SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
pertemuan Karla dan Leticia


__ADS_3

''Ternyata, nak Alfonso benar. Karla ku telah berubah, sudah semakin dewasa dan semakin sopan, aku tidak peduli seberapa berubah wajahnya. tapi, aku bersyukur karla ku, tidak bandel dan membantah seperti dulu bersama aku dan Sergio.'' batin Felisia.


Tangannya, meraih wajah Karla dan menatap begitu dalam sembari mengamati wajah baru putrinya sambil tersenyum.


'' Siapa, pria yang berhasil merubah putriku menjadi lebih baik seperti ini?'' tanya Felisia sambil tersenyum. tapi lagi lagi Karla masih enggan menjawab ia masih terus menangis.


Karla terus mengeratkan tangannya dipinggang Felisia. Felisia mengelus lembut rambut Karla.


'' Ayo, kita duduk dulu kaki mommy tidak kuat. kalau terus berdiri seperti ini nak.'' sambung Felisia lagi.


Dan, diangguki Karla. dengan terus bergandengan tangan Karla dan Felisia berjalan ke arah sofa dimana Steward dan lainnya duduk.


Mason, yang sudah menyadari kalau gadis yang sedangmemeluk istrinya adalah Karla. segera berdiri, lalu duduk disamping Karla, kedua orang tua ini mengapit Karla ditengah sambil mengelus rambut Karla.


Felisia, terus mengucapkan syukur pada Tuhan. karna telah mengembalikan putrinya untuk dirinya, dalam keadaan sehat dan selamat. walaupun dia kehilangan Sergio untuk selamanya.


Steward, berdiri dan mengulurkan tangannya bersalaman dengan Felisia.


''mom, saya Steward.'' ucap Steward memperkenalkan diri.


'' Felisia ibunya gadis ini.'' jawab Felisia. sembari mengelus lembut rambut sang putri tercinta.


''iya, mom ward sudah tau.ternyata kecantikan Karla nurun dari mom.'' sahut Steward.lalu, kembali duduk disofa.


Felisia terkekeh.


'' Karna, itu Daddy bertahan dan menunggu selama dua puluh enam tahun. untuk, mendapat kembali mommy Felisia.'' sahut Mason sambil menatap mesra Felisia.


'' ststs.., Daddy ingat umur. anak anak sudah pada gede.'' sambung Felisia tersipu malu.


'' Enggak apa apa kita mengerti mom.'' jawab serentak Gareth dan Steward. dan membuat semua tertawa.


Akhirnya, setelah puas melepas rindu dan menuangkan semua beban yang selama ini ia pendamkan dalam hatinya.perasaan sakit, kecewa, takut, dan kehilangan sosok sang daddy lewat tangisan.


Karla menerima tisu dari Steward dan mengelap wajahnya.


Tangan Karla, meraih kedua tangan mommynya, sambil berlutut dihadapin Felisia, karla menatap wajah Felisia yang sudah mulai keriput karna termakan oleh usia.


''Mommy..,maafkan Karla yang sampai saat ini masih belum bisa untuk membahagiakan mommy. masih saja ada kesedihan yang Karla torehkan dalam setiap hari harimu. maafkan Karla bila telah banyak mengukir luka dihatimu, maaf pula jika telah banyak meneteskan air mata yang telah banyak keluar dari mata mommy.Karla, tidak bermaksud membuat mommy merasa begitu bersedih.untuk itu, Karla datang dengan hati yang tulus dari lubuk hati yang terdalam. Karla mohon maaf karna telah membuat mommy cemas dan kwatir, karla tidak mau lebih lama kehilangan senyummu mommy.'' ucap Karla berurai air mata. sambil menopang wajahnya dikedua lutut sang mommy yang sedang duduk disofa,


Felisia tersenyum, ia tak sanggup menahan air matanya. tangannya meraih tubuh putrinya yang kini sudah lebih besar dari tubuhnya.


'' Anak ku, mommy sudah memaafkan dirimu jauh dari sebelum mommy dengar dari Alfonso kalau kamu baik baik saja.Mommy, malah berterima kasih pada Tuhan telah mengembalikan Putri kecil mommy dalam keadaan sehat dan selamat, itu, sudah lebih dari cukup nak.'' jawab Felisia. sambil mendaratkan satu kecupan diujung kepala Karla.


''tanpa rasa sakit,kita tidak pernah belajar menjadi kuat,tanpa rasa kecewa kita tidak pernah belajar menjadi dewasa. tanpa kehilangan kita tidak akan pernah belajar arti iklas. mommy, tau apa yang ingin kamu katakan. sudah iklaskan nak. semua terjadi sesuai takdir Tuhan,'' sambung Felisia lagi.


Karlapun, mengangguk mengerti. ia bersyukur sang mommy sudah menerima semua kejadian itu dengan iklas. akhirnya, dengan dibantu Steward. Karla berdiri.

__ADS_1


Kemudian Karla beralih ke Mason lalu memberi salam. Masonpun memeluk Karla yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


'' Sudah, nak, daddy mengerti perasaan kamu.temui adekmu dikamar dia sedang bermain dengan baby sitternya.'' ucap Mason pada Karla.


