SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
jangan diamin aku


__ADS_3

Setelah mengirimkan pesan ke Ethan, Alfonso kembali ke kamar saat melihat ke arah ranjang Cia, mata Alfonso membulat karna Cia tidak ada dikamar.


"Kemana gadis itu."gumam Alfonso. karna mendengar ada suara air dari kamar mandi, Al mempercepat langkahnya ke sana.


"Cia, Cia. kamu kenapa?"tanya Alfonso dengan rasa cemas. Alfonso menarik kasar rambutnya. menyesal karna telah membuat Cia tersinggung dengan ucapannya tadi.


"kamu menangis?" tanya Al lagi.


Alfonso menggedor gedor pintu kamar mandi, tapi sama sekali tidak dijawab Cia dari dalam kamar mandi.


"Cia, buka pintunya atau aku akan mendobraknya."teriak Alfonso.


"Kenapa? aku masih cuci tangan."Cia memberi alasan.


"Jangan bohong. aku tau apa yang kamu lakukan didalam sana.jangan konyol kamu Cia!" teriak Alfonso yang sudah sangat mengkwatirkan kondisi Cia.


Karna menunggu sudah hampir 30 menit Alfonso niat mendobrak pintunya. saat badannya menempel ke arah pintu, Cia membuka pintu kamar mandi yang mengakibatkan kedua nya jatuh masuk ke dalam kamar mandi lagi. Alfonso menindih Cia dibawah lantai kamar mandi.


"Aduh..,"teriak Cia.kesakitan.


Karna merasa tidak kuat menahan tubuh kekar Alfonso, Cia memukul lengan Al agar bangun dari atasnya.


"Bangun, badanmu berat sekali, aku tidak kuat menahan nya." ucap Cia dan masih terus memukul pelan bahu Alfonso.


Alfonso yang masih lihat ke arah Cia sambil menaik turunkan alisnya.


"Ayo, bangun. aku ng kuat nahanya."ucap Cia lagi.


Karna merasa sudah cukup mengerjai Cia, Alfonso bangun dari atas tubuh Cia dan mengulurkan tanganya ke Cia, dengan Cepat Cia meraih tangan Alfonso dan bangun dari lantai kamar mandi.


"kamu ngapain di kamar mandi, lihat matamu kenapa sembab begitu."ucap Alfonso. karna melihat mata Cia yang sembab Al menduga kalo Cia habis nangis.

__ADS_1


ya Cia tersinggung karna tuduhan Alfonso tadi.


"Aku tidak kenapa kenapa."jawab Cia dan berlalu pergi meninggalkan Al yang masih terpaku didepan pintu kamar mandi.


"Oh, Tuhan. ternyata lebih sulit hadapi wanita daripada melawan musuh."gumam Alfonso. sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. dan berjalan mengikuti Cia yang sudah lebih dulu ke dalam kamar.


Tangannya menarik kasar lengan Cia.


"Sakit, jangan menarik aku seperti itu." ucap Cia. dan terus berjalan ke arah lemari.


"kamu, kenapa. ada masalah apa ceritakan."ucap Al. dengan sedikit rasa kesal.


"aku mau ganti baju, kamu ng lihat baju ku kotor semua karna ulah konyolmu didepan kamar mandi." jawab Cia kesal.dan terus melangkah ke arah lemari.tanganya meraih handle pintu lemari lalu lemari dibuka, Cia mengambil bajunya dan berjalan lagi ke kamar mandi.


Alfonso yang masih tidak mengerti dengan sikap wanita yang berubah ubah, tepatnya sikap Cia membuat Alfonso terpaku ditempat.


"Kalo saja kamu musuh sudah ku tembak."batin Al.


Tubuh kecil Cia dirapatkan ke dada bidangnya Al memeluk erat tubuh Cia, lehernya dibenamkan di pundak belakang Cia.deru napas Alfonso membuat hati Cia berdebar.


Dengan santai Al menggendong tubuh kecil Cia ke arah ranjang miliknya. Cia menolak dengan menggerakkan badannya.


"Lepaskan aku. "sambil terus menggerakkan kedua kakinya.


Tapi, itu tidak didengar oleh Alfonso. malah Alfonso terus tersenyum padanya.


karna Kesal Cia mulai memukul perlahan dada bidang Alfonso. tapi pukulan Cia hanya angin lalu bagi Alfonso.


Setelah sampai diranjang, Alfonso membaringkan Cia diatas ranjang miliknya. tubuh Cia dikungkung dengan tubuh besar milik Alfonso. Cia yang menolak dilepaskan sama sekali tidak didengar oleh Alfonso.


Dengan tangan kirinya menahan tubuh Cia supaya tetap diatas ranjang, Alfonso melepas kaos dibadan nya dengan tangannya yang satu lagi. saat ini yang tersisa hanya celana boxernya.membuat Cia merinding dan mulai mikirkan yang tidak tidak.

__ADS_1


Cia menutup matanya dan kedua tangan nya ditutupkan ke wajahnya. karna tidak tahan melihat roti sobek tersusun rapi diperut Alfonso. ya , memang bukan pertama kali Cia melihat ini tubuh Alfonso , sudah yg ke tiga kali tapi tetap saja membuat hati Cia berdebar debar.


"Al, kamu jangan macam macam aku bisa teriak." ancam Cia dan masih menutup wajahnya.


Al hanya tersenyum lalu mulai menggeser tangan Cia dari wajahnya. dengan Cepat Alfonso menyesap bibir Cia. napas Alfonso menderu, Cia terus menolak dengan tidak membalas ci*man dari Alfonso.


Al mulai menjelajahi leher Cia hingga ke dua gundukan Cia. tapi, Al tidak menyentuhnya. dan kembali ke bibir Cia, setelah puas menyesap bibir Cia Alfonso membaringkan tubuhnya di sebelah tubuh Cia. lalu merangkul Cia kedalam pelukkannya.


"Maaf kan aku.jangan diamin aku." ucap Alfonso dan merapatkan tubuh kecil Cia ke dalam pelukan nya.


Cia hanya mengangguk karna semua dugaannya tidak terjadi. lega hati Cia.


"Kenapa, tidak mau berbagi cerita dengan aku. kamu ada masalah apa?" tanya Al pada Cia setelah napasnya mulai teratur lagi.


"kamu maunya dikasih bonus dulu baru mau cerita." ucap Alfonso sambil menaik turunkan alisnya. tangan kanannya disanggah ke kepalanya sambil melihat ke wajah Cia yang masih berada dalam pelukan Alfonso.


"aku kecewa kenapa kamu terus menuduhku pembohong."lirih Cia.


"Hmmmmm...,


Alfonso menarik napas panjangnya...sambil merapikan rambut Cia.


"Aku takut semua yang aku kwatirkan benar benar terjadi."ucap Alfonso.sambil menarik selimut menutupi tubuh mereka.


"uda tidur besok hari istimewa kita.aku tidak mau kamu lelah,"ucap Alfonso dan mengeratkan pelukannya ke tubuh Cia


"Awas kalo macam macam." Ucap Cia sebelum tidur.mata sayunya menatap ke Alfonso membuat Alfonso gemas dan mencubit pelan hidungnya.


"Aku janji sebelum sah aku tidak akan menyentuhnya." jawab Alfonso.sambil mendaratkan satu kecupan dikening Cia,


Dan akhirnya merekapun menuju ke dunia mimpi masing masing. mempersiapkan diri menyambut esok dihari bersejarah mereka.

__ADS_1


__ADS_2