SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
menginginkan aku


__ADS_3

''Oh..,Tuhan.., sepertinya saya perlu protes ke Tuhan. karna salah menitipkan saya pada pria iblis ini.'' keluh Leticia. yang sudah muak dengan kelakuan Mason.


Alfonso, menatap dalam bola mata biru kehijauan sang istri.


''Jangan. katakan apapun. asal kamu selamat. seburuk apapun dia tetap ayahmu.'' lirih Alfonso.


''NO!'' sergah Leticia.


'' kamu Tidak lihat, betapa kejamnya dia terhadap aku dan kamu?''sahut Leticia.


Alfonso, menggelengkan kepalanya. Mason, yang mendengar Leticia memberontak. menarik pelatuk pistolnya ke arah kepala Alfonso.


'' Hi.., putra Rudolf, selamat datang.., akhirnya waktu yang aku tunggu datang juga.'' desis Mason.


Alfonso, menggerakkan kepalanya meminta Leticia untuk menyingkir dari hadapan Mason.tapi, Leticia tidak mempedulikan isyarat dari Alfonso.


''Apa, hanya aku yang kau inginkan? bukan kekuasaan dan hartaku.'' sergah Alfonso dengan menaikkan ujung bibirnya.


Alfonso, mendapat semangat hidup lagi. setelah melihat Leticia yang ingin sekali menyelamatkan hidupnya.


'' jangan banyak bicara kau ba.., jingan..,'' bentak Mason.


Dorr..,,


Satu tembakan tepat di bahu Alfonso.



Leticia Menjerit, melihat suaminya berdarah. Leticia menatap Mason dengan tatapan penuh kebencian.


''Mulai detik ini, aku bersumpah aku tidak ingin memiliki ayah seperti dirimu.'' teriak Leticia didepan Mason.

__ADS_1


''Sayang..,'' teriak Leticia. tangan kirinya mengulur ke arah Alfonso. tapi tidak bisa meraih wajah sang suami karna lengan kanannya di cengkram dengan erat oleh Mason hingga menyebabkan bekas merah.


Alfonso, hanya diam. dan sama sekali tidak menunjukkan kesakitan didepan sang istri yang sedang ketakutan melihat darah yang menetes dari bahunya. Alfonso, mengepalkan tangannya, dan terus menatap tajam ke arah Mason.


''hikzz..., hikzzz.., sayang bangun dan lawan iblis ini. jangan menyerah,aku akan disini bersama kamu.'' teriak Leticia dan terus memberontak.


''Hahaha..ayo lawan aku ib..,lis.. bukannya kau sudah biasa menyiksa tawananamu, hingga tak berdaya lalu kau kuliti?''teriak Mason pada Alfonso.


Mason melirik ke anak buahnya, yang masih setiap berdiri disampingnya. kemudian, mengedipkan matanya ke arah Alfonso.


Leticia, yang mendengar itu, melangkah mundur ke belakang penuh dengan rasa ketakutan.sambil menggigit jarinya. kepalanya terus menggeleng. kalau apa yang didengarnya itu hanya karangan dari Mason semata.


''Sayang, katakan kalau saya salah dengar.'' lirih Leticia dan terus menangis dalam ketakutan.


''Dasar gadis bodoh!'' bentak Mason.


Alfon semakin tidak sanggup melihat istrinya menangis dalam ketakutan dengan dirinya dan menahan sakit atas perbuatan Mason.


''Ambil senjata itu, dan bidik dikepalamu sendiri atau istrimu tidak selamat.''ancam Mason. dengan cepat Mason mengapit leher Leticia dengan lenganya.



Alfonso, yang melihat perbuatan Mason. hanya bisa mengeraskan rahangnya tidak mampu menolong sang istri. akhirnya Alfonso meraih senjata yang berada di depannya lalu mengarahkan kepalanya sendiri, mata Alfonso terus menatap ke arah sang istri yang kesakitan.


Alfonso, menarik pelatuknya, saat hendak menarik pelatuknya anak buah mason datang menendang Afonso dari belakang hingga Alfonso tersungkur, senjatanya jatuh dari tangannya. dan Alfonso kembali berdiri tapi lagi lagi Alfonso disiksa hingga semua wajahnya berdarah. setelah puas menyiksa Alfonso, dan Mason yang sudah dibuat lelah oleh Leticia, memberi kode pada anak buahnya untuk menghentikan siksaan pada Alfonso.



''Sudah, lepaskan dia. biarkan dia membunuh dirinya sendiri. kalau dia tidak ingin istrinya tewas.'' Mason terus mengingatkan Alfonso.


__ADS_1


(visual asli Alfonso.saat disuruh tembak dirinya sendiri oleh Mason.'')


Alfonso, yang merasa sudah tidak layak hidup lagi. karna, Mason sudah mengungkapkan kejahatannya satu persatu ke Leticia., yang sudah membuat Leticia ketakutan. mengarahkan lagi pistol ke kepalanya, dengan wajah yang sudah berlumuran darah.


dengan tatapan kosong Alfonso melihat ke arah Leticia. sambil menitikkan air matanya.


''Maafkan aku, aku tau kamu kuat menjaga mereka untuk aku, lawanlah sakit itu demi aku dan anak anak kita. i love you leticiaku.'' lirih Alfonso. dan Alfonso menarik pelatuk senjata lalu diarahkan tepat dikepalanya.


Leticia, yang mendengar ucapan Alfonso, menggelengkan kepalanya tidak bisa menjawab karna lehernya msih terus dijepit Mason. tapi saat Mason mendengar Alfonso mengatakan "anak anak dan sakit."


seketika...,


Mason, melepaskan Leticia. kedua tangannya memegang bahu Leticia.


''katakan anakku, apa maksud dari ucapan si ba..,jingan itu ?"tanya Mason dengan tatapan penuh penyesalan. telah menyakiti sang putri.


Leticia, tidak menjawab dan memalingkan wajahnya dari Mason.karna kesal pertanyaannya diabaikan Leticia, Mason melihat kearah Alfonso yang sudah siap melepaskan timah panas ke kepalanya sendiri. karna, Alfonso berpikir Mason akan menyakit Leticia lagi. dengan cepat Alfonso menarik lagi pelatuk pistolnya.


kletek...,


bunyi tarikan pelatuk dan mulai mengarahkan ke kepalanya.


Dan..,


dorr..., dorrr.., dorrr...,


Leticia histeris....


'' sudah.., stop. hikzzz..,hkzzz..,'' ucap leticia dan terus menangis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


maaf belum balas komen satu persatu nanti setelah ini saya marathon balas ya?🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2