
"Cantik." satu kata pujian, begitu saja keluar dari mulut Alfonso.yang terdengar jelas ditelinga Leticia,.Nabila, Stefani dan ke empat sahabat Alfonso yang berjalan mengekor dari belakang Alfonso. mengantri mengambil makanan.
Setelah mengambil makanan, mereka pun kembali ke kursi.menikmati makanan tanpa ada suara sama sekali.hanya, suara perpaduan alat makan yang digunakan mereka.
Setelah makan, Alfonso membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana agar tidak canggung seperti ini.
" Tiga hari lagi kita akan, mengadakan pemotretan di New York. apa kamu tidak ada masalah?" tanya Alfonso.
"Tidak, aku akan baik-baik saja. apa bapak kwatir soal dulu pemotretan aku sempat kurang sehat?" Leticia bertanya bukan menjawab pertanyaan Alfonso.
Membuat Alfonso, sedikit kaget dengan sikap Leticia yang terlihat tegas.
"Maaf, kalo sudah melewati batasan ku." ucap Alfonso.
"Tidak masalah pak, keep calm aja pak."jawab Leticia sambil tersenyum.
"Tapi ng usah kwatir kita ke sana menggunakan Jet aja, supaya tidak terlalu repot mengurus hal yang tidak penting di airport." ucap Alfonso.
Tamu undangan yang melihat kedekatan Alfonso dan Leticia, mulai berbisik kalau Leticia kekasih dari Alfonso.
"*beruntung ya gadis itu dapat pria yang seperti presdir Alfonso."
"Tapi gadisnya juga tidak kalah cantik. mereka serasi bangat* ."
Begitulah gosip-gosip yang beredar diruangan itu, Alfonso yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Pak, apa ada yang salah. kenapa bapak tersenyum sendiri?" tanya Leticia perlahan.
Alfonso yang tidak mendengar ucapan Leticia sengaja menundukkan kepalanya agar lebih dekat ke wajah Leticia.
"Kamu bilang apa? aku tidak dengar." jawab Alfonso perlahan.
Leticia, yang merasa lucu dengan tingkah Alfonso barusan dengan Refleks mencubit paha Alfonso.
"Aduh, sakit kamu seperti semut aja main cubit diam-diam. bilang dulu kalau mau cubit biar aku siapkan diri."goda Alfonso sambil menaik turunkan alisnya.
Glen, Andre, kevin,, dan Gareth yang melihat tingkah kocak Alfonso hanya menggelengakan kepala.
"Ternyata Al, memiliki sifat humoris juga, aku pikir dia pria dingin yang mati rasa."ucap Glen ke Andre.
Alfonso yang mendengar ucapan Glen, langsung balik menatap Glen dengan tatapan dinginnya.
Leticia yang melihat sikap Alfonso yang bisa berubah, dengan siapa dia bersikap humoris dan dingin hanya menggeleng.
__ADS_1
"Aneh pria ini, tadi lagi bercanda kenapa saat temannya hanya bicara begitu saja, wajahnya langsung berubah seperti es balok?" batin Leticia.
Mereka kembali fokus ke panggung, karna Walker mengundang beberapa penyanyi untuk menghibur diacara tersebut.
Saat giliran penyanyi solo Luiz Fonzi, mata Leticia begitu terhipnotis dengan penyanyi tampan satu ini. ya Leticia pernah bekerja sama dengan Luiz. makanya, Leticia sangat antusias. saat Luiz naik ke atas panggung, bahkan Leticia di tarik Luiz ke atas panggung untuk ikut bernyanyi bersama.
Alfonso, yang sangat kesal dengan aksi Luiz dan Leticia yang hanya menurut saja dengan ajakan Luiz. membuat Wajah Alfonso berubah jadi dingin.menatap tajam ke arah panggung sama sekali tidak beralih pandangan dari Leticia.
Walker yang datang duduk bersama Alfonso, karna Leticia sedang diatas panggung bersama Luiz. membuat Walker memiliki ide untuk menghasut Alfonso.
"Yang aku baca dari berita online kalo Luiz dan Cia pernah memiliki hubungan Khusus karna mereka pernah bekerja sama dalam satu project." ucap Walker.
Mendengar hasutan Walker, Alfonso langsung menatap tajam Luiz.
"Terus apa hubungannya, kamu cerita ke aku?" Alfonso balik bertanya ke Walker.
"Ng, ada. aku hanya bercerita. kalo kamu mau mendengar silahkan, mengabaikan juga ng masalah."jawab Walker.
Tapi sebelum Walker pergi meninggalkan Alfonso. Walker berbisik ke telinga Alfonso." jangan lambat. keburu ditikung Luiz lagi karna mereka pisah sepihak oleh Leticia."
Sambil meninggalkan Alfonso.yang masih terpaku dengan ucapan Walker.
"Kalo aku menggila, sekarang juga aku keluarkan bola matanya." gerutu Alfonso sambil mengeluarkan ponselnya mencari tahu berita yang barusan dikatakan Walker.
Mengusap layar ponselnya, mencari di google berita infotaiment dengan topik.hubungan Leticia dan Luiz.
