
"Aku, sudah memikirkan semuanya dengan matang Nabila." sahut Kevin lgi.
"Kamu, tahu sejak Alfonso menikahi Leticia. Aku, juga sudah jatuh cinta dengan kamu.Tapi, aku tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya." imbuh Kevin lagi.
Nabila, menganggukkan kepalanya. matanya berkaca kaca. Kevin, yang melihat Nabila yang ingin menangis mengusap kasar wajahnya.
"Tapi, aku yang sekarang tidak sama seperti aku yang dulu."lirih Nabila.
Kevin, tersenyum."Aku, tidak peduli kamu yang dulu, yang sekarang atau kamu yang nanti. yang aku mau kamu jawab iya." Jawab Kevin penuh penekanan.
Nabila, menarik Napas dalam. saat sedang berbincang bersama, Nabila tiba tiba mual.
"Hoek..," sembari berlari ke arah wastafel.
Hoek.., hoek..., hoek..,
Nabila, mengeluarkan semua isi perutnya.bahkan es cream yang tadi dimakannya bersama Kevin ditaman ikut keluar semua.
Kevin, segera berlari menyusul Nabila.
"Kamu, kenapa Nab?"tanya Kevin penuh kwatir.
Nabila, hanya mengangkat tangannya saja, sembari menggelengkan kepalanya.
"Kamu, sakit? kita ke dokter ya. mau, ya Nab?" Kevin terus mangajak Nabila berbicara. rasa kwatir yang mendominasi dirinya membuat Kevin tidak bisa menahan dirinya untuk memeluk Tubuh kecil Nabila.
"Ak----u enggak kena---pa kenapa."jawab Nabila. napasnya masih tidak berarturan karena habis mengeluarkan semua isi perutnya, sembari memegang perutnya.
Kevin, dengan cepat memapah Nabila duduk di kursi ruang makan.
"Bibi, ada teh herbal?" tanya Kevin dengan penuh cemas.
"Ada, Tuan."jawab pelayan.
"Tunggu sini, aku bikin teh herbal." ucap Kevin.lalu berdiri dari kursi dan menerima teh herbal dari pelayan. kemudian, Kevin dengan telaten menyeduh teh herbal didalam cangkir.lalu dibawanya untuk Nabila.
"Ini, minum ini dulu.tradisi orang Spanyol kalau habis mual atau muntah minum teh herbal. untuk, hangatin perut." ucap Kevin sembari memberi cangkir teh herbal untuk Nabila.
"Terima kasih." ucap Nabila sembari menerima cangkir yang berisi teh herbal dari tangan Kevin.
__ADS_1
"Hmmmm.., sama sama." jawab Kevin sembari menarik kursi dan duduk dibelakang.
Nabila, dengan cepat menyesap teh herbal buatan Kevin."ahhh..," ucap Nabila menitikkan air matanya.
'kenapa, menangis?'' tanya Kevin Kwatir. matanya menatap wajah Nabila dengan begitu dalam.
''Enggak, badanku lemas aku butuh istirahat.'' lirih Nabila.
''Apa, kamu yakin tidak perlu ke dokter?" tanya Kevin penuh rasa kwatir.
''Enggak, perlu. aku butuh tidur sebentar.''jelas Nabila sembari tersenyum sinis.
Nabila, kwatir kalau ke dokter Kevin akan mengetahui kondisi dirinya yang sebenarnya. Nabila berencana nanti malam baru dirinya akan ke dokter sendiri.
''Ya, sudah kamu istirahat. Aku, pulang dulu nanti malam aku bisa main ke sini?" tanya Kevin sebelum pergi meninggalkan Nabila, Kevin, sangat kwatir dengan kondisi Nabila.
''Nanti, malam aku masih main ke Apartemen Glen.'' Nabila memberi alasan.
''Ya, sudah aku tunggu kamu di Apartemen Glen.'' jawab Kevin tersenyum.
Akhirnya, setelah beberapa kali mengajak Nabila ke dokter. dan, Nabila yang tetap pada pendiriannya, yang tidak ingin ke dokter. kevinpun menyerah dan pamit pulang.
Nabila hanya mengangguk. kemudian, menarik kursi dan berdiri berjalan bersama Kevin ke depan.
''Bawa, saja mobilku.daripada kamu naik taxi.'' ucap Nabila. yang ingat kalau mobil Kevin tadi ditinggal ditaman.
''Enggak, apa apa anak buahku yang menjemput aku didepan.Kamu harus istirahat yang banyak biar cepat sembuh.'' ucap Kevin sebelum benar benar pamit pergi meninggalkan wanita pujaannya.
