
Stefani, terus menunduk saat tangannya digandeng oleh Glen untuk masuk ke kamar hotel mereka.
Glen, segera menempel acces card, begitu juga dengan Steward. karna kamar mereka yang berdekatan.
Karla, yang menunggu Steward masih menempelkan Acces card. melirik ke arah Stefani.
''Fani, happy honeymoon ya.'' ucap Karla. sembari membentuk lingkaran O di jari jempol dan telunjuknya. yang artinya ''oke''
Fani, hanya tersenyum malu. jantungnya, semakin berdegup kencang.
Pintu kamar hotelpun terbuka, dengan menggandeng tangan Fani. Glen dan Fani masuk ke kamar Hotel begitu juga dengan Karla dan Steward.
Bayang bayang, bagaimana orang honeymoon semakin terlintas dipikiran Fani. karna, kemarin malam sebelum tidur Fani menyempatkan diri menonton di youtube. bagaimana awal pasangan suami istri menyatukan tubuh mereka.
Saat, membayangkan itu Fani menutup matanya, lalu menggigit bibir bawah miliknya.
''Maaf aku, bersih bersih badanku dulu.''ucap Fani, saat sudah berada di dalam kamar Hotel.
Glen, yang sudah merasakan kegelisahan hati Fani. hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
''Iya, kamu bersih bersih duluan. aku, masih ngerokok didepan blakon.'' jawab Glen.
Dengan, cepat Fani berjalan ke arah kamar mandi.lalu, kembali menutup pintu kamar mandi.
Fani, yang sudah berada didalam kamar mandi. berdiri didepan kaca kamar mandi.
sembari, membayangkan bagaimana dirinya harus melakukan seperti yang Ia nonton di youtube.
Ada rasa takut, juga malu. Tangannya, terus dipukul di keningnya. lalu, Ia tertawa sendiri di kamar mandi.
Setelah, hampir satu jam berada dikamar mandi.Fani pun, berjalan keluar dari kamar mandi menuju kamar di mana Glen yang sudah melepas kamejanya sedang duduk disofa sembari menonton tivi.
Fani, yang baru selesai mandi, tiba tiba berkeringat halus, dengan cepat Fani berjalan ke arah ranjang.
Glen, hanya tersenyum.melihat tingkah Aneh Fani.
''Sudah, enggak usah malu. kamu, akan terbiasa melihat aku seperti ini. karna, aku tidak biasa kalau berada dikamar mengenakan baju.'' jawab Glen sembari berjalan ke arah ranjang dan berbaring dekat disamping samping sang istri.
Fani, hanya menganggukan kepalanya. dengan seluruh tubuh yang sudah ditutupi selimut. dalam hatinya, Ia merasa bersalah. tapi, sejak setahun lebih pacaran Fani, belum pernah melihat tubuh setengah polos Glen. makanya, Fani sedikit merasa kaku dan grogi.
__ADS_1
''Sudah, enggak usah tegang. aku, enggak aka maksa kalau kamu belum siap kita tidak harus melakukan malam ini. aku, akan menunggu sampai kamu benar benar siap.'' ucap Glen memecah keheningan diantara mereka.
Fani, yang mendengar ucapan Glen kalau dia tidak memaksa kalau dirinya belum. mengelus dadanya. lalu, dengan perlahan membuka selimutnya. menunjukkan setengah wajahnya dengan kedua tangan yang masih memegang ujung selimut.
''Maaf, aku belum siap.'' lirih Stefani. tak terasa tetesan bening itu menetes membasahi pipinya.
''Sudah, enggak usah bersedih, kenapa harus nangis.aku, tidak masalah.'' jawab Glen. tangannya memeluk Stefani.
Fani, merasa bersalah kenapa dia bertingkah seperti anak kecil. padahal, dulu pacaran, setiap kali mereka jalan beruda ke mana mana Fani tidak segan atau malu menggandeng tangan Glen.
''Ahhh.., kenapa aku seperti ini.'' batin Fani.
''Buka, selimutnya. jangan siksa diri menutup seluruh badan begitu kalau kamu belum terbiasa, enggak apa aku akan kenakan baju saja.'' sambung Glen lagi.
''Enggak, usah. seperti itu saja. maaf aku yang belum terbiasa.'' sahut cepat Fani dan segera melepas selimutnya. dan berusaha menahan dirinya untuk menatap sang suami yang sedang memasang wajah melas disampingnya.
...----------------...
__ADS_1
Ini, hasil revisi nya, dan saya berusaha ganti visual Alfonso. karna menurut pembaca visual Al sebelumnya kurang kejam.