SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
sangat bahagia.


__ADS_3

Sambil, bergandengan tangan. Leticia dan Alfonso melangkah masuk ke dalam Mansion.


''Pake, lift saja kakiku berat sekali kalau harus naik tangga.'' ucap Leticia.


''Iya sayang! anak anak, masih nendang? nanti, saya akan menghubungi dokter Grace. minta dia untuk ke sini malam ini.'' jawab Alfonso.


''Hmmm..,aku juga penasaran dengan perkembangan mereka. seingat aku kita lakukan USG waktu mereka tujuh bulan.'' sambung Leticia. dengan terus menggandeng tangan sang suami.


''Iya, waktu itu kata dokter. berat anak anak sudah satu kg. penasaran dengan posisi tidur dan berat mereka sekarang.''sambung Alfonso.


''Iya, benar sekali.''jawab Leticia


Ting..,


Lift terbuka.


Leticia dan Alfonso, segera keluar dari lift dan berjalan ke arah kamar mereka.


Ceklek..,


Leticia, membuka pintu kamar. lalu, Alfonso dan Leticia masuk ke dalam kamar.


Alfonso, berjalan kearah sofa kemudian mendudukkan tubuhnya disofa kamar .


''Sayang, kamu minum obat dulu.'' ucap Leticia pada Alfonso, yang sedang duduk disofa . kemudian mengeluarkan obat Alfonso yang tadi dibawa dari rumah sakit.


''Iya, dadaku nyeri sekali, mungkin efek tadi belum istirahat langsung ke halaman belakang.'' keluh Alfonso.


''Makanya, minum obat dulu. setelah itu baru kamu istirahat. atau, mau bersih bersih dulu.'' jawab Leticia.kemudian, memberikan obat dan cangkir yang berisi air untuk sang suami.


Alfonso, menerima obat dari tangan Leticia. kemudian meminum obatnya.


Selesai, obatnya diminum Alfonso, mengembalikan cangkir pada Leticia.

__ADS_1


''Terima kasih sayang. enggak, tadikan sudah bersih bersih. besok pagi saja mandinya. maaf, sementara aku enggak isa minumin kamu obat. bagaimana dengan kondisimu sayang?" tanya Alfonso. karna sudah empat hari, Alfonso, tidak mengingatkan Leticia untuk minum obat. Alfonso, kwatir sakit Leticia kambuh lagi.


Memang benar, selama ini Leticia sudah jarang mengeluh mengenai penyakitnya. tapi, Alfonso kwatir kalau Leticia sengaja tidak mau mengeluh karna tidak ingin Alfonso sedih atau kwatir.


''Iya, selama kamu sakit. aku, selalu minum obatnya dengan teratur.'' jawab Leticia. kemudian menggandeng tangan sang suami ke arah ranjang untuk berbaring.


Alfonso, dengan berhati hati membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, begitu juga Leticia. yang sekarang tidur lebih menguasai tempat tidur karna perutnya yang sangat besar ditambah lagi dengan bantal hamilnya yang besar juga.



Dengan, berbaring diatas bantal hamil, Leticia berbaring dengan menonjolkan perutnya yang besar. membuat Alfonso tersenyum lucu, karna ukuran perut Leticia yang sangat besar. dan terlihat begitu jelas kulit perutnya bergerak saat bayi bayi mereka bergerak didalam perut Leticia, semakin membuat Alfonso gemas.


Alfonso, merapatkan tubuhnya mendekat ke arah Leticia, kemudian tangannya mengelus perut besar Leticia.


''Rasanya, seperti apa?" tanya Alfonso dengan polosnya. Alfonso, membayangkan bagaimana sulitnya menjadi Leticia memikul empat orang bayi sekaligus dalam perutnya. dalam waktu sembilan bulan bukan waktu yang singkat.


''Maksud, kamu perasaanku?'' tanya Leticia matanya melirik ke arah Alfonso. karna sulit untuk dirinya tidur menyamping untuk menatap sang suami.


Alfonso, mengangguk matanya terus menatap perut sang istri.


Alfonso, masih terus menatap perut besar sang istri, Dia juga masih tidak percaya kalau Leticia bisa menahan beratnya keempat anaknya didalam perut yang dulunya kecil sekarang berubah menjadi besar seperti balon.


