
"Tidak! aku, mohon biar'kan aku pergi, Vin!" lirih Nabila.
Kevin, menggelengkan kepalanya.'' Aku, butuh teman ngobrol, temani aku sebentar!'' jawab Kevin. kemudian dengan lembut menarik tangan Nabila untuk duduk bersama dirinya dikursi yang disediakan ditaman itu.
Nabila, dengan berat hati mengikuti langkah kaki Kevin. Pria enggan melepas tangan Nabila. Kevin, pura pura tidak mendengar ucapan Nabila.
''Ayo, duduk disini.'' suruh Kevin, Tangannya menepuk kursi yang berada disampingnya.
Nabila, menurut dengan perlahan Ia mendudukkan tubuhnya dikursi samping Kevin.
Kevin tersenyum," gitu dong, mana senyumnya?"tanya Kevin. Ia mengambil earphone dari kantong jaketnya lalu dipasang ditelinga kiri dan kanan miliknya. sudah menjadi kebiasaan Kevin jika Ia menghadapi suatu masalah atau merasa tidak bisa menyelesaikan masalah musik solusi terbaik buat Kevin.
Nabila hanya diam wanita itu hanya menatap wajah Kevin tanpa kata apapun. Menyadari dirinya sedang diamati oleh Nabila.Kevin tersenyum dengan mengedipkan matanya.
"Mau, ikut dengar musik? Lagunya pas banget kalau pikiran lagi kacau seperti ini." tawar Kevin.
Kemudian, Kevin melepas earphone dari telinga kiri dan dengan lembut Ia pasangkan ditelinga kanan Nabila.
''Bagaimana, enak enggak lagunya.'' tanya Kevin.
Mata Nabila berkaca-kaca ketika mendengar lagu Don't say goodbye milik Davinci.
"Aku, biasa datang disini. kalau habis main dimarkas atau lagi mikirin masalah yang berat aku kesini.merenung, nonton anak anak kecil yang bermain disini, mereka tertawa dengan polos. hatiku biasanya jadi lebih tenang.'' cerita Kevin.
Nabila, masih enggan bicara. Pandangan matanya masih tertuju diwajah Kevin.Bagaimana bisa Mafia yang terkenal bisa membunuh kapan saja.Ia bisa memperlakukan wanita dengan sebaik ini. penyesalan tentu ada di hati Nabila.Yapi, memikirkan untuk memiliki Kevin? Nabila tidak ingin membebani Pria ini dengan masalah besarnya.
''Kenapa, dulu aku menolak kamu? Aku bodoh berpikiran sependek itu sampai membuatku terjatuh dalam masalah yang besar." batin Nabila.
__ADS_1
''hmmm..,'' Kevin, menarik napas dalam.Pria itu tau Nabila sedang memikirkan masalah nya. Kevin menatap awan yang sedang bergeser diatas langit dengan kedua tangan tetap berada di kantong jaketnya.
"Cuaca nya sangat panas, paling enak makan yang dingin-dingin. kamu mau es cream, Nab?" tanya Kevin.Ia sedikit menunduk untuk menatap wajah Nabila.
"Boleh." jawab Nabila, dengan menganggukan kepalanya.
Kevin mengayunkan tangannya, Ia memanggil Abang penjual es Cream yang sedang duduk di pinggir taman menunggu anak-anak yang sedang main untuk datang membeli es creamnya. Dengan cepat pria itu mendorong gerobak es Crema nya dan berjalan mendekati Kevin dan Nabila.
''Kamu, mau rasa apa?'' tanya Kevin.
''Vanila saja.'' jawab Nabila dengan cepat.
''Pak, rasa vanila dua cup.'' ucap Kevin.
''Baik, Tuan.'' jawab penjual itu.
Dengan, cepat Penjual itu menyajikam es cream pesanan Kevin. Lalu, memberikan dua cup es cream rasa Vanila pada Kevin. Setelah di bayar dengan 2 lemabr dolar penjual itu segera pergi meninggalkan Kevin dan Nabila ditaman itu.
"Terima kasih." jawab Nabila, dengan cepat Ia menikmati es cream yang berada di tangannya.