Rasanya berat sekali meninggalkan Nabila sendirian di Apartemen dengan pelayan sendiri.Tapi, Kevin sadar cinta tidak boleh dengan kekerasaan. kalau dengan paksaan bisa jadi cinta akan semakin menjauh, dan usahanya akan sia sia untuk mendapatkan Nabila.
''Ya, udah kamu masuk kamar ingat harus istirahat.kalau butuh bantuan cepat hubungi aku.'' ucap kevin sembari memasang sepatu dikakinya.
Nabila, tersenyum.sembari melambaikan tangannya.kemudian kembali menutup pintu. Nabila, berjalan ke arah kamarnya dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.
''Kevin, tidak, kevin tidak, kevin, ahhh kenapa akhirnya Kevin.'' gumam Nabila sembari menghitung kancing dibajunya. lalu, Nabila tersenyum "permainan konyol apa ini." batin Nabila lagi.Lalu, Nabilapun terlelap.
******
Kevin, yang sudah tiba di Apartemen tidak sengaja berpapasan dengan Glen yang sedang ngerokok didepan Apartemen miliknya.
__ADS_1
"Darimana?" Tanya Glen. sembari mengepulkan asap rokoknya.
"Dari Mansion." jawab Singkat Kevin. kemudian duduk bersama Glen.
"Aku, pikir kamu ke Markas. tadi, Ethan ke sini nyariin kamu. tapi balik lagi katanya kamu enggak ada.nomormu juga susah dihubungi." jelas Glen.
Kevin, tersenyum." Iya, aku lupa kalau baterai ponselku habis. Aku, ke Mansion tapi aku terlambat karna Alfoso sudah berangkat.akhirnya, aku masih duduk ditaman." lirih Kevin.
Glen, yang tahu benar sahabatnya ini, mencoba menelisik bola mata kevin.mencari kebohongan didalam sana.
"Jangan, berbohong. jujur, sama aku ada apa?" tanya Glen yang mengetahui sahabatnya itu sedang berbohong.
"Sulit, aku bingung harus menjelaskan darimana lebih dulu." jawab Kevin. mengusap kasar wajahnya.
"Intinya, aku butuh dukungan dari kamu. dan Fani unuk menjelaskan pada Nabila. karna, aku benar benar serius dengan Nabila." sambung Kevin lagi.
Kevin, Tahu Fani dan Nabila sahabat.mungkin dengan bantuan Fani, Nabila akan menerima cintanya.
"Ya, sudah nanti kamu bicarakan saja dengan Fani.dia masih, masak di dapur." jelas Glen.
Glen, masih ingat waktu di pertunangan dirinya Kevin benar benar hancur saat cintanya ditolak oleh Nabila. dan waktu, itu Kevin melampiskan kekecewaannya dengan beralkohol.sampai sampai ditegur oleh daddy Mason.
"Terima kasih Glen.jangan, bicarakan ini dengan Gareth. aku, malas kalau dijadikan bahan ledekan.aku masuk dulu." ucap Kevin. sembari menepuk pelan bahu Glen.
"Tenang, saja rahasia dijamin aman.nanti malam kamu ke sini ada makan makan Fani pindahan." sambung Glen lagi.
"Siap!" jawab Kevin.sembari melambaikan tangannya. kemudian, Kevin berjalan ke arah Apartemennya.
Kevin, masuk dan melemparkan sepatunya ke sembarangan. diambilnya satu botol Wine dan dibawa ke kamarnya.pelayannya hanya bisa melihat dari arah dapur.
Dia, tau kalau majikannya pulang langsung mengambil Wine berarti hatinya lagi kacau.
"Kasihan, Tuan Kevin.harusnya dia memiliki istri biar ada yang bisa urus dia." batin Pelayannya.
Kevin, melepas Kamejanya dan melemparnya ke bawah lantai. dilepasnya celana jeans berwarna biru itu kemudian dilempar juga dibawah lantai.
Dengan, hanya menggunakan boxer Kevin mulai meneguk wine miliknya. butiran kristal itu jatuh dari pelupuk matanya.
"Baru, sampai dirimu aku mengemis cinta." Teriak Kevin.lalu menyesap lagi Winenya.
__ADS_1
"Apa, kau takut aku membongkar aibmu? aku akan menjaganya bahkan aku akan menjaga sampai anak itu lahir dan aku tidak akan membiarkan sibreng..,sek itu menyentuh sehelai rambut dari anakmu.Dan, dunia hanya tau, aku ayah kandungnya. aku, berusaha seperti ini sebelum perutmu membesar, agar kamu tidak malu memikul airbmu!" lirih Kevin.