
Rombongan dari Spanyol telah tiba di Airport Paris, dengan dijemput oleh anak buah Alfonso yang berada di paris mereka segera melaju menuju menara Eifel.
Gareth,membawa titipan dari Leticia, Mason membawa titipan dari Karla. Begitu juga dengan Glen membwa buket milik Stefani.
''Hati hati,sayang.'' Glen memperingati Stefani saat Stefani hendak melangkah masuk ke dalam mobil karena gaunnya yang panjang.
Akhirnya, setelah 30 menit perjalanan dari Airport Paris, rombongan Spanyol tiba juga di menara Eifel.
******
Didalam, mobil Kevin keringat dingin, sudah berulang ulang Kevin mengusap wajahnya dengan tissu''Kamu, kenapa Vin?"tanya Nabila menahan tawa.
''Engggak apa apa, ac nya kedinginan.''jawab Kevin,matanya menatap keluar jendela mobil. Karena, Kevin tidak ingin Nabila tahu kalau dirinya gugup.
''Amire, kecilin Acnya.''perintah Kevin.
''Baik, Tuan.''jawab Amire menahan tawa.
''Ngaku, saja kalau gugup. masih saja bohongi calon istri,''batin Amire. matanya menatap bayangan Kevin dari pantulan spion mobil.
''Fokus, menyetir! bukannya ngintipin saya.'' tegur Kevin.
Amire yang merasa dirinya ditegur akhirnya kembali fokus menyetir.
''Kamu, gugup.''bisik Nabila ditelinga Kevin.
''Mau, aku kasih obat penenang, hmm.''tawar Nabila.
Kevin, langsung menatap wajah Nabila.
''Obat apa?"tanya Kevin serius.
''Ini, obatnya.'' jawab Nabila sembari tersenyum kemudian tanganya diangkat membentuk lingkaran hati menghadap ke arah Kevin.
Kevin, membalas senyuman Nabila sembari menggelengkan kepalanya.
''Terima kasih sayang, obat ini yang setiap hari saya nantikan dari kamu.''ungkap Kevin. kemudian Kevin meraih tangan Nabila lalu menautkan jari mereka.
"Masih, gugup?"tanya Nabila.sembari tersenyum
"sudah enggak lagi.karena sudah dikasih obat penenangnya."goda Kevin.
"Ishh."desis Nabila.
__ADS_1
*****
Dibawah Eifel, Stefani, Glen, Gareth, Andre, Mason, Walker dan Reno sudah tidak sabar menunggu kedatangan Nabila dan Kevin. bahkan, Stefani sesekali berdiri dan menoleh ke belakang.
''Sayang, Kevin dan Nabilanya lama sekali?"tanya Stefani penasaran.
''Sabar, tadi kata anak buah mereka sudah diperjalanan.''jawab Glen sembari mengelus punggung tangan Stefani.
"Tapi, aku kangen sama Nabila."rengek Stefani.
"Sebentar lagi datang, hmm."sahut Glen memeluk Stefani.
Bukan, hanya Stefani yang penasaran. Reno, juga sejak tadi tidak tenang sesekali Reno menoleh ke belakang. Namun, yang ditunggu belum juga muncul.
[visual Reno dan Walker]
''Ren, jangan grogi.''goda Walker.
Reno, hanya mengangkat ujung bibirnya.''CIH..,ngapain grogi.''sinis Reno.yang membuat Walker menggelengkan kepalanya.
''Bagaimana, kalau Kevin meminta lu untuk minta maaf pada Nabila.''tanya Walker penasaran.
''Ya, aku minta maaf. cuma minta maaf aja repot banget.''tukas Reno.
"Itu, kesalahan dan saya juga tidak menyangka bakal jadi anak."sambung Reno santai.
Walker, hanya menggelengkan kepalanya. dia, tidak menduga dengan jalan pikiran Reno yang menganggap anak hanyalah mainan bagi dirinya.
Akhirnya, Kevin dan Nabila tiba juga di Eifel. anak buah yang menunggu didepan pintu masuk acara, segera berlari menghampiri mobil yang ditumpangi Kevin dan Nabila. lalu, dengan cepat pintu mobil dibuka oleh anak buah itu.
Kevin, segera keluar dari mobil dan membantu Nabila memegang ujung gaun Nabila. dengan, berhati hati Nabila melangkah turun dari mobil.
"Hati hati," ucap Kevin.yang kwatir calon istrinya tersandung dan jatuh.