'' Iya, dad. nanti saja Karla masih ingin bicara dengan mommy dan daddy.'' jawab Karla. lalu, duduk disamping Steward.


***


Dimansion, Leticia mengambil mantel miliknya dan milik Alfonso. mereka akan segera berangkat ke kediaman daddy Mason. Leticia yang tidak sabar untuk bertemu Karla begitu bersemangat.


'' Sayang ini mantelmu.'' ucap Leticia dan memberikan Mantel Alfonso.


'' Terima kasih sayang. jangan tergesa gesa. '' sahut Alfonso yang melihat Leticia begitu tergesa gesa. yang membuat Alfonso kwatir.


' Bagaimana aku tidak tergesa gesa. aku ingin sekali bertemuKarla dirumah daddy.'' jawab Leticia. sembari menggandeng tangan sang suami mereka berjalan ke depan untuk berangkat ke kediaman Mason.


Mobil, sudah disediakan oleh Bale.


'' Hati hati sayang.'' ucap Alfonso, saat melihat istrinya masuk ke dalam mobil.


Alfonsopun masuk kedalam mobil.


''Biarin aku yang pasang seatbeltnya.'' ucap Alfonso pada Leticia yang sibuk memasang sabuk pengaman.


Dengan, sabar Alfonso memasang sabuk pengaman. dan Alfonsopun menginjak pedal gas. mereka segera meluncur ke Mansion Mason.


''Sayang, nanti aku langsung bilang kalau aku anak dari mommy atau gimana?" tanya Leticia yang tidak sabar untuk bertemu Karla.


'' ikuti kata hatimu sayang.'' jawab Alfonso.yang membuat Leticia mencebikkan bibirnya.


Akhinya, mobil Alfonsopun tiba di Masion Mason. dengan digandeng Alfonso, Leticia dan Alfonso melangkah masuk ke dalam Mansion.


'' Selamat malam.'' sapa Alfonso dan Leticia bersama. yang membuat mereka yang berada didalam ruangan kaget. karna mereka tidak menyangka kalau Alfonso dan Leticia akan datang dengan malam malam seperti ini.


'' Sayang, kenapa datang malam malam?" tanya Felisia dan berdiri menyambut Alfonso dan Leticia.


Leticia dan mommynya, saling menautkan pipi mereka.


'' Enggak apa apa momm. lagian aku suntuk di Mansion terus.'' jawab Leticia.


'' Mommy kwatir sayang. nak Alfonso, lain kali Cia memaksa enggak usah nurutin maunya ya.'' ucap Felisia memberi peringatan.tangannya mengelus perut Leticia.


'' cucu cucu mommy sehat sehat kan?"tanya Felisia lagi.


'' mereka sehat mom." jawab Leticia.


Alfonso, hanya terkekeh karna dia tidak bisa menolak permintaan istri cintanya.

__ADS_1


Alfonso, dan Leticia bersalaman dengan Steward.


'' Steward.'' ucap Steward.lalu, bersalaman dengan Leticia.


''Leticia.'' jawab Leticia tersenyum.


Kemudian Leticia berjalan mendekati Mason yang sejak tadi hany tersenyum melihat perutnya.


'' Daddyyy...,'' teriak Leticia sambil memeluk Mason.


'' husstt.., . kurangi sifat kekanak kanakanmu.'' ucap Mason dan mencium ujung kepala sang putri.


Karla, yang bingung melihat istri Alfonso begitu akrab dengan mommynya dan Mason.hanya, mengerutkan dahinya.


Alfonso, tersenyum ke arah Karla.


''Bagaimana, perjalanannya?" tanya Alfonso sambil melihat ke arah steward dan Karla.


''Baik dan lancar, Boss.'' jawab Karla dengan sopan.


Alfonso, terkekeh.


''Jangan, panggil boss. disini kita semua sama.'' jawab Alfonso lagi.


Leticia, tersenyum ke arah karla.segera Karla berdiri mengulurkan tangannya ke Leticia.


''Saya, Karla.kamu istrinya boss Alfonso?'' ucap Karla. dengan sopan.


'' Iya, saya istrinya Alfonso. bagaimana, perjalanan dari California ke Spanyol?" tanya Leticia. lalu, duduk disamping Karla.


''Semuanya, baik baik saja Nona.'' jawab Karla lagi.


Felisia tersenyum, saat melihat kedua putrinya yang begitu kaku.lalu, menatap, ke arah Mason.


''Nanti, kita jelaskan ke mereka dengan perlahan.'' ucap Mason pelan.


Felisia, mengangguk.dan sesekali melihat ke arah ke dua putrinya.


''Jangan panggil aku nona. panggil saja aku kakak.'' sambung Leticia. tangannya meraih tanga Karla.


Karla, yang masih dalam mode bingung.lalu, menatap ke arah mommynya.


Felisa tersenyum, dan mengangguk pada Karla.


''Kamu, apakabar?aku minta maaf ya, untuk semua kesalahan suamiku terhadap kamu dimasalalu. maafin suamiku?" ucap Leticia sambil tersenyum.


''Saya, sudah melupakan semua yang terjadi dimasalalu, ka --kak."jawab Karla terbata bata.

__ADS_1


"Terima kasih, La. "sambung Leticia tangannya menepuk pelan bahu adek tirinya itu.


__ADS_2