SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
unboxing


__ADS_3

Setelah, melakukan pemeriksaan Dokter dan perawat, pamit keluar dari ruangan Alfonso.



[pict, hospital barcelona.vip]


Karna, ini ruangan rawat inap pribadi Alfonso. jadi, sangat luas dan terdapat fasilitas yang lengkap.


Jam, sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Karla, yang sudah sangat kelelahan karna melawan musuh tadi siang pamit ke Leticia. untuk tidur dikamar hotel bersama sang suami Steward.


''Kakak, malam ini aku enggak bisa nemani kakak nungguin kakak ipar. badanku, cape semuanya.'' pamit Karla. sambil menunjukkan deretan gigi putihnya..


''Iya, enggak apa apa. ada daddy, mommy, Nad juga. didepan ada banyak anak buah yang berjaga juga.'' jawab Leticia sembari mengelus perut Karla.


''Pergi, istirahat sudah. kasihan, ponaan mommy Cia. pasti, sudah cape bangat ya? tadi diajak mommy karla main perang perangan ya nak.'' sambung Leticia lagi. tangannya terus mengelus perut sang adek sambung.


''Iya, kamu istirahat saja Nak. Ada, banyak orang disini.'' sahut Felisia. sambil tersenyum melihat kedua putrinya. yang, saling menunjukkan perhatian satu sama lainnya.


Karla, berjalan mendekati Alfonso.

__ADS_1


''Kakak, ipar ayo bangun. biar kita kasih pelajaran, untuk mereka yang sudah berada didalam penjara sana.'' ucap Karla. dengan tulus Karla, menyentuh tangan Alfonso.


Alfonso, yang merasakan sentuhan tangan Karla yang tulus ditanganya. Ada, rasa penyesalan di hatinya.


Seketika, air matanya menetes dari sudut matanya. Leticia yang melihat itu segera menyeka air mata sang suami dengan tissu.


''Maafkan aku, Karla. tangan yang kau sentuh ini, penuh banyak dosa terhadap dirimu. tangan ini, dulu pernah menampar pipimu, pernah membawa air mani dan memaksamu untuk minum, tangan ini juga pernah mencambuk tubuhmu dengan sabuk berduri. Tangan ini, pernah menyiram HCL ke wajahmu, hingga menyebabkan kamu harus merubah wajahmu.''Alfonso hanya bisa membatin dihatinya.karna, bibirnya belum bisa berbicara.


Karla, dan Steward yang melihat itu, hanya saling menatap. karna, mereka tau apa yang sedang dipikirkan oleh Alfonso.


''Kak, cepat sembuh ya. kita semua tunggu kakak disini.'' ungkap Karla. sembari meneteskan air.


Leticia, tertawa.


"Benar, kata mu dek. masa, mafia kalah sama ibu hamil." sambung Leticia. semua yang berada diruangan tertawa. Leticia, tertawa sembari mencium punggung tangan sang suami.


Leticia, berharap Alfonso.bisa segera bangun dan bercerita bersama dengan mereka.


Begitupun, dengan Stefani dan Glen yang ijin tidur dikamar hotel.

__ADS_1


''Al, aku dan Fani ke kamar dulu. disini banyak jomblo yang nungguin kamu. ada Andre, Kevin, Gareth, Nabila.'' ucap Glen sembari mengedipkan matanya ke arah Gareth.


'' Protes! disini, ada mommy dan daddy. juga ada banyak anak buah yang berjaga didepan kamar.'' Protes Gareth yang kesal dengan ucapan Glen. sambil berdiri berjalan ke arah ranjang Alfonso.


Gareth, dan yang lainnya sudah, mulai bercanda. setelah Alfonso melewati masa kritisnya. Mereka, mulai merasa lega, biarpun Alfonso belum sadar, tapi pelurunya sudah berhasil keluar itu sudah lebih baik.


''Sayang, kamu enggak bangun.itu, teman teman semua kembali ke kamar.'' sambung Leticia, yang terus mengelus tangan sang suami.


"Al, kamu enggak bangun. malam ini Glen unboxing." Ucap Gareth. sembari tersenyum usil.


Semua, yang mendengar ucapan Garet tertawa.


'' Dasar.., jomblo. mendingan saya unboxing dengan istri daripada kalian kalau pengen pasti ke kamar bersolo karier, awas pabrik sabun tutup.'' ledek Glen


"Fani, tidur jangan dekat Glen. awas, nanti kamu diterkam."Gareth terus meledek.yang membuat semua di dalam ruang terus tertawa.


Leticia, merasa ada yang bergerak di telapak tangannya.matanya mencari apa yang bergerak karna Kebanyakan Ketawa Leticia Lupa kalau sedang menautkan jari nya dengan jari Alfonso.


"Sayang, kamu gerakin jarimu?" Tanya Leticia. dengan mata berbinar binar.

__ADS_1


__ADS_2