SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
berita


__ADS_3

Alfonso, mengingat kembali bagaimana dia ditampar Leticia, disiram air yang membuat dirinyan harus mengganti pakaian didepan Leticia. mengapit leher Leticia, dan bagaimana tingkah konyolnya menci*m Leticia didalam lift.


"Ini konyol bukan? semua terjadi berbeda jauh dari rencana aku sebelumnya." ucap Alfonso.sambil memukul tangannya, ke arah stir mobil. yang akhinya, menyebabkan suara klakson dijalanan.yang menyebabkan pengemudi lain ikut terganggu,


Pengendara lain yang melewati mobil Alfonso meneriaki Alfonso.kalo klaksonnya mengganggu mereka. tapi, itu sama sekali tidak dihiraukan Alfonso.


Setelah lama, perjalanan. akhirnya, Alfonso tiba dimarkas. pintu pagar tinggi berwarna hitam yang tertutup rapat. dibuka oleh security, mobilnya melaju ke dalam halaman markas. Alfonso membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. melemparkan kunci mobil, ke arah salah satu anak buahnya. untuk membawa mobilnya diparkirkan ke ruang parkiran bawah tanah. disana banyak koleksi mobil mobil mewah, dan mobil antik milik Alfonso. yang berjumlahnya, lebih dari puluhan mobil antik dan mewah, berada diparkiran bawah tanah.


Tak...,tak...,tak...,


Langkah kaki Alfonso memasuki ruangan markas.Andre, Glen, Kevin, dan Gareth. sudah menunggu Alfonso di ruangan Bar mini mereka, sambil bercerita soal Glen yang sekarang menjadi bucin akut.


"Al, lama bangat. kamu apakan saja dengan Cia." goda Glen.


"Apaan sich Glen. mulai ngasal deh kalo ngomong." jawab Alfonso kesal.


"Lah kalo lu ng ngapa ngapain, trus kenapa seharian di ruaangan kerjamu."goda glen lagi sambil menyebulkan asap rokok ke atas langit langit ruangan.teman temannya yang lain hanya tertawa melihat Glen menggoda Alfonso.


Alfonso, mendudukkan tubuhnya di sofa berwarna hitam sebelah Andre.


Hmmm...,


Alfonso menghela napas panjang, wajahnya yang biasa dingin sedikit berubah. rasa bahagia terlihat jelas diwajah dingin Alfonso. yang sudah sejak lama,


bahkan puluhan tahun sejak ayah ibunya meninggal. Alfonso tidak pernah lagi menunjukkan wajah bahagihanya. sekalipun, dia berhasil dalam kekayaan yang melimpah. yang mungkin digunakan oleh sepuluh turunan, tidak akan habis.tetap saja wajahnya hanya datar datar saja tidak seperti hari ini.


"Ada apa?" tanya Alfonso. tangannya meraih buah apel yang disediakan di atas meja dan memakannya. sambil mendengar apa akan disampaikan Glen.


"Tadi kami dengar dari penyad*p yang dipasang Ethan kalo Mason, sedang berbicara dengan Leticia, mengenai istrinya akan kembali ke rumah.tapi, sepertinya ditolak Leticia."jawab Glen.


Hemmmm...,


Alfonso berdehem.


"Kenapa?sepertinya kamu biasa saja,"ucap Kevin.


"Terus, saya harus gimana?kalo mereka mau bersatu itu bagus, biar Cia tidak sedih lagi kan."jawab Alfonso.


"Sejak kapan kamu mikirin perasaan orang Al? bukannya kamu ingin menjebak Letica dalam hidup kamu," tanya Glen lagi.


Semua bingung melihat perubahan sikap Alfonsso, dan menanti apa yang akan dijawab Alfonso.

__ADS_1


Alfonso, yang terus mengunyah Apel. sambil sesekali melihat apel yang dipegang dan sudah ada bekas dari gigitannya.


"Coba bayangain, kamu jadi seperti apel ini, sakit ng saat kena gigitan kita yang makan? belajar lah jadi seperti apel ini." jawab Alfonso.lalu, berdiri dari dudukannya.


"Saya, mau pulang. kalian tidak ada yang mau pulang?"tanya Alfonso lagi sambil terus berjalan. meninggalkan ke empat temannya.


"Al, tunggu. pembicaraan kita belum selesai."teriak Gareth,


tapi diabaikan Alfonso sambil berlalu pergi meninggalkan mereka.tangannya diangkat ke atas melambaikan ke arah ke empat temanya.


Gareth, Kevin, Andre, Glen. heran dengan perubahan sikap Alfonso.


"Otaknya sudah geser setelah seharian berduaan sama Cia."ucap Glen.


Hahahahahaha...,


Semua tertawa...,


"Bisa aja kamu Glen.emang otaknya bisa digeser apa?"sambung Kevin.


"Bisa kepalanya diketok sama Cia."sambung Andre.


"Kalian tidak ada yang mau ikut pulang?"teriak Alfonso dari depan Markas.


"Emang apa bedanya sama kamu. yang uda bucin habis ama Fani." jawab Kevin.yang pusing dengan tingkah Glen akhir akhir ini berpacaran dengan Fani.


