
''Iya, kan bulan kemarin dokter Grace sudah menjelaskan semuanya. itu dikarnakan, bayinya makin kebawah sayang kamu harus bertahan demi mereka. sabar, sebentar lagi mereka sudah keluar.'' jelas Alfonso. tangannya meraih tangan Leticia.
Mendengar ucapan Alfonso, Leticia tersenyum'' Aku, tidak masalah sayang, inilah nikmatnya menjadi seorang ibu.'' jawab Leticia. sembari tersenyum.
Alfonso, mengacak acak rambut Leticia." Terima kasih, sudah menderita demi mereka." ungkap Alfonso.
''Huff.., kata siapa saya menderita? saya, menikmati setiap moment mereka berkembang dari sekecil biji wijen hingga menunggu waktu mereka keluar itu moment yang sangat berharga untuk saya juga kamu. iya kan?'' jawab Leticia penuh manja.
Kemudian..,
Air mata yang ditahan akhirnya tumpah ruah dipipinya.sembari menggeleng Leticia menata sendu sang suami.'' jadi, aku mohon jangan berterima kasih lagi.''ucap Leticia sesunggukan.
"hmm.., jangan menangis kita harus bahagia menunggu kedatangan mereka oke?''Alfonso menjawab. suaranya begitu berat seperti hatinya yang akan sulit untuk menerima kenyataan yang akan datang.tangan kekarnya menyeka air mata Leticia.
''Maaf, aku jadi manja.''ucap Leticia sembari tersenyum.
Alfonso, berusaha tetap tenang dengan terus menggandeng Leticia, berjalan masuk ke dalam Mansion.
Leticia, sesekali melirik ke arah Alfonso dia bersyukur memiliki suami yang sabar menghadapi dirinya yang kadang manja, cemburu, dan kekanak kanakan, dengan sikap kedewasaan Alfonso..
Alfonso, sesekali mengecup punggung tangan Leticia, sembari tersenyum menatap wajah Leticia yang tertutup rambut indahnya.
''Rambut nakal, beraninya menutupi wajah cantik istriku dari tatapanku.''ujar Alfonso sembari menyelinapkan rambut Leticia dibalik telinga Leticia.
Seperti biasa, walau wajahnya nampak bahagia.dalam, hatinya Alfonso tidak bisa menyembunyikan perasan takut kehilangan Leticia. makanya akhir akhir ini Alfonso selalu memenuhi setiap permintaan Leticia.
Seperti, Kemarin Leticia yang tiba tiba ingin berjalan jalan dipinggir pantai Alfonso menurut karna Alfonso tahu ini saatnya membahagiakan sang istri. Alfonso tidak ingin dia menyesal dikemudian hari karna tidak menuruti semua permintaan Leticia.
__ADS_1
"Ahhh.., breng..,sek kalau saja sakit ini bisa diobatin.'' batin Alfonso sembari menatap dalam sang istri.
Akhirnya, merekapun tiba di mansion utama. napas Leticia, tersenggal senggal.Karena, lelahnya berjalan jalan keliling taman tadi.
Namun, saat kaki mereka baru melangkah masuk ke dalam ruangan dapur tercium Aroma makanan yang sangat enak.
''Sayang, siapa yang masak?" tanya Leticia pada Alfonso.
''Mungkin pelayan atau bibi Yati.' jawab Alfonso.
"Hmmm.., sepertinya enak sekali aku jadi lapar." sambung Leticia, menatap Alfonso.
"Iya, ayo masuk biar sarapan.tadikan belum sarapan pagi."sambung Alfonso lagi.
Karna, penasaran Leticia dan Alfonso berjalan masuk ke dakam dapur dengan perlahan baru saja sampai diujung pembatas tembok dapur Alfonso dan Leticia saling menatap dan tersenyum.
Leticia, tertawa.''Iya, itu pasti perutnya sudah lapar.'' jawab Leticia.
Lalu, Alfonso dan Leticia menarik kursi dan duduk. Alfonso, segera mengambilkan air mineral untuk Leticia minum. karena lelahnya jalan jalan membuat Leticia begitu haus.
Dengan, cepat Leticia menerima cangkir dari tangan Alfonso lalu Leticia meneguknya hingga habis.
''Terima kasih sayang.'' ucap Leticia lalu mengembalikan cangkir kosong pada Alfonso.
Karla, yang baru menyadari kehadiran Alfonso dan Letici dengan cepat membalikkan tubuhnya, melihat ke arah sang kakak yang sedang duduk bersender dikursi sembari mengatur napas panjang.
''Lho, sejak kapan disini?" tanya Karla.
__ADS_1
''Sejak tadi, kami tidak mengganggu bu satpam yang sedang menunggu koki masak.'' goda Leticia.
''Hahaha...''Karla, tertawa.
Steward, yang mendengar ucapan Leticia akhirnya ikut tertawa sembari membalikkan tubuhnya melihat ke arah Alfonso dan Leticia.
''Iya, kak. aku, enggak isa tidur katanya lapar mulu.'' adu Steward dengan nada candaan.
''Hmm.., jadi enggak iklas masakin untuk anak istri ayo ngaku.'' sergah Karla. sembari menatap jahil Steward.
''Bukan, begitu sayang. aku, bingung sebenarnya kamu itu minum vitamin yang dikasih dokter Grace enggak?"Tanya Steward.
Steward, yang baru ingat kalau bulan lalu periksa dokter Grace memberi vitamin untuk mengurangi porsi makan Karla.
Karla, hanya menunjukkan deretan gigi putihnya karena dia sama sekali tidak minum vitamin itu.
''Maaf, aku lupa.'' jawab polos Karla.
Alfonso, Leticia dan Steward saling menatap dan tertawa bersama.
''Pantes saja dek, kamu makan terus.'' sahut Leticia.
Akhirnya, pasta buatan Steward selesai. Steward dengan dibantu oleh Karla membawa empat porsi pasta ke ruang makan untuk disajikan dimejakan.
''Ayo, kak!kita sarapan pasta saja.'' panggil Karla. yang sudah siap dimeja makan menunggu Leticia berdiri dari kursi untuk berjalan ke ruang makan.
Dengan, dibantu oleh Alfonso Leticia berdiri dari kursi. lalu, digandeng oleh Alfonso mereka berjalan ke ruang makan sesampainya diruang makan Alfonso menarik kursi makan ke belakang untuk membantu Leticia duduk.Karna, perut Leticia yng berat membuat Leticia susah untu bergerak.
__ADS_1