SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
kenapa bayinya ada ekor


__ADS_3

Leticia, mengeluarkan buku ibu hamil dari tasnya, dan menyerahkan pada dokter Grace.


''Permisi, Dok.'' ucap Leticia sambil meletakkan buku ibu hamil diatas meja depan dokter Grace.


"Iya, terima kasih."Jawab dokter Grace.Tangannya mengambil buku ibu hamil milik Leticia.


'' sama sama dok.'' jawab Leticia sambil tersenyum.


Alfonso, yang penasaran ingin melihat bayi bayinya, semakin tidak tenang. menarik napas panjang, tangannya mengetuk etuk didagunya, sambil melirik ke sana ke mari. Leticia yang risih dengan kelakuan Alfonso, menyikut pelan perutnya sambil menatap tajam Alfonso.


Alfonso yang merasa disikut Leticia, hanya menggelengkan kepala lalu mengangkat kedua bahunya. Leticia, menatap dalam Alfonso, sambil menggigit bibir bawahnya meminta Alfonso sabar.


Alfonso, tersenyum. dan berusaha tenang, melawan rasa penasaran inbin melihat anak anaknya.


Dokter Grace, masih membaca lagi, buku hamil milik Leticia dan rekam medis yang diberikan dokter Cathlyn. karna, saat ini kedua dokter ini harus bekerja sama untuk memperhatikan kondisi tubuh Leticia dan janin. untuk menghindari, tidak terjadi kesalahan pemberian obat yang akan memperburuk keadaan terhadap Leticia dan juga janinnya.


''Oke, buk. bagaimana kondisi ibu selama ini? apa yang ibu keluhkan.'' tanya Dokter Grace setelah selesai membaca hasil rekam medis dari dokter Cathlyn.kemudian meletakkanya diatas meja lagi.


Leticia, melihat ke arah Alfonso. karna, Leticia tidak mungkin mengatakan kalau dia mengalami pusing dan hampir pingsan saat penculikan.


'' Beberapa hari kemarin saya, sempat merasa badan saya lemas, dan pusing. mungkin karna kelelahan.'' jawab Leticia. tangannya terus digenggam Alfonso.


''Baik, saya akan lakukan observasi dulu.'' jawab Dokter.


'' Lho, enggak usg?'' seloroh Alfonso dengan polos ketidak tahuannya.



Dokter tersenyum sambil menyiapkan alat tensi darah dan tetoskop dan meletakkan didekat bed pasien.


''Setelah ini pak, kita akan melakukan Usg, tapi, saya akan melakukan observasi terlebih dahulu.'' jawab dokter dengan tersenyum.


'' Maafkan, suami saya Dok.'' jawab Leticia. yang tidak enak karna pertanyaan Alfonso.


Alfonso, membantu Leticia berdiri dan menggandeng tangan Leticia menuju ke Bed pasien. dengan tanganya dipegang Alfonso, Leticia naik diatas bed pasien dan berbaring, untuk melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Permisi, buk. saya akan lakukan tensi darah terlebih dahulu'' ucap Dokter, dengan memasang manset dilengan kiri Leticia dan mulai memasang tetoskop ditelinganya sambil tersenyum dokter melakukan pengecekan tensi darah.


''Tekanan darah ibu normal. 120 /90mmhg. masih bagus'' ucap dokter lagi sambil meletakkan alat tensi darah ketempatnya. lalu, kembali ke arah leticia dengan membawa botol yang berisi Gel.


'' Dok, sudah mau Usg?'' tanya Alfonso, yang sudah tidak sabar melihat anak anaknya. Alfonso, duduk disamping Leticia. dengan terus menggenggam tangan Leticia, karena sudah paham, kalau nanti gambar bayinya akan muncul di layar monitor USG.Alfonso, fokus menatap monitor usg-nya. terlihat jelas, rona bahagia diwajah Alfonso benar benar terpancar.


''sayang, kita akan lihat anak anak kita sayang.'' sambung Alfonso dan mendaratkan satu kecupan dipunggung tangan leticia.


'' iya, kamu yang sabar dong sayang.'' pinta leticia yang melihat Alfonso kegirangan.


"Mana, saya bisa sabar? saya ingin tau mereka lagi apa dan giaman reaksi mereka melihat saya." jawab Alfonso, yang berhasil membuat Leticia dan dokter tertawa lepas.


"Pak, bayinya belum bisa melihat pak dan ibu. karna mereka masih berada didalam perut ibu Leticia."jelas dokter sambil terkekeh.


Alfonso, tersenyum sambil menatap Leticia.


"Maaf, sayang." sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


''Permisi ya bu, bajunya diangkat sedikit.''' ucap dokter.


lalu..,


Dengan lembut, Dokter mengoleskan gel diperut leticia.sambil, melihat tingkah Alfonso yang tidak sabar menunggu hasil USG nya.


Kemudian dokter menekan dengan lembut Alat diperut Leticia dan mengajak Alfonso dan Leticia melihat ke arah monitor usg.



Alfonso yang sejak tadi fokus menatap ke arah monitor saat melihat anak anaknya, spontan Alfonso melompat kegirangan.


''sayang .lihat anak kita, kenapa ada ekor di bagian perutnya? lihat kenapa mereka tidur berdempetan, kasihan mereka pasti sesakan didalam sana? lihat yang satunya isap jempolnya mereka begitu lucu" oceh Alfonso. jarinya menunjuk ke arah monitor. tanpa memberi celah untuk dokter menjelaskan perkembangan bayinya. Leticia, yang merasa tidak enak dengan dokter, menatap dalam Alfonso memberi isyarat agar Alfonso, bisa diam, sambil terkekeh renyah.


