SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Berusaha tegar


__ADS_3

Setelah penutupan makam. Saatnya peletakan bunga. Alfonso dan anak anak diminta maju terlebih dahulu untuk meletakkan bunga di atas pusara Leticia.


Alfonso membawa keempat anaknya maju ke depan. tangannya mengambil bunga mawar putih berbentuk salib. Lalu, dengan berlinang air mata Alfonso meletakkan di atas pusara Leticia.


"Sayang... istirahatlah dengan tenang. Aku akan menjaga anak anak." ucap Alfonso sedikit lebih tenang. Tangan nya menyentuh nisan yang tertanam diatas bagian kepala kuburan Leticia. Air mata Alfonso jatuh membasahi pipinya ketika matanya memandang nama yang tertera di nisan yang terbuat dari Marmer berwarna putih itu.


RIP.


Leticia virginia Mason


+ 28 _januari_2022.


*25_februari_1988


Alfonso membungkukkan badannya diciumnya Nisan itu sedikit lebih lama.


'' Sayang, beratnya melepas kamu. Tetapi, aku tidak boleh egois.'' bisik Alfonso.


Lalu, Alfonso menuntun keempat anaknya untuk meletakan mawar putih bersama diatas kuburan Leticia.

__ADS_1


'' Ayo... enggak sampaikan sesuatu untuk Mommy?'' ucap Alfonso mengelus kepala keempat anaknya satu persatu.


''Kalau, Alonzo ngomong apa Mommy dengar? Daddy enggak lihat? Mommy ditutup tanah oleh paman-paman berbaju hitam itu? kenapa Daddy diam? kenapa Daddy enggak marah? kenapa Daddy hanya menangis? Alonzo mau nya peluk Mommy?" dengan berlinang air mata Alonzo melayangkan protes kepada sNg Daddy.


Hati Alfonso seperti disambar petir di siang bolong. Matanya memandangi Batu Nisan lalu beralih kepada Alonzo. Gareth yang melihat Alfonso akan jatuh.segera mendekat dan merangkul Alfonso.


"Al... kau baik baik saja'kan?" tanya Gareth menepuk bahu Alfonso.


"Terima kasih, Reth. aku baik baik saja. hanya sedikit kaget dengan pertanyaan Alonzo." jawab Alfonso dengan menyunggingkan sudut bibirnya ke atas.


"Mereka belum mengerti. kamu harus sabar, seorang anak akan merasa terpukul ketika kehilangan seorang ibu. wanita yang setiap hari bersama mereka merangkul mereka dikalah mereka sedih. mencium mereka disaat mereka tidur, menyemangati mereka di kalah mereka gagal. kamu, tidak menyadari, perhatian kecil itu sangat dirindukan seorang anak. oleh karena itu, kamu harus berusaha menjadi sosok ibu sekaligus ayah. Aku tau Leticia sedikit lebih tegas dari kamu ketika mendidik anak-anaknya. Namun, seorang ibu selalu menggunakan kasih dan cinta disaat mendidik anak-anaknya." Gareth mencoba memberi pengertian kepada Alfonso.


"Ya aku tahu itu.." jawab Alfonso tersenyum.


Alfonso dengan sabar membawa Alonzo ke dalam pelukannya dengan tersenyum Alfonso mengecup kepala Alonzo.


''Nak.. nanti kalau Tuhan ingin ajak Daddy jalan jalan ke surga. Daddy juga akan ditutup tanah seperti Mommy. Daddy tidak bisa melarang atau marah paman -paman itu. Karena, itu tugas mereka. Mommy tidak bisa kembali seperti Mommy yang dulu yang dapat di peluk oleh Alonzo. Namun, Mommy akan datang lewat mimpi disaat Alonzo tidur. Mommy akan datang sebagai ibu peri.'' sakit rasanya menjelaskan seperti ini kepada anak -anaknya.


Namun, Alfonso tidak boleh terus berbohong. anak anak nanti akan tumbuh besar. Mereka akan kecewa kalau mengetahui jawaban Alfonso selama ini hanya bohong.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Alfonso yang begitu tenang Felisia berderai air mata. tanganya menutup mulut nya agar tidak mengeluarkan suara.


''Sayang... lihat anak anak kita. Mereka mulai menanyakan kamu.'' batin Alfonso.


Beda dengan Aleijo. dia begitu tenang. Namun, kesedihan diwajahnya terlihat begitu jelas. Dengan tenang Aleijo mengambil bunga mawar putih lalu meletakkan diatas pusara Leticia.


''Mommy.... Aleijo sayang Mommy, Aleijo akan berdoa sama Tuhan supaya cepat mengembalikan Mommy, kepada Aleijo." ucap Aleijo.


Mendengar ucapan Aleijo, Alfonso tersenyum. Afonso merangkul Aleijo ke dalam pelukannya. '' anak Daddy semakin pintar. Terima kasih sudah menjalankan pesan Mommy. tolong bantu Daddy jelaskan kepada ketiga adikmu.'' ujar Alfonso.


''Kata Mommy Aleijo harus jadi pemimpin yang baik. Jadi, Aleijo akan ingat terus pesan Mommy pada Aleijo." jawab Aleijo dengan tegas.


Giliran kedua putri Leticia. dengan ragu keduanya melangkah kedepan. Lalu, mengambil bunga mawar dan meletakkan diatas pusara Leticia.


"Mommy... cepat pulang ya. tolong bilang sama Tuhan jangan lama lama disurga." ucap keduanya serentak.


Selesai peletakan bunga. Para pelayat yang ikut mengantar Leticia sudah kembali ke Mansion.


Alfonso masih bersama anak-anak menyalahkan lilin di kuburan Leticia. Masih dengan hati yang rapuh Alfonso dan anak-anaknya menyalakan lilin ditepi kuburan. banyak doa dan harapan yang Alfonso ucapkan.

__ADS_1


Usai sudah proses pemakaman. Hari pun sudah mulai sore Alfonso mengajak anak- anaknya untuk mencium nisan sekali lagi dan mengucapkan selamat tinggal .Lalu, dengan menitikan air mata Alfonso membawa keempat anaknya pulang ke Mansion. untuk melanjutkan ritual selanjutnya sesuai tradisi kepercayaan Alfonso dan orang Spanyol.


__ADS_2