SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Maafkan aku


__ADS_3

''Maaf,,,. maaf kan aku sayang. maafkan kebodohanku, maafkan keegoisanku, maafkan semuanya, aku belum layak disebut suami yang baik sayang.''ucap Alfonso dengan air mata yang terus berlinang membasahi kedua pipinya.


Dan...,


Kedua tangannya terus menggenggam tangan kanan Leticia.lalu, dengan perlahan Alfonso berdiri dan memeluk tubuh istrinya. mencium kening leticia, pipi, hidung dan mengecup lembut punggung tangan Leticia.


"sayang.., maaf bila aku telah mengukir luka di hatimu, maaf pula bila diriku membuatmu meneteskan air mata. tapi aku hanya ingin kamu tau, betapa aku sangat mencintai dan merindukanmu. aku sungguh menyesal" sambung Alfonso lagi


Leticia, yang masih kaget dengan kedatangan Alfonso hanya diam dan pasrah.


Dengan, perlahan Alfonso mengelus lembut rambut Leticia.dan duduk ditepi ranjang Leticia.


"Mana yang sakit hmmm?" tanya Alfonso sambil mengelus lembut rambut leticia. sesekali mencium punggung tangan Leticia, air matanya masih terus menetes.


Leticia hanya menggeleng sambil ikut meneteskan air matanya.


Leticia, menangis bukan karna sakit. tapi karna terharu memiliki suami baik dan begitu mencintai dirinya.


Alfonso yang melihat leticia menangis segera menyeka air mata Leticia. dan dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Jangan pernah menangis. jangan, sudah cukup, aku sudah datang dan tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi. " ucap Alfonso.


Leticia, hanya mengangguk.


"kenapa ponselnya tidak pernah aktif? segitu sibuknya dirimu sampai melupakan aku yang disini" tanya Leticia dengan menatap bola mata Alfonso.


Alfonso menunduk dan memejamkan matanya sesaat, lalu memeluk erat tubuh Leticia, mencium puncak kepala leticia, berkali kali.


"maaf kan aku, maaf kan aku . sungguh aku mohon maaf kan dan aku benar benar menyesal." bisik pelan Alfonso di telinga Leticia.


Sejenak Leticia diam dan menahan tangisnya mencoba mendiamkan kepalanya didalam pelukan Alfonso. mencium aroma tubuh suaminya seperti suatu kecanduan baru baginya, karna entah kenapa setelah mencium aroma Alfonso, Leticia merasa lebih baik.


"Jangan pergi lagi, jangan matikan ponsel lagi aku takut, aku kwatir." lirih Leticia dan masih berada didalam pelukan Alfonso.


Dengen Cepat Alfonso menggeleng, kedua tangannya meraih pipi mulus sang istri lalu menatap tajam bola mata sang istri.


"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi lagi. semua sudah selesai. dan aku janji kita akan selalu bersama dan aku akan selalu berada disampingmu." jawab Alfonso sambil tersenyum.


Leticia mengangguk.


"Kita sudah bisa pulang?aku tidak suka disini." rengek Leticia layaknya anak kecil.


Alfonso, tersenyum sambil menempelkan pipinya didada Leticia.


"Bekalnya sudah habis, hmmmmm" bisik pelan Alfonso.


Leticia tersenyum.


"Aku sudah bisa mendapat maafnya hhmmm?" tanya Alfonso dan mendaratkan satu ciuman di kening Leticia.


"Aku tidak marah, tapi kwatir. jadi untuk apa aku harus memaafkan kamu. hanya aku cuma minta jangan seperti ini lagi. jika kamu merasakan kwatir di hatimu tentang aku, aku lebih dari itu mengkwatirkan dirimu, karna, tidak ada kabar darimu." jawab Leticia. kembali menatap wajah Alfonso.

__ADS_1


"Aku berjanji, aku tidak akan melakukan lagi. jadi, kamu sakit karna aku." tanya Alfonso cepat dan meraih kedua tangan Leticia.


Leticia menggeleng..


"sedikit." Leticia menjawab dengan pelan.sambil mengedipkan matanya.


"Gadis bodoh."


"Apa yang dokter Louis katakan? kamu sakit apa."tanya Alfonso sambil menatap Leticia.


"Kata dokter aku dehidrasi tinggi dan hemoglobin ku turun. tapi aku mau pulang aku tidak suka disini" jawab leticia.


karna Leticia terus merengek minta pulang, Alfonsopun segera menekan tombol bel.


Leticia, yang melihat Alfonso menekan bell hanya mengerutkan dahi.


"Kenapa ?bukannya lebih sopan kamu yang ke sana?" tanya Leticia.


"Tidak, aku tidak mau pergi jauh dari kamu lagi.cukup kesalahanku kemarin jangan sampai terulang lagi." jawab Alfonso.


Leticia hanya tersenyum.


