
''Ayo, semuanya. makan.'' panggil Stefani untuk semua sahabatnya yang masih duduk bercerita diruang tamu.
Semua, berjalan ke arah ruang makan.Nabila, yang masih berada didapur tercengang saat melihat Reno dengan tanpa beban tertawa dan berjalan masuk ke ruang makan.
Seketika, ingatan ditaman kembali muncul dalam pikirannya.
''Semoga, dia tidak bertingkah konyol disini. oh, Tuhan lindungi saya dari pria sakit ini.'' batin Nabila. dengan melangkah mundur satu langkah ke belakang.
''Kamu, jangan takut bunda akan melinduingi kamiu dari pria jahat ini.'' batin Nabila lagi.
Kevin, yang menyadari sikap Nabila, yang ketakutan saat melihat Reno. Dengan, cepat Kevin memanggil Nabila sengaja Kevin lakukan untuk memancing respon Reno.
"Nab! ayo duduk disini. kursi masih kosong disebelahku."panggil Kevin.
Nabila, hanya menggigit bibir bawahnya saat Kevin memanggil namanya.dengan, ragu Nabila berjalan ke arah kursi yang ditawari Kevin.dan duduk disamping Kevin.
Reno, bersikap seolah tidak mengenal Nabila membuat Nabila merasa sedikit lega.
Semua, mengambil makan dan mulai makan malam bersama. Nabila, yang selama hamil tidak menyukai daging sapi ditawari Kevin dengan terpaksa Nabila menerimanya.Namun, ketika baru satu gigitan, Nabila mulai merasa mual. dengan, menahan agar tidak mengeluarkan isi perutnya didepan banyak orang. perlahan Nabila meletakkan piringnya diatas meja dan berjalan ke arah toilet dengan menahan mualnya..
Sesampainya, di toilet. Nabila, mengeluarkan semua isi perutnya. Kevin, yang sudah mengetahui kalau Nabila ke toilet untuk muntah segera menyusul Nabila dengan berusaha tidak menimbulkan kecurigaan.
Kevin, sengaja berdiri diruang dapur.sembari menunggu Nabila keluar dari toilet. Kevin, yang melihat Nabila keluar dari toilet segera berjalan mendekati Nabila dan menarik tangan Nabila dengan lembut ke arah balkon belakang Apartemen milik Glen.
''Vin! kamu mau bawa aku ke mana? lepaskan tanganku sakit!" ucap Nabila pelan.
"Kamu, masuk angin lagikan?" tanya Kevin berpura pura tidak tahu.
"Iya, mungkin tadi saya kurang istirahat."jawab Nabila dengan polosnya.
__ADS_1
"Ya, sudah kamu mau teh herbal? Glen selalu sedia teh herbal didapurnya, kalau kamu mau aku akan membuatkan untuk kamu." tawar Kevin lagi.
Nabila, yang merasa dirinya memang butuh menghangatkan perutnya menganggukkan kepalanya.
Kevin, yang sudah biasa keluar masuk Apartemen Glen. tanpa ijin Stefani. Kevin, segera membuka lemari diruang dapur dan mengambil teh herbal. kemudian, diseduhnya dicangkir. dan, dengan berhati hati Kevin membawanya untuk Nabila yang sedang menunggu dirinya di balkon belakang.
"Ini, minum dulu.setelah minum, kamu masuk lebih dahulu ke dalam agar tidak ada yang mencurigai kalau aku menemui kamu disini.'' ucap Kevin.
"iya, terima kasih.'' jawab Nabila. kemudian, menerima cangkir yang berisi teh herbal dan menyesap teh herbalnya.hingga habis.
Nabila, yang merasa perutnya sudah lega. akhirnya, menurut sesuai perintah Kevin.
Kevin, selalu menjaga sikapnya dibanyak orang seperti ini apalagi ada Reno. Kevin, tidak mau Reno mempermalukan Nabila didepan umum.
Bagi, Kevin. lebih baik mengalah.karna, Kevin yang tulus mencintai Nabila tidak mengharapkan cinta dari Nabila.seperti dirinya mencintai Nabila.
Kevin, menarik napas dalam. dan melangkah, menyusul Wanita yang dicintainya.
Kevin, dan Nabila bersikap biasa saja dan mulai melanjutkan makan mereka. selesai, makan. Nabila, yang merasa badannya tidak enak segera pamit untuk pulang lebih dahulu.
''Fani, aku pulang lebih dulu ya, maaf badanku lagi enggak enak.'' pamit Nabila.
''Iya, enggak apa apa lagian ada pelayan dirumah yang beresin alat makan.'' jawab Stefani.lalu, kedua sahabat itu saling menautkan pipi mereka.
Akhirnya, Nabila mengambil tasnya yang diletakkan diatas meja, segera berjalan menuju ruang tamu dimana para pria yang sedang berbincang diruang tamu sembari melanjutkan minum mereka.
''Maaf. semuanya aku pamit pulang lebih dulu.'' pamit Nabila.untuk semua yang berada diruang tamu.
''Oke, Nab! hati hati ya. atau, kamu butuh pengawal.nih ada Kevin yang bersedia mengantar kamu pulang.'' teriak Gareth yang terbawa pengaruh alkohol.
__ADS_1
Kevin, menatap tajam Gareth. Nabila, tersenyum sembari melambaikan tangannya.'' bye semuanya.'' pamit Nabila.
Kevin, mengerjap. dan menatap ke arah Nabila dengan tatapan penuh permohonan'' Nab, ijinkan aku mengantarmu pulang sampai Apartemen. ini sudah larut malam.'' batin Kevin.
Reno, yang harusnya selalu siaga berada disamping Nabila malah berpura pura seakan tidak mendengar dan tidak mengenal Nabila.
Nabila, yang sudah berpamitan dengan semuanya. segera, berjalan keluar dari Apartemen menuju area parkir mobilnya.
Kevin, segera. menyusul Nabila dengan mobilnya sendiri, memantau Nabila dari kejauhan. agar, tidak dicurigai oleh Nabila.
Semua, yang berada di Apartemen Glen. hanya, saling menatap dengan tingkah aneh Kevin. yang tiba tiba pamit pulang lebih dahulu.
''Sepertinya telinga saya harus dibawa ke dokter.'' bisik Gareth ditelinga Andre.
''Biarkan, saja lagian dari kemarin dia memang bertingkah sedikit lebih aneh.'' jawab Andre,
''Kita, biarkan saja dulu, nanti juga dia akan bercerita pada kita.'' sambung Andre lagi.
''Hmmm..,'' Gareth hanya berdehem.
Acara, selamatan pindahan Stefanipun selesai semua pulang ke Apartemen masing masing.
Setelah, memastikan Nabila benar benar masuk ke dalam Apartemennya. Kevinpun memutar balikkan mobilnya kembali ke Apartemen miliknya.
Kevin, yang baru saja pulang memantau Nabila dari kejauhan, memasuki area parkir apartemen. Namun, seketika Kevin menghentikan mobilnya saat melihat Reno yang masuk ke dalam mobilnya dan melaju keluar dari area parkir Apartemen. dengan Cepat Kevinpun, membuntuti Reno.
Ternyata, dugaan Kevin benar. Reno, benar benar membelokkan mobilnya ke arah Apartemen Nabila. dengan kecepatan Tinggi Kevin mengejar mobil Reno karna jarak mobil mereka yang sedikit lebih berjauhan.
''Breng..,sek dia mau ke mana. buat apa di ke arah Apartemen Nabila. dia jangan macam macam.'' gumam Kevin yang terus mengejar mobil Reno.
__ADS_1