SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Hasil Usg Karla.


__ADS_3

Steward, menggenggam tangan Karla, sembari terus tersenyum, matanya terus menatap sang istri yang berbaring diatas tempat tidur.


Dokter Grace, mulai menekan transduser diperut Karla. Mata, Steward tidak berkedip saat melihat janin dalam kandungan Karla bergerak dilayar monitor Usg.


" Ini, pak janinnya ada satu. jantungnya sehat, bayinya aktif ya pak." jelas dokter.


"Iya, dok. Terima kasih."ucap Steward berkaca kaca.


Karla menitikkan air mata bahagianya, Steward yang melihat Karla menitikkan air mata dengan cepat menyeka air mata sang istri.


"Are, you happy now?( sekarang kamu bahagia)." tanya Steward. sembari menyeka air mata sang istri.


Karla,tidak sanggup menjawab pertanyaan sang suami.karna, Karla yakin Steward mengerti dengan isi hatinya. hanya, bisa menganggukkan kepalanya.


Kehidupan, Karla yang dulu seketika hilang tanpa membekas dalam pikiran Karla.


Karla, masih berusaha meyakinkan dirinya. kalau, dirinya benar benar hamil. Karla, tidak menduga kalau bayinya pernah diajak olehnya untuk melawan musuh.


"Dok, saya tidak bermimpikan, dok?" tanya Karla sesunggukan.


"Tidak, bu! ibu tidak bermimpi ini anak ibu."jelas dokter kemudian. mengambil tisu untuk membersihkan perut Karla.


Steward, tersenyum." Ayo, bangun." ucap Steward sembari mengangkat tubuh sang istri. lalu, mendaratkan satu kecupan dikening Karla.


"Terima kasih."ucap Steward pada Karla.


Karla, hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum karen malu dilihat oleh dokter Grace.


"Enggak apa apa, bu. wajar seorang suami mengungkapkan rasa bahagianya."ucap dokter.


Karla, dan Steward duduk dikursi menunggu penjelasan selanjutnya dari dokter Grace. Steward terus menggenggam tangan Karla, sesekali mendaratkan kecupan dipunggung tangan Karla.

__ADS_1


"Selamat, ya pak, buk. akhirnya, menyusul ibu Leticia." ucap dokter. tangannya mengambil vitamin didalam tasnya, untuk diberikan pada Karla.


"Buk, apa ada keluhan selama hamil?." tanya dokter. sembari menyiapkan vitamin untuk Karla.


" Enggak, ada buk. cuma saya mau tanya bagaimana kurangi napsu makan saya, dok? karna, saya juga bingung makan sebanyak itu enggak ada kenyang kenyangnya." jelas Karla. karna, Karla masih ingat perkataan Leticia, kalau nanti melahirkan Karla akan susah untuk nuruni berat badannya. biarpun, Steward pernah mengatakan kalau dia tidak mempermasalahkan berat badan Karla, tetapi bagi Karla wanita harus mempunya inisiatif tersendiri untuk menjaga kecantikannya.


"Bagus, dong buk. suka makan karna banyak ibu ibu hamil yang mengeluh soal napsu makan mereka yang turun secara drastis saat hamil. tapi, nanti saya akan kasihkan vitamin untuk mengurangi rasa lapar tetapi vitamin dan Gizi anak tetap terpenuhi."jelas Dokter. kemudian mengambil vitamin yang dimaksud oleh dirinya dan memberikan pada Karla.


"Terima kasih, dok!"ucap Karla dan steward serentak.


"Masih, ada keluhan lagi?" tanya dokter lagi sebelum pamit pulang.


"Uda, enggak ada. istri saya hamilnya enak dokter." jawab Steward bercanda.


"Nanti, setelah lahiran segera disiapkan lagi calon adiknya."jawab Dokter lagi.


Mereka, tertawa bersama. dan, selesai melakukan pemeriksaan. dan mendengarkan keluhan dari Karla, dokter Gracepun pamit pulang.dengan diantar oleh Karla dan Steward sampai didepan pintu Mansion.


"Oke, dok nanti disampaikan.kakak saya, perutnya semakin berat jadi sudah jarang diluar, lebih banyak dikamar." jelas Karla.


Karna, Leticia sejak usai kandungannya mendekati sembilan bulan Leticia semakin berat untuk berjalan.kecuali, pagi diajak Alfonso berjalan pagi ditaman. kadang, makan saja Alfonso yang membawa ke kamar. karla, yang kadang kangen bercanda dengan sang kakak, dia yang datang menemui Leticia dikamar Leticia.


"Iya, buk pasti berat karna bayinya ada empat." jawab Dokter, kemudian masuk kedalam mobilnya dan pulang.


******


Steward dan Karla, sangat bahagia karena baru saja melihat bayi mereka lewat Usg.


"Anak, daddy dan mommy. sehat sehat disana ya, sayang."ucap Steward sembari mengecup perut Karla.


"Sayang, aku mau makan!" Karla mencebik.

__ADS_1


"Ya, sudah .aku buatin makannya, kamu tunggu sini ya." jawab Steward.kemudian steward berjalan ke arah dapur, untuk membuatkan makanan untuk Karla.


Karla, yang begitu bahagia.berjalan ke arah kamar sang kakak.


Tok..,tok..,tok..,


"Kakak, aku masuk ya!" teriak Karla dari depan pintu kamar.


Alfonso, yang sedang mengoles cream diperut Leticia, segera berdiri dari tempat tidur dan berjalan kedepan untuk membukakan pintu.


"Kakak, aku boleh masuk." ucap Karla, sembari tersenyum. dan, tidak menunggu Alfonso menjawab Karla dengan cepat melesat masuk kedalam kamar sang kakak.


Alfonso, hanya tercengang melihat kelakuan Karla, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.dan, ikut masuk menyusul Karla yang sudah lebih dahulu masuk.


"Kakak!" teriak Karla, membawa hasil Usgnya untuk Leticia.


"Adek! kenapa harus teriak.anak anak aku pada kaget semua didalam sana." protes Leticia, matanya menatap tajam sang adik.


"Hehehe.., maafin mommy Karla. aku, mau tunjukin hasil Usg anak aku." jawab Karla.kemudia, mendudukkan tubuhnya ditepi ranjang sang kakak.


"Iya, tapi enggak boleh teriak seperti itu, bagaimana kalau kakak jantungan."Protes Leticia lagi.


Kemudian,Leticia menerima hasil Usg dari tangan Karla." dokter Grace, sudah datang?" tanya leticia. sembari mengamati hasil Usg calon ponaannya.


"Iya, baru saja pulang." jawab Karla tangannya mengelus perut besar sang kakak.


"Sayang, ini hasil Usg Karla." panggil Leticia.yang melihat Alfonso duduk disofa.


Alfonso, berdiri dari sofa dan berjalan ke arah ranjang, kemudian mendudukkan tubuhnya ditepi ranjang sisi kiri.dan ikut melihat hasil Usg anak Karla.


"Uda, tau jenis kelamin nya ya dek?" tanya Alfonso.

__ADS_1


"Belum, kakak kata Steward biarin saja yang terpenting sehat , normal dan selamat sudah.apapun jenis kelaminnya kita enggak permasalahkan kakak." jelas Karla.


__ADS_2