"Tolong, ambilkan aku air aku mau minum." ucap Leticia.


lalu..


Alfonso berdiri mengambilkan air untuk Leticia, dengan perlahan mengangkat kepala Leticia. dan memberi leticia minum.


Setelah Leticia selesai minum, Alfonso mengembalikan gelas ke meja lagi.lalu kembali duduk di samping Leticia.


"Benarkah berarti aku benar benar istimewa dihatimu? tapi, disaat kapanpun jika aku pergi, kamu harus siap karna hidupmu masih berati untuk orang lain." jawab Leticia sambil tersenyum. wajahnya masih terlihat pucat.


"memangnya kamu tidak percaya itu? harus dengan cara apa aku tunjukkan padamu. aku harus mati? akan aku lakukan. dan aku tau hidupku tidak akan berati lagi jika tanpa kamu. jadi aku mohon berhentilah mengatakan itu padaku." jawab Alfonso.sambil memeluk sang istri, sesekali membenamkan hidungnya dicuruk Leher Leticia.



Sementara, berduaan dan melepas kangen. tiba tiba pintu ruangan diketuk, oleh dokter Louis.


"Permisi." ucap dokter Louis.


Hmmm...


Alfonso yang menyadari dokter Louis sudah masuk, lalu dengan perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh leticia.


Dokter Louis, hanya tersenyum.


"tidak, apa apa, aku mengerti." ucap Dokter sambil tersenyum.


Lalu, mendudukkan tubuhnya disofa yang berada diruang rawat.


"Bagaimana dok. Leticia tidak ingin nginap disini dia ingin malam ini kami harus pulang ke Mansion." tanya Alfonso.

__ADS_1


"Iya, tidak apa apa. kalau ibu Leticia mau pulang, karna keadaannya juga sudah membaik. dan saya minta untuk memperhatikan pola makan Leticia lebih baik lagi" jawab Dokter


Mendengar ucapan dokter untuk menjaga pola makan Leticia Alfonso mengerutkan dahinya.lalu, beralih melihat ke Leticia.


"Sayang, selama saya tidak ada. pelayan tidak melayani kamu dengan baik hmmm?" tanya Alfonso. sambil menatap tajam dan menelisik bola mata Leticia.


"tidak, mereka melayani saya dengan baik. hanya, saja saya yang malas makan." jawab Leticia sambil memamerkan deretan gigi putihnya.


hmmmmm.


Alfonso berdehem.


"jadi bagaimana dokter, sekarang kami sudah bisa pulang?" tanya Alfonso sekali lagi.


"Baik, tuan. ibu Leticia bisa pulang sekarang." jawab Dokter.


karna sudah mendapat ijin dari dokter kalau dirinya sudah bisa pulang. Leticia tersenyum.


setelah selesai berbicara. dokter Louis pun keluar dari ruangan, Alfonso dan Leticia juga bersiap untuk kembali ke Mansion.


Mobil sudah menunggu didepan lobby, Alfonso dengan perlahan menggendong Leticia dan mendududkkan ke kursi roda, awalnya Letica menolak menggunakan kursi roda tapi karna paksaan dari Alfonso, akhirnya Leticiapun menurut menggunakan kursi roda.


Dengan perlahan dan berhati hati, Alfonso mendorong kursi roda menuju mobil.


Lalu..


Pintu mobil dibuka oleh sopir,


Setelah pintu mobil dibuka dengan perlahan Alfonso menggendong tubuh Leticia dan mendudukkan di kursi belakang sopir lalu Alfonso masuk dan duduk di samping leticia.


Mobil pun melaju dengan kecepatan rata rata ke arah Mansion.


didalam mobil, Alfonso tidak berhenti mencium kening Leticia. dan


Alfonso memeluk Leticia dan membiarkan Leticia tidur didalam dadanya.


"pejamkan matamu, biar kamu tidak lelah. perjalanan masih 20 menit lagi." ucap Alfonso


Lalu, mencium ujung kepala Leticia menghirup wangi rambut sang istri. kemudian Alfonso menatap ke atas melihat langit langit atap mobil. lalu, menarik panjang napasnya.


"Terima kasih Tuhan engkau masih memberiku kesempatan. aku berjanji kesempatan yang berharga tidak akan aku sia sia kan lagi.


******


Di Mansion, Glen dan yang lain nya sudah mempersiapkan, semuanya sesuai yang diminta Leticia.


Acara diadakan di taman belakang, makanan sudah siap semuanya kue ulang tahunpun sudah disiapkan.


Glen dan yang lainnya menunggu ditaman bekalang dimana acara dipersiapkan, dan para pelayan bekerja seperti biasanya agar tidak di curigai Alfonso.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


maafkan aku yang menepati janji kemarin up lagi. karna ada urusan yang mendadak yang sangat mendadak🙏.


__ADS_2