
Blake yang sudah membayangkan bagaimana hancurnya Sergio. hanya tersenyum kecut.
"*Aku ingin lihat ķamu melawan anak Rudlolf tanpa aku."batin Blake*.
Blake, juga saat ini sudah mempersiapkan penyerangan.2 heli, untuk penyerangan udara. dan 2 mobil menyerang ke markas.sebagian anak buah tetap stay dimarkas.
Blake, juga saat ini.kehilangan, banyak anak buah membuat Blake, sedikit bingung mengatur strategi. pagi tadi Blake perintahkan Oliiver merekrut orang. tapi , tidak ada yang mau jadi anak buah Blake. karna, mereka yang mendengar kabar dari orang yang sudah menyaksikan langsung perbuatan Blake ke anak buahnya. kalau mereka gagal melawan musuh.
&&&&&&
Bajing*n , semuanya. disaat ,aku butuh ng ada yang berani dekat dan membantu.
Plakkk...
ponsel mahal miliknya dilempar ke lantai. Mason, mengambil lagi dan meletakan diatas meja kerja milik Sergio.
"Mason, siapkan keberangkatan. dan aku tegaskan, Felisia tidak boleh mengetahui kalo, Karla diculik apalagi tau Karla disiksa. aku tidak bisa ,kalo felisia merasa terluka dan sedih."tegas Sergio.
"Aku, mengerti."Jawab Mason.dan berlalu pergi meninggalkan Sergio yang hancur sendirian diruangannya.
Ceklek....
Pintu ruangan Sergio dibuka, dan Masonpun keluar, berjalan ke arah depan mengurus semua keberangkatan Sergio. setelah semua urusan keberangkatan beres, Mason kembali datang ke ruangan Sergio.Tapi, sebelum ruangan Sergio dibuka langkah kaki Mason terhenti. Mason tersenyum kecut.
"Kenapa aku bahagia saat melihat Sergio menderita?ini hukumannya, akan aku lihat bagaimana reaksinya kalo bertemu anak Rudolf?itu moment penting yang tidak boleh aku lewat begitu saja." batin Mason.
Sergio, terlihat kacau didalam ruangan. meminta bantuan, tidak ada kelompok manapun yang siap membantu dirinya.memukul meja, itupun tidak merubah situasi, menghancurkan barang didalm ruangan itupun tidak mengembalikan keadaan.Pasrah?itu tidak mungkin.karna sang putri anak kesayangan Feliicia, Putri satu satunya Sergio.
Terus...,
Langkah kaki masuk keruangan Sergio.
"Kenapa, terlihat kacau? saat ini bukan diam dalam kebingungan. tapi mencari solusi, pergi ke Blake! memohon bantuan. tanyakan, pada Blake alasan apa yang membuat dirinya mengabaikan kamu.?Mason memberi saran.
Sergio yang mendengar saran.
"Benar aku harus mengesampingkan ego dan harga diriku,"jawab Sergio.
Berdiri, dan berlalu meninggalkan Mason sendiri yang masih terpaku diruangan itu.
******
Dicalifornia, Alfonso dan ketiga temannya sudah kembali ke Markas.mendapati Karla yang tertidur pulas dalam keadaan bugil. membuat mereka tertawa bersama.
*Hahahahahaha...,
"Ada pelac*r yang menunggu siap melayani kita Bro."ucap Andre*.
Steward yang masih mempersiapkan alat alat untuk menyiksa Karla berlalu masuk dan tidak melirik Karla sama sekali.
"Ndre, giliran kamu. karna nanti siang kamu harus lanjut merekam lagi."perintah Alfonso.
Andre yang belum selesai mendengar ucapan Alfonso. sudah mendekati Karla.
Bok*ng Karla ditendang, tapi Karla terus saja tidur.Andre yang sudah kesal memanggil Gareth.
"Reth, ambilkan alat. kita akan lakukan pengambilan organ sekarang." ucap Kevim.
__ADS_1
Mendengar ucapan Kevin yang sangat menakutkan.
Karla, bangun dari tidurnya.sakit dingin ng nyaman itu yang dirasakan Karla saat ini.tapi apa daya, berusaha kabur itu tidak mungkin, tangan yang dirantai, tubuh bugil meembuat Karla pasrah akan nasib.
Berharap, ada malaikat penyelamat yang datang membawa dirinya pergi dari tempat terkutuk ini.
"Apa, mau mu? sehingga membangunkan aku?kenapa, kurang puas pelayanan aku kemarin?mau mengambil organ aku? silahkan, lakukan. itu akan jauh lebih baik. aku akan tenang dari pada harus melihat wajah wajah iblis kalian!" teriak Karla yang sudah mengumpulkan tenaga melawan mafia gila itu.
Menyeka kasar air mata, yang terus mengalir. membuat Karla kesal menggerutui dirinya. karna Karla tidak ingin terlihat Lemah didepan mereka.
Andre, yang melihat keberanian Karla. kaget dan tidak percaya. melihat Karla dari kaki hingga kepala Andre menggeleng.
Andre berjalan mendekati Karla.kesal karna dibentak.
*Plakk..,
Satu tamparan*.
Satu tamparan tepat dipipi Karla.
"Pelac*ur! tutup mulut mu. dan lakukan apa yang diperintah. bukan, malah membantah. aku tidak suka Pelac*r seperti dirimu berteriak didepan aku." ucap Andre yang tidak kalah kejamnya.
Gareth, tersenyum.melihat tingkah Andre. dan meninggalkan kedua insan yang sedang dilanda nafsu.