Alfonso, juga masih tidak percaya dulu dokter Cathlyn, sempat ragu soal Leticia yang hamil kembar. mengingat kondisi tubuh Leticia yang sangat Lemah.


''Maaf, sudah menyiksamu selama sembilan ini.'' sambung Alfonso dengan suara pelan.


''Kenapa, minta maaf?justru saya akan marah kalau kita menunda untuk memiliki anak.'' sambung Leticia.


''Karna, kesempatan ini tidak akan terulang lagi.'' sambung Leticia, air matanya semakin mengalir tak terbendung. karna, bagi Leticia setiap menit jam dan hari itu sangat berarti untuk dirinya.


Alfonso, menyeka air mata sang istri sembari menggelengkan kepalanya.


''Sudah, cukup jangan menangis lagi.nanti bayi kita ikut sedih,hmm.'' sambung Alfonso. sembari menatap dalam bola mata indah sang istri.

__ADS_1


Leticia, mengangguk.''kamu, harus cepat sembuh supaya bisa menemani saya lahiran.'' sambung Leticia dengan senyum yang dipaksakan dibibirnya.


Alfonso, mengangguk sembari tersenyum saya akan segera sembuh.saya, juga tidak akan mau kalau orang lain yang menemani kamu, saat kamu lahiran.'' jawab Alfonso tegas.


Dengan, Lembut Alfonso mengelus kepala sang istri.'' istirahat dulu biar enggak kecapean, kamu pasti sangat lelah dua hari berada dirumah sakit hanya duduk.''ucap Alfonso.


Leticia, menganggukkan kepalanya. dengan perlahan memejamkan matanya dan terlelap melepas lelah yang mendera tubuhnya. begitu, juga dengan Alfonso yang akhirnya ikut terlelap bersama sang istri menuju dunia mimpi mereka.


****


Dihalaman belakang, Glen menjadi bulan bulanan para sahabatnya yang semalam gagal tembus gawang. membuat Garet terbahak.


''Dulu, masih muda lu tebar pesona menguasai wanita malam di Club.giliran nikah dibuat mati oleh istrimu.''seloroh Gareth. yang tertawa hingga terpingkal pingkal.


Glen, hanya bisa menggelengkan kepalanya. karna kalau sudah dibully sama teman temannya dia tidak bisa berbuat apa apa.


''Aku, pikir semalam gawangnya sudah tembus.makanya, aneh saja waktu kamu hubungi aku kalau Alfonso sudah sadar. aku, sempat bingung ini anak malam pertama kenapa subuh subuh sudah bangun.'' sambung Steward.yang mengingat Glen menghubungi dirinya masih pukul enam pagi.


Lagi lagi, semua tertawa kecuali Reno, yang hanya diam dan terus meneguk wine entah sudah berapa puluh cangkir yang diteguknya.


Kevin, yang melihat Reno hanya tersenyum kecut. Gareth, sesekali melirik ke arah Kevin dan Reno yang memang duduknya berdekatan.


''Emang, benar kata orang kalau sudah menikah titel Mafia hanya tinggal nama. karna, tidak berlaku untuk istri, sudah terbukti di Alfonso, Steward, sekarang disusul Glen.'' sambung Polieevera.


''Ahh.., kalian belum ngerasain jatuh cinta.makanya, ngomong seperti itu, coba saja kenal cinta dengan sendirinya kita akan berubah tanpa paksaan dari orang yang kita cinta.'' balas Glen.


''Lihat, Alfonso siapa yang bisa kalahkan dia soal obat obatan, minum dan ngerokok. begitu rencana untuk menikah, dengan sendirinya dia berhenti dari semuanya.'' jelas Glen lagi.


Mereka, semua yang tertawa akhirnya diam dan mengingat lagi dimana Alfonso, secara tiba tiba berhenti, merokok dan obat obatan.


''Emang, benar kata orang cinta dapat merubah seseorang, menjadi lebih baik.'' sambung Andre.


'' Tapi, jangan salah kalau tidak tepat sasaran cinta juga bisa membawa kita dalam kehancuran. intinya, tergantung dengan siapa dan kepada siapa cinta itu berlabuh.'' jelas Steward.

__ADS_1


Steward, menyadari menjadi dirinya juga tidak mudah. karna, memulai semua dari awal bersama Karla, mereka berdua butuh proses hampir tiga bulan lamanya.


__ADS_2