
Setelah selesai minum air, Cia berjalan ke arah ranjang. mengambil telpon dan memesan makanan.mengingat sekarang sudah pukul sepuluh pagi mereka sama sekali belum sarapan. karna, masih sibuk dengan pingsannya Al.
Al, hanya diam menatap ke arah Cia, tanpa berkedip sedikitpun.
"Kenapa, dia yang marah?" batin Al.
Ya, Cia kesal karna tindakan Al yang menyebabkan dirinya pingsan tadi. bagi Cia itu konyol.
Cia meletak kan lagi gagang Telpon. saat hendak berjalan ke lemari mengambil obatnya. pintu kamar diketuk.
Al, menyibak kan selimut dan hendak turun dari ranjang. tapi Cia yang menatap tajam ke arah Al. dengan isyarat jari.
"duduk diam diranjang."
Al, yang melihat itu hanya tersenyum dan menurut.
Cia, berjalan ke arah pintu. tangan Cia meraih handle pintu. lalu, pintu dibuka. seorang berbadan kekar dan berbaju hitam, datang mengantarkan obat Alfonso.
"Maaf, Non. ini saya disuruh tuan Glen, untuk mengantarkan obatnya Tuan Alfonso."ucap Anak buah itu.
Cia mengerutkan dahi.
"Oh, iya pak. terima kasih." ucap Cia. dan menerima obat Al.
" sama sama Non. saya permisi." jawab anak buahnya sambil membungkuk. lalu pergi.dan berjaga lagi di sekitar lantai dua puluh.
Ya, kalau ada Cia mereka berusaha menjauh. agar tidak dicuriga Cia soal siapa Alfonso.
Cia berjalan lagi ke kamar. matanya melirik ke arah Al.
"Ng mandi dulu?" sindir Cia, dengan tidak melihat Al. tangannya fokus menyiapkan obat Al dan dirinya.
Al, tersenyum.
"Nanti aja."jawab Al, dengan tidak berdosa.
Saat sedang menyiapkan obat. pintu kamar diketuk. Pramusaji mengantar kan makanan mereka.
Cia berjalan ke depan pintu. membukakan pintu. lalu, pramusaji masuk dan meletakkan pesanan makanan dari Cia diatas meja.
Ya, di hotel. Al, memiliki Chef khusus untuk dirinya. jadi, saat Cia menelpon mereka sudah tau kamar Al. dan chef pribadi Al, yang menyiapkan makanannya.
"Permisi Non. "pamit pramusajinya.
"ok, terima kasih."ucap Cia.
"Sama sama Non." jawab Pramusaji tadi.
Setelah pramusajinya keluar. Cia, mengambil makanan tadi, dan membawanya ke ranjang.
Lalu, duduk disamping Al. tapi, Cia masih memasang muka kesal.
"Ayo, makan dulu.terus minum obat." ucap Cia.
Al, menurut.
Saat tangan Al, hendak mengambil sendok untuk makan sendiri Cia menatap lagi.
"Udah, diam aja, aku yang suap." ucap Cia.
__ADS_1
"Aku ng sakit, jadi tidak perlu diperlakukan seperti orang sakit." ucap Al. sambil tersenyum.
"Buktinya, tadi pagi kamu tidak sadarkan diri dibawah shower. candamu ng lucu Al." jawab Cia. lalu, Cia pecah dalam tangis.
Al, bingung kenapa Cia menangis.
Al, mengambil napan ditangan Cia dan meletakkan di atas nakas dekat ranjang. lalu, menarik tubuh kecil Cia dan memeluknya.
"Kenapa, sayang." tanya Al dalam kebingungan.
"Kamu, jahat. kenapa pingsan. aku pikir kamu hanya ke kamar mandi untuk p*-p*s. ternyata kamu pingsan disana. untung tadi pagi alarm ku bunyi, jadi aku bangun dan niat mau ganti pembalut. malah dapati kamu pingsan dibawah shower."ucap Cia dan semakin histeris tangannya memukul dada bidang Al.
Al, hanya pasrah dan mengingat lagi kejadian tadi pagi.
"Ya, aku minta maaf. itu karna aku rasa Tuhan ng adil buat aku. Tuhan sudah mengambil kedua orang tua ku sejak aku kecil. sekarang, Tuhan menyiksa aku dengan sakitnya kamu." ucap Al. sambil mencium kening Cia.
Cia, yang mendengar ucapan Al. menatap ke wajah Al sambil terisak.
