
Cia, yang malam ini tidurnya berbeda dengan malam malam yang sebelumnya merasa jauh lebih tenang, Alfonso yang merasa bahagia karna saat membuka matanya Cia masih didalam pelukannya.
Yakin Cia sudah benar benar tidur. Alfonso, mengambil ponselnya dengan tangan kiri dengan sangat hati hati agar tidak mengganggu tidur Leticia.
Al, mengirimkan pesan ke Ethan menanyai keberadaan Mason.
"Kalo dia keluar, tangkap saja dia. nanti biar aku yang urus setelah ini." kirim isi chatt Al ke Ethan.
Setelah Selesai mengirim pesannya. Cia membuka matanya. dan melihat Alfonso tidak tidur.
"ko ng tidur."ucap nya dengan suara manja. lalu menyibakkan selimut turun dari ranjang.
Al menatap Cia sambil tersenyum.
" jangn bikin suara manja gitu, nanti aku bisa batalin janjiku. kamu mau kemana Cia?" ucap Al. karna melihat Cia turun dari ranjangnya.
"Aku mau ke toilet kalo aku ng turun diranjang terus p*p*snya di mana? "jawab Cia dan terus berjalan ke arah toilet.
Al, tersenyum.
"Dia sudah lebih tenang. apa dia mau kalo menikah tanpa daddy brengseknya itu. tapi, dari kemarin tunangan dia bahagai saja. tidak memikirkan daddynya."batin Alfonso.
Saat Al sedang mempertimbangan kan kehadiran Mason. mata Al melihat Cia berjalan ke arah ranjang lagi.
"Ayo, sini tidur lagi. ini masih pukul empat pagi pernikahan kita nanti jam 10."ucap Al sambil menepuk nepuk ranjang.
Cia yang masih ngantuk berjalan lagi dan tidur disamping Al. mata sayunya menatap Al.
"Aku boleh tanya ng?" ucap Cia sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh Al.
"Boleh, tanya apa saja aku selalu dengar. jangan kan tanya kalo bisa gantikan posisimu saat ini yang sedang kamu rasakan akan aku gantikan."jawab Al.
"Kamu nanti nyesel ng menikah dengan aku. secara kamu tahu aku tidak mencintai kamu, dan__." Cia tidak melanjutkan pembicaraannya.
"Dan apa?kenapa tidak teruskan ?" jawab Al sambil terus melintir rambut Cia.
"Aku tidak tahu rasa cinta itu kapan bisa timbul. dan apa kamu bisa menghadapi sifat egois daddyku?" ucap Cia. yang sebenarnya ingin sekali dia jujur soal sakitnya tapi Cia belum berani. Cia takut Alfonso berubah pikiran menikah dengannya.
Karna yang sebenarnya Cia juga ingin cepat menikah dan memiliki anak sebelum penyakitnya masuk Stadium empat.
Makanya dengan polosnya, Cia mengatakan kalo Alfonso sanggup ng hadapi ayahnya, karna Cia sampai saat ini belum mengetahui pekerjaan Al yang sebenarnya dan hubungan Al dan Mason. yang Cia tahu Alfonso seorang presdir muda yang hobi traveling.
__ADS_1
Al tersenyum, sambil menatap Cia.
"kenapa bertanya seperti itu? kenapa dengan Daddy Cia. aku janji setelah nikah aku akan menemui dia. ya, kalo dia tidak keberatan menemui aku. "ucap Al. sedikit mengerutkan dahinya karna sebenarnya dia tidak suka kalo membahas musuh musuhnya. karna Al takut tidak bisa mengontrol emosinya.
Cia menatap Al, mata Cia berkaca kaca.
"Jangan menemui dia. sudah berapa hari ini aku berusaha menghubungi daddy tapi tidak pernah diterima. tapi, itulah daddy selalu mengutamakan kesenangan dia daripada anaknya." jawab Cia. air matanya menetes. Cia masih berharap ada keajaiban di hari pernikahan dia yang tinggal menghitung jam ini.
Al yang melihat wanitanya sedih memeluk tubuh kecil Cia. sambil mengelus rambutnya.
"Ayo, tidur lagi. esok hari bahagia kita.ingat ada pepatah mengatakan Tuhan tidak pernah menjanjikan hari selalu baik, tapi Tuhan berjanji kebaikannya selalu ada di setiap hari." ucap Al.
Cia mengangguk didalam pelukan Al.
"Aku, ng isa tidur lagi. aku mau mandi dulu. nanti make upnya lama."ucap Cia.
Mendengar itu Al tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu sudah tidak sabar menjadi nyonya Alfonso?" ucap Alfonso sambil menaik turunkan alisnya. Al gemes melihat setiap mimik wajah Cia. lalu, mendaratkan satu Ciuman lagi dikening Cia.
"Ih, percaya diri sekali. apa kamu lupa aku menikah dengan kamu karna terpaksa? kalo saja kamu tidak mengatakan semuanya di konfrensi pers waktu itu, pasti ini tidak akan terjadi." ucap Cia.sambil memutar mata malasnya.