Kevin dan Nabila mulai menikmati es cream. lelehan vanila dan manisnya siraman susu menyegarkan otak. Kevin, sesekali melirik ke arah Nabila, Wanita itu sangat menikmati es cream ditangannya. Karena permintaan dari bayi dari sejak semalam, Nabila menikmati es cream tanpa peduli dengan tatapan Kevin.
''Makannya, pelan kalau masih mau, nanti aku beli'kan lagi.'' ucap Kevin yang melihat Nabila begitu menikmati es creamnya.
"Nggak ini sudh cukup." sahut Nabila, perutnya pun sudah lebih enakan.
''Kamu ke sini sendirian?" tanya Kevin,tidak lupa Ia melempar senyum khasnya.
Nabila bingung hendak menjawab apa pada Kevin.Ia tidak ingin Kevin mengetahui perlakuan kasar Reno terhadap dirinya tadi.
__ADS_1
"Oh..itu tadi dari Mansion. jadi pengen saja duduk disini sambil lihat senja."Nabila memberi alasan." terus kamu, ngapain kesini?" tanya Nbaila, matanya keduanya saling mengunci sesaat membuat Nabila sedikit salah tingkah.
"Aku juga dari Mansion. Aku cari kamu disana tapi kata pelayan kamu sudah pulang. Saya juga sering datang lihta senja dari sini.Bukannya tadi saya juga bilang kalau saya sering menyendiri Disni dikala hatiku lagi gabut?" jawab Kevin." Tapi enggak nyangka malah nketmu kamu disini berarti kita jodoh." sambung Kevin lagi, pria itu memamerkan deretan gigi putihnya.
''Kamu juga'kan kenapa sendirian di sini?" tanya Kevin.
''Aku, butuh refreshing.'' Nabila menjawab. Namun, pandangan matanya menatap lurus kedepan. Kevin menggertakkan giginya Ia tahu semua kejadian tadi.Tapi, dia tidak bisa bertanya pada inti permasalahan. sabar tentu Ia sudah sangat sabar.
"Nab! sebenarnya kamu ada masalah apa dengan Reno? Jujur selam ini aku mengamati kamu dan Reno seperti menyembunyikan sesuatu dari semua ini." kata-kata yang sejak tadi Ia tahan akhirnya lolos dari mulut Kevin.
''Kevin!" ucap Nabila cepat.
Nabila langsung memikirkan kejadian tadi.Ia tidak ingin Kevin mengetahui semuanya.
''Aku, tanya kejadian dimaneion kemarin.'' jelas cepat Kevin.
Nabila, menarik napas dalam. " Ternyata Kevin tidak menyaksikan kejadian tadi." batin Nabila
''Jawab, aku Nabila. Kenapa malah kamu didiamin Aku?" desak Kevin, Pria itu masih berharap semua yang terjadi pada diri Nabila hanya mimpi buruk dirinya disiang bolong.
"Oh..itu yang didepan toilet? mungkin Reno mau ke toilet juga.Aku benar-benar tidak tau." Nabila masih berusaha menutupi semua masalahnya.
"Aku bukan anak kecil, Nab. Aku mohon jangan meminta iblis dalam kepala ini keluar." sahut Kevin tegas.
''Kamu lupa chatting ku semalam? Aku, minta kamu untuk tidak ikut campur dalam kehidupanku. kamu, lupa aku juga bisa hidup sendiri tanpa belas kasihan dari siapapun!"tegas Nabila. earphone yang tadi terpasang ditelinganya dilepasnya dengan kasar. Lalu, Nabila berdiri dari duduknya.
''Tapi, aku tidak akan melepaskan kamu. aku, tidak peduli seberapa hancur diri kamu. aku, tau kamu juga sudah tau perjuangan aku untuk mendapatkan cinta kamu selama ini.'' jawab Kevin. dengan cepat tangannya meraih tangan Nabila, Namun, tangan Kevin ditepis oleh Nabil dengan kasar.
Kevin, tersenyum kecut, ketika tangannya ditepis oleh Nabila.
__ADS_1
''Selagi, warasku masih menguasai otakku, jangan memancing iblisku yang menguasai aku.'' ucap Kevin lagi.
''Aku, hanya ingin kamu lepaskan tanganku dan aku minta kamu jangan pernah muncul atau ganggu kehidupanku lagi.'' lirih Nabila. air matanya jatuh bercucuran membasahi pipi mulusnya.