
Hari berganti hari satu minggu sudah Leticia menghabiskan waktu bersama anak dan suaminya. Semua tempat yang Leticia ingin kunjung sudah mereka datangi. Kabar sakit Leticia juga sudah sampai di telinga para sahabat Leticia dan Alfonso. Dan, juga Karla yang sekarang tinggal di California.
Kaget dan tidak percaya. Namun, mereka berusaha untuk percaya. Ketika melihat foto yang dikirim oleh Alfonso melalui via chat.
Stefani yang masih satu negara dengan Leticia, langsung datang ke Mansion bersama Glend dan putri kecilnya Belinda. Nabila, harus menahan rasa rindunya. Karena, Kevin masih ada urusan pekerjaan yang tidak boleh ditinggal.
Begitu juga Karla. Awal pertam mendengar Leticia sakit, Karla sempat jatuh pingsan. Masih banyak hal yang Karla ingin belajar dari Letica. Namun, takdir berkata lain.
"Tunggu aku kak, Fidel libur sekolah aku akan segera pulang." batin Karla menatap foto dirinya dan Leticia waktu fitting gaun nikah untuk dirinya.
Gareth dan Andre brgeming awal pertama lihat Leticia. Mereka, tidak menduga selama ini Alfonso merahasiakan hal besar ini dari mereka berempat.
''Kamu, ingat Ndre? sehari sebelum Alfonso tunangan dengan Leticia. Alfonso mengajak kita ke rumah sakit. Setelah pulang dari rumah sakit, Alfonso sangat terpukul.'' tanya Gareth.mengenang waktu itu.
''Iya, aku ingat bangat. dari situ kita bisa tau betapa besar cinta Alfonso terhadap Leticia. Bagaimana, nanti kalau Alfonso benar benar kehilangan Leticia? Aku yakin Alfonso akan hancur sehancurnya.'' jawab Andre.
Andre bergidik ngeri membayangkan. Alfonso kalau suatu saat ditinggal mati Leticia.
''Jangan deh! kasihan anak anaknya masih kecil.'' sahut Gareth.
__ADS_1
''Siap atau tidak jika waktunya harus siap. Kamu sendiri tau Lupus belum ada obat untuk menyembuhkan. Melihat kondisi Cia seperti tadi harapan Cia untuk sembuh sangat Nihil.'' sambung Andre.
''Hmmm... kalau bisa berharap yang terbaik untuk sahabat kita, kenapa tidak?" sergah Gareth.
setelah mengatakan, Gareth bangkit berdiri dari sofa . Lalu, berjalan ke depan markas. Mengenang semua kenangan Alfonso dan Leticia. Karena, di markas ini awal mula Alfonso rencana menikahi Leticia bukan atas dasar cinta melainkan sebuah misi balas dendam. Namun, Alfonso terjebak sendiri didalam misinya. Di markas ini juga saksi bisu Alfonso, Leticia, dan Mason saling memaafkan.
"Semoga kamu, kuat Al! sebagai orang yang pernah kamu tolong, aku hanya berdoa kalau bisa Leticia sembuh. Namun, kita tidak bisa menolak takdir. Semnagt Alfonso!" Gumam Gareth.
**
flash back
''Reth... ternyata uangku tidak mampu beli kesehatan untuk istriku. Untuk apa jika banyak uang aku tidak bisa berbuat apa apa untuk istriku." lirih Alfonso. tangannya membalas rangkulan ketiga sahabatnya. yang datang menjenguk Leticia.
"Aku, tau kalau aku ceritakan kalian akan ikut memikirkan masalah aku. Sedangkan kamu dan lainnya juga punya kehidupan masing masing. Aku, pikir aku bisa atasi, aku pikir uangku bisa untuk segalanya termasuk untuk membeli kesehatan Leticia. Namun, aku salah uangku tidak bisa beli kesehatan."
Stefani juga tidak kalah sedih. " kenapa, Cia? kenapa? selama ini aku dianggap bukan sahabat? sakit sebesar ini kamu sembunyikan dari aku? " tanya Stefani.
"Sudah, jangan nangis! Lihat, saya masih disini. Itu, ada diri saya didalam keempat anakku." Leticia menghentikan tangisnya.
__ADS_1
" Iya, aku tau itu. Tetapi, bisa kan aku berharap? aku ingin kita bersahabat lebih lama lagi di dunia ini. kita sama sama lihat anak anak kita sukses." jawab Stefani.
" Fan, aku tidak bisa banyak bicara. lidahku keluh kalau banyk bicara. sebelum suaraku tenggelam. Fan, aku titip anak anakku, jaga mereka seperti kamu jaga Belinda." pesan Leticia. air matanya terus mengalir.
"Cia, sejak mereka ada di dalam rahim mu. anak anakmu sudah menjadi anakku juga. Jangan kwatir soal anak anakmu, banyak yang sayang mereka. Karena, kamu dan Alfonso orang baik. percaya aku, Cia!" jawab Stefani.
Tangan Fani memijit ponsel mahalnya mengajak Nabila untuk video call. Namun, nomor Nabila tidak aktif.
"Hikzz... kebiasaan Ada urgent seperti ini dihubungi enggak bisa. dia itu sahabat atau bukan? enggak peka bangat sama sahabatnya." omel Stefani.
"Sudah, jangan mengomel mungkin Nabila repot. dia harus mengurus kedua anaknya. apalagi kata Al, Kevin akhir akhir sangat sibuk di markas sana." Leticia mencoba memberi pengertian.
"Ayo, Fan kita foto berdua. aku pengen lihat aku masih cantik enggak?" ajak Leticia.
"Kamu, sangat cantik Cia." jawab Stefani. Kemudian mengambil foto mereka berdua saling peluk, saling tarik hidung tertawa bersama.
" Kirim dong di ponsel saya," pinta Leticia.
Stefani juga langsung kirim foto mereka berdua ke ponsel Leticia. " sudah, saya sudah kirim." jawab Stefani.
__ADS_1
"Terima kasih ya." jawab Leticia.
***