SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Ijinkan ayah pulang.


__ADS_3

Anak kecil itu, menatap Alfonso, dengan tatapan penuh harap semog perkataan Alfonso benar, tidak akan meninggalkan mereka.


Alfonso tersenyum, Leticia pun datang menemui sang suami yang sedang berada ditengah tengah anak anak pantinya.


''Ibu!" sapa lelaki kecil itu, saat melihat Leticia datang, dan berdiri disamping Alfonso.


Leticia, tersenyum tangannya meraih pipi lelaki kecil itu.


''Ayah, sudah berjanjikan. jadi, ijinkan Ayah kalian pulang untuk beristirahat dulu. kasihan kalau tidak istirahat.'' ucap Leticia. sembari mengelus pipi lelaki kecil itu.


Anak itu, menatap Leticia dengan begitu dalam. dia, sadar seberapa cintanya dirinya untuk sang Ayah. tetap Alfonso harus kembali ke Mansion untuk istirahat.


''Iya, ibu. Felix mengerti!" jawab lelaki kecil itu yang bernama Felix. putra dari salah satu anak buah kepercayaan Alfonso, yang waktu itu tewas karna melawan sergio. saat itu, Felix masih berusia empat tahun, jadi dia mengerti waktu ibunya mengajak dirinya melihat sang ayah dirumah sakit ini, hingga mengantar ayahnya ke pemakaman.


Akhinya, setelah hampir setengah jam bercengkrama dengan anak anak panti Alfonso dan Leticiapun. memeluk mereka satu persatu dan pamit untuk kembali Ke Mansion.


''Ayah, dan Ibu pulang dulu, kalian harus berjanjii untuk selalu jadi anak anak Ayah yang baik.'' pesan Alfonso untuk anak anak pantinya. Pria, dingin ini mungkin bagi orang orang yang tidak mengenal dirinya dengan baik. menganggap dia pembunuh, termasuk Leticia diwaktu itu sebelum menikah dengan nya. selalu menganggap Dia Pria yang menyebalkan, pria dingin yang tidak memiliki hati. Namun, tampilan luarnya tidak sejahat hatinya. Pria ini memiliki jiwa yang begitu mulia, jiwa sosial sang Ayah dan ibunya selalu Ia tanamkan untuk dirinya hingga saat ini.

__ADS_1


Lalu, dengan menggandeng sang istri Alfonso berjalan keluar menuju Lobby dimana mobil mobil mewah sudah berjejer menunggu majikan mereka masing.[ enak ya berhalu jadi orang kaya].


Mason, Felisia dan Willy masuk dalam mobil mereka, begitu juga dengan ketiga jomblo. mereka, masing masing menggunakan mobil mereka yang sudah berjejer di lobby hotel.Nabila bersama Alfonso dan Leticia. karna, dari pagi Glen, Steward, dan istri mereka tidak ke ruangan Alfonso sama sekali.


Alfonso, berpikir membiarkan mereka tinggal dihotel. untuk melanjutkan bulan madu mereka.


Dengan beriring iringan mobil, para mafia ini menuju Mansion milik Alfonso.


Ditempat, yang berbeda, Karla yang tengah hamil trimester pertama masih gesit. berjalan ke sana ke mari mengecek semua persiapan dengan baik.


''Bagaimana, dengan bunganya sudah disusun rapi didepan!" tanya Karla, pada salah satu pelayan.


''Oke, siap. terima kasih.'' jawab Karla, yang mulutnya juga tidak berhenti mengunyah buah.


Stefani, hanya tersenyum melihat ibu hamil muda ini, dalam hatinya Ia berpikir apakah orang hamil harus terus terus makan seperti Karla. karna, selama Leticia hamil dia jarang melihat Leticia yang makan seperti Karla ini.


''Sayang, balonnya dimana?" teriak Karla.

__ADS_1


Steward, yang sangat mengenal Alfonso. tau Alfonso kalau Alfonso sangat tidak menyukai Balon, sama persis dengan Leticia.


''Enggak, perlu pake balon sayang! Al, bukan tipe orang yang menyukai balon.'' jawab Steward memberi penjelasan. agar, Karla mau mengerti. tidak, terus terusan memaksa untuk memasang lagi.


''Ya, sudah. berarti semua sudah bereskan spanduk didepan juga sudah di tempel didepan pintu. aku mandi dulu, gerah bangat.'' sambung Karla. akhirnya berdiri dari sofa.


''Fani, kamu enggak mandi?" tanya Karla. yang melihat Fani masih sibuk melihat ponselnya.


''Enggak, kalau mandi sudah telat keburu mereka tiba disini. kata Nabia mereka sudah hmpir tiba diMansion.'' jawab Stefani.


Karla, yang mendengar penjelasan Fani akhirnya memilih tidak mandi juga. akhirnya, kedua pasangan ini menunggu diruang keluarga dengan bucket bunga ditangan mereka masing masing, untuk menyambut kepulangan Alfonso, dari rumah sakit.


flasback.


Pagi pagi, Glen dan Stefani yang keluar dari kamar untuk menemui Alfonso.


saat, tiba didepan ruangan. Kevin dan Mason, yang sedang bercerita didepan mengabarkan kalau Alfonso sudah sadar dari komanya.

__ADS_1


Akhirnya, Glen dan Fani kembali ke kamar sesmpai di kamar Glen menghubungi Steward, mengabarkan kalau Alfonso sudah sadar dan hari ini mereka pulang dari rumah sakit ke Mansion.


Glen dan Steward, berinisiatif untuk lebih dulu ke Mansion. untuk, menyediakan acara kepulangan Alfonso, sebagai rasa syukur mereka atas selamatnya Alfonso dari penembakan. dan terima kasih atas pengorbanan Alfonso, dipernikahan mereka yang rela dirinya ditembak daripada para wanita yang terkena peluru.


__ADS_2