SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
jangan bersedih lagi


__ADS_3

Setelah, merasa hatinya sudah lebih baik. Alfonso, keluar dari kamar mandi berjalan ke arah ranjang.matanya, melihat ke arah tempat tidur dimana Leticia sudah berada didalam selimut, air matanya masih basah dipelupuk matanya.


Dengan, perlahan Alfonso tidur disamping Leticia. tangannya menyeka air mata Leticia yang masih membasahi pipinya.


'' Maafkan, aku sayang. sudah membuat kamu takut dengan nadaku yang tinggi tadi. itu karna, aku takut dengar ucapan kamu tadi. aku tidak mau kehilangan kamu.'' gumam Alfonso. tangannya terus menyeka air mata Leticia.


Leticia, yang masih mendengar ucapan Alfonso, hatinya semakin sedih.hingga akhirnya air matanya menetes lagi.


Dengan, perlahan Leticia membuka matanya.menatap dalam sang suami air matanya semakin tak terbendung. Leticia segera bangun dari tidurnya, tangannya menyibak selimut dari tubuhnya. Dengan cepat tangannya, melingkar dileher sang suami. Leticia terisak didalam dada Alfonso.


Alfonso, segera memeluk sang istri dan akhirnya Alfonsopun ikut menangis. tangannya mengelus pelan punggung sang istri sembari menggelengkan kepalanya.


''Sudah, cukup! jangan menangis lagi. kasihan anak anak mereka stress merasakan hati mommynya yang sedang sedih.'' ucap Alfonso. air matanya semakin menetes membasahi punggung sang istri.


''Kamu, menyuruhku diam. tapi, kamu sendiri tidak ingin diam.maaf telah menjebak kamu didalam kehidupanku yang rumit ini.'' ucap Leticia penuh penyesalan.


Alfonso yang mendengar ucapan Leticia segera meraih wajah sang istri agar mereka bisa saling menatap.


'' Tatap, mataku. lihat dibola mataku apakah ada penyesalan didalamnya? dan satu lagi kamu tidak menjebak aku. tapi, sebaliknya aku lah yang telah mempersulit dirimu.'' jawab Alfonso. tanganya terus meraih kedua pipi sang istri menatap begitu dalam sembari terus menggelengkan kepalanya.air matanyapun terus menetes. hati Alfonso begitu sakit mendengar ucapan sang istri dan membayangkan bagaimana nasib dirinya dan anak anak jika mereka menjalankan hidup tanpa sosok seorang ibu Leticia.


Leticia, menatap bola mata Alfonso sesuai perintah Alfonso. air matanyapun terus menetes.


'' Kamu, tau hal yang paling tidak ditakuti oleh seorang ibu? seorang ibu tidak takut mati saat melahirkan atau mati saat sudah waktunya dipanggil Tuhan. tapi, seorang ibu takut meninggalkan anak anaknya sendiri didunia ini.'' ucap Leticia. tangannya memeluk sang suami. Leticia membiarkan wajahnya didalam dada bidang Alfonso.


Alfonso, mengepalkan tangannya.rahangnya mengeras ingin rasanya ia melepas satu pukulan dipenyakit yang bernama lupus, kalau saja lupus itu bisa diraih atau disentuh oleh tangan.


''Kata siapa, kamu akan meninggal saat melahirkan? kalau kamu meninggal rumah sakitnya akan aku hanguskan. aku akan protes ke Tuhan.karna, tidak adil memberi aku kebahagian. dengarin, aku baik baik kamu akan sembuh.setelah lahiran kita akan keliling dunia mencari dokter yang hebat untuk menyembuhkan sakit kamu. mengerti!" jawab Alfonso tegas. lalu, dengan cepat Alfonso menyeka air matanya. lalu meraih tubuh sang istri dan memangkunya duduk dipahanya. sambil duduk diatas tempat tidur.


'' Tapi.'' jawab Leticia. tapi, dengan cepat Alfonso meletakkan telunjukkannya dibibir sang istri dan mengelengkan kepalanya.


''sssttt.''bisik Alfonso lembut ditelinga Leticia.


'' Sudah, jangan bersedih lagi. kamu, harusnya bahagia karna akan bertemu Karla. dan kamu juga akan segera memiliki ponakan.'' sambung Alfonso mengalihkan pembicaraan mereka.