"Kenapa?kalo sakitku menyiksamu. aku iklas kita berpisah saat ini."ucap Cia. air matanya terus menetes membasahi pipinya.
Al, menyeka air mata Cia.
"Uda, aku bilang diam. aku ng tersiksa dengan sakitmu. tapi, aku hanya belum iklas."ucap Al. dengan mata berkaca kaca.
" Karna itu, Aku tidak ingin kamu tahu. karna aku tidak mau kamu kepikiran. iya, berbagi kesedihan memang meringankan beban.tapi bagiku, sekali berbagi aku merasa berat dan tak nyaman."ucap Cia. sambil menatap Al dengan mata sendunya.
Al, menggelengkan kepalanya.
"justru, aku akan marah. kalau kamu tidak jujur." jawab Al. sambil mencubit pelan hidung Cia.
Saat sedang asyik berbicara, perut Cia berbunyi.
Al tersenyum.
"Tu perutnya minta diisi."ucap Al.sambil memegang perut Cia.
Cia tersipu malu, karna perutnya dipegang Al.wajahnya seketika merona.
Al, yang melihat itu tersenyum gemas.
Al, menyibakan selimutnya. dan turun dari ranjang. membawa makanan di napan tadi ke arah meja lagi.
lalu...,
Al, berjalan ke arah Ranjang menggendong Cia. Cia yang kaget karna tiba tiba di gendong Al meronta dan memukul pelan Al.
Al, tersenyum. sambil mencium bibir Cia.
Cia terdiam dalam pelukan Al. mata mereka saling mengunci sesaat. Al mencium semakin dalam dan dalam. napas kedua insan ini sudah tidak beraturan. lidah mereka sudah saling bertukar didalam sana. membuat Cia menutup matanya sesaat.
Jantung Cia, berdenyut semakin kencang. Al, memang jago memainkan perannya. wanita manapun akan bertekuk lutut dengan permainan Alfonso.
Tapi.., saat sedang saling menautkan bibir.
Perut Cia menjerit lagi.
Al tersenyum.
Dan..,
__ADS_1
Al, menurun kan Cia. lalu tubuh Cia diduduk kan diatas kursi.
"Makan dulu, nanti dilanjut lagi."ucap Al, sambil tersenyum jahil.
Cia, memutar mata malas.
" lupa deh sama janjinya."gumam Cia.
Al, terkekeh.
Dan...,
Merekapun mulai sarapan pagi. tidak ada yang bicara, kecuali bunyi alat makan mereka.
Setelah.., sarapan Al mengingatkan Cia.
"Sayang jangan lupa minum obatnya." ucap Al.
"ini uda aku siapin. kamu juga harus minum obatmu." ucap Cia. sambil obatnya dimasuk kan kemulutnya.
"Aku ng sakit. obatku cukup lihat kamu bahagia." jawab Al. sambil mencium ujung kepala Cia.
"mulai deh ngerayu."jawab Cia. sambil berjalan ke arah kamar mandi.
" Mau, kemana yank."teriak Al.
"Cuci tangan. kamu ng gosok gigi." tanya Cia.
Mendengar ucapan Cia. Al, baru menyadari kalo dirinya belum gosok gigi.
Lalu..,
Al, pun berjalan menyusul Cia ke kamar mandi.
Tangan Al, meraih handle pintu tanpa diketuk.langsung menerobos masuk kedalam kamar mandi.
Cia yang kaget dengan masuk nya Al yang tiba tiba. menatap tajam Al.
Al memasang dereten gigi putihnya.
"Yank..., lain kali masuk ketuk dulu." gerut Cia.
"iya iya maaf." jawab Al. sambil menaruh pepsodentnya ke sikat gigi.
"Sayang, kamu belum mandi kan.?Ayo, mandi aku yang mandiin." ucap Al. sambil menaik turunkan Alisnya.
Cia yang kaget dengan ucapan Al. menggelengkan kepalanya. karna mulutnya penuh busa pepsodent.
Setelah selesai gosok gigi. Cia meminta Al keluar. karna Cia ingin mandi.
"Sayang keluar dulu, aku mau mandi." ucap Cia. sambil memasang wajah melas.
" Aku juga mau mandi. ya udah kita mandi bareng saja." ucap Al.sambil tersenyum jahil
Cia, mengerutu.
"Boleh, tapi kamu mandi di shower aku mau berendam. ingat mata dijaga." ancam Cia.
Mendengar Ucapan Cia. Al.hanya tersenyum jahil.
__ADS_1