahi pipinya.


Alfonso benar benar seperti ranting yang sudah patah dan rapuh, yang kehilangan kuntum bunga yang sedang bermekar melekat diranting kini jatuh terbawa angin.


Dengan sekuat tenaga Alfonso berdiri dari lantai. Ya, dia harus kuat demi keempat anaknya. Dia juga harus siap berkata jujur kepada Mertuanya. sudah tidak bisa tidak lagi! ini suatu keharusan karena Lupus Leticia, sudah menyerang sampai ke saraf.


''Nanti kami akan melakukan penanganan sebaik mungkin. Kami akan coba melakukan pemberian immunoglobulin intravena. Karena, itu menyerang saraf fungsinya untuk menghentikan antibodi yang menyerang saraf. nanti bapak atau keluarga dari ibu Leticia segera ke rumah sakit untuk kami tes darah. jika, ada yang cocok segera lakukan transfusi darah. setelah itu kami juga akan melakukan plasmaferesis[ atau biasanya disebut pergantian plasma darah.]" jelas dokter Cathlyn.


Alfonso masih diam. mulutnya masih kaku untuk menjawab.Dia, masih berusaha meyakinkan dirinya. Kalau, istrinya kini benar lumpuh dan tidak bisa jelas untuk melihat.


"Sementara ini beri obat ini dulu untuk anti nyeri.'' jelas dokter Cathlyn. tangannya menyodorkan obat kepada Alfonso.


Tangan Alfonso gemetaran menerima obat dari Dokter Cathlyn.


''Terima kasih, besok pagi saya bersama istri akan ke rumah sakit.'' suaranya bergetar. Alfonso sudah berusaha menahan air matanya. Namun, butiran kristal itu tidak ingin bekerja sama.


''Sama sama pak. yang sabar kita semua akan mengalami hal ini. Namun, hanya beda cara saja. saya pulang dulu kami akan berdiskusi. paak disini saja, saya bisa keluar sendiri.'' ucap dokter Cathlyn. tangannya menyentuh lembut bahu Alfonso.memberi semangat pada Alfonso.


''Baik dok, anak buah saya didepan nanti dia yang akan mengantar dokter pulang.'' jawab Alfonso lagi.


"oke, pak saya permisi." jawab dokter Cathlyn. Lalu, berjalan keluar dari kamar Leticia.


Melihat Dokter Cathlyn sudah keluar dari kamarnya. Alfonso mengecup bibir Leticia. lalu, dengan berhati hati Alfonso menggendong Leticia kembali ke ranjang mereka.

__ADS_1


Kemudian, Alfonso membaringkan Leticia diatas ranjang. Setelah, memastikan Leticia sudah tidur dengan benar Alfonso kembali duduk ditepi ranjang. Tangannya terus menggengggam tangan Leticia. Matanya menatap anak anaknya satu persatu.


''Kamu, tidak sayang aku dan anak anak? kamu tidak sekuat hatimu.'' Alfonso terus berbicara sendiri.


''Bagaimana cara saya menjelaskan kepada keempat anak kita? bagaimana saya memberitahu mommy Felisia dan Daddy Mason? tega kamu sayang. kamu benar benar menghukum saya.'' Tangannya menarik kasar rambutnya. Alfonso mendengakkan kepala keatas langit langit.


''Aku bisa apa? jika tanpa kamu sayang?" Di ambilnya ponsel yang terletak diatas nakas dekat ranjang mereka.


Tangannya gemetaran menggeser layar ponsel mewahnya. Alfonso mulai menempelkan benda pipih itu ditelinga kirinya.


''Mommy! dan daddy bisa datang ke mansion sekarang? maaf, jika Al sudah mengganggu tidur mommy.'' suara getar terdengar jelas ditelinga Felisia.


'' Tidak ganggu, Nak. memangnya ada apa Nak? tolong jangan bikin mommy takut.'' tanya Felisia. yang baru saja bagun tidur karena mendengar ponselnya berdering.


"Baik, Nak mommy dan daddy segera ke sana." jawab Felisia berusaha tenang.


"Terima kasih, Mom." lirih Alfonso.


"Sama sama Nak." jawab Felisia.


Setelah memberitahu mertua nya. Alfonso segera mengakhir panggilan. Alfonso mulai melihat isi galeri ponselnya. banyak foto dirinya dan Leticia juga anak anak mereka. Alfonso menyentuh Foto foto itu dengan tangan kekarnya.


Hari sudah pagi. Felisi dan Mason juga Willy sudah tiba di Mansion. Anak anak juga sudah bangun dari tidur. Alfonso, segera membawa keempatnya keluar menemui Felisia.

__ADS_1


"Aleijo, Alicia, Alonzo dan Alisha! hari ini main dengan Opa dan Oma. Mommy sama daddy ada urusan di luar."Alfonso berusaha memberi pengertian kepada keempat anaknya.


"Oke daddy."jawab Keempat anakny serentak.


"Anak pintar. sini peluk daddy dulu." Alfonso memeluk keempat anaknya.


"Opa, ayo kita mutal mutal dengan mobil."ajak Alonzo.


Mendengar anak anaknya merengek minta jalan jalan dengan Mason. Alfonso menoleh menatap anak anaknya.


"Daddy, nanti minta anak buah kawal dari belakang." ucap Alfonso.


"Baik, Nak."jawab Mason.


"Terima kasih, daddy, Maaf sudah merepotkan." jawab Alfonso.


Sebenarnya Alfonso tidak ingin meninggalkan anak anaknya. Namun, Leticia juga butuh perhatiannya.


"Mommy, bisa ikut Al ke kamar?Cia menunggu Mommy." ajak Alfonso pada Felisia.


"Baik, Naik. Cia belum bangun?" tanya Felisia.


"Belum, dia masih pulas." jawab Alfonso berusaha tegar.

__ADS_1


__ADS_2