
"Oh..,Tuhan. ngidam seperti apa lagi ini?" batin bibi Yati.
Mereka bertiga pun tiba didepan Mansion dimana sedang dijaga ketat oleh anak buah dari Alfonso.dengan menyamar berbagai profesi didepan Mansion.
bibi Yati berjalan mendekati Bale.
"Nak, nona muda ingin jalan jalan ke depan Mansion.katanya bosan didalam mansion terus?" tanya bi Yati.
Bale, yang mendengar itu. kaget dan melangkah mundur satu langkah kebelakang. otak Bale langsung mengingat lagi peringatan Alfonso lewat panggilan ponsel tadi.
dari pembicaraan Alfonso saja, Bale bisa menebak kalau situasi di markas lagi mencekam.
"Terus?tidak tidak." Ucap Bale dengan cepat sambil menggerakkan tangannya.
Leticia, melihat Bale yang seperti orang ketakutan. dengan cepat berjalan ke arah Bale dan bi Yati.
"Pak, saya. jalannya tidak sampai jauh.saya disekitar depan ini saja. bayi saya pengen makan makanan yang jualan di depan." ucap Leticia sambil mengelus elus perutnya.
Bale yang melihat Itu, baru menyadari kalau benar permintaan orang hamil biasanya aneh aneh.dengan menunduk Bale mengangguk.
"Baik, Non. tapi saya mohon Non hanya sebentar saja terus masuk lagi. kalau tidak saya tidak tau nasib saya ke depannya seperti apa?kalau nona masih memikirkan nasib kami saya harap nona hanya sekedar berdiri didepan sini saja."jawab Bale.
Dia sudah membayangkan bagaimana Alfonso marah.
Leticia..,
Yang sudah diperbolehkan berjalan didepan Mansion. tersenyum bahagia.
"Terima kasih pak, tenang saja semua akan baik baik saja." sambil tersenyum bahagia.
lalu..,
Mengalihkan pandangannya ke bibi Yati
__ADS_1
''Ayo bi. kita suda mendapat ijin dari pak Bale.'' ucap Leticia sambil melempar senyum ke arah bibi Yati. bibi Yati dan pelayan yang diketahui bernama margeretha. hanya menurut mengikuti langkah Leticia pergi. tombol pintu pagar ditekan Bale dan pintu pagarpun terbuka. dengan semangat Leticia berjalan keluar halaman Mansion.
Semua, anak buah yang berjaga di luar Mansion terus mengawasi ke mana Leticia pergi. dengan tidak menimbulkan kecurigaan sama sekali.
Bibi Yati, yang kwatir karna jarak mereka sudah mulai menjauh dari Mansion sekitar lima ratus meter jarak dari Mansion, mulai gelisah.
Saat, leticia hendak menyebrang jalan, tiba tiba ada mobil mewah berwarna hitam yang sejak tadi parkir didekati mereka datang, dan bethenti didepan mereka.
Tampak didalam mobil bagian depan, ada wanita yang tidak asing bagi Leticia, tersenyum manis pada Leticia.
'' Sore ibu, saya disuruh bapak untuk menjemput ibu ke kantor.'' sapa wanita itu.
"Suami saya?dia sekarang di kantor?"Tanya Leticia.memastikan.
"iya bu, benar sekali." jawab wanita itu. dengan tidak basa basi lagi wanita itu turun dan membuka pintu mobil. dan mempersilahkan Leticia masuk.
Dengan tidak curiga sama sekali , Leticia melihat ke arah ke dua pelayannya.
"Kalian pulang saja."
"Non."
"uda ng apa."peruntah Leticia dan berjalan masuk ke mobil.
Anak buahnya yang berjaga di sekitarnya berlari mendekati mobil, tapi mereka kalah cepat degan secepat kilat sopir menginjak pedal gas dan berlari dengan kecepatan tinggi yang membuat Leticia, kebingungan dan mulai takut.
Seluruh anak buah Alfonso yang berjaga di Mansion segera mengejar mobil hitam yang menuju ke arah pelabuhan. ada yang mengejar dengan motor ada juga yang dengan mobil mereka saling kebut kebutan di jalanan.
Tembakan demi tembakan mereka lepaskan ke arah mobil. tiba tiba. muncul dua orang pria di belakang kursi Leticia. dengan menodongkan pistol ke kepala Leticia
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Dipelabuhan, Alfonso dan ratusan anak buah mencari pelaku yang sengaja menyimpan peledak di kapal pesiar yang baru saja dipesannya dari itali hadiah untuk Leticia itu.
__ADS_1
Setiap sudut pelabuhan bahkan perahu perahu dan kapal kapal yang masuk ke pelabuhan diperiksa dengan teliti dan hasilnya nihil tidak menemukan pelaku teror dipelabuhan.
Alfonso, menarik kasar rambutnya, semua rencananya hancur, oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab.
''Semua tetap waspada. saya harus pulang.ingat jangan lengah,Ethan tetap berjaga disini.''Perintah Alfonso.matanya melihat ke jam tangan mahalnya yang melingkar dangan kirinya.
Tapi saat kakinya menginjak kan ke bawa dek kapal tiba tiba ada panggilan masuk di ponsel miliknya. dengan cepat alfonso mengambil ponselnya tangannya menggeser layar ponsel.
''Bale.''
gemam Alfonso.
dengan cepat Alfonso menggeser layar ponsel miliknya dan memasangnya di telinga kirinya.
'' hallo Bale, ada apa.'' tanya Alfonso dengan suara barito khasnya.
Tapi, bale masih terdiam.
dengan suara meninggi Al berteriak melalui sambungan telpon
'' Bale lu mau mempermainkan saya ha.katakan ada apa.''
'' Tuan nona muda diculik.'' jawab bale dengan gemetaran seluruh badannya kaku seperti es bola matanya tidak bergerak sama sekali.
'' what? are you kidding me?"
"Lu tau apa akibatnya?"
" Lu tau istri saya sedang dalam keadaan yang harus benar benar dijaga.bang...,sat..,"
Saat ini Alfonso gelap mata dengan membabi buta Alfonso melepaskan tembakan ke sembarang arah.
Dorr..,dorrrr., dorrr..,
__ADS_1
Semua tidak bisa bergerak.
hanya ke empat temannya yang mampu mendekati dirinya.