Tangannya mengelus rambut Leticia,sambil tersenyum. Leticia yang dipangku layaknya seorang anak kecil yang ngambek kemudian dirayu orangtuanya. tersenyum menatap wajah ganteng sang suami yang saat ini sedang berpura pura kuat. tapi, matanya tidak bisa berbohong.


''Benarkah? aku juga akan segera memiliki ponakan. berarti, anak anak kita akan semakin ramai karna mereka akan memiliki teman.apakah Karla, akan kembali ke California?" jawab Leticia. yang kaget mendengar saudara sambungnya juga sementara hamil.

__ADS_1


'' Iya, saat ini dia juga sedang hamil. karna, itu mereka ke Spanyol untuk meminta restu mereka ingin mengesahkan pernikahan mereka digereja. kemungkinan mereka balik ke California. mengingat markas disana aku tidak bisa mempercayai kepada orang lain. tapi, kalau suatu saat kamu kangen kita bisa berkunjung ke mereka sekalian liburan. bukannya, kamu sudah bilang ingin menghabiskan separtuh hartaku?" tanya Alfonso sambil menyatukan kedua alisnya.


Leticia tersipu malu, karna ucapan dia tadi hanya sebuah candaan. tapi, dia tidak menyangka kalau sang suami menanggapi dengan serius.


'' Sayang..., ucapanku tadi hanya candaan kenapa ditanggapi dengan serius. emang sifat seorang mafia tidak bisa diajak bercanda?" sahut Leticia sambil mencebikkan bibirnya. dan berusaha bangun dari pangkuan Alfonso. Leticia duduk diatas tempat tidur kepalanya disenderkan diheadboard ranjang begitupun Alfonso yang akhirnya ikut menyenderkan kepalanya diheadboard ranjang.


''Kata siapa aku tidak bisa bercanda?iya, benar aku tidak biasa tersenyum atau bercanda dengan orang selain dirimu sayang.berarti seorang mafia ada humorisnya juga kan. lagian, enggak lucu kalau berhadapan dengan musuh terus akunya cengar cengir yang ada musuhnya pada enggak takut sayang.'' jawab Alfonso.


Leticia terkekeh,dan mengangguk.


''Benar juga. tapi, aku bisa meminta sesuatu. aku tau permintaanku ini aneh tapi demi keselamatan nyawamu. bisa kah, kamu mengurangi di dunia gelapmu. apalagi menguliti orang untuk mengambil organnya. aku percaya, kalau kamu kurangi untuk tidak kuliti orang untuk mengambil organ mereka. kamu tetap kaya, karna, hartamu yang sudah kamu kumpul tidak akan habis sampai tujuh generasi turunanmu.'' pinta Leticia.


Leticia, tau Alfonso memang sudah jarang bahkan hampir sama sekali tidak ke markas terakhir kali ke markas itu bersama dirinya. tapi, dia tau Alfonso menyerahkan tugasnya ke Gareth untuk mengeluarkan organ manusia.


Leticia, tidak melarang suaminya masih sebagai seorang mafia. tapi, dia hanya minta suaminya berhenti menjual organ tubuh manusia.karna, Leticia tau Alfonso hingga saat ini masih jual beli senjata dan obat bius secara ilegal.


Alfonso, menarik napas dalam. sembari mempertimbangkan permintaan sang istri.


''Bisa, aku akan segera mengadakan rapat.tapi, setelah steward dan karla tiba disini. supaya markas disanapun akan berhenti menjual organ tubuh manusia. aku janji itu.aku, juga sudah berpikir akan segera menangani perusahaan daddyku. nanti aku akan ke kantor mungkin 4 hari seminggu.'' jawab Alfonso dengan yakin.


'' Dan, kamu tau sayang daddy Masonpun telah menepati janjinya ke aku dan kamu. Markas Sergio sudah ia bakar rata dengan tanah tanpa ada satu pun yang sisa. piaraan singa dan buaya, daddy serahkan ke pihak pengelola kebun binatang. karna, sikap daddy itu kemarin daddy mendapat penghargaan sebagai apresiasi untuk daddy telah mengembalikan hewan ke tempat asalnya dengan kemauan sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun.'' sahut Alfonso. sambil tersenyum


'' Tidak, syang. kamu, tidak boleh ikut karna kerjaan kami itu berbahaya. benar, daddy melakukan hal baik. tapi, tetap saja pekerjaan kami itu tidak patut untuk ditiru atau ditonton.'' Alfonso memberi pengertian agar sang istri bisa mengerti.