"Tidak apa apa bu. mngkin karna pertama kali melihat bentuk bayinya. makanya pak Alfonso begitu antusia.'' jawab dokter yang memaklumi tingkah dan cerewetnya Alfonso.


'' iya, dok. saya baru pertama kali lihat Dok.'' jawab Alfonso dan menatap lebih dekat lagi ke layar monitor.

__ADS_1


''Saya, paham pak.'' jawab dokter dengan tersenyum.


''Dok, suara apa yang gelebub gelebub ini? '' tanya Alfonso dengan polosnya.


'' itu, detak jantung bayinya pak. karna, empat janin jadi bunyinya lebih tidak teratur., berarti bayi bapak sehat, tapi satu, yang dari sisi kiri jantungnya lemah.'' jelas dokter.


Alfonso, yang mendengar kata dokter salah satu jantung anaknya lemah dengan cepat berlari ke arah dokter.


'''Dokter, tolong lakukan apa saja untuk selamatkan anakku, aku tidak peduli berapa biayanya, sekalipun saya harus mengorbankan semua harta saya. asal keempat anak saya lahir dengan selamat.'' lirih Alfonso menitikkan air matanya.


Leticia, yang tadi wajahnya bahagia, kini berubah jadi sedih.sambil mengelus punggung tangan Alfonso, karna dia tau pria ini paling rapuh kalau sesuatu hal buruk terjadi pada dirinya dan anak anaknya.


" ini tidak masalah, wajar karena Ibu Leticia memiliki penyakit yang serius. ditambah lagi harus mengandung 4 anak. jadi, setelah ini, saya, akan memberikan obat penguat kandungan untuk mencegah keguguran.'' jawab dokter sambil membersihkan lagi perut Leticia dari Gel.


Selesai, membersihkan dokterpun mencuci tangan.dan dengan bantuan Alfonso, Leticia bangun dari bed pasien dan berjalan kembali ke kursi untuk mendengar penjelasan dokter lebih lanjut.


Alfonso, duduk disebelah Leticia, dengan raut wajah yang sangat sedih.kemudian, dokter duduk dikursinya sambil tersenyum.


''Sudah, tidak perlu bersedih. ini hal yang wajar ditrimester pertama.karena detak jantung bayi lambat ini terjadi hanya sementara. dalam istilah medis, kondisi ini umumnya disebut sebagai transient bradycardi. kondisi itu dapat terjadi saat usg transvaginal menciptakan tekanan berlebihan dirahim bisa memperlambat detak jantung untuk sementara waktu."


''Detak jantung janin lemah atau fetal brakardia merupakan kondisi ketika bayi dalam kandungan memiliki jantung dibawah normal.dikatakan lemah adalah ketika detak jantung janin berada dibawah 100 detak per menit.lantas, apa saja penyebabnya? adanya penyakit atau kelainan yang mendasari kondisi tersebut.peningkatakan stimulasi vagal yang biasa terjadi selama trimester kedua ketika sistem saraf simpatis belum matang. terjadi oklusi atau kompresi tali pusat. hipoksia yang disebabkan oleh depresi miokard.namun ketika tidak ada kondisi penyerta lain detak jantung lambat dapat menghilang dengan sendirinya.''


''Karna itu, ibu harus lebih banyak mengomsumsi makanan bernutrisi seimbang dan sehat seperti sayur dan buah buahan. belajar untuk mengolah stress.lakukan olahraga ringan sesuai dengan kondisi dan kemampuan bumil, hindari asap rokok menjadi perokok pasif juga berbahaya untuk kesehatan janin dan anda sendiri.senatiasa menjaga kadar gula darah diabetes gestasional kerap dikaitkan dengan gangguan atau komplikasi kehamilan seperti cacat jantung pada bayi.''


'' Tapi, seperti saya katakan diatas ibu dan bapak tidak perlu bersedih karna, ini hal yang wajar ditrimester pertama.pak, jangan bersedih tidak akan ada hal buruk yang terjadi dengan janinnya.'' jelas dokter sambil menatap Alfonso dan Leticia bergantian.


'' Saya, harap juga begitu dok. semoga anak anak saya sehat dan lahir dengan normal.'' sambung Alfonso dengan harapan yang tulus dari hatinya.


Dokter yang melihat wajah Alfonso hanya tersenyum.


'' tadi, waktu Usg. pak Alfonso menanyakan kenapa ada ekor? itu bukan ekor, tapi tali pusat dimana janin mendapat asupan makan melalui tali pusat yang berasal dari placenta, yang mirip bantal seperti tadi bapak katakan. dan kalau isap jari wajar semua bayi seperti itu dalam rahim ibunya. nanti mereka akan terus berubah dengan bertambahnya usia kandung ibu leticia.'' jelas dokter.


''Apa, sebaiknya setiap minggu saya lakukan Usg? biar saya bisa melihat perubahan mereka dalam perut istri saya.'' tanya Alfonso. dengan memasang wajah ketidak tahuannya.


Leticia, melirik ke arah Alfonso sambil tersenyum.

__ADS_1


'' sayang, dengar dulu saran dokter." sambung leticia.


__ADS_2