SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
tendangan bayi


__ADS_3

Dengan, lembut Alfonso memijit kaki sang istri. Mafia ini, sadar Leticia mengeluh cape selain dirinya yang sakit, diperutnya ada bayi empat orang. pria berhati dingin ini, tiba tiba merindukan sosok sang bunda. ia, membayangkan bagaimana dulu ibunya hamil dirinya.


''Kalau, sering cape seperti ini besok kita enggak perlu ke rumah sakit. biar aku hubungi dokter Grace yang akan ke sini saja.'' ucap Alfonso tangannya terus memberi pijit pijitan lembut untuk sang istri.


Setiap bulan, Alfonso dan Leticia pergi ke rumah sakit untuk periksa. Dokter Grace, selalu menyarankan agar dia yang akan ke Mansion saja.tapi, Leticia yang merasa masih kuat selalu menolaknya.


''Hmm.., ridak masalah.karna, aku rasa mulai berat.lagian, Dokter Grace juga sering memberi saran seperti itu.'' jawab Leticia.


''Besok, pagi juga kita akan ikut kelas prenatal.(yoga ibu hamil). jadi, aku akan sangat cape.''sambung Leticia.


Alfonso, dan Leticia. mulai besok mereka juga akan mengikuti kelas prenatal. dimana, mereka akan belajar tentang cara merawat bayi, memandikan dan mencegah baby blus pada ibu muda.kelas prenatalpun, Alfonso meminta untuk datang ke Mansion .mengingat perut Leticia yang sudah sangat besar diusia kandungan enam bulan ini. mungkin karna adanya empat bayi sekaligus.


'' Iya, nanti besok aku akan meminta Ethan untuk mengurus semuanya.'' jawab Alfonso.


''Sayang, lihat mereka bergerak sayang. aduh.., aduh.., ini sayang.'' teriak Leticia. sambil tangannya menunjukkan gerakan tendangan bayi bayi mereka diperutnya.


Alfonso, yang selama ini penasaran ingin merasakan bayinya bergerak dengan cepat melepas pijitan di kaki sang istri dan beralih melihat ke perut Leticia.


'' mana sayang.'' jawab Alfonso antusias.


'' Ini, lihat betapa kencangnya.''jawab Leticia sambil terus tertawa.


[pict, google]



Sambil, terus tersenyum. tanganya ditempelkan diperut Leticia.


''Sayang, ini sayang tanganku ditendang.kamu kesakitan enggak sayang?" tanya Alfonso. yang merasakan tendangan bayi bayinya begitu kencangnya


Leticia, hanya menggelengkan kepalanya dan terus tersenyum.menikmati tendangan bayinya yang seolah paham kalau daddy mereka lagi mengajak mereka ngobrol. dengan bergantian tendangan terus mereka berikan.

__ADS_1


''Hei..,ini daddy! jangan kencang kencang nendangnya.kasihan mommy kesakitan.'' sambung Alfonso lagi. wajah bahagianya terlihat begitu jelas.lalu, Alfonso menempelkan pipinya diperut besar sang istri.sambil tangannya terus mengelus perut Leticia.


''Dengarin, daddy nanti kalau kalian sudah lahir dan sudah bisa bermain bola.daddy akan ajak kalian bermain bola dilapangan halaman belakang Mansion.''ucap Alfonso sambil tersenyum bahagia.


''Sayang, mereka masih nendang.apa mereka lapar?aku ambilkan makanan hmm?"tanya Alfonso.tapi pipinya terus menempel diperut sang istri.


Leticia, menggeleng.


'' Nanti saja, aku belum lapar.'' jawab Leticia.


''Sayang,pasti mereka sangat lucu, kalau cewe cantik seperti kamu.aku, uda enggak sabar ingin segera melihat mereka. sayang, apa mereka bersesakan didalam sana. atau, mereka lagi mengajak aku ngobrol.''oceh Alfonso panjang lebar dan terus menempelkan tangan dan pipinya diperut besar sang istri sambil menikmati tendangan tendangan bayi bayinya.



[pict google.]


Leticia hanya tersenyum dan ikut mengelus perutnya.bayi bayinya juga tau kalau sang daddy sangat bahagia. mereka terus beraktifitas didalam sana yang sesekali Leticia, meringis karna kencangnya tendangan.


''Ajak, mereka ngobrol sayang, biar mereka mengenal suaramu.'' ucap Leticia menitikkan air mata. ia bahagia bisa merasakan moment hamil sebelum ajalnya datang.


Alfonso, yang belum menyadari sang istri menangis karna masih menikmati aktifnya anak anaknya dalam perut Leticia.


Tapi, suara yang ditahan akhirnya keluar juga. yang membuat Alfonso mengangkat kepala dari perut sang istri. lalu, menatap bola mata Leticia begitu dalam.


''Mereka, menyakitimu?maafin aku, apa terasa sangat sakit." ucap Alfonso. dan menarik lembut tubuh sang istri ke dalam dadanya.tangannya, mengelus lembut punggung sang istri.


Leticia, hanya menggeleng dan terus terisak.


''Jangan, menangis lagi. ini sudah cukup, kamu tidak akan hamil lagi. biar tidak merasakan kesakitan lagi. maafin aku sudah menyebabkan kamu menderita.'' ucap Alfonso merasa bersalah. Alfonso, berpikir Leticia menangis karna sakitnya tendangan anak anak mereka.


Leticia, menggeleng.

__ADS_1


''Tidak, sakit. tapi, justru aku takut aku tidak akan menikmati moment ini lagi.apa aku bisa merawat mereka dengan tanganku sendiri? apa aku bisa bersama kamu dan keempat anak kita hingga waktu yang lama?'' Leticia terus bertanya. yang membuat Alfonso menutup matanya sesaat.


''Aku, ingin melahirkan normal.'' sambung Leticia lagi. air matanya terus menetes.karna, Leticia pikir kalau caesar dia akan dibius dan Leticia kwatir dia akan tidur untuk selamanya dan tidak sempat melihat anak anaknya.


''Dengarin, aku baik baik. kamu akan melahirkan normal, aku akan mencari tim Dokter yang hebat di Spanyol ini.untuk, menangani proses lahiran kamu. aku, sudah bilang jangan bicara hal konyol ini lagi didepan aku.''


''Kamu, akan terus hamil dan melahirkan anak anakku.karna, aku ingin membentuk tim klub bola.jadi, aku mau memiliki dua belas anak.entah itu cewe atau cowo.mereka aku akan jadikan satu tim dalam permainan bola.'' jelas Alfonso sambil meraih wajah Leticia yang membuat mereka saling mengunci pandangan.


Rahang Alfonso mengeras,karna ia paling benci kalau Leticia bicara kematian.


''Aku, mohon jangan bicara hal ini lagi. kalau kamu tidak ingin melihat aku hancur atau kembali kedunia gelapku.'' sambung Alfonso lagi.tangannya terus mengelap air mata Leticia yang jatuh membasahi pipi mulus sang istri.


Leticia mengagguk, dan menatap Alfonso.sambil tersenyum.


''Terima kasih. untuk segalanya.'' ucap Leticia kembali memeluk Alfonso.


Alfonso, mengepalkan tangannya.lalu, menarik napas dalam.


''Hmmm..., apa mereka masih nendang?" tanya Alfonso sambil menyentuh perut Leticia.


Leticia menggeleng.


''Hawa nya panas, aku mau es cream.'' pinta Leticia.


Alfonso, yang sudah mengerti. segera melepas pelukan Leticia.karna, akhir akhir ini Leticia sering bangun tengah malam untuk makan.atau sekedar makan dan camila.


''Tunggu di sini, aku akan mengambilkan es creamnya.''jawab Alfonso. lalu, berjalan ke luar dari kamar ke ruang makan.karna, dia tidak bisa minta tolong pelayan untuk mengantarkan mengingat sekarang sudah pukul dua belas malam para pelayan sudah istirahat.


Saat, sudah didepan pintu tangannya hendak meraih handle pintu Alfonso mendengar suara Leticia memanggil.


"Sayang, jangan lupa es batunya.'' ucap Leticia sambil mengedipkan matanya. karna, dia tau Alfonso pasti akan melarang dirinya memakan es batu lagi.

__ADS_1


Saat, usia kandungannya menginjak lima bulan. Leticia, sering makan es batu. dia akan mengunyah dan menimbulkan suara gigitan es batu. dan itu suatu kepuasan sendiri bagi Leticia. dan, kebiasaan makan es batu ini sejak usia kandungan Leticia lima bulan, sampai usia kandung enam bulan ini masih terus Leticia lakukan.


'' Iya, tapi hanya sedikit tidak banyak. oke!" jawab Alfonso.


__ADS_2