Setiap hari, ada aja yang diceritain Glen. tentang apa saja yang dia dan fani lakukan.


Mendengar teriakan Alfonso, mereka pun keluar berjalan menyusul Alfonso yang sudah menunggu didepan markas, sambil meledek Glen.


Al, yang menunggu mobilnya diambil. oleh anak buahnya di ruang parkir bawah tanah. sambil bermain ponsel miliknya.


Niatnya ingin mengirimkan pesan ke Cia. tapi niat itu diurungkan karna jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Pasti si kucing itu sudah tidur. apalgai seharian dia dibuat cape dengan kekonyolan saya." batin Alfonso. sambil bergidik geli.


"Al, aku pulang ke apartemenku aja." Ucap Glen.


Alfonso balik melihat ke arah Glen.


"Tidak, seperti biasanya kamu pulang ke apartemenmu."Ucap Alfonso.

__ADS_1


dan berjalan ke arah mobil yang sudah parkir didepannya.


"Ya, uda aku berangkat. nanti kalo ada apa apa kalian atasi saja dulu. aku malam ini ada urusan penting."ucap Alfonso. dan masuk kedalam mobilnya yang pintunya sudah dibukakan oleh Anak buahnya.


Ceklek...,


Pintu mobil ditutup, ke lima mafia itu. membawa mobil masing masing. karna, malam ini mereka akan pulang ke Apartemennya masing masing.


Pintu, pagar markas dibuka. lima mobil mewah itu keluar dari markas. mereka beriring iringan dijalan, dan berpisah diperempatan jalan, karna tempat tinggal mereka yang berbeda beda.


Alfonso, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. menuju Mansionnya.sedikit, terasa sepi karna malam ini teman temannya lebih memilih tidur di Apartemen mereka masing masing.


Bremmmmmm...,


Mobilnya berhenti didepan Mansion miliknya. Bale, berlari cepat kedepan pintu pagar, membuka pintu pagar. dan , mobil Alfonso masuk ke dalam halaman depan rumah.pintu mobil dibuka Alfonso turun dari mobilnya. Alfonso memberikan kunci mobil ke Bale untuk membawa mobilnya diparkirkan ke ruangan bawah tanah parkiran mobil.


Alfonso, meraih Handle pintu lalu membuka pintunya. dan melangkah masuk ke dalam rumah. menaiki anak tangga satu persatu menuju ke kamar miliknya yang sudah lama hampir sebulan ditinggal pergi ke California.


Ceklek...,


Pintu kamar, di buka Alfonso. lalu, melangkah masuk kamarnya. berjalan ke arah ranjang Alfonso melapas lelah dengan berbaring sebentar di atas ranjang empuknya. ya, tubuhnya yang kekar itu memang butuh di istirahatkan mengingat seharian Alfonso belum tidur sama sekali. sejak, tiba dari California langsung terus ke acara dikantor. dan baru kembali ke Mansion jam 9 malam ini. setelah sedikit merasa lebih baik. Alfonso, bangun dari atas ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.


Masuk ke kamar mandi Alfonso, berdiri dibawah shower dinyalakan showernya dan membiarkan rintik rintik air dari shower membasahi tubuh kekarnya. didalam kamar mandi bayang bayangan Cia terus hadir didalam pikiran Alfonso, membuat Alfonso kesal. karna, saat bayangan Cia muncul didalam pikirannya sang junior berontak.


Dan, untuk melepas kesesakan junior. Alfonso harus bersolo sendiri dibawah shower yang mengalir. setelah hampir 15 menit dan tangan yang sudah mulai lelah akhirnya semburan cairan vanila yang hampir sebulan tidak pernah tersalurkan disertai suara erangan kepuasan Alfonso.


Achhh...,


Karna, cairan vanila sudah keluar. dan, Alfonso pun sudah merasa lega. menyalahkan shower lagi, dan membersihkan diri.setelah selesai mandi Alfonso berjalan keluar menuju kamar dengan lilitan handuk putih dipinggangnya.setelah selesai berpakaian.


Alfonso berjalan ke arah ranjang, dan membaringkan tubuhnya diatas ranjang. hingga membawa dirinya terlelap dalam tidur dan mengantarkan dirinya menuju ke alam mimpi.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi waktu Spanyol. Kanagara , telah menyapa para insan yang berlalu lalang mencari nafkah disiang hari. tapi, tidak dengan mafia berhati dingin ini. yang masih terlelap dalam mimpi indahnya.


Dikantor, Walker dibuat pusing dengan berita yang sudah tersebar, dan terpapang didepan halaman salah satu majalah infotaiment terkenal di negara Spanyol. dan para wartawan sudah menunggu Walker dari sejak jam 6 pagi.


"LETICIA VIRGINIA MOSAN TELAH MOVE ON DARI SANG MANTAN . DAN KINI SEDANG DIDEKATI OLEH SEORANG PRESDIR MUDA YANG BERNAMA ALFONSO DE ARMANDO."


Berita itu dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Eropa, bahkan pagi itu disemua stasiun tivi menayangkan berita kedekatan Alfonso dan Leticia.


...****************...

__ADS_1


yuk.. like komen dan vote nya kan lagi hari seninπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ’– terima kasih.


__ADS_2