SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Tega


__ADS_3

Leticia, masih setia menemani suaminya. karna, sejak sadar dari komanya Alfonso, sedikit lebih manja tidak ingin jauh dari istrinya.


Kevin, hanya tersenyum hingga merasa risih sendiri. akhirnya, memilih duduk didepan kamar bersama Mason dan anak buah yang berjaga diluar. daripada, harus didalam duduk di samping Alfonso, hanya sebagai nyamuk untuk Alfonso dan Leticia.


''Buka mulut aaaa..., nah gitu dong pintar.'' ucap Leticia, saat menyuapi Alfonso Roti.


Karna, Alfonso sejak dulu tidak pernah menyukai roti rasa atau merk apapun Alfonso tidak suka.


Tapi pagi ini atas desakan Leticia. dengan berat hati Alfonso membuka mulutnya dan makan.


''Sayang, sudah cukup kalau kamu paksa aku makan roti, lebih baik aku dikasih makan buah.'' pinta Alfonso memasang wajah melasnya.


''Iya, aku tau itu.tapi, sementara makan roti dulu nanti setelah pagi aku akan suruh anak buah beli buah di superarket, lagian jam segini mana ada supermarket yang buka sayang.'' jawab Leticia, dan terus memaksa Alfonso makan roti isi coklat.


''Ada benarnya juga, sekarang baru pukul lima pagi mana ada supermarket yang buka.'' batin Alfoso.


''Tapi, perutku uda benar benar enggak isa terima roti ini.'' batin Alfonso lagi. matanya menatap wajah sang istri dengan begitu dalam.

__ADS_1


Leticia, berpura pura tidak melihat tatapan sang suami.


''Masa bodoh, daripada enggak makan sama sekali lebih ditega tegain aja.'' batin Leticia.


Setelah, melewati drama penolakan dan pemaksaan dari Leticia. akhirnya Alfonso berani habisin Roti satu buah. dengan tersenyum Leticia, membawa segelas susu hangat untuk Alfonso lagi.


''Susunya diminum sayang, selagi masih hangat.'' ucap Leticia, sembari meletakkan susunya di atas nakas.


Alfonso, hanya bisa pasrah kalau menolakpun percuma kalau sudah mendapat tatapan tajam dan anggukan kepala sang istri seperti titah yang tidak bisa ditolak oleh dirinya tetapi hanya bisa ''Iya.''


Gareth, yang melihat Leticia yang bingung menekan tombol bed pasien, agar Alfonso bisa tegak kepalanya. dengan cepat datang dan membantu menekan tombol bed pasien.


''Siap, sama sama.'' jawab Gareth, kemudian kembali duduk di sofa samping Nabila.


Setelah, memastikan Alfonso sudah tegak, Leticia mengambil gelas yang berisi susu tadi berikan untuk Alfonso. sembari duduk disamping Alfonso, menunggu Alfonso meneguk susunya.


Dengan berat hati Alfonso menutup mata, lalu meneguk susunya hingga habis.

__ADS_1


''Pintar, bangat suaminya Cia.'' ucap Leticia, saat melihat sang suami yang berhasil menghabiskan susu satu gelas, tangannya menerima gelas dari tangan Alfonso, kemudian meletakkan lagi diatas nakas.


Gareth, yang sejak tadi menyaksikan darma romantis ala Leticia dan Alfonso. dengan Refleks mencubit paha Nabila.'' lihat Alfonso, enggak isa ngebantah kalau Leticia yang minta.'' bisik Gareth yang belum menyadari dengan siapa dia berbisik.


''Duh, sakit Reth!kenapa pahaku dicubit?" Nabila meringis kesakitan.


Andre yang sejak tadi fokus bermain game diponselnya tercengang,


''Reth?'' tanya Andre yang penuh tanda tanya.


Gareth, yang baru sadar setelah ditanya Andre bingung hendak jawab Apa, dengan tersipu malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


''Maaf, aku enggak sadar aku pikir lu yang duduk disebelah ku Ndre!" ucap Gareth sembari mengangkat kedua tangannya ke atas.


''Modus lu Reth! main cubit anak gadis orang saja. jelas jelas aku duduk disisi kananmu.''sambung Andre sembari menggeleng kepalanya.


''Hehehehe.., maaf aku benar benar enggak sengaja. lagian, aku merasa lucu dengan Alfonso yang tidak bisa ngebantah kalau Leticia yang bicara, padahal lu tau sendiri sejak kapan Alfonso minum susu.'' jelas Gareth matanya melirik ke arah Nabila dengan malu mau.

__ADS_1


''Sudah, lain kali harus konsentrasi kalau mau ngelakuin sesuatu.'' balas Nabila. yang memaklumi kelakuan Gareth, karna dirinya dan Andre sama sama duduk bersebelahan dengan Gareth.


__ADS_2