SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Pesan mobil khusus untuk anak anaknya.


__ADS_3

Leticia selesai diperiksa, begitu juga Alfonso sudah selesai berbicara dengan dokter Cathlyn.


Sebelum dokter Cathyn berdiri dari kursi dan berpamitan dengan Leticia yang masih berbaring di atas ranjang. Alfonso meminta dokter Cathlyn untuk merahasiakan kondisi Leticia saat ini dari sang istri.


''Dok, tolong dirahasiakan soal pembicaraan kita tadi. karena, saya tidak mau istri saya stress.'' ucap Alfonso


''Saya tahu itu pak. jangan kwatir karena kami memiliki kode etik untuk merahasiakan sakit dari pasiennya jika ada keluarga yang keberatan.'' ujar Cahtlyn.


''Baiklah, terima kasih dokter.'' jawab Alfonso.


''Sama sama pak.'' jawab Cathlyn lagi.


Lalu dokter Cathlyn berjalan mendekati Leticia.yang masih berbaring di atas ranjang.


''Buk, selamat ya hari ini sudah boleh pulang.'' ucap dokter Cathlyn.


Leticia tersenyum. ''terima kasih dokter.'' jawab Leticia.


''Sama sama buk, aku permisi dulu.'' sambung dokter Cathlyn lagi.


''Terima kasih juga ya dokter,'' sambung Leticia.


Selesai berpamitan dengan Leticia. Dokter Cathlyn berjalan keluar dari ruangan Leticia.


Dengan sekuat tenaga Alfonso berusaha tegar walau hatinya sedang menangis. Namun, dia tidak ingin membuat wanitanya bertanya dan juga dia tidak mau momen bahagia atas kelahiran anak anaknya berubah dengan kesedihan.


''Ayo, sayang kita siap siap pulang.'' pinta Leticia.


''Iya, aku bantu kamu bangun terus ganti baju ya.'' jawab Alfonso.


''Baiklah.'' jawab Leticia tersenyum. matanya terus menatap bola mata Alfonso.


Alfonso mengedipkan matanya pada Leticia. '' kenapa daddy makin ganteng ya.'' sembari mengangkat tubuh Leticia dari atas ranjang.


'' ihh.., daddy ingat uda ada anak.'' cebik Leticia.


''Iya, daddy tahu. kata siapa daddy lupa? this perfect daddy!" jawab Alfonso.


''Ya aku tahu, kamu daddy yang sempurna. kamu juga suami ideal.'' puji Leticia


''Special for you.'' potong Alfonso.


Tangan Alfonso membantu melepas baju rumah sakit yang dikenakan Leticia. lalu menggantikan dengan baju Leticia yang kemarin dibawa. kemudian, rambut Leticia dikuncir ke belakang. Melihat Alfonso begitu telaten mengurus dirinya, Leticia tersenyum.


''Mau poles make up? hmm..,.'' tawar Alfonso.sembari hidungnya ditempelkan di telinga Leticia.


''hmm.., wajahku pucat ya sayang,'' Leticia balik bertanya. tangannya menyentuh kepala sang suami yang sedang menopang di bahunya.

__ADS_1


''Tidak, tidak pucat sayang, kamu cantik sangat cantik.'' Alfonso berusaha tegar.


''Tetapi, aku ingin lebih cantik lagi biar kamu tidak melirik wanita lain selain aku.'' goda Leticia.


''Tidak ada wanita yang sesempurna kamu. percayalah hanya kamu dan cuma kamu yang ada didalam hatiku. dan hanya kamu yang mampu mengubah hidupku.'' butiran kristal itu tertahan di pelupuk matanya.


Alfonso menatap langit langit ruangan. lalu, melepas pelukannya Alfonso berjalan mengambil make up Leticia yang terletak diatas ranjang, bersama tas yang berisi perlengkapan bayi dan ibu.


Kemudian, Alfonso berjalan ke arah Leticia dan memberikan make up pada Leticia.


''Terima kasih sayang,'' ucap Leticia.menerima make upnya dari tangan Alfonso.


Karena Leticia masih memoles wajahnya. Alfonso berjalan keluar menemui Mason dan keempat babbysitter yang sedang menunggu didepan pintu ruangan.


''Daddy.'' sapa Alfonso.


''Nak, dimana Cia?" tanya Mason.


''Cia, masih make up.'' jawab Alfonso.


''Oh.., baik lah. bagaimana dengan bekas operasinya ?" tanya Mason penuh kwatir.


''Tadi sudah diperiksa oleh dokter lagi. Cia juga tidak mengeluh sakit. Nanti setiap pagi dokter akan ke mansion untuk memeriksa bekas operasi Cia.'' Alfonso menjelaskan pada Mason.


''Terima kasih nak, Cia beruntung memiliki kamu nak.'' lirih Mason.