"pemantauan, udara terus dilakukan. Selain Ethan dan Jose siapa lagi yang bisa?" tanya Alfonso.
Manarik kasar rambutnya, Alfonso benar benar dibuat frustasi.
"Wanita itu, bagaimana? apa, Ethan sudah pernah tanya ke dokter yang sering di datangi dia,, terus apa jawaban dokter itu." suara Alfonso melemah saat menyebut wanita itu.
puffhhhhhh...,
Wajah Alfonso berubaaph jadi dingin.mengepalkan tangan.
" Ya sudh, terus pantau semua tempat, baik dari udara ato darat.karna aku ng mau kecolongan."ucap Alfonso.
klik...,
Panggilan di akhiri.
Berjalan kembali ke arah Gareth, menarik kursi dan disebelah Gareth.
"Sergio dan anak buahnya hampiir saja membakar kantor milik Ayah.dan, untungnya Ethan lagi berpatroli di udara jadi cepat diatasi."Ucap Alfonso.
"Terus, apa tindakan. Glen dan Kevim? " Tanya Gareth.
"Akhirnya mereka berhasil menangkap anak buah sergio, dan mereka akan segera mengambil organ mereka." jawab Alfonso dengan wajah terus menekuk.
" Al, kamu baik baik saja kan?" Tanya Gareth.
"Ya aku baik, emangnya ada yang beda dengan aku? atau aku kelihatan lebih tampan? ah, aku akan jadi rebutan wanita." ucap Alfonso. dengan menaik turun kan alisnya.
*Puffthhhhh...,
Gareth menahan tawanya.
"Mana ada ,wanita yang mau dengan pria dingin seperti dirimu?"ledek Gareth.
__ADS_1
"Ada, akan ada. tapi nanti aku yang akan menyakiti dia." lirih Alfonso. melihat ke atas langit langit ruangan dan menarik kasar rambutnya.
"Jahat, bukan? terkadang aku larut dengan perasaanku dan lupa akan tujuanku."Alfonso memasang wajah sendunya. yang mungkin sama sekali tidak pernah Alfonso tunjukkan ke orang.
Plakk...,
"Hei..bro. jangan lupa akan penderitaan orang tuamu. ayo, kita lanjutkan penyiksaan. tangan ku sudah gatal.kita sudah lama kan?ng bertempur." Gareth mulai mengompori Alfonso.
Tujuan, Gareth. biar Alfonso jangan lemah. jangan terbawa perasaan. tidak ada di aturan mafia seperti itu.
Alfonso terlihat sangat emosi. saat Gareth menyebut nama orang tuanya.
Berdiri dan berjalan,ke arah Andre,.di sana ,Andre lagi menghentakan miliknya keluar masuk. bunyi suara perpaduan benda kenyal dan desahan mereka terdengar sangat jelas. dan membuat Alfonso membulatkan kedua bola matanya.
"Gareth. sedia kan tempatnya .dan, ikat pinggang itu, panaskan di api beri sedikit minyak Zaitun." Perintah Alfonso.
Gareth, yang sudah terbiasa mulai menyiapkan semuanya. bergegas pergi dan menyiapkan peralatan itu. ada kursi penyiksaan, ikat pinggang besi berduri yang berat 5 kg. diolesii minyak Zaitun dan mulai dipanaskan di api.setelah semua disiapkan di tempatnya.
Gareth memberi kode ke Alfonso.
Steward, pun datang. membawa, campuran asam klorida senyawa tinggi. tidak lupa tampungan air mani mereka sejak 3 hari yang lalu disediakan juga.
"Alfonso, ayo. kita mulai bermain."panggil Steward sambil berkedip.
"Andre, cairan Vanila mu, minumkan saja ke wanita jala*g itu.karna permainan akan dimulai."Perintah Alfonso.
Mendengar, ucapan Alfonso. Andre memompa lebih keras lagi berusaha vanilanya keluar dan masuk ke dalam rahim Karla. karna, goyangan Andre, Karla yang kakinya sakit kehilangan keseimbangan, jatuh tersungkur kelantai.
Andre ikut terjatuh menimpah Karla dari atas.
*Shif.., maki Karla.
"Hahahahaha...,
Semua, menertawakan Andre dan Karla.dan direkam Gareth.
" Sumpah, kejadian yang sangat menghibur."ucap Alfonso sambil memegangi perutnya yang sakit karna kebanyakan tertawa.
"Pipiku ampe kaku semua. karna ulah kalian Ndre." sambung Gareth.
"Bagaimana, bisa ? wah, kamu sungguh hebat Ndre."sahut Steward.
Andre, yang merasa malu dan kesal. segera mencabut miliknya dan pergi meninggalkan Karla. yang masih, tersungkur dilantai. Andre, berjalan ke toilet untuk menuntaskan hasratnya yang belum selesai.
Sambil terus mengerutu."dasar wanita sialan."
Alfonso, Gareth, Steward masih terus saja tertawa. mereka tidak menyadari kalo Karla sudah berdiri, karna rantainya yang dilepas. Karla, berniat kabur.
Melangkah perlahan. Alfonso yang matanya sangat tajam menyadari itu, denag cepat mengambil pistolnya.
Dorr...,
Tepat, dibetis. Karla jatuh. semua yang lagi tertawa kaget dengan suara tembakan.balik melihat dari mana bunyi suara tembakan.
"Hei... bodoh. apa kau bosan hidup?" tanya Steward yang berlari ke arah Karla yang sudah tergeletak dilantai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
like ,komen, votenya ya.terima kasih🙏
nanti jam 1 siang up lagi.