SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Aku akan tepati


__ADS_3

Lalu...,


Cia, berjalan ke arah bathup. mulai berendam di dalam bathup. dan Al, menyalahkan shower dan membiarkan butiran air menetes di tubuh kekarnya.roti sobeknya benar benar membuat Cia terpanah.


Sesekali Cia mencuri pandangan ke arah Al. begitupun sebaliknya dengan Al.


Al, yang sedang menggosok kan sabun ke tubuhnya. tiba tiba teringat kalau Cia masih datang bulan.


"Cia, kamu berendam. emang enggak masalah kalau datang bulan berendam."tanya Al.


Karna semalam sebelum tidur Al mencari info di google soal wanita yang datang bulan. jadi, sedikit banyak Al semalam sudah mulai mengerti.


Cia, yang mendengar itu tersenyum.


"Uda habis." jawab singkat Cia. sambil tersipu malu.


"Secepat itu? apakah dia mengerti karna kita habis menikah." tanya Al. dan otak kotornya mulai bekerja.


"Siapa yang mengerti? "jawab Cia. yang tidak paham akan maksud Al. sambil terus memainkan busa didalam bathup.


Al, melihat ke arah Cia sambil mengedipkan mata. karna hanya dibatasi kaca diantara mereka.


"Jangan aneh aneh deh Al." ucap Cia. sambil memutar bola mata malas.


"Terus, sampai kapan aku menunggu?" tanya Al. sambil membiarkan air shower terus membasahi tubuh kekarnya.


"Entah, sampai aku benar benar mencintai kamu." jawab Cia. sambil meniup busa busa didalam bathup berhamburan keluar menyerupai salju.


Mendengar ucapan Cia. Al berjalan mengendap pelan dari belakang ke arah Cia. lalu mengambil busa sabun dan menaruh dikepala Cia.


Cia, yang menyadari itu,. segera membalikkan badannya.


"Al, aku enggak mau." ucap Cia kesal.


Tapi...,


Itu tidak menghentikan tingkah Al. malah, Al semakin mengambil busa lebih banyak lagi dan meniup ke wajah Cia. wajah Cia semakin lucu karna penuh dengan busa sabun.


Cia, yang kesal membalas meniup busa ke arah Al. sekarang kamar mandi seperti turun salju. semua penuh busa karna kelakuan kedua insan yang sedang kasmaran.


Sesaat, Al lupa akan balas dendam orang tuanya. begitupun Cia yang lupa kalau dirinya belum sepenuhnya mencintai Al.


Suara canda didalam kamar mandi. kalau saja ada jomblo yang lewat akan merasa iri dengan sepasang suami istri ini. dengan tingkah konyol mereka berdua.


Karna, mereka sudah sama sama penuh busa. dengan cepat Al masuk kedalam bathup bersama Cia.


membuat Cia kaget.


"Ahh..., kamu lupa apa yang tadi aku bilang."ucap Cia, sambil cemberut.


Al, masa bodoh. pura pura tidak mendengar. sambil terus menyabuni tubuh Cia. setelah hampir tiga puluh menit mereka pun keluar dari kamar mandi. dan berjalan keluar menuju kamar untuk memakai baju.


Saat Cia membuka lemari mengambil pakain mereka. Al, melihat ke tubuh Cia dengan tatapan nakalnya.


"Udah, engak usah bajuan."goda Al.

__ADS_1


Cia, yang mendengar ucapan Al, yang mengatakan tidak perlu bajuan, menatap tajam Al.


"Tepati janji yank." Cia mengingatkan Al.


"Sekali aja. kasihan yang dibawah yank." ucap Al, sambil memasang muka melas.


Mendengar ucapan Al, wajah Cia seketika merona.


"Wajah merona seperti ini cukup perlihatkan ke aku aja." ucap Al. sambil menatap Wajah Cia.


Cia, hanya berdehem.


"Hmmmmm."


Hari ini...,


Al dan Cia, melewati dengan canda dan tawa didalam kamar mereka. hingga sore hari.


Sang mentari berpamitan dengan memancarkan warna orangenya, dan rembulan kembali menyapa dengan sinar yang tidak kalah indahnya.


Kedua insan ini, lagi duduk berdua bermesraan di balkon. sesekali Al, menyesap bibir Cia. mereka saling bertukar cerita tentang kehidupan mereka. untuk saling mengenal lebih jauh lagi satu sama lainnya.


Hati Cia, tersentuh saat mengetahui kalo orang tua meninggal, sejak Al berusia 7 tahun. Cia, memberi kekuatan pada Al. sambil memeluk erat leher Al.karna Cia berada dalam pangkuan Al.


