SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Kecemasan seorang ayah.


__ADS_3

Di Paris, Kevin sudah jauh lebih tenang. setelah dikasih pengertian oleh Mason.


''Kamu tahu, nak. daddy dan Leticia harus kehilangan sosok istri dan ibu selama 26 tahun. bukan, daddy tidak berjuang untuk merebut kembali mommy, tetapi semua butuh proses. dan disaat sergio tewas dan atas berkat bantuan Nak Alfonso mengundang saya dan mommy hadir dipernikahan dia dan Leticia. disitu, saya memberanikan diri untuk menikah lagi dengan Felisia.walaupun pernikahan kami hanya pemberkatan ulang oleh pastor, tanpa ada undangan tamu. tetapi, daddy begitu terharu.karena, itu kamu bersabar. berdamailah dengan masalalu biarkan karma yang berbicara.'' Kevin, diam mendengar semua nasihat Mason. Nabila, terus mengelus punggung pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Mason, yang sedang berbicara tiba tiba ponselnya berdering. ''sebentar ya nak.'' ucap Mason. mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.


''Karla,'' batin Mason.


''Hallo, daddy.'' terdengar suara Karla begitu panik. Mason, mengerutkan dahinya. semua yang berada diruangan tamu Kevin saling menatap.


''Baiklah.'' daddy akan segera pulang.'' jawab Mason dengan suara melemah terlihat kecemasan diraut wajah pria berusia 70 tahun itu.


''Daddy,'' panggil Glen.


''Ayo, nak kita harus pulang,'' titah Mason.


Tangannya, menyentuh punggung Kevin. ''daddy, pulang dulu.ingat kunci utama dalam rumah tangga itu, harus, saling percaya, jujur, settia dan komunikasi.'' pesan Mason. sebelum meninggalkan Kevin dan Nabila.


Kevin, mengangguk dan tangganya meraih tangan Nabila.'' maafkan, saya. tidak bisa mengontrol emosi saya.''ucap Kevin pada Nabila.


Nabila tersenyum. dia tidak bisa berkata kata lagi pada pria ini, sungguh berhati mulia, alasan apa Nabila harus marah terhadapnya. akhirnya, dengan bergandengan tangan Nabila dan Kevin mengantar Mason dan teman temannya kembali ke Spanyol.

__ADS_1


Didalam, mobil. menuju Airport Paris Mason hanya diam dan menopang dagunya.


''daddy cepat pulang kakak cia sudah berada diruang operasi. mommy ketakutan.''


Ucapan Karla tadi melalui sambungan telpon terus teringang ditelinganya.


''Maafkan, daddy. harus kehilangan moment istimewa ini lagi. daddy, bukan ayah yang beruntung.'' sesal Mason dalam hati.


Stefani, menatap Glen. dia tau Mason menyembunyikan sesuatu untuk menghindari kecemasan bagi mereka semua. '' mommy felisia kah, atau leticia, atau karla.'' batin Stefani.


Glen dan teman temanya tiba di airport paris, semua bersalaman dengan Kevin dan Nabila. begitu juga dengan Reno yang sudah melupakan kejadian di apartemen tadi. bagi Reno, semua pria akan marah kalau wanitanya direndahkan seperti dirinya tadi.


Kevin, tersenyum '' baiklah, hati hati dijalan.'' jawab Kevin. yang berusaha menepis sifat egoisnya.


Nabila, hanya diam dan menunduk, rasa trauma terhadap Reno masih mendalam. tidak, semudah dan segampang itu bisa hilang secara mendadak. apalagi, Reno sempat melakukan kekerasan fisik itu semakin membuat trauma Nabila semakin mendalam. hatinya, memang sudah memaafkan Reno. karena, benar ucapan Reno Nabila yang mengutarakan perasaannya pada Reno.padahal, dia tau Reno tidak mencintai dia. tetapi, Nabila tidak peduli untuk menghindari Kevin,


Semua, berjalan masuk ke dalam Airport menuju pesawat pribadi Alfonso yang sudah menunggu di landasan.


Kevin dan Nabila, kembali ke apartemen dengan sedih karena semua sahabatnya sudah kembali ke Spanyol.


''Kita, sepi lagi.'' keluh Nabila.

__ADS_1


''Iya, mereka mengerti kita.'' jawab Kevin. tanganya melepaskan kaos yang menempel dibadannya.


Nabila, berjalan ke arah meja riasnya untuk membersihkan wajahnya dari make up.


Kevin, merebahkan dirinya diatas kasur. '' Tadi dari raut wajah daddy setelah menerima panggil sangat cemas.'' ucap Kevin, matanya menatap dilangit langit kamar.


''Hemm..,saya juga lihat seperti itu." jawab Nabila, tanganya masih bergerak membersihkan wajahnya dengan pembersih wajah.


''kita, doa kan yang terbaik saja.'' jawab Kevin.memejamkan matanya.


*****


Pesawat, telah take off. dua jam lagi mereka akan tiba di Spanyol. Mason, terus menatap jam yang melingkar ditangnnya.'' putri daddy, putri yang kuat.daddy yakin kamu bisa melewati masa kritismu nak. maafkan, daddy tidak ikut menyaksikan moment penting dalam hidupmu.'' batin Mason.mengusap kasar wajahnya.


Stefani, menoleh ke arah Mason.tangannya, menyikut tangan Glen,


''Sudah, mungkin ada masalah pribadi, biarkan, kita jangan kita campur kalau daddy tidak minta atau mau berbagi cerita.'' jawab Glen.


''Baiklah,'' jawab Stefani. tubuhnya yang lelah bayinya juga ingin sekali tidur Stefani memejamkan matanya sembari berbaring di bed yang disediakan diatas pesawat.


''Iya, kamu tidurlah. masih sejam lagi kita nyampe.'' sambung Glen lagi.

__ADS_1


__ADS_2