Saat berbicara dengan Mason mata Alfonso terus melihat ke arah ruang nicu.


''Daddy, sudah mampir lihat anak anak?" tanya Alfonso.


''Sudah, tadi sebelum ke sini daddy melihat cucu cucu daddy dulu. mereka sangat lucu.'' terang Mason.


Alfonso, tertawa bahagia. ''Ia mereka sangat lucu semua mirip Leticia, saya hanya kebagian satu.'' terang Alfonso.


''Grandmanya sudah mempersiapkan penyambutan untuk cucu cucunya. bahkan mommy Karla juga tidak kalah heboh.'' Mason menceritakan suasana saat ini di mansion.


''Hehehe.., Mommy Karla memang the best.'' jawab Alfonso.


Ya Alfonso memang salut dengan Karla yang sama sekali tidak ada rasa dendam dengan keluarganya. bahkan Karla sangat antusias dengan kelahiran Leticia.


Selama Leticia berada dimeja operasi, Karla juga selalu setia menunggu dilorong hingga Leticia selesai operasi. Dan Karla juga orang pertama yang memberi ucapan selamat pada Leticia dan Alfonso.


Selesai bercerita dengan Mason. Alfonso beralih kepada keempat babbysitternya, karena mereka yang akan menggendong anak anaknya selama perjalanan menuju mansion.


''Sudah ingat dan tahu cara mengasuh dan menggendong bayi kan?" tanya Alfonso. wajahnya begitu dingin, matanya menatap tajam keempat babaysitter satu persatu.


"Sudah Tuan." jawab serentak keempatnya.

__ADS_1


"Kalian, hanya menggendong mereka sampai mansion saja. Di mansion nanti mereka bersama saya." jelas Alfonso.


"Baik tuan kami mengerti."jawab mereka lagi.


Selesai bercerita dengan Mason. Alfonso kembali ke ruangan menemui Leticia yang sudah sangat cantik.


Leticia, menyambut Alfonso dengan tersenyum.


"Ayo pulang sayang." ucap Leticia.


" Iya, sebentar aku ambil kursi roda dulu."jawab Alfonso.


Lalu, Alfonso berjalan mengambil kursi roda yang sudah disiapkan di ruangan Leticia. Alfonso mendorong kursi roda mendekati Leticia. dengan berhati hati Alfonso menggendong Leticia lalu mendudukan diatas kursi roda.


"Babysitter sudah didepan. mereka, hanya bantu gendong anak anak sampai mansion saja. setelah itu biarkan saya yang akan mengurus anak anak dan kamu." jelas Alfonso.


"Baiklah." jawab Leticia.


Dengan sangat hati hati Alfinso mendorong Leticia keluar dari ruangan, menuju ruang Nicu untuk membawa buah cinta mereka pulang ke mansion.


Perlengkapan Leticia dan anak yang masih diruangan, diambil oleh anak buahnya dan di bawa ke parkiran untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil.


Didepan ruangan nicu, keempat bayi Alfonso sudah digendong oleh empat perawat. menunggu untuk di bawa ke mansion.


"Sayang, itu anak anak kita." ujar Leticia bibirnya terus tersenyum bahagia.


Begitu juga dengan Alfonso, dengan sedikit lebih cepat.Namun tetap berhati hati Alfonso mendorong Leticia mendekati ke empat anaknya, Alfonso mengecup satu persatu anak anaknya.


"Hali ini kita puyang." ucap Alfonso pada anak anaknya.


Meliha tingkah Alfonso yang berubah 180 derajat dari sebelumnya, Mason hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Cinta bisa berubah seseorang menjadi jauh lebih baik, tetapi Cinta juga bisa membawa kehancuran." batin Mason.


"Cinta Leticia membuat Alfonso menjadi baik, aku tahu dosaku pada nak Alfonso tidak akan di ampuni oleh Tuhan" batin Mason penuh penyesalan.


Mason menyesal kejadian 46 tahun lalu. kalau saja mereka tidak membunuh kedua orang tuanya mungkin Alfonso tidak akan pernah terjun ke dalam dunia hitam.


Dengan pengawaln ketat oleh 8 orang anak buah lengkap dengan senjata ditangan mereka. Alfonso mendorong Leticia dan juga keempat anaknya yang digendong oleh perawat dari rumah sakit berjalan menuju lobby dimana mobil yang kemarin dipesan khusus oleh Alfonso sudah menunggu didepan.



Hallo selamat pagi Aunty aunty semua😘😘😘.


bab belikutnya kami photoshoot ya. dan nanti kami akan belmain cama daddy Al.


Aleijo manja ya, kalo dekat saudaranya lihat nempelin kepalanya didada Alicia mulu😘😘😍

__ADS_1


__ADS_2