Al, hanya menahan amarah saat dirinya menyebut orang tuanya meninggal. karna kecelakaan mobil. ya, Al berbohong. karna masih ada janji yang harus Al tepati kepada kedua orang tuanya.


"Karna itu, hal ini yang aku takutkan." batin Al.


Cia, yang melihat Al terdiam. menatap ke arah Al.


"Tidak..., Ayo. kita masuk, hari semakin larut. tidak baik kena angin malam." Ucap Al. sambil menggendong Cia ke dalam kamar.


Tubuh Cia, dibaringkan diranjang.


"Aku ke kamar mandi sebentar.tetap disini." ucap Al. lalu, mendaratkan satu kecupan di kening Cia.


Cia hanya mengangguk. dan menyenderkan kepalanya di headboard ranjang sambil menonton drama kesukaan nya.


Al, berjalan ke kamar mandi. tangannya meraih handle pintu. lalu, pintu kamar mandi dibuka. Al masuk kedalam kamar mandi.


Tangannya mengambil ponsel dari kantong celananya. Al, mengirimkan pesan kepada Ethan.


"Awasi Mason.jangan biarkan dia bebas beraksi."


Setelah selesai mengirimkan pesan. Al, menghapus kotak keluar. agar tidak dicurigai Cia. dan berjalan keluar lagi menuju kamar.


Al, tersenyum. saat matanya dan mata Cia saling menatap.


Al, ikut membaringkan tubuhnya diranjang.


" aku boleh memeluk?" ijin Al.


Cia, menganguk.


Al, memeluk tubuh Cia erat. di hati Al ada rasa kwatir. kalau Cia mengetahui identitasnya. apa Cia masih ingin bersamanya atau pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Mengingat itu. Al, semakin memgeratkan pelukannya. Cia hanya pasrah.karna dia juga merasa sudah mulai menyukai Al.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan Malam. Al, melepaskan pelukannya. lalu, turun dari ranjang menyiapkan obat Cia.


Dan, seperti biasa tanpa harus ditelpon. pramusaji sudah datang mengantarkan makan malam mereka.


Setelah makanan mereka diletakkan dengan rapi diatas meja. Al, berjalan ke arah ranjang. lalu, Cia digendong layaknya anak kecil. ke meja untuk makan karna Cia harus minum obat.


Tubuh, Cia didudukkan dikursi. lalu, Al juga duduk disamping Cia.


Mereka mulai makan, tanpa ada suara. sesekali Al, menyuapi Cia begitu juga sebaliknya.


"Kapan kontrol lagi ke dokter?" tanya Al.


Cia hanya, memberi isyarat dengan tangannya karna mulutnya masih ada obat.


Al, yang melihat itu. akhirnya diam, dan menunggu Cia selesai minum obat baru akan bertanya lagi.


Setelah selesai minum obat. Al, melanjutkan pertanyaannya lagi.


"Kapan kontrol lagi?" tanya Al.


"Tiga hari lagi." jawab Cia.


"Aku boleh menemani kamu ke dokter?" tanya Al.


"ya, boleh. kalau aku tidak merepotkan." jawab Cia.


"Aku sudah bilang, aku tidak ingin jauh dari kamu walaupun hanya semenit."jawab Al tegas.


Mendengar itu Cia tersenyum sinis.


"Yakin. kamua akan tepati janji kamu ke Tuhan?" tanya Cia sambil menatap mata Al. menelisik mungkin saja Al berbohong. Namun, perkataan Al benar. sama sekali Al tidak berbohong.


"Aku akan tepati itu."jawab Al tegas.


"baik lah."jawab Cia singkat.


"jadi, kamu tidak yakin dengan cinta aku?"tanya Al sedikit kesal.


Karna , Al beranggapan Cia tidak percaya terhadap dirinya.


"Aku hanya ragu. bukan tidak percaya."jawab Cia menunduk.


"Apa, bedanya. ragu dan tidak percaya? bukan nya itu sama sama menyakitkan." ucap Al,


lalu...,


Tangannya meraih wajah Cia. memegang kedua pipi Cia.agar menatap ke arahnya.


"Lihat Aku, kalau, bisa aku gantikan posisimu aku iklas." ucap Al.


Cia, tertunduk, lagi lagi Cia harus menangis.


"Al, bisa kah aku hamil.? aku hanya ingin sebelum waktu itu datang aku ingin menjadi seorang ibu yang baik."ucap Cia sambil jatuh dalam pelukan Al. dan menangis.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2