Leticia, mengangguk mengerti. saat sedang asyik bercerita tiba tiba perut leticia berbunyi yang berhasil membuat Alfonso dan leticia tertawa lepas.


''Sudah, lapar? maafin daddy sayang sayangku. daddy akan segera membuatkan makanan untuk kalian dan mommy.'' ucap Alfonso. sambil mengecup perut buncit sang istri. matanya melihat ke arah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Alfonso bergegas turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar menuju ke arah dapur.


Leticia, tersenyum dan ikut turun dari ranjang berjalan mengikuti sang suami dengan penuh hati hati.


Alfonso, sibuk membuatkan makanan untuk sang isti dan dirinya semua pelayan yang didapur hanya berdiri diam menunggu perintah dari tuan mereka.


Leticia, duduk dikursi makan. sembari makan buah apel yang disiapkan diatas meja makan. karna, setelah perutnya semakin besar, leticia sudah agak sulit membantu sang suami memasak karna gampang merasa lelah.


****


Diudara, Karla sudah menghabiskan beberapa potong roti gandum, dan beberapa buah apel dan pear.yang membuat sang suami hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tapi, Steward bersyukur Karla makan roti gandum dan makanan yang dia makan jarang yang manis manis. jadi, tidak buruk untuk kesehatan tubuhnya.


'' sayang mana susu hamilku.'' ucap Karla.


Steward segera mengambil susu hamil siap minum dan membawanya untuk Karla.


'' Ini, setelah itu kamu tidur dulu.masih dua jam lagi baru kita mendarat.'' sambung Steward. dan meletakkan sisa roti dan buah ke dalam paper box lagi.


Karla, mengangguk. dan benar setelah makan dan minum susu, Karla mulai merasa ngantuk. karna perutnya yang sudah kenyang. karlapun membaringkan tubuhnya diranjang yang disediakan didalam jet dan perlahan memejamkan matanya hingga terlelap menuju dunia mimpinya.


Steward, yang melihat sang istri tertidur begitu cepat. segera, mendaratkan satu kecupan dikening sang istri dan mengelus perut Karla.


''I love you.'' ucap steward, matanya menatap wajah Karla. sambil tersenyum.


kemudian Steward. meraih ponselnya dan menghubungi Gareth untuk menjemput mereka dibandara.


...----------------...


selamat pagi apakabar semuanya? maaf beberapa hari saya jarang up karna saya masih berduka.dan juga sibuk mengurus surat vaksin yang tidak keluar keluar.


Saya, tau mungkin readersku yang hanya terhitung jari ini bertanya. kenapa belum lahiran? kenapa semua musuh pada berdamai?.


disinopsis sudah dijelaskan, mafia mafia ini berubah saat mereka menemukan cinta dan mereka akhirnya menghentikkan dendam mereka.


ada juga yang bilang ko bertele tele? saya disini, membahas sebuah penyakit dan mafia hanya sebagai pemanisnya. lupus, itu saya menulis kisah nyata dan menambahi pemanis mafianya.


Dulu saya kerja disalah satu rumah sakit di kertosono dan akhirnya saya pindah ke surabaya. saya mendapat seorang pasien lupus. yang berjuang melawan lupus hingga akhinya meninggalkan anaknya yang baru berusia seminggu dan satu lagi berusia empat tahun.


saya menulis, ini mungkin didalam sini ada sarat ilmunya karna obat dan pengobatannya benar itu real yang diajukan untuk penderita lupus.


setidaknya bisa diambil kalau menurut readers tercintaku ada sarat ilmunya, tapi, jika, ada yang vulgar dan bertele tele. tidak perlu di ikuti karna novel pasti ada pemanisnya.


karna, kalau saya nulisnya sakit dan pengobatan saja tanpa pemanis, berarti bukan novel melainkan sekolah daring kesehatan.


untuk itu, saya mohon maaf kalau pembacaku bosan. tapi, saya akan memberikan yang terbaik menurutku. walaupun sepi pembaca saya usahakan sampai tamat. dan diakhir saya jamin tidak mengecewakan.


sehat sehat selalu ya, ingat bumi kita lagi tidak bersahabat karna itu jangan terlalu begadang dan tetap jaga kesehatan. happy weekend.

__ADS_1


salam hormatku.


__ADS_2