Mata Nabila langsung disuguhi dengan dekorasi yang indah dominasi warna putih dan dikasih sentuhan kuning dan merah, membuat Nabila terpesona dan menatap Kevin dengan bangga.
Lalu, Kevin menggandeng tangan Nabila mereka mulai berjalan memasuki Eifel.wajah Kevin terlihat begitu bahagia begitu juga dengan Nabila yang terus menebar senyum
Dengan, dipandu oleh pembawa acara Kevin dan Nabila terus melangkah memasuki Eifel dimana didepan sudah ada seorang Pastor yang siap untuk menikahkan Kevin dan Nabila
"Para, hadirin mari kita semua berdiri menyambut kedatangan pasangan pengantin baru kita."ucap Pembawa acara itu.
__ADS_1
Tamu undangan, yang berjumlah hanya 150 orang itu berdiri dan menepuk tangan.
Suasana, menara Eifel hari ini begitu hikmat dan suasana romantisnya begitu terasa oleh para tamu undangan.
Bahkan, Gareth sampai menitikkan air mata dia tidak menduga Kevin yang dulu seorang casanova akhirnya berani mengambil keputusan besar yang mungkin dirinya tidak bisa seperti Kevin.
Sembari tersenyum Kevin mencari keberadan posisi duduk teman temanya. Tetapi, saat Kevin hendak melihat ke arah depan mata Kevin melihat Keberadaan Reno membuat Kevin mengeraskan rahangnya. Reno, hanya tersenyum sinis begitu juga Kevin hanya menatap dengan dingin.
Kemudian, mata Reno beralih menatap Nabila.Namun, Nabila dengan cepat mengalihkan pandangannya .Saat, mata Reno melihat Nabila seketika bayangan awal dirinya berpacaran dengan Nabila melintas dipikirannya.
''Ternyata, Nabila cantik juga kalau didandan. ahh, bodoh amat.''batin Reno.Lalu segera mengalihkan pandang ke arah depan.
Stefani, tersenyum melihat Nabila yang begitu cantik berjalan menuju Altar untuk mengikrar janji.
Setelah, tiba didepan Altar Kevin dan Nabila saling berhadapanan kedua tangan mereka ditutupi kain suci dan mulai bersumpah sehidup semati.
''Saudara Kevin, sanggupkah engkau menjadi suami yang baik dalam suka dan duka disaat sehat dan sakit setia bersama saudari Nabila seumur hidupmu?''tanya pastor pada Kevin.
''Ya, saya sanggup.''dengan mantap Kevin berucap matanya terus menatap dalam bola mata Nabila.
''Saudari Nabila, sanggupkah engkau menjadi istri yang baik dalam suka dan duka disaat sehat dan sakit?.''tanya Pastor lagi pad Nabila.
Nabila, menarik napas dalam matanya menatap bola mata Kevin.'' Ya, saya sanggup.''jawab Nabila.
Setelah membacakan janji pernikahan pastor mengesahkan pernikahan Kevin dan Nabila.
''Apa, yang sudah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia.''ucap Pastor sembari meletakkan kitab suci diatas kedua tangan Kevin dan Nabila yang saling menggenggam.
''Baik, karena kalian sudah bersumpah, silahkan kenakan cincin dijari manis pasangan sebagai tanda cinta dan bukti atas sumpah dan janji yang sudah saudara dan saudari ucapkan.''ucap Pastor.
Kevin, mengambil cincin dikotak lalu menatap Nabila.
''Saya, Kevin membawa anda Nabila untuk menjadi istri saya.saya berjanji, untuk mencintai dan menghormati anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya atau miskin untuk sehat atau sakit hingga kematian yang memisahkan kita.''ucap Kevin kemudian mengenakan cincin dijari manis Nabila.
Lalu, Nabila mengambil cincin dikotak, lalu menatap wajah Kevin.
''Saya Nabila, memilih engkau Kevin sebagai suami saya, saya berjanji untuk mencintai dan menghormati anda sejak hari ini untuk lebih baik dan lebih buruk, untuk sehat maupun sakit, disaat kaya maupun miskin hingga kematian yang memisahkan cinta kita berdua.''ucap Nabila. lalu mengenakan cincin dijari manis Kevin.
Setelah, bertukar cincin. Kevin, mencium mesra kening Nabila yang kini berstatus sebagai istri Kevin.
__ADS_1
Semua, tamu undangan menyambut dengan bahagia dengan menepuk tangan, tetapi tidak dengan Reno yang hanya diam dan malas melihat keromantisan Kevin dan Nabila.