Al, yang mendengar ucapan Cia itu hatinya sangat sakit. tatapan nya berubah jadi dingin lagi.
Cia yang merasa bersalah karna telah menyakiti hati Al segera meminta maaf.
"Maaf ucapanku tadi bercanda, karna tadi kamu juga mengajakku bercanda." ucap Cia dengan mata berkaca kaca, dia benar benar menyesal kalo candaannya sudah menyakiti hati Alfonso.
Al hanya diam saja sambil terus menatap mata Cia.
"Ng apa apa, aku juga mengerti itu."jawab Al.
"Ya uda aku mandi dulu." ucap Cia lagi. Cia yang ingin melangkah turun dari ranjang.dengan Alfonso menahan tubuh Kecil Cia.
"Jangan mandi dulu, aku masih ingin lihat wajahmu. aku harap kita bisa bahagia selamanya.aku tidak ingin ada hal buruk datang mengganggu pernikahan kita. karna, kalo itu terjadi aku tidak akan pernah menerimanya.tetap disini bersama aku, tuntun aku keluar dari kegelapan ini."ucap Al.
Karna, hal yang Al takutkan benar benar terjadi. penyakit Cia, dan takut dendamnya bisa salah sasaran. Al, takut dia tidak bisa menahan amarah kalo mengingat semua yang Mason lakukan ke ibunya.
Cia yang tidak bisa tidur hanya berdiam didalam pelukan Al.sambil memainkan jarinya diatas dada bidang Al.
Al, tidak keberatan dengan perlakuan Cia, dia membiarkan Cia memainkan sepuas hati kadang Cia menarik lembut bulu dada Al. yang membuat Al tersenyum.
__ADS_1
"Nanti kamu akan lihat yang dibawah lebih lebat dari yang didada."goda Al sambil menaik turunkan alisnya.
"Ih, apaan sich. jangan aneh deh kamu." ucap Cia dan mencubit pelan dada Al.
"iya, aku tidak akan maksa kalo kamu belum siap. aku akan menunggu kalo kamu benar benar siap, menerima aku karna aku ingin melakukan dengan Cinta aku ingin kita sama sama menikmati nya," jawab Al.
"Maka itu, buatlah aku jatuh cinta padamu." jawab Cia.
"Akan aku lakukan sayang. karna berdekatan dengan kamu seperti ini saja sudah menyiksa aku." jawab Alfonso.sambil menatap Cia. lalu, Al menyibakkan selimut turun dari ranjang dan berjalan ke arah toilet.
Melihat Al turun dari ranjang.
"Kamu mau mandi?"ucap Cia dengan polosnya.
"Aku mau ritual, karna aku sudah tersiksa sejak kemarin. kamu mau lihat." jawab Al dan terus berjalan ke arah toilet.
Cia yang masih lugu, bingung dengan jawaban Al.
"Tersiksa kenapa, apa dia sembelit dari kemarin. kenapa tidak minum obat sembelit."ucap Cia lalu menyalahkan tivi. dan bangun dari ranjangnya mengambil minum di kulkas.
Al yang sudah di kamar mandi menyalahkan shower membiarkan air mengalir lalu mulai bersolo sendiri, membayangkan malam pertama nya dengan Cia sambil terus bersolo.
Cia yang berdiri didepan kulkas, mendengar gemercik air dari shower, dengan polosnya berjalan ke depan pintu kamar mandi. karna penasaran dengan suara desahan Alfonso dan diikuti suara gemercik air membuat Cia semakin penasaran telinganya dipasangkan dipintu toilet. menunggu sudah hampir 10 menit Alfonso masih saja terus mendesah, karna uda cape berdiri Cia kembali ke arah ranjang dan duduk ditepi ranjang sambil mengecek ponselnya.
"Apa sembelitnya begitu parah? "batin Cia. karna tidak ingin penasaran Cia menunggu nanti Al keluar dia akan menanyakan langsung ke Al saja.
Setelah 15 menit bersolo akhirnya puncaknya keluar cairan vanila kental menyembur dilantai kamar mandi.
Achhh...,
Suara kepuasan Alfonso.karna sekarang sudah pukul 7 pagi akhirnya Al mandi sekalian. setelah selesai mandi, Al melilitkan handuk putih dipinggangnya, dan berjalan keluar menuju ke arah kamar. Cia yang melihat roti sobek diperut Al, hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Lain kali kalo mandi bawa sekalian pakaian ke dalam kamar mandi, merusak pandangan saja."ucap Cia sambil mengalihkan pandangan ke tivi.
mendengan protes dari Cia. Al hanya tersenyum.
"Sejak kapan ada aturan begitu. udah mandi sana kapan kamu make up katanya mau terlihat cantik didepan ku "jawab Al. sambil terus menggoda Cia.
Cia yang sudah kesal dengan godaan Al, turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
.