"Gadis bodoh, sudah dicampakkan masih saja mau diajak nyanyi berdua."gerutu Alfonso.
Menatap tajam Leticia .yang menikmati syair lagu Luiz .mereka bernyanyi sambil sesekali Luiz memeluk pinggang langsing Leticia. membuat Alfonso makin geram.
Melirik Ke Glen untuk segera menghentikan acara ini, tapi Glen segera pergi mencari Walker.
Walker yang ditemani Glen segera datang dan duduk bersama Alfonso.
"Al, kamu apa-apaan. orang sedang menyanyi kamu suruh hentikan? apa kata tamu undangan nanti? seorang presdir muda , cemburu dengan sang model yang bekerja sama diperusahaan mereka. yang sedang, bernyanyi dengan mantan tunangannya.dihentikan. karna sang presdir tidak suka dengan mantan tunangan sang model." jelas Walker.
"Ya benar, AL. kamu aneh. pacar bukan, terus kenapa cemburu.? Yang ada nanti kami dijauhi Leticia. cara mendapatkan cinta bukan seperti ini caranya." jelas Glen.
"Nah, tu dengar apa kata seniormu yang sekarang bucin parah." ledek Walker.
Membuat Glen menaik turunkaan alisnya.
"Makanya Wal, belajar jatuh cinta.kamu akan merasakan."ucap Glen.
__ADS_1
Tapi, Alfonso. tetap pada pendiriannya. karna sudah tidak bisa menahan api cemburunya. Alfonso mengeluarkan pistol yang terselip dipinggangnya. mencoba mengarahkan ke arah Luiz. dengan sigap Glen merebut Pistol dari tangan Alfonso.
Dan menyelip ke pinggangnya.
"Al, kamu benar g waras.lihat para Wartawan mengambil foto. kamu lihat saja esok berita apa yang akan keluar." ucap Kevin.
"Untung saja saat , Alfonso mengeluarkan pistol. Glen dengan Sigap segera mengambil. jadi tidak sempat, dilihat para tamu undangan.kalo ng rusak reputasi perusahan ayahmu jaga dengan baik." ucap Walker yang begitu kesal.
Leticia yang sudah selesai bernyanyi dan berjalan menurun tangga panggung menuju ke arah Alfonso.
Alfonso yang tidak melihat Leticia sama sekali, membuat Leticia merasa aneh.Mata Alfonso terus menatap ke depan. wajahnya yang dingin membuat Leticia merasa tidak nyaman.
"Pak, apa bapak kurang sehat?" tanya Leticia dengan wajah polosnya.
Glen dan teman-temannya yang mendengar pertanyaa Leticia.hanya menahan tawa.
"Pak, hello pak.pa Alfonso." Leticia memanggil beberapa kali tapi sama saja pria berhati dingin itu sama sekali tidak mencair.
Karna sudah tidak bisa menahan emosinya Alfonso balik melihat Leticia.menatap tajam dan wajah dinginnya tidak diubah.
" Apa kamu suka bernyanyi bergoyang di atas panggung sambil sesekali pinggangmu dipegang pria brengs*k itu?" ucap Alfonso gerah.
"Maksud bapak? aku tidak mengerti apa yang bapak katakan? karna aku merasa aku tidak melakukan hal aneh diatas panggung itu."jelas Leticia yang makin merasa aneh.
"Oh, tidak melakukan hal aneh karna dia mantan tunangan kamu?" jawab Alfonso. sambil memegang lembut tangan Leticia.keluar dari kursi yang mereka duduk.
"Kita mau ke mana pak?" tanya Leticia .
"Ada urusan kontrak yang belum selesai." jawab Alfonso tetap tenang agar tidak mengganggu tamu undangan.
Leticia yang polos hanya menurut .dan Alfonso mengambil lengan mulus leticia dilingkarkan dilengan kekar Alfonso. layaknya seorang kekasih yang lagi kasmaran. berjalan ke arah lift khusus presdir.semua mata tertuju,mereka tersenyum bahagia. karna bagi tamu undangan mereka memang sepasang kekasih.
Para Wartawan mengikuti mereka dan mengambil gambar mereka berdua.Alfonso
membiarkan para pemburu berita .mengambil gambar mereka, dan sesuka mereka mau menaruh topik apa saja. terserah para wartawan.
"Semoga saja mereka menulis ditopik depan majalah Presdir muda Katrindof telah menikah dengan seorang model cantik bernama Leticia virginia Mason."Batin Alfonso.
Ting...,
pintu lift terbuka, Alfonso dan Leticia segera masuk ke dalam lift.karna, lift ini khusus jadi hanya mereka berdua saja didalam. Alfonso merapatkan tibuh Leticia ke tubuhnya. Alfonso menunduk dan langssung menci*m bibir Leticia.
Leticia yang kaget hanya pasrah dan membulatkan matanya. setelah 5 menitan menyesap bibir Cia Alfonso melepaskan bibir Leticia.
__ADS_1
"Maaf." hanya kata itu yang keluar dari mulut Alfonso sedangkan Leticia masih dalam mode bingung.
"Kamu membuatku gila. aku selalu berhalusinasi kamu sudah hadir daalam hidupku." Ucap Alfonso lagi.