SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Telima kasih Tuhan!


__ADS_3

Setelah masuk dalam kamar. Alfonso membaringkan Leticia di atas tempat tidur. Leticia tersenyum, hatinya lega. walaupun, harus mati setidaknya dia mati ditempat yang penuh cinta.


''Sayang, aku tinggal mandi. kamu berbaring disini dulu. pasti sebentar lagi anak anak datang.'' ujar Alfonso. Lalu, mendaratkan satu kecupan di kening Leticia.


''Iya, cepatan.'' jawab Leticia tersenyum.


Alfonso segera berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah hampir setengah jam di dalam kamar mandi, Alfonso berjalan ke luar sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil berwarna putih.


Namun, saat kakinya baru menginjak ubin depan kamar mandi. terdengar oleh Alfonso suara sesunggukan Leticia. Alfonso mempercepat langkah nya dengan panik.


''sayang!" panggil Alfonso. Lalu, mendudukkan tubuhnya ditepi ranjang.


Alfonso mengangkat tubuh Leticia. Lalu, dengan pelan Alfonso membawa ke dalam pelukannya.


''Maaf kalau aku kelamaan di kamar mandi.'' ucap Alfonso. dengan mengecup ujung kepala Leticia berkali kali.


Leticia menggeleng. '' Tidak, Al. Anak anak dimana? kenapa, belum pulang?" tanya Leticia dengan tatapan sendu.


'' Bukan nya tadi kata bibi anak anak bermain di taman? atau mereka sudah biasa tanpa saya?" air mata Leticia terus menetes.


Alfonso mendekap Leticia masuk ke dalam dadanya. matanya menerawang diatas langit langit kamar.Leticia memang sangat sensitif setekah sakitnya semakin parah ini.


''Al, tahan jangan menangis.'' batin Alfonso.


''Tidak... sayang itu tidak benar. kamu tau anak anakmu kalau sudah main sering lupa waktu. maaf, aku yang salah karena tidak kabarin anak anak kalau hari ini kita pulang.'' jelas Alfonso tangannya mengelus rambut Leticia.

__ADS_1


Namun, penjelasan Alfonso tidak menghentikan tangis Leticia.


''Ayo, kita susul mereka ya.'' bujuk Alfonso.


Namun, baru saja Alfonso ingin menggendong Leticia terdengar teriakan suara cempreng dan bunyi hentakan kaki kecil berlarian menuju kamar.


''Hollee... mommy puyang...mommy uda cembuh.'' keempat anaknya berhamburan masuk ke dalam kamar. tangan kecil anak anak Leticia langsung memeluk pinggang Leticia. Bahkan, karena tidak kebagian pinggang Alonzo memeluk kedua kaki Leticia. sembari meletakkan kepalanya di kedua kaki Leticia yang memang sejak tadi duduk selonjoran ditempat tidur.


Alonzo begitu menikmati aroma tubuh Leticia sembari memejamkan matanya bibirnya juga terus tersenyum.


''Tuhan, telima kasih mommy uda puyang. Alonzo mau jadi anak pintal.'' ucap Alonzo.


Alfonso terkejut melihat aksi keempat anaknya, yang begitu bahagia melihat ibu mereka pulang. walaupun pulang hanya untuk meninggalkan kenangan yang akan menyayat hati Alfonso dan anak anak.


''Maafin daddy, daddy gagal menepati janji kepada kalian berempat. daddy tidak bisa membawa ibu kalian pulang dengan sehat.'' batin Alfonso.


Tangan kekarnya mengusap kepala anak anaknya. sesak dadanya karena menahan tangis. diangkatnya kepala menatap langit langit kamar agar air matanya tidak jatuh.


Flashback...


Saat anak anak melewati dapur. Bibi Yati menghampir anak anak dan mengatakan kalau Leticia sudah pulang dari rumah sakit. mendengar Leticia pulang keempatnya langsung brrlari menuju kamar dengan diawasi suster.


flash on..


''Kenapa mainnya lama sekali? mommy hampir saja nyusul ke taman.'' tanya Leticia tersenyum.

__ADS_1


''Iya, Alisha tangkap butelfly. Tetapi, gagal teyus." cebik Alisha.sembari melipat kedua tangan didadanya.


'' Nanti, sore kita kejar lagi. udah, enggak boleh sedih nanti cantiknya hilang.'' janji Leticia. bibirnya terus tersenyum Leticia sangat bahagia bertemu keempat anak, dan bebas memeluk mereka kapan saja tanpa terhalang oleh selang selang medis.


''Mommy, bantu kejal, oke?" Alisha membuat janji.


Leticia mengangguk. Tanpa berpikir dirinya kini tidak bisa seperti dulu lagi. yang ikut mengejar kupu kupu atau menaikkan layang layang anak.


Namun, dengan cepat Alfonso duduk ditempat tidur juga. untuk menyamai tinggi mereka.


''Mommy, jadi wasitnya. daddy, yang bantu kejar buterflly nya, oke?" sahut Alfonso, kedua tangannya menyentuh bahu Alisha.


Alfonso tidak ingin anak anaknya kecewa lagi. sudah cukup Alfonso saja yang gagal menepati janjinya untuk membawa mommy mereka pulang dalam keadaan sudah pulih.


'' Oke, Daddy!" jawab keempatnya semangat.


''Kalau, gitu Daddy boleh dong minta dipeluk juga.'' sambung Alfonso. lalu membuka kedua tangannya dengan lebar membiarkan keempat anaknya masuk ke dalam pelukannya. Alfonso merapatkan pelukan mereka dengan mengecup ujung kepalanya satu persatu.Rasa rindu satu minggu meninggalkan anak anaknay terbayar sudah dengan memeluk mereka seperti ini.


''Daddy, juga halus janji enggak boyeh tinggalin Alisha lagi.'' pinta Alisha . tangannya mengeratkan dileher Alfonso.


''Iya, sayang. Daddy janji kita akan bersama sama terus.'' jawab Alfonso.


''Iya, sayang kita akan bersama sama hingga waktu itu datang.'' batin Leticia.


Setelah, melepas kangen. Alfonso membawa anak anak masuk ke dalam kamar mereka, melalui pintu yang terhubung anatar kamar mereka. jadi, Alfonso bisa mengawasi mereka dari kamarnya dengan membiarkan pintu penghubung terbuka. Karena, Alfonso harus menemani Leticia dikamar.

__ADS_1


__ADS_2