
Hari ini misa memperingati Hari kematian Leticia genap satu Tahun. Sekaligus, opening LETICIA HOSPITAL.
Semua hadirin menyambut dengan tepuk tangan meriah. Pita merah dipotong oleh Aleijo. Karena rumah sakit ini akan dipimpin oleh Aleijo Dewasa nanti.
Felisia menitikkan air mata ketika mendengar kata sambutan dari Alfonso.
'' Rumah sakit ini, saya beri nama "LETICIA HOSPITAL" untuk mengenang istri saya. saya berharap tidak ada Leticia yang lain lagi seperti Leticiaku." Alfonso menghentikan bicaranya. sesak rasanya kalau mengenang penderitaan Leticia satu tahun lalu.
" Harapan saya, semoga para ahli bisa menemukan obat yang dapat menyembuhkan LUPUS. Rumah sakit ini lebih mengutamakan pasien Lupus dan penderita Autoimun lainnya." sambung Alfonso lagi.
Melihat Daddynya menitikkan air mata, Alisha yang sangat overprotektif dengan Daddynya, segera naik ke atas panggung membawa kan tisu untuk Daddynya.
Alfonso menerima tisu dari tangan Alisha sembari tersenyum. Nabila, Stefani, Karla . Mereka terus menangis ketika foto Leticia muncul dilayar besar, diatas panggung. dimana waktu itu Leticia dan Alfonso berobat di Jerman.
" Saya juga menggratiskan pengobatan dan segala macam tindakan pengobatan dirumah sakit ini. Tanpa biaya apapun! ingat tanpa pungutan biaya!" tekan Alfonso.
Semua hadirin menyambut dengan tepuk tangan meriah. Mereka bersyukur ada orang baik yang mau suka rela memberi pengobatan gratis di musim seperti ini.
"Jika ada pihak yang melakukan pungutan biaya, Saya harap segera laporkan kepada saya. Biar saya yang akan mengambil tindakan langsung tanpa ampunan. sekalipun itu anak saya sendiri.'' Alfonso berbicara panjang lebar. tanpa sadar air matanya jatuh dari sudut matanya.
__ADS_1
Selesai memberi kata sambutan. Alfonso segera turun dari panggung dengan sedikit menunduk.
Alfonso memang sudah bangkit dari kesedihan. Namun, setiap kali membahas Leticia, Alfonso selalu sedih.
Akhirnya, acara peresmian dan peringatan kematian Leticia sudah selesai. Rumah sakit Hospital Leticia sudah beroperasi. Tetapi, masih ditangani oleh dokter Cathlyn dan jajarannya.
******
Hari berganti bulan begitupun berganti Tahun. Usia anak anak semakin bertambah. kini mereka sudah memasuki masa remaja.
Aleijo masih menempuh pendidikan, kedokteran specialis penyakit dalam, di Jerman. Begitu juga ketiga saudaranya memilih kuliah di universitas Oxford.
Alfonso menikmati hari tuanya dengan setiap pagi dan sore berkunjung ke makam Leticia.
Selesai, mengajak Leticia ngobrol seperti biasa Alfonso menabur mawar putih dan menyalahkan lilin dimakam Leticia.
''Oya sayang, amplop coklat itu, Karla sudah berikan pada dokter Cathlyn. aku penasaran isi dari surat itu.'' sambung Alfonso lagi. bibirnya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
''Sayang...Aku berharap kisah cinta kita abadi untuk selamanya dan semoga keempat anak kita juga akan menjaga cinta mereka sampai maut yang memisahkan mereka." sambung Alfonso sembari menarik napas panjang. Tangannya mengelus foto sang istri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Tamat\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih untuk dukungan kakak-kakak semua.♥️🌹
🌹🌹🌹🌹🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Alfonso pun melanjutkan kehidupannya bersama ke empat anaknya. Walaupun dia masih sering menyendiri dan bersedih Alfonso tetap berusaha menjadi sosok ayah sekaligus sosok ibu.
"Daddy hari ini kita jadikan liburan di menggunakan kapal?"
"Ya, tapi anak-anak harus tidur dulu."
"Okey, siap Daddy."
keesokan harinya sesuai janji Alfonso anak-anak dan dia mereka berlibur di dengan kapal pesiar milik Leticia.
"Kakak, tolong dong fotoin Sha disini." Alisha menyodorkan ponselnya kepada Alonzo sang kakak.
walaupun capek, Alonzo dan Aleijo selalu menurut permintaan kedua adik perempuan mereka.
Alonzo menjadi sosok yang sangat dingin.
Kisah ini bisa di baca di novel berjudul
__ADS_1
"Kesempurnaan cinta